Mystic Pop-Up Bar Ep. 7

Kang Bae berlari menuju kedai Mystic, tetapi yang ada hanya pelataran yang kosong. Kang Bae meneriakkan nama Wol Joo dan manager Gwi. Hanya keheningan yang menjawab teriakan Kang Bae.

Dunia Akhirat… Wol Joo dan manager Gwi menghadap Yeomradaewang (sebelumnya, aku sebut dia dengan panggilan ‘Ratu Akhirat’, nyaris tepat karena ternyata masih mempunyai atasan yang lebih tinggi). Yeomradaerang mengatakan kalau anak yang sudah dititipkan ke orang tuanya, tidak akan diambil. Tetapi, kebaikan itu tidak akan masuk dalam hitungan quota Wol Joo. Wol Joo dan manager Gwi dihukum 120 jam hukuman kerja pelayanan masyarakat dan kedai disita sampai hukuman berakhir. Wol Joo berkilah kalau dihukum sehari penuh didera di Kuali Minyak Panas Neraka lebih cepat dan lebih ringan dengan hukuman yang dia terima sekarang. Sebelum Yeomradaerang menjadi lebih marah, manager Gwi menyetujui hukuman yang mereka terima.

Di departemen penilaian tingkat reinkarnasi, Wol Joo bekerja sebagai petugas pencatat dan manager Gwi menjadi petugas satpam. Komite penilaian sedang membaca sejarah Byun Tae Sik. Byun Tae Sik dianggap melakukan kejahatan yang berat, karena telah meracuni masyarakat. Tae Sik melapisi buah-buahan dengan lilin agar terlihat mengkilap dan menggunakan pewarna tar untuk mewarnai permen yang Tae Sik jual. Untuk itu Tae Sik mendapat tingkat reinkarnasi C. Dalam reinkarnasi, tingkat A adalah menjadi manusia; tingkat B menjadi binatang; tingkat C menjadi serangga. Waktu Tae Sik protes dan marah, manager Gwi menundukkannya. Wol Joo menyarankan atas kejahatan yang Tae Sik buat, bagaimana kalau Tae Sik bereinkarnasi menjadi beetle dung? Komite menyetujui dan mengetuk palu.

Berikutnya, tujuh anggota pemadam kebakaran yang berjasa menyelamatkan 300 orang dari gedung yang terbakar, meski itu menyebabkan mereka meninggal. Mereka sudah pasti mendapat tingkat A. Saat ditanya mereka hendak minta menjadi orang yang bagaimana di kehidupan berikutnya, salah satu menjawab kalau dia ingin menjadi angin sejuk bagi orang yang kepanasan. Wol Joo mengatakan kalau mereka terlalu rendah hati, bagaimana kalau kembali lagi menjadi sebuah boy band beranggota 7 orang? Manager Gwi menyetujui dan menamai boy band itu ‘BLS’ singkatan dari ‘Breeze-Like Souls’. Komite pun menyetujui dan mengetuk palu.

Tahap berikutnya, mereka yang sudah dinilai, masuk ke ruangan pembaharuan. Masing-masing jiwa musti masuk ke dalam bilik penyucian, di mana mereka akan disemprot dengan gas penghilang ingatan. Sehingga, saat mereka bereinkarnasi, mereka akan memulai kehidupan baru dengan bersih, tanpa ingatan akan masa lalu mereka.

Selesai bekerja, Wol Joo dan manager Gwi berbincang-bincang. Tentang Kang Bae, tentang masa kerja layanan mereka yang hanya akan menyisakan sedikit waktu untuk Wol Joo. Wol Joo sedikit iri dengan mereka yang bisa bereinkarnasi. Wol Joo harus menjalani hidup 500 tahun dengan tetap bisa mengingat masa lalunya. Manager Gwi menanyakan apakah kehidupan lama Wol Joo segitu pahitnya? Tidak adakah yang menyenangkan? Wol Joo menjawab hanya kehidupan bersama ibunya yang menyenangkan. Wol Joo berpikir apakah ibunya akan masih mengenalnya setelah 500 tahun berlalu? Manager Gwi membesarkan hati Wol Joo dengan berkata mungkin saja ibunda Wol Joo masih memperhatikannya sampai sekarang.

Wol Joo melanjutkan dengan membersihkan perpustakaan. Di mana tersimpan ribuan buku yang mencatat data-data jiwa yang bereinkarnasi. Wol Joo melihat satu buku bersampul bunga emas, buku reinkarnasi keluarga kerajaan Joseon. Satu nama yang Wol Joo cari, pangeran Jeongan Yi Heon. Pikiran Wol Joo pun kembali ke masa lalu, saat ia bersama sang pangeran. Sebelum Wol Joo sempat membuka lembaran buku, manager Gwi datang dan mengajak bertemu Yeomradaerang.

Supermaket Kapeul… Jin Dong menegur Kang Bae yang tampak tidak bersemangat. Jin Dong menyangka kalau Kang Bae sibuk memikirkan Yeo Rin. Yeo Rin datang dan mengajak Kang Bae bicara. Yeo Rin menegur Kang Bae yang beberapa hari ini bolos latihan. Kang Bae mengatakan kalau pikirannya disibukkan dengan latihan di CIA. Dan setelah itu, Kang Bae berlari meninggalkan Yeo Rin. Tempat kedai masih kosong seperti kemarin dan kemarinnya lagi. Kang Bae berharap Wol Joo dan manager Gwi baik-baik saja dan segera kembali. Kang Bae menunduk sedih.

Teman sekamar Yeo Rin menggoda Yeo Rin dan menganjurkan agar Yeo Rin segera mencium Kang Bae sebelum benar-benar jatuh cinta padanya. Yeo Rin menepis dan mengatakan bukan salahnya kalau selama ini pria yang dia sukai selalu lari menjauh darinya.

Dunia Akhirat… Yeomradaerang menerima Wol Joo dan manager Gwi di ruangan kerja dan menyediakan kue. Yeomradaerang meminta tolong pada Wol Joo dan Manager Gwi untuk satu masalah kecil. Melacak sebuah jiwa. Hari itu Yeomradaerang ditegur Kaisar Jade karena arwah penasaran belum juga ditangkap. Saat Sam Sin mengirim pesan menanyakan teguran dari Kaisar, Yeomradaerang membalas dengan mencaci Kaisar. Sayangnya, text tersebut terkirim ke Kaisar karena Yeomradaerang tidak sengaja disenggol salah seorang anak buahnya. Lebih parah lagi, saat Yeomradaerang mau mengirim text permintaan maaf pada Kaisar, baterai HP Yeomradaerang habis. Terburu-buru mencari charger, Yeomradaerang mencabut kabel yang mengaktifkan gas penghilang ingatan. Lebih buruk lagi, petugas yang seharusnya berjaga saat jiwa tersebut dibersihkan, terpaksa pergi ke kamar kecil. Jadilah satu jiwa terkirim ke dunia nyata, bereinkarnasi TANPA kehilangan ingatan akan masa lalunya. Sebelum Yeomradaerang dipecat, dia ingin Wol Joo dan manager Gwi mencari jiwa tersebut.

Setelah negosiasi yang alot, dan ancaman akan melaporkan langsung ke Kaisar Jade, Yeomradaerang menyetujui pembayaran pada Wol Joo berupa: penghapusan sisa kerja layanan masyarakat, kedai dikembalikan, pemberian satu quota kalau berhasil membawa jiwa itu kembali ke Akhirat plus penambahan 10 hari untuk menyelesaikan pengumpulan quota Wol Joo.

Jiwa yang dicari adalah Jang Bok Su. Bok Su adalah penjudi kambuhan yang sering berhutang pada rentenir. Bok Su sedang berusaha meminjam uang pada teman baiknya untuk membayar hutang pada rentenir. Alih-alih memberikan uang, temannya menelpon si rentenir dan tukang-tukang pukul si rentenir datang menagih Bok Su. Bok Su berlari dan tertabrak mobil, tetap berpikir bahwa teman baiknya mengkhianati Bok Su. Oleh Komite penilai, Bok Su divonis reinkarnasi tingkat B, sebagai ayam.  Jiwa Bok Su masuk ke kandang ayam. Saat hendak masuk ke telur ayam, seorang pria baya masuk dan terpeleset. Pria tersebut pingsan. Bok Su memutuskan masuk ke badan jiwa pria baya tersebut, daripada masuk ke telur ayam. Saat masuk ke dalam rumah, pembantu pria tersebut memanggilnya dengan sebutan, ‘Mr. Chairman’.

Dunia fana… Kang Bae dengan penuh semangat berlari memasuki kedai yang sudah berdiri lagi, hanya untuk kecewa karena bukan Wol Joo yang berada di dalamnya. Saat keluar, Kang Bae melihat Wol Joo dan manager Gwi yang mengeluhkan kalau tempat yang strategis untuk membuka kedai, selalu diambil orang lain. Dengan gembira Kang Bae berjanji akan melakukan apa saja untuk membantu Wol Joo dan manager Gwi. Pergilah mereka bertiga ke alamat tempat telur ayam akan menetas. Kang Bae mengenali si pria baya, dia adalah Chairman Kapeul Mart.

Menyamar sebagai petugas pengiriman, Kang Bae dan manager Gwi masuk ke kandang ayam. Saat ditanya, tidak ada seekor ayam pun yang menjawab. Manager Gwi menyuruh Kang Bae menyentuh salah satu ayam agar berbicara. Begitu disentuh Kang Bae, berkokok lah ayam tersebut dengan lantang. Si ayam bercerita tentang kejadian yang terjadi pagi hari tadi.

Wol Joo dan manager Gwi menunggu Chairman di parkiran supermarket. Saat Chairman masuk ke mobil dan pergi, mereka pun mengikutinya. Chairman minta mobil berhenti di tempat dia/Bok Su mengalami kecelakaan. Bok Su menyewa para tukang pukul untuk mengobrak-abrik toko buah temannya. Manager Gwi dilarang oleh Wol Joo untuk menghentikan Chairman. Malamnya, Wol Joo, manager Gwi dan Kang Bae berdiskusi bagaimana cara mendekati Chairman.

Esok hari, Chairman datang ke tempat latihan dan membagikan snack. Chairman berjanji akan mengabulkan permintaan dari pasangan yang memenangkan kompetisi. Kang Bae pun merasa kalau ini adalah cara untuk mendekati Chairman, selama dia bisa menjadi pemenang pertama. Kalau Kang Bae menang, Kang Bae akan minta Chairman minum arak dengannya. Dengan penuh semangat Kang Bae berlatih dansa. Membuat Yeo Rin salah sangka, menganggap Kang Bae menjadi rajin untuk memenangkan hati Yeo Rin.

Yeom ditanya oleh anak buahnya apakah sudah membaca profile arwah penasaran yang tidak juga berhasil mereka tangkap? Yeom Rim membaca profil tersebut. Nama: Kim Won Hyung, meninggal di 30 November 1520. Won Hyung telah berkelana selama 500 tahun, dia adalah sahabat dekat pangeran. Yeom melihat ke kejauhan.

Wol Joo dan manager Gwi ‘membantu’ memastikan kemenangan Kang Bae. Manager Gwi memasukkan obat pencahar ke minuman berenergi dan merubah dirinya menjadi salah satu peserta dansa. Pasangannya mengajak manager Gwi latihan terus menerus. Membuat manager Gwi kehabisan nafas dan meminum minuman benergi itu sendiri, oups… Wol Joo menyabotase pakaian dan sepatu peserta lainnya.

Malam kompetisi dansa berpasangan pun dimulai. Peserta pertama celananya melorot, out! Peserta berikutnya, sepatunya terlalu licin dan terjatuh, out! Peserta ketiga keluar karena tidak tahan bau baju pasangannya, out! Sementara, manager Gwi sibuk sendiri di kamar kecil. Peserta keempat menarikan dansa berpasangan mereka dengan baik dan mendapat tepukan meriah. Yeo Rin takut kalah. Kang Bae menyemangati dengan mengatakan yang terpenting adalah melakukan yang paling baik.

Pasangan Kang Bae – Yeo Rin menjadi pemenang kompetisi perusahaan tahun ini. Sebagai hadiah tambahan, Yeo Rin diangkat menjadi pegawai tetap dan Kang Bae minta waktu agar Chairman mau minum arak bersamanya. Chairman datang ke kamar kost Kang Bae. Wol Joo menyiapkan bossam buatannya dan Kang Bae menawarkan arak. Chairman pun tertidur setelah meminum arak.

Dunia Mimpi… Bok Su terbangun di tempat ia ditabrak mobil. Bok Su melihat uang berceceran di jalan dan dia pun mengambil dan mengikuti ceceran uang itu. Ceceran membawa Bok Su ke kantor rentenir. Rentenir sedang membicarakan kebaikan teman Bok Su yang selalu membayarkan hutang-hutang berserta bunga yang dipinjam Bok Su, bahkan temannya minta agar rentenir tidak mengganggu Bok Su. Bok Su tidak percaya dan berlari ke toko buah temannya. Teman Bok Su sedang bertengkar dengan kekasihnya, Gyeong A. Gyeong A tidak mau menikah kalau teman karib Bok Su tidak berhenti meminjamkan uang, termasuk uang untuk membeli truk untuk toko buah dan simpanan pernikahan mereka.

Bok Su menyesali semua itu dan hendak menggunakan uang Chairman untuk membayar semua hutang-hutang Bok Su pada teman karibnya. Wol Joo mengatakan kalau semua itu hanya akan menambah dosa Bok Su. Wol Joo berjanji akan menjaga teman karib Bok Su, asalkan Bok Su mau meninggalkan tubuh Chairman dan kembali ke dunia Akhirat. Bok Su pun pergi bersama Wol Joo.

Dunia Fana… Kang Bae berterima kasih pada Yeo Rin. Kang Bae mengalami pengalaman yang sangat menyenangkan. Belum pernah sebelumnya Kang Bae bisa melakukan dansa berpasangan. Yeo Rin tiba-tiba mencium Kang Bae dan berlari meninggalkan Kang Bae.

Salah satu karyawan Yeom mengejar Won Hyung ke atas atap sebuah bangunan dan menghunus pedang samurainya. Won Hyung bukan tandingan karyawan Yeom, selama berkelana selama 500 tahun ini, Won Hyung telah menyedot arwah-arwah penasaran untuk memperkuat dirinya. Arwah karyawan Yeom pun dia sedot.

Wol Joo, manager Gwi dan Kang Bae merayakan pembukaan kembali kedai ‘Mystic’. Manager Gwi telah melaporkan si rentenir pada polisi. Mereka mengembalikan uang teman baik Bok Su, dan Gyeong A kembali bersama teman baik Bok Su. Manager Gwi menerangkan kalau setelah mereka menyelesaikan membantu 100.000 jiwa, kedai Mystic akan ditutup. Itu sebabnya, Kang Bae sebaiknya mencari kekasih, agar tidak kesepian.

Yeom naik ke atas atap dan menemukan samurai yang tertinggal. Yeom memanggil Won Hyung agar datang menyelesaikan semua sakit hati dan kemarahan yang tertinggal.  Yeom akan membantu Won Hyung. Yeom datang saat Wol Joo cs akan melanjutkan pesta dengan berkaraoke. Yeom tersenyum melihat mereka bertiga. Tapi, sesaat kemudian tatapan mata Yeom berubah…

Bersambung

Komentar aku: aarrggghhh… episode yang berat. Karena saat tinggal 10 menit lagi episode berakhir, computer memakan recap aku, literally… Episode ini kembali ke tema yang ringan dan jenaka. Mulai dari ‘BLS’ yang diambil dari ‘BTS’ boy band papan atas Korea Selatan, jeritan orang sebagai ring-tone HP Yeomradaewang – bagus juga ide ini, coba kalau tiba-tiba ada teriakan di ruang public atau kantor, errr….. -, sampai icon kamar kecil. Wkwkwkwk… sehabis itu kalau tidak dipanggil ke kepala sekolah, ya si Boss lah yang minta kita datang ke ruangannya. Bagaimana tidak? HP dengan ring-tone itu berbunyi saat lagi mengadakan ‘conference call’, asyik…

Legend of Awakening Ep. 32

Xi Fan mencari Lu Ping. Hou Ying dan Xiao Mei mengatakan Lu Ping turun gunung untuk mengenang gurunya. Xiao Mei juga berkata kalau Zi Yan sedang ada di balik bukit seperti sedang kebingungan, apa Xi Fan berbuat kesalahan? Xi Fan bertemu Zi Yan dan mengabarkan kalau Qiu Ci setuju Zi Yan tinggal di wisma Wuji. Sementara, Xi Fan akan pergi mencari Lu Ping.

Di rumah kediaman Qin, sedang berlangsung upacara penghormatan pada Jendral Qi yang dipimpin oleh Wen Rui. Wei Rui akan melanjutkan memimpin tentara Long Jie didukung Qin Sang. Kaisar datang berkunjung dan memberikan penghormatan pada Jendral Qi. Qin Sang berjanji akan membawa nama keluarga Qin dengan baik dan tidak mengecewakan kakaknya.

Di hall Beidou, Lu Ping berbincang dengan Madam Jin yang membersihkan hall. Secara tidak sengaja, Lu Ping menemukan buku harian Guru You Dao. Isinya uang yang didapat dan dikeluarkan serta peristiwa yang menyertainya. Satu kalimatnya mengatakan kalau Liu Song adalah pangeran dari Negara Dan. Lu Ping menyadari itulah arti dari tulisan di ruang rahasia Institute Qisha. Beberapa lembar dari buku harian Guru You Dao robek. Xi Fan datang dan mengajak Lu Ping pergi ke wisma Wuji. Qiu Ci adalah kakal seperguruan You Dao, mungkin Qiu Ci tahu sesuatu.

Chu Min terbangun dari tidurnya dan mendapati dirinya dirantai ke lantai. Yan Jin datang dan mengatakan kalau orang yang menganggap dirinya baik sebenarnya melakukan hal yang lebih jahat dari yang dilakukan Shanhai. Chu Min tidak mengerti maksud perkataan Yan Jin. Yan Jin mendekati Chu Min dan mencekik leher Chu Min. Liu Song datang dan menghentikan Yan Jin. Liu Song menyuruh Yan Jin mencari Chen Feng. Karena saat Liu Song berada di gedung astronomi, dia melihat bintang Chen Feng masih bersinar terang, karena itu Liu Song tahu kalau Chen Feng masih hidup.

Qin Sang mengenakan pakaian tentara dan akan mendatangi perkemahan Long Jie. Qin Sang tidak ingin moral prajurit menjadi turun. Qin Sang menegur para prajurit yang kehilangan semangat sejak Jendral Qi tiada. Utusan kerajaan datang dan meminta Qin Sang menghadap Kaisar untuk menerima jabatan sebagai Putri Xi Ning. Kaisar memberi jabatan itu dan menitahkan Qin Sang untuk menikah dengan Xi Fan dari wisma Wuji. Hal itu dilakukan agar Negara Shuo mendapat dukungan dari wisma Wuji. Kaisar menolak penjelasan Qin Sang mengenai pertunangannya dengan Lu Ping.

Su Tang mengendarai kereta kuda yang membawa Mo Lin yang sakit. Tetapi kuda berhenti dan tidak mau berjalan saat mendekati Lembah Wu You. Su Tang memutuskan berjalan kaki untuk mencari bantuan. Su Tang memasuki hutan dan mengatakan kalau dia adalah guru dari Mo Lin. Suara itu mengatakan kalau Su Tang berbohong. Tidak sampai satu langkah, Su Tang pingsan. Mo Lin menyuruh Mo Chuan Gu keluar dari persembunyian. Mo Lin berkata kalau Su Tang adalah istrinya dan menyuruh Chuan Gu membantu mereka.

Su Tang terbangun di Lembah Wo You dan Chuan Gu memperkenalkan diri sebagai murid pertama. Su Tang marah karena Mo Lin mengatakan kalau Su Tang adalah istrinya dan akan pergi mencari Lu Ping. Akhirnya, Mo Lin mendapatkan keberanian untuk mengatakan kalau Mo Lin menyukai Su Tang, sejak lama. Su Tang menemukan ladang Osmanthus yang sedang berbunga dan mendengar kalau Mo Lin yang alergi pada serbuk bunga Osmanthus rela melupakan alerginya demi membuatkan Su Tang permen Osmanthus.

Bersambung

Komentar aku: episode ini ceritanya pendek, karena banyak flash-back ke kenangan Qin Sang akan kakaknya, Jendral Qi. Terjemahan episode ini juga tidak terlalu jelas, banyak yang dipotong. Sehingga, aku tidak terlalu mengerti tentang mandate perkawinan Xi Fan dan Qin Sang. Kalau tidak salah tangkap, sepertinya ini hanya perangkap agar Lu Ping ‘terikat’ untuk membantu Kerajaan Shuo. Mungkin juga aku salah… Huhuhu, itulah kerugian tidak bisa banyak bahasa.

Legend of Awakening Ep. 31

Jendral Qi memberikan restu pada Lu Ping sebelum dia meninggal. Jendral Qi menghembuskan nafas terakhir di pelukan Qin Sang. Xi Fan menemui Kaisar dan meminta maaf telah merahasiakan identitasnya sebagai pewaris Wisma Wuji saat mengikuti Kompetisi Tenaga Dalam di ibukota Kaifeng. Kaisar memaafkan Xi Fan. Xi Fan berjanji akan berusaha sekuat tenaga menyelamatkan Kaisar.

Lu Ping berbagi tugas: Senior Hou Ying dan Xiao Mei mengawal Kaisar ke pintu gerbang E’Zhou tempat Wen Rui menunggu, Lu Ping dan Xi Fan akan berurusan dengan You Long. Qin Sang yang membawa pedang kakaknya berjanji tidak akan mengecewakan almarhum Jendral Qi.

Di ruang rahasia Intitute Qisha, Liu Song menghipnotis Chu Min.

You Long bersiap di depan Wisma Angin Sejuk dan disambut oleh Lu Ping dan Xi Fan. You Long tidak mudah dikalahkan. You Long berhasil memukul jatuh Xi Fan dan melingkarkan senjata rantainya ke leher Lu Ping.

Hou Ying, Xiao Mei, Qin Sang, Su Tang dan Mo Lin berhasil membawa Kaisar keluar dari kota E’Zhou dan bertemu dengan Wen Rui. Wen Rui hendak mengawal Kaisar ke perbatasan kota Tan dan Shou, di mana tentara mendirikan perkemahan. Qin Sang minta menunggu karena satu jam lagi jam malam akan dimulai. Kalau Lu Ping dan Xi Fan tidak keluar, mereka akan terperangkap di kota dan mungkin jatuh ke tangan gerombolan Shanhai.

You Long menarik rantainya dengan kuat. Lu Ping teringat janjinya pada Jendral Qi, dan mengaktifkan keempat tenaga dalamnya. Rantai You Long terputus dan You Long terlempar ke belakang. Xi Fan menusukkan pedangnya dan Lu Ping mengakhiri dengan pukulan dari ‘The Horn’. Lu Ping berkata kalau semua adalah karena You Long membunuh Guru You Dao dan Jendral Qi. Lu Ping dan Xi Fan mengawal Kaisar dan rekan-rekannya bergerak menuju perkemahan tentara Long Jie.

Guru Wu Shu dan Qiu Ci mencoba membuka pintu rahasia, tetapi sia-sia. Mereka mencoba menghilangkan efek Xi Siu dan akan mencoba lagi, sebelum Liu Song melukai Chu Min.

Lu Ping dan Xi Fan akan kembali ke Beidou, menyelamatkan mereka yang ditawan Liu Song. Lu Ping menyuruh Su Tang membawa Mo Lin yang terluka kembali ke Lembah Wu You. Qin Sang akan mengawal Kaisar kembali ke ibukota Kaifeng. Lu Ping dan Xi Fan berangkat saat dini hari. Di hall astronomi, Pemimpin Air menyadari kalau Zu Mi menyamar menjadi Xi Fan. Tian Qi yang mencoba menolong akan dilukai oleh Pemimpin Air. Zi Yan menghalangi dan berkata kalau dialah yang membebaskan Xi Fan. Zi Yan ditusuk oleh Pemimpin Air dan dijadikan sandera saat Lu Ping cs masuk ke hall astronomi. Lu Ping bertanya di mana Liu Song berada.

Pemimpin Air melemparkan Zi Yan dan berlari bersama anggota gerombolan Shanhai. Tian Qi memberi tahu Lu Ping kalau Liu Song ada di Institute Qisha. Menggunakan ‘The Horn’, Lu Ping berhasil mendobrak pintu ruang rahasia. Tetapi, Liu Song sudah melarikan diri, membawa pedang Pemimpin Seribu Cemara dan Guru Chu Min.

Di tembok tertinggal tulisan, ‘Zhai menghancurkan Negara Dan dan mengakibatkan kejatuhan Beidou. Kebencian ini musti dibalaskan. Jika Beidou menjadi kaki tangan Zhai, maka aku bukan lagi anggota Beidou’.

Chu Min mendorong kursi roda Liu Song dan membawanya menemui Pemimpin Air dan Yan Jin. Yan Jin melaporkan kalau You Long terbunuh dan Kaisar berhasil menyelamatkan diri. Liu Song tidak terlalu kecewa, karena dia telah mendapatkan pedang yang dia cari. Liu Song meloloskan diri lewat lorong rahasia di Institute Qisha yang dibangunnya bersama murid ketujuh, Chen Feng. Wu Shu belum ada di Institute Qisha, dia tidak tahu mengenai lorong rahasia itu. Liu Song menunggu reaksi Lu Ping membaca tulisan yang ia tinggalkan di ruang rahasia, dan mengajak Chu Min mendengarkan ceritanya.

Xi Fan menidurkan Zi Yan yang terluka. Lu Ping membaca tulisan di dinding dan tidak mengerti kenapa Liu Song menyebut-nyebut Kaisar? Apa hubungan Liu Song dan Kaisar Zhai Rong? Kaisar berkunjung ke Beidou dan bertemu dengan Guru Yao Tian. Guru Yao Tian menyetujui bekerja sama dengan Kekaisaran Shou dan minta tolong menyelamatkan Chu Min. Guru Yao Tian mengatakan kalau Liu Song mengambil pedang miliknya Pemimpin Seribu Cemara. Kaisar mengatakan Liu Song berusaha keras mengambil pedang tersebut karena di dalamnya ada segel milik Komandan Besar keluarga Liu. Liu Song akan menggunakannya untuk membangun tentara dan memulai perang.

Guru Yao Tian mengatakan satu-satunya yang bisa membuka kunci pedang itu adalah Guru Lyu Cheng Feng. Guru Cheng Feng membuat kunci rahasia atas suruhan Pemimpin Xiu Tan sebelum terjadi keributan di Beidou. Cheng Feng sendiri menghilang dan tidak bisa ditemukan. Kaisar bergerak kembali ke perkemahan bersama Qiu Ci. Kaisar menegur Qiu Ci yang tidak berhasil menahan gerombolan Shanhai di Beidou. Sebagai salah satu pemimpin dunia persilatan, Qiu Ci mengecewakan Kaisar.

Kaisar menemui Zi Yan secara rahasia dan meminta Zi Yan memata-matai Qiu Ci dengan imbalan akan dinaikkan statusnya, sehingga bisa mudah diterima menjadi anggota keluarga Wuji. Dengan statusnya yang sekarang adalah bekas dayang, Kaisar khawatir Qiu Ci tidak akan menyetujui hubungan Zi Yan dan Xi Fan.

Di istana Shanhai, Yan Jin memperkenalkan Liu Song sebagai pemimpi tertinggi Shanhai. Yan Jin bekerja sebagai wakilnya beberapa tahun ini dan akan kembali menjadi pemimpin divisi Hutan. Mereka semua menghormat pada Liu Song. Liu Song duduk di ruangan yang penuh dengan papan peringatan, salah satunya bertuliskan, ‘Leng Xiu Tan’.

Bersambung

Komentar aku: adegan meninggalnya Jendral Qi dan pelukan Qin Sang pada Lu Ping ruarrrr biasa panjangnya, wkwkwkw… Dan Lu Ping, masih juga kalau berada di ambang kematian, tenaga dalamnya langsung naik beberapa kali lipat. Yay untuk Tian Qi yang akhirnya mengerti arti bersikap ksatria, meski kena pukul beberapa kali. Go boy!

Legend of Awakening Ep. 30

Guru Chu Min tersadar, Liu Song menawarkan bubur kepiting untuk Chu Min. Guru Chu Min harusnya tahu kalau Liu Song berasal dari keluarga kerajaan Dan. Liu Song berkata Chu Min tidak tahu apa-apa tentang dirinya. Kerajaan Dan dihancurkan dan Liu Song merasa dirinya adalah hantu, bukan manusia. Chu Min minta dijelaskan apa yang sebenarnya terjadi 19 tahun yang lalu. Liu Song menolak, dia kembali ke Beidou untuk mengambil miliknya, pedang Sembilan Pemimpin Cemara yang tertinggal di Beidou. Chu Min pasti menyimpankan pedang itu untuk mengenang Liu Song. Chu Min menyetujui, dengan satu syarat.

Chu Min, Liu Song dan pemimpin Air ada di arena Beidou. Chu Min akan menunjukkan letak pedang kalau Liu Song tidak melukai siapa pun yang sekarang ada di Beidou. Liu Song menyetujuinya. Chu Min mengatakan kalau pedang ada di ruang tersembunyi di Institute Qisha. Kalau Liu Song ingin mengambil, Chu Min minta agar mereka membawa Wu Shu dan Qiu Ci. Wu Shu marah pada Shanhai yang membunuh kembarannya, You Dao. Tapi Wu Shu akan mendengarkan perkataan seniornya, Qiu Ci.

Wu Shu dan Qiu Ci dibawa ke hadapan Liu Song. Wu Shu menolak memberikan peta Institute Qisha pada Liu Song. Chu Min memaksa Wu Shu memberikan peta itu agar bisa menyelamatkan orang-orang yang ditawan. Wu Shu mengatakan kalau sebenarnya dia telah menghancurkan peta itu agar tidak ada orang yang mencuri senjata yang disimpan di Institute Qisha. Qiu Ci meminta Wu Shu menggambar ulang dan minta waktu. Liu Song setuju selama Chu Min berada di sisinya sebagai jaminan.

Dua murid Akademi Kelima masuk lewat lubang yang dibuat Lu Ping. Xi Fan menghipnotis Pemimpin Air dan berhasil menyelundup keluar bersama Zi Yan, dengan bertukar baju dengan murid Akademi Kelima. Zi Yan menolak ikut karena akan kembali ke hall astronomi untuk membantu murid mengelabui Shanhai. Xi Fan, Huo Ying dan Xiao Mei turun gunung.

Mereka bertemu dengan Wen Rui yang berhasil mengumpulkan prajurit yang tersisa. Xi Fan berpikir apa yang akan Lu Ping lakukan di situasi seperti ini dan menyimpulkan kalau Kaisar cs bersembunyi di kota E’Zhou. Xi Fan berhasil menemukan Lu Ping dengan menggunakan anak kecil yang berlarian sekeliling kota meneriakkan slogan Zhaifeng. Mo Lin yang terluka menemukan mereka dan mengatakan tentang Wei Feng yang bersekongkol dengan You Long.

Wei Feng masuk ke ruang kerja ayahnya. Jendral Qi datang menemui Menteri Xu. Wei Feng membunuh pengawal yang mengabarkan berita itu dan mengatakan kalau ayahnya tidak bisa berbuat apa-apa, karena Shanhai akan datang membantu Negara Tan. Menteri Xu yang tidak menyetujui tindakan Wei Feng ditusuk oleh Wei Feng. Menteri Xu menyuruh Jendral Qi menggunakan lencana Menteri Pertahanan untuk bisa keluar dari gerbang E’Zhou.

You Long bertarung melawan Jendral Qi, sementara Qi Sang melarikan diri dengan kaisar. Mo Lin melemparkan bom asap dan membantu Jendral Qi melarikan diri. Wei Feng yang menusuk ayahnya berlari ke Wisma Angin Sejuk. Dia melihat Su Tang yang sedang memasak obat dan mengancamnya dengan pisau. Wei Feng minta bantuan Su Tang untuk melarikan diri dan percaya padanya.

Wei Feng akan menukar nyawa Su Tang dengan nyawa Kaisar Shuo. Siapa yang akan Lu Ping selamatkan? Lu Ping mengancam Kaisar dengan ‘The Horn’. Bagi Lu Ping sepuluh Kaisar tidak sebanding dengan Su Tang. Lu Ping menyuruh Wei Feng mengambil Kaisar, agar bisa melaksanakan mimpinya. Wei Feng minta maaf pada Su Tang karena akan mengorbankan Su Tang (lagi). Su Tang menyadari kalau Wei Feng tidak pernah mencintai dirinya dan berbalik menusuk Wei Feng. Saat Lu Ping mendorong Jendral Qi yang memarahinya karena membahayakan nyawa Kaisar, Jendral Qi muntah darah dan pingsan.

Qiu Ci membawa peta Institute Qisha dan memberikan pada Chu Min. Chu Min minta agar Liu Song membebaskan semua tawanan di Beidou. Liu Song setuju dengan catatan Chu Min membawanya masuk Insitute Qisha. Qiu Ci dikurung bersama Wu Shu dalam kamar kerja Wu Shu. Chu Min membawa Liu Song ke dalam ruang rahasia tempat menyimpan Pedang Pemimpin Cemara. Liu Song minta didorong ke depan meja tempat pedang ditaruh. Liu Song mengetahui rencana Wu Shu untuk memerangkap dirinya. Chu  Min mengambil pedang dan mesin perangkap bekerja, mengurung Liu Song dan Chu Min dalam kamar rahasia Institute Qisha.

Mo Lin mengatakan kalau Jendral Qi sudah lama menderita karena racun dan sekarang terlalu terlambat untuk bisa diselamatkan. Jendral Qi minta bicara hanya dengan Lu Ping dan Qin Sang. Jendral Qi mempercayakan lencana Menteri Xu, Qin Sang dan Kaisar pada Lu Ping.

Bersambung

Komentar aku: Hiks x 3. Meski aku pernah kesal sama Jendral Qi, aku tidak berharap dia akan meninggal. Jendral Qi hanya terlalu hitam-putih, kaku. Well… OK, menyalahkan Lu Ping dan mengeliminir Zhaifeng. Juga, dia kan Jendral utama di Negara Shuo dan ahli silat yang menguasai beberapa tenaga dalam, masa tidak tahu akibat fatal racun dan tidak berobat? Kalau itu namanya keras kepala… Tapi, hiks lagi… huhuhu…  ☹

#LegendofAwakening #ArthurChen #RecapDrama

Legend of Awakening Ep. 29

Lu Ping minta agar Guru Yao Tian mengizinkan Beidou bekerja sama dengan Kaisar. Guru Yao Tian marah karena Lu Ping mengirim undangan Tujuh Bintang ke Kaisar. Lu Ping menanyakan masalah sebenarnya apa? Karena mereka semua akan diuntungkan apabila mereka bersatu melawan Shanhai. Xi Fan mengajak bicara, tetapi terus ditolak oleh Lu Ping. Sementara mereka terus berdebat, seorang anggota sekte memperhatikan mereka. Dia adalah kepala divisi Air Shanhai yang menyamar!

Mo Lin yang berhasil membawa Su Tang turun gunung memberikan Su Tang kesempatan berduka di tepi sungai dengan memberikan uang kertas untuk mengenang Wei Feng. Su Tang mendoakan Wei Feng. Tiba-tiba Mo Lin mencium bau yang tidak asing dan menemukan Wei Feng yang terdampar di tepi sungai. Mereka membawa kembali Wei Feng ke Wisma Angin Sejuk.

Lu Ping menyampaikan hasil pertemuannya dengan Guru Yao Tian. Tak lama murid Beidou datang mengundang Kaisar untuk bertemu langsung dengan Guru Yao Tian. Tapi, Kaisar harus datang sendiri tanpa membawa tentara. Kaisar menyetujuinya.

Seorang murid Beidou meminta Guru Chu Min datang ke hall astronomi. Di tengah jalan, Guru Chu Min menyerang murid tersebut yang adalah mata-mata Shanhai. Guru Chu Min mengetahuinya karena tidak mungkin Guru Yao Tian mengadakan pertemuan di hall astronomi. Terakhir kali, mesin bintang rusak gara-gara Lu Ping, pastinya sebagai pembesar Beidou, Guru Yao Tian tidak akan mengajak tamu-tamu pergi ke tempat yang belum diperbaiki.

Mereka menemukan jenasah murid yang dibunuh. Kelima murid disuruh menemui Guru Yao Tian, sementara Guru Chu Min akan turun gunung. Benar saja, di hutan bamboo, Kaisar cs diserang gerombolan Shanhai. Liu Song datang menyambut Kasar. Saat genting, Guru Chu Min datang membantu dan menawan Liu Song dengan cambuknya. Guru Chu Min menyuruh Lu Ping pergi dan menyelamatkan Kaisar.

Liu Song membalik kursi rodanya dan menyapa Guru Chu Min. Mereka sedang berjalan ke perkemahan dan melihat kalau perkemahan prajurit telah dihancurkan Shanhai. Kaisar memutuskan untuk pergi ke kota E’Zhou menunggu bantuan dari ibukota. Liu Song menyuruh You Long mengejar kaisar. Saat Guru Chu Min hendak mengejar, Liu Song menembakkan jarum rahasia dan melumpuhkan Guru Chu Min.

Di gedung astronomi, Guru Yao Tian menunggu kedatangan Guru Chu Min. Yang datang adalah Liu Song. Qiu Ci yang hendak memukul Liu Song tiba-tiba kehilangan tenaga dalamnnya. Mereka semua telah dibius dengan obat yang dicampurkan ke dalam lilin. Liu Song menginginkan miliknya yang ada di Beidou. Keempat murid Akademi kelima terlambat datang dan mereka bersembunyi menunggu Lu Ping.

Kaisar cs sudah sampai di kota E’Zhou. Lu Ping meminta Kaisar berganti pakaian agar tidak dikenali orang. Kaisar minta agar Lu Ping mencari Menteri Pertahanan Xu. Lu Ping menawarkan diri untuk mencari Menteri Xu, karena muka Jendral Qi sudah dikenali banyak orang. Lu Ping dan Qin Sang menyamar sebagai suami istri yang sedang berbelanja. Mereka tidak berhasil menemukan Su Tang, tapi yakin dengan kepintaran Su Tang, Su Tang dan Mo Lin akan baik-baik saja.

Wei Feng minta maaf pada Su Tang dan berjanji akan mengubah diri. Sekarang Shanhai dan Negara Tan membuangnya, dan Wei Feng jatuh miskin. Akankah Su Tang benar-benar memaafkannya? Mo Lin melihat semua itu dan melemparkan obat yang telah dia racik dan pergi. Mereka melihat gerombolan Shanhai memata-matai dan mencoba bersembunyi. Saat Wei Feng dan Su Tang mencari Mo Lin, Wei Feng melihat beberapa anggota Shanhai dan mengikuti mereka. Mo Lin melihat gerak-gerik Wei Feng dan mengikuti Wei Feng.

Menteri Xu masih menyuruh prajurit terus mencari Wei Feng. Saat hendak menaiki kereta, di dalamnya sudah menyelinap Lu Ping dan Qin Sang. Lu Ping menjelaskan maksud kedatangannya dan minta bantuan Menteri Xu untuk membantu menyelundupkan Lu Ping dan Qin Sang kembali ke ibukota Kaifeng. Lu Ping menggunakan kartu memperbaiki kerusakan yang nyaris ditimbulkan Wei Feng agar Menteri Xu tidak banyak bertanya dan menyetujui permintaan mereka. Menteri Xu menyetujui dan minta mereka datang ke pintu gerbang E’Zhou sebelum jam malam dimulai.

You Long memarahi anggota divisinya karena kehilangan jejak Lu Ping. Wei Feng menengahi dan menawarkan bantuan. Wei Feng yakin Lu Ping minta bantuan ayahnya, menteri Xu. Mo Lin yang memata-matai mereka ketahuan oleh You Long, beruntung dia bisa melarikan diri. Wei Feng berpura-pura kambuh penyakit asmanya agar ditolong oleh Su Tang, yang mencoba mengejar Mo Lin.

Di Istana Beidou, Liu Song duduk di tepi tempat tidur Guru Chu Min.

Bersambung

Komentar aku: hu, Guru Chu Min keren! Tidak salah kalau Guru Yao Tian ingin agar Guru Chu Min menjadi pemimpin Beidou yang baru, meski lebih muda dari Yao Tian. Sayang, perjalanan kisah kasihnya tidak sebaik talenta yang dimiliki Guru Chu Min. Su Tang, lupakan Wei Feng! Ambisi Wei Feng sama dengan ambisi Liu Song. Biar mereka menikah dengan ambisinya saja, huh…

#LegendofAwakening #ArthurChen #RecapDrama

Legend of Awakening Ep. 28

Qin Sang mencuri dengar dari balik pintu dan tersenyum simpul. Wen Rui marah merasa Lu Ping berlaku kurang ajar. Lu Ping hampir saja kehilangan Qin Sang, dia tidak mau menyia-nyiakan waktu yang ada untuk bisa bersama Qin Sang. Jendral Qi menanyakan apakah Lu Ping sudah memikirkan tawarannya? Qin Sang menerobos masuk dan bilang kalau dia lebih suka menjadi istri Lu Ping meski hidup di daerah, daripada terkurung di istana besar. Jendral Qi menjawab dia akan menemui Kaisar dan menyuruh Lu Ping jalan-jalan bersama Qin Sang, sesuai perintah dokter. Qin Sang ingin berjalan-jalan ke kota Chen Qiao.

Kaisar menerima laporan dari Jendral Qi, dan kaget mengetahui kalau Liu Song adalah bekas murid Beidou. Kaisar mempertanyakan laporan dari Menteri Xia yang mengatakan Jendral Qi mempercayai dan bekerja sama dengan criminal yang melanggar aturan Negara. Jendral Qi meminta maaf dan berkata kalau Wen Ge Cheng adalah Kepala Divisi Angin di Shanhai. Jendral Qi menutupi itu dengan melemparkan tuduhan pada Lu Ping dan menyebabkan perguruannya ditutup. Jendral Qi bersedia dihukum untuk itu. Lu Ping adalah pemenang kompetisi dan putra dari almarhum Leng Xiu Tan, penguasa Beidou. Berkat bantuan Lu Ping mereka berhasil menggagalkan rencana Shanhai di kota E’Zhou.

Kaisar minta Lu Ping diangkat menjadi penghubung Beidou dan semua sekte. Jendral Qi setuju tapi Lu Ping telah menolak tawarannya.

Di kota Chen Qiao memberikan pedang sebagai hadiah pertunangan mereka. Pedang itu berhiaskan buah bodhi yang akan memberikan keberuntungan bagi pemiliknya. Di malam hari, mereka meletakkan teratai permohonan ke sungai. Qin Sang membuat permohonan agar kakaknya bisa menerima Lu Ping. Madam Jin datang dan menyapa mereka. Madam Jin mengajak mereka makan di Restoran Ru Yu.

Lu Ping menerangkan kalau dia memilih kebebasan daripada menjadi pejabat. Kalau pun ada yang bertanya, itu seharusnya Kaisar sendiri. Madam Jin mendengar dan berharap mendapat papan nama dari Kaisar agar restoran Ru Yu semakin maju. Wen Rui masuk membawakan papan nama itu! Papan namanya bertuliskan ‘Tegakkan Keadilan, Donasikan Uang’. Madam Jin bingung kenapa harus berdonasi? Wen Rui menyampaikan pesan kalau Kaisar ingin bertemu Lu Ping di perguruan Zhaifeng.

Kaisar mengganti papan nama Zhaifeng dengan yang baru. Lu Ping masuk seorang diri. Di dalam hall Zhaifeng, Jendral Qi yang dilucuti dari pakaian tentara dan diikat, berlutut di tengah hall. Kaisar menyapa Lu Ping. Kaisar berjanji akan membuka perguruan Zhaifeng dan mengumpulkan murid-muridnya kembali. Kaisar ingin Lu Ping menjadi penghubung kekaisaran di kota Jianghu. Kaisar juga menyerahkan hukuman Jendral Qi berupa pukulan 100 kali pada Lu Ping. Lu Ping berkata kalau Kaisar sama liciknya dengan Guru You Dao. Kaisar berjanji akan datang ke Beidou untuk minta bantuan mereka mengalahkan Shanhai. Lu Ping menyetujui permintaan Kaisar dan menyampaikan hormat pada Guru You Dao.

Di Beidou, Guru Wu Shu marah-marah karena banyak asap keluar. Su Tang keluar dari dapur dan membawakan makan siang untuk Guru Wu Shu. Guru Wu Shu mengingatkan kalau dia bukan Guru You Dao. Guru Wu Shu mengatakan setelah makan, Su Tang boleh belajar bersama Tian Qi. Su Tang sangat berterima kasih. Mo Lin mengajak Su Tang jalan-jalan bersamanya. Su Tang menolak.

Mo Lin mengeluh pada Xi Fan karena Su Tang menolak menemuinya. Xi Fan meminta Mo Lin bersabar karena Su Tang masih belum bisa melupakan pengkhianatan Wei Feng.

Murid-murid Akademi Kelima menunggu Guru Chu Min yang tidak keluar dari kamarnya juga. Huo Ying bergossip tentang hubungan asmara Guru Chu Min dan Liu Song, dan akibatnya Huo Ying mendapatkan hadiah cambukan dari Guru Chu Min. Mereka pun berlari. Su Tang masuk membawakan makanan dan minuman anggur.

Lu Ping memanggang ayam di perkemahan dan didatangi Kaisar. Kaisar mengambil ayam panggang dan minta dibawakan anggur. Mereka pun makan ayam bakar dan minum anggur. Kaisar bercerita tentang masa kecilnya. Dia merasa malu karena di usianya sekarang gerombolan Shanhai masih mengganggu kehidupan rakyat Shuo. Lu Ping berjanji akan membantu Kaisar untuk masalah Shanhai. Kaisar berjanji akan membawa kedamaian dan mengembangkan Negara, apabila masalah Shanhai bisa teratasi.

Lu Ping duduk di atas menara pengintai dan Qin Sang menyelinap naik. Lu Ping berkata kalau Kaisar terus bersikap baik seperti sekarang, Lu Ping akan kesulitan menolak tawarannya.

Di perguruan Beidou, Xi Fan diperkenalkan sebagai penerus Wisma Wuji oleh Qiu Ci. Lu Ping datang. Xi Fan ingin menyambut, tapi dilarang oleh ayahnya dan disuruh mengantar tamu ke dalam hall Beidou.

Bersambung

Komentar aku: huaaa… itu tenda Kaisar mewah ya? Punya pintu masuk sendiri… Di kisah ini karakter Lu Ping memang digambarkan sebagai pemuda dari tempat terpencil, yang tidak mengerti tata krama dan atau pelajaran lainnya seperti music, literature. Tapi, siapa juga yang bisa belajar kalau seumur hidup ada di penjara Shanhai dan darahnya digunakan untuk menyempurnakan teknik Xi Sui? Barbar memang…

#LegendofAwakening #ArthurChen #RecapDrama

Legend of Awakening Ep. 27

Xi Fan teringat saat kemarin bertemu ayahnya Qiu Ci, dia mengatakan kalau saat di Istana Shanhai saat tertangkap basah oleh Yan Jin, ada seseorang berambut putih mengamati dari atas tahta. Saat itulah Xi Fan mulai kehilangan kesadarannya. Qiu Ci mengatakan kalau penyerangan ke Beidou bisa berhasil karena ada mata-mata di Beidou, Liu Long. Liu Song sepertinya tidak tewas saat penyerangan, seperti juga Lu Ping. Liu Song terkenal sebagai paling ahli dalam penguasaan tenaga dalam Mental dibanding keenam murid utama Beidou lainnya. Qiu Ci ingin Yan Jin dibawa ke Wisma Wuji agar bisa membuktikan kebenaran teori ini dan agar Xi Fan tidak memberi tahu Lu Ping terlebih dahulu.

Hari ini, Qiu Ci mendekati Xi Fan dan tahu kalau Xi Fan bertengkar dengan Lu Ping karenanya. Xi Fan berkata agar ayahnya tidak usah khawatir, dia tahu apa yang dia lakukan. Qiu Ci bersikeras untuk membalaskan dendam pada Liu Song dan menyuruh Xi Fan pergi ke Beidou mengabarkan hal ini pada Guru Yao Tian.

Lu Ping berjaga di samping Qin Sang yang masih belum sadar. Su Tang datang mengabarkan kalau Jendral Qi akan berangkat dan ingin bicara dengan Lu Ping. Jendral Qi akan kembali ke ibukota Kaifeng untuk merawat Qin Sang dan melaporkan kepada Kaisar apa yang terjadi dengan pakta perdamaian dan gerombolan Shanhai. Jendral Qi mengingatkan Lu Ping akan tawarannya. Lu Ping berjanji akan mempertimbangkan dengan baik dan memberi obat dari Mo Lin untuk Qin Sang. Lu Ping mengajak mereka kembali ke Beidou, Guru Chu Min pastinya akan sangat sedih mendengar tentang Liu Song.

Qiu Ci berdiskusi dengan Guru Yao Tian di ruang astronomi. Guru Yao Tian tidak percaya Liu Song masih hidup, karena bintang takdir miliknya sudah padam. Qui Ci meyakinkan kalau dia melihat dengan mata kepalanya sendiri, meski Liu Song menjadi cacat dan duduk di kursi roda. Xi Fan menambahkan kalau Liu Song adalah salah satu putra kerajaan dinasti Dan. Qiu Ci percaya kalau penyerangan ini sudah direncanakan dengan baik oleh Liu Song untuk memperluas Negara Dan. Guru Chu Min mendengarkan dari balik pintu.

Guru Chu Min berdiri di depan tugu peringatan. Dia teringat kalau sewaktu masih bersama, Guru Chu Min suka memasak bubur kepiting dan berlatih pedang bersama Liu Song. Lu Ping cs sampai dan melihat Guru Chu Min. Lu Ping mendatangi Guru Chu Min dan duduk di samping Guru Chu Min. Guru Chu Min menyatakan kalau sudah 19 tahun berlalu, tapi tak sekali pun Liu Song memberi tahu kalau dia masih hidup. Guru Chu Min melampiaskan kepedihannya dengan memecut nama Liu Song di tugu peringatan, sampai Lu Ping menghentikannya dan minta agar Guru Chu Min mengingat kata Guru You Dao. Apapun yang terjadi, kita musti maju ke depan, jangan melihat ke belakang. Guru Chu Min jatuh terduduk dan menangis tersedu-sedu.

Liu Song didampingi KepDiv Air melihat ke arah perguruan Beidou. Mereka berada di Villa Tian Song di mana Yan Jin dihukum atas permintaanya sendiri. Liu Song menyuruh hukuman pada Yan Jin dihentikan. Liu Song memanggil Yan Jin, ‘Guru’. Liu Song mengingatkan kalau saat Liu Song tidak sanggup melihat mukanya yang terbakar sebelah akibat terbakarnya institute Qisha, Guru Yan Jin yang membuatnya berani menghadapi kenyataan. Guru Yan Jin yang mengajari Liu Song untuk bangkit dan meraih cita-citanya. Liu Song tidak takut jati dirinya terbongkar.

Di Beidou, Guru Yao Tian mengumpulkan murid dan pimpinan Puncak Beidou. Memberi tahukan mengenai Liu Song dan rencana kerjasama dengan Wisma Wuji untuk mengumpulkan semua sekte untuk melawan Shanhai. Lu Ping menawarkan diri pergi ke Kaifeng untuk memberi tahu Jendral Qi. Sebelum pergi, Lu Ping minta bantuan Guru Wu Shu untuk memberinya pedang. Guru Wu Shu menyuruhnya mengambil sendiri di institute Qisha kalau sanggup. Lu Ping juga menitipkan Su Tang pada Guru Wu Shu.

Lu Ping menitipkan Guru Chu Min pada Su Tang dan Mo Lin, dan pamit pergi. Lu Ping masih marah saat Xi Fan menemuinya di gerbang Beidou dan menawarkan agar Yan Ze menemani Lu Ping. Lu Ping menolak tawaran Xi Fan dan terus berjalan. Zi Yan membawakan mantel untuk Xi Fan dan pamit akan pergi, karena Zi Yan bukan murid Beidou. Xi Fan menawarkan Zi Yan pergi bersamanya ke Wisma Wuji.

Di kediaman Qin, Jendral Qi terbatuk-batuk keluar dari ruangan penuh asap. Ternyata, Jendral Qi sedang berusaha memperbaiki pedang Kuinyin. Jendral Qi minta maaf, gara-gara melindungi dirinya, Qin Sang terluka. Qin Sang berkata kalau dia sudah sembuh dan minta diizinkan keluar. Jendral Qi tahu kalau Qin Sang ingin menemui Lu Ping. Jendral Qi berkata kalau dia tetap tidak menyetujui hubungan Qin Sang dengan Lu Ping.

Lu Ping datang ke kediaman Qi dan bertemu Qin Sang. Saat Jendral Qi datang, Lu Ping mengajak bicara. Pertama, Lu Ping memberi tahu kalau yang membebaskan Yan Jin adalah pemimpin tertinggi Shanhai, Liu Song. Liu Song adalah bekas murid Beidou dan merupakan anggota kerajaan di Hedong. Beidou mengundang semua sekte untuk melawan Shanhai. Yang kedua, Lu Ping hendak melamar Qin Sang.

Bersambung

Komentar aku: Pertama, kasihan Guru Chu Min. Setiap hari mabuk selama 19 tahun untuk seseorang yang bahkan tidak mau memberi tahu kalau dia masih hidup. Haugh, liver/hati Guru Chu Min hebat berarti kerjanya, secara harafiah dan secara kiasan… Kedua, lamaran? Jaman itu orang menikah umur berapa, ya? Ketiga… aku kok berharap Lu Ping memeluk Guru Chu Min, ya? Chemistry Arthur Chen dan Wang Jia Ning lebih terasa, meski aslinya mereka beda 7 tahun. Oups!

#LegendofAwakening #ArthurChen #RecapDrama

Legend of Awakening Ep. 26

Su Tang berdiri di depan Wisma Angin Sejuk yang telah disegel. Su Tang memikirkan Wei Feng, berharap semua tidak berakhir sedemikian rupa. Lu Ping berusaha menyemangati Su Tang. Lu Ping memanggil Mo Lin yang berjaga di luar, minta agar Mo Lin bersabar menghadapi Su Tang yang sedang bersedih dan berterima kasih pada Mo Lin yang telah menyelamatkan Su Tang.

Lu Ping bertemu dengan Qin Sang yang memakai baju hadiah dari Lu Ping di tengah kota. Mereka tidak sengaja mendengar orang-orang bertanya pada Bao Niang apakah benar yang menyelamatkan mereka adalah monster yang bermata tajam? Bao Niang menjelaskan kalau mereka adalah pemuda-pemuda tampan yang tanpa bantuan mereka, dia tidak akan bisa selamat dan membuka kedai bubur di kota E’Zhou. Bao Niang dan penduduk mengerumuni Lu Ping dan Xi Fan, yang datang bersama Zi Yan, dan berterima kasih pada mereka.

Mo Lin datang terlambat, membawa Su Tang bersamanya. Lu Ping merasa bahagia bisa berkumpul bersama teman-temannya, terutama Xi Fan yang berhasil selamat dari cengkraman Shanhai. Xi Fan mengingatkan kalau Lu Ping pun sekarang telah menjadi manusia bebas, terlepas dari segel tenaga dalam dan kejaran Shanhai. Mereka bersama-sama menikmati pesta kembang api.

Jendral Qi membuat strategi bersama Menteri Xia. Sudah jelas bahwa gerombolan Shanhai didukung oleh keluarga Liu dari Hedong. Kaisar menyuruh Jendral Qi membawa Yan Jin (Pemimpin Shanhai, AAAAHHH! Akhirnya tahu juga namanya, setelah 26 episode… hiks, hiks…) ke ibukota Kaifeng. Kaisar memerintahkan membuat Yan Jin mengakui keterlibatan keluarga Liu. Lu Ping minta izin pada Jendral Qi untuk bertemu dengan Yan Jin. Menteri Xia menolak, atas bujukan Xi Fan, Jendral Qi menyetujuinya. Dan menyuruh Wen Rui mendampingi Lu Ping.

Lu Ping bertemu Yan Jin bersama Xi Fan dan Jendral Qi. Lu Ping bertanya bagaimana Shanhai membunuh orang tuanya. Orang tua Lu Ping mengalami siksaan yang sama dengan yang dilakukan pada Lu Ping, hanya karena hal itu menarik bagi gerombolan Shanhai. Pertanyaan kedua, kenapa Lu Ping disiksa? Yan Jin menjawab Lu Ping harus ingat kenapa perguruan Zhaifeng dimusnahkan dan kenapa Guru You Dao sampai meninggal? Itu semua karena tidak seorang pun dapat menjadi Sang Pembangkit, karena hanya akan merusak tatanan dunia persilatan. Karenanya, semua yang berada di dekat Lu Ping akan jadi korban. Perguruan Zhaifeng, Guru You Dao, selanjutnya? Xi Fan, Mo Lin, Su Tang, Qin Sang? Mendengar itu Lu Ping nyaris mengamuk kalau tidak ditahan Xi Fan dan Jendral Qi. Yan Jin ternyata menggunakan taktik itu agar dibunuh dan tidak memberi tahukan rahasia Shanhai.

Lu Ping kembali ke kamarnya. Jendral Qi dan Qin Sang mendatangi Lu Ping. Jendral Qi minta agar Lu Ping tidak gegabah. Lu Ping meminta maaf hampir saja membuat kesalahan besar dengan membunuh Yan Jin. Lu Ping menyerahkan nasib Yan Jin pada Jendral Qi. Jendral Qi menawarkan rumah di Kaifeng dan jabatan di Istana. Lu Ping tetap menolak. Jendral Qi minta Lu Ping memikirkan baik-baik. Mo Lin membawa surat dari Guru Chu Min menyuruh Lu Ping kembali ke Beidou. Lu Ping mengajak Su Tang dan Mo Lin pergi bersamanya.

Qiu Ci menemui Xi Fan, menanyakan apakah Yan Jin bersikap aneh. Xi Fan mengakui kalau Yan Jin memang sengaja membuat Lu Ping marah agar membunuh dirinya, tetapi gagal. Qiu Ci percaya kalau ada seseorang yang dilindungi oleh Yan Jin dan dirahasiakan keberadaannya. Keesokan paginya, Jendral Qi berangkat membawa Yan Jin dan mendapat khabar dari Wen Rui kalau Qin Sang melarikan diri lagi. Lu Ping cs berangkat ke Beidou.

Kepala Divisi Air dan Api, You Long, pergi menemui seseorang di hutan. Lu Ping menyadari ada yang tidak beres dengan Yan Jin dan menyusul Jendral Qi. Jendral Qi dihadang oleh Qiu Ci. Qiu Ci berkata kalau Yan Jin menutupi seseorang dan minta agar Yan Jin diserahkan padanya. Jendral Qi menolak dan menyuruh prajurit Long Jie melawan pasukan Wisma Wuji. Saat itu mata mereka semua menjadi ungu. Xi Fan berteriak untuk berhati-hati karena mereka semua dibawah pengaruh tenaga dalam Mental. Seluruh pasukan saling melawan rekannya sendiri.

Datanglah penguasa tertinggi Shanhai, yang ditemui oleh Kepala Divisi Air dan Api. Yan Jin menghormat kepada gurunya. Qiu Ci hendak menusukkan pedang dan ditahan oleh tenaga dalam Liu Song, sang penguasa tertinggi Shanhai. Xi Fan dipukul dari belakang oleh You Long. Liu Song memanggil Qiu Ci sebagai kakak keduanya dan mengatakan kalau Qiu Ci tahu terlalu banyak. Saat You Long hendak membunuh Qiu Ci, Siu Long menahan dan menyuruh You Long membebaskan Yan Jin.

Lu Ping datang tepat pada waktunya. Lu Ping menyelamatkan Jendral Qi dan Qin Sang yang diserang Yan Jin. Lalu seluruh gerombolan Shanhai melarikan diri. Su Tang bertanya kenapa Xi Fan ada di sini bersama Qiu Ci? Xi Fan tidak bisa menjawab. Qin Sang terluka dan pedang Kuinyin nya pun patah. Mo Lin berkata kalau Qin Sang perlu istirahat dan makanan bergizi.

Lu Ping menyalahkan Xi Fan yang menyerang tentara Long Jie dan berusaha membawa Yan Jin. Xi Fan mengatakan kalau Yan Jin merahasikan seseorang. Lu Ping berkata kalau sejak Xi Fan menggunakan nama keluarga Yan, sifatnya berubah, tidak lagi seperti kakak senior Zhaifeng yang dulu. Lu Ping kecewa karena Xi Fan melupakan persaudaraan mereka.

Bersambung

Komentar aku: aarrrggggh… nama Yan Jin dan Siu Long! Oups, Siu Long kan murid keenam yang hilang dan pacar Guru Chu Min. Noooo… it will not end good… Oh, dear… ps: tapi Liu Song dengan rambut putih dan topeng terbelah memang keren… Tidak salah Guru Chu Min jatuh hati padanya. Tapi kenapa jadi jahat?

#LegendofAwakening #ArthurChen #RecapDrama

Legend of Awakening Ep. 25

Wei Feng diberi tahu Xi Fan kalau Lu Ping berhasil dibawa kembali ke penjara Tan oleh Jendral Qi. Wei Feng minta tambahan waktu untuk membawa Lu Ping ke pemimpin Shanhai seperti janjinya. Xi Fan menerima surat perintah untuk mundur dan tidak bersinggungan dengan Beidou.

Jendral Qi menemui Lu Ping di penjara. Lu Ping sudah tahu kalau dia akan dieksekusi dan memilih tidur daripada berbicara dengan Jendral Qi. Tapi, Jendral Qi terus berbicara. Lu Ping tidak membenci peri laku Jendral Qi yang melakukan semuanya untuk nama keluarga Qin dan kepentingan Negara Shou. Jendral Qi meminta maaf dan akan membayar kesalahannya di kehidupan berikutnya.

Wei Feng dihukum oleh Pemimpin Shanhai karena dianggap gagal melaksanakan tugasnya, terlebih lagi tidak bisa membawa Lu Ping padanya. Wei Feng membujuk Penguasa agar mengampuni Wei Feng dan memberi waktu. Pemimpin Shanhai memberikan waktu sampai jam 1 dini hari untuk membawa Lu Ping ke tempat penyeberangan kapal.

Zi Yan dan Qin Sang memata-matai Wisma Angin Sejuk. Mo Lin yang memata-matai gerbang, tahu kalau Su Tang masih di dalam wisma, tetapi tidak bisa menemukan tepatnya ada di mana. Wei Feng memarahi Bao Niang yang membersihkan kamarnya dan mengusir Bao Niang. Setelah Bao Niang pergi, Wei Feng masuk ke ruang rahasia.

Su Tang terbaring lemah karena menolak makan dan selalu ditusuk jarum oleh Wei Feng untuk menghilangkan bau, sehingga Mo Lin tidak bisa mencium bau Su Tang. Wei Feng bercerita kalau dia terpaksa menggunakan Su Tang untuk mendapatkan Lu Ping, karena dia ditekan oleh gerombolan Shanhai. Wei Feng berjanji akan merawat Su Tang saat Lu Ping tiada. Su Tang menggunakan pecahan mangkuk yang dia sembunyikan untuk melukai dirinya, agar Mo Lin bisa menemukan ruang rahasia.

Wei Feng meminta prajurit menyerahkan Lu Ping dengan menggunakan lencana Menteri Pertahanan Xu. Wei Feng berkata kalau dia selalu menganggap Lu Ping sebagai sahabat, dan akan menyelamatkan Lu Ping dari eksekusi. Mo Lin, Qin Sang dan Zi Yan menyelinap ke Wisma Angin Sejuk untuk menyelamarkan Su Tang. Mo Lin bertemu dengan Bao Niang. Berdua mereka menemukan ruang rahasia dan menyelamatkan Su Tang.

Wei Feng membawa Lu Ping ke penguasa Shanhai. Wei Feng minta agar Shanhai kembali bekerja sama dengannya untuk memerangi Negara Shou. Pemimpin Shanhai memberikan lencana Shanhai sebagai tanda perjanjian kepada Wei Feng. Lu Ping memperingatkan Wei Feng untuk tidak mempercayai janji Shanhai.

Pemimpin Shanhai menertawakan Lu Ping dan berkata kalau tidak ada seorang pun yang bisa lolos dari Shanhai, termasuk Lu Ping, apalagi tidak ada seorang pun yang membela Lu Ping sekarang. Lu Ping balik tertawa dan mengatakan kalau sudah sejak lama Lu Ping tahu untuk selalu mengandalkan diri sendiri. Lalu Lu Ping berdiri dan menawan Wei Feng, Xi Fan mengeluarkan pedang dan menawan pemimpin Shanhai, prajurit Long Jie tiba-tiba sudah berada di balik prajurit Tan dan melumpuhkan mereka. Kondisi berbalik 180°. Xi Fan tidak lagi berada di bawah pengaruh Shanhai.

Semua taktik itu direncanakan Lu Ping bersama Jendral Qi saat berada di penjara. Lu Ping minta Jendral Qi mempercayainya dan mengembalikan ‘The Horn’. Jendral Qi keluar dari persembunyian bersama prajurit Long Jie. Ayah Wei Feng, Menteri Xu, datang dan melihat sendiri semua kejadian itu, sehingga Wei Feng tidak bisa berkelit. Saat akan ditangkap, Wei Feng mengambil pedang dan mengancam akan membunuh diri agar Lu Ping tidak pernah bertemu dengan Su Tang lagi. Su Tang datang bersama rekan-rekannya. Wei Feng yang menyadari kalau dia benar-benar kalah dan menceburkan dirinya ke dalam danau.

Xi Fan dirawat oleh Zi Yan dan ditemui oleh Lu Ping. Lu Ping dan Xi Fan merencanakan semua ini saat mereka bertarung di ruang kerja Jendral Xu. Lu Ping tahu kalau hipnotis dari tenaga dalam Mental bisa dikalahkan oleh tenaga dalam Suara, selama orang yang terhipnotis memiliki kepercayaan diri yang kuat. Lu Ping menggunakan ‘The Horn’ untuk melawan hipnotis sambil terus meneriakkan kalimat yang selalu diucapkan Xi Fan, ‘Tidak ada seorang pun yang ditinggalkan sendiri. Itu moto perguruan Zhaifeng.’ Xi Fan tersadar dan mereka berdua melanjutkan sandiwara sampai berhasil menangkap pemimpin Shanhai.

Akhirnya, Menteri Xu dan Menteri Xia menandatangani pakta perdamaian. Menteri Xu meminta maaf atas perlakuan putranya, Wei Feng. Jendral Qi minta agar Menteri Xu tidak terlalu merasa bersalah dan berterima kasih pada Menteri Xu yang membuat pakta ini bisa berhasil. Jendral Qi akan membawa prajurit Long Jie bersama tawanan Shanhai untuk diadili di Negara Shou dan mereka pun pamit.

Jendral Qi bertanya apa permintaan Lu Ping untuk semua jasa-jasanya? Rumah, uang, kedudukan? Lu Ping minta agar diizinkan pergi melihat perayaan di kota E’Zhou bersama Qin Sang. Qin Sang yang sembunyi keluar dan berterima kasih pada kakaknya. Jendral Qi sadar kalau dia dikerjai mereka berdua…

Bersambung

Komentar aku: sekali lagi, maafkan nama-nama yang terbalik ‘Yan’ dan ‘Xu’. Juga, nama pemimpin Shanhai, sampai sekarang, belum berhasil menemukan namanya, kecuali kalau mau membaca novel sekian ratus halaman, oy, oy…

hihihi… Jendral Qi kena batunya dan Xi Fan jatuh cinta pada Zi Yan. Tinggal Su Tang yang tidak bisa melupakan Wei Feng, meski Mo Lin selalu berada di sisinya. Episode ini meski berkutat tentang pakta perdamaian dan ‘twist & turn’ Shanhai, tetap ya berusaha memasukkan unsur romansa… wkwkwkw…

#LegendofAwakening #ArthurChen #RecapDrama

Legend of Awakening Ep. 24

Wen Rui melihat Xi Fan yang berlari ke dalam tempat pertemuan, dia akan menggerakkan pasukan Long Jie untuk mencarinya. Jendral Qi melarang Wen Rui dan pergi mencari Xi Fan. Lu Ping menyuruh Mo Lin mengalihkan perhatian, Lu Ping akan mencari Jendral Qi, dan Qin Sang berjaga di luar. Xi Fan masuk ke ruang kerja Jendral Xu. Saat melihat pergerakan, Jendral Qi menusukkan pedang ke sekat pembatas, yang ditusuk adalah Jendral Xu. Sekat pembatas jatuh, dan jarum-jarum perak rahasia meluncur mengenai lengan Jendral Qi. Xi Fan keluar dari persembunyiannya.

Gerombolan Shanhai akan menyebarkan gossip yang menyatakan Jendral Qi, utusan dari Negara Shou, telah membunuh Jendral Xu, dari Negara Tan. Perjanjian Perdamaian akan batal dan perang pun tidak terelakkan. Lu Ping datang dan menyuruh Jendral Qi pergi, dia akan berurusan dengan Xi Fan, agar misi perdamaian tetap berjalan. Anggota Shanhai di luar berteriak kalau ada pembunuh di kamar Jendral Xu. Wen Rui menyelamatkan Jendral Qi yang terkena racun jarum Xi Fan.

Menteri Xu dan Menteri Xia membawa prajurit Kerajaan Tan masuk dan menemukan Lu Ping bersama jasad Jendral Xu. Menteri Xu menyuruh prajurit menahan Lu Ping yang dianggap sebagai mata-mata Shanhai dan pembunuh. Jendral Qi menerangkan semua yang terjadi pada Qin Sang. Jendral Qi percaya ada mata-mata dari dalam yang membantu Shanhai menjalankan rencana ini, yang membawa jasad Jendral Xu masuk dan menyelundupkan Xi Fan.

Pemimpin Shanhai melumpuhkan dua mata-mata prajurit Long Jie yang mengikuti Wei Feng. Xi Fan menyalahkan Wei Feng karena membuat rencana mereka gagal dengan tidak berhasil memperangkap Jendral Qi. Wei Feng akan mencoba membuat tentara Negara Tan memberontak dengan membuat gossip kalau Lu Ping membunuh Jendral Xu atas suruhan Jendral Qi, dan Wei Feng akan membuat Lu Ping mengakuinya. Pemimpin Shanhai setuju selama Wei Feng bisa membuat prajurit memberontak dan membawa Lu Ping pada pemimpin Shanhai, hidup-hidup.

Wei Feng menginterogasi Lu Ping yang disiksa di penjara Negara Tan. Lu Ping menolak semua bujukan Wei Feng untuk menyalahkan Jendral Qi untuk menyelamatkan diri. Lu Ping mengatakan dia lebih benci pada Shanhai daripada Jendral Qi. Wei Feng mengancam Lu Ping dengan menggunakan Su Tang. Lu Ping berkata kalau dia tidak sendirian, akan ada lainnya yang membela Lu Ping dan Su Tang. Juga, gerombolan Shanhai tidak akan melepaskan orang gagal seperti Wei Feng.

Menteri Xu mendesak Jendral Qi untuk membiarkannya mengumumkan bahwa Lu Ping membunuh Jendral Xu, untuk itu Lu Ping akan dieksekusi. Hal ini harus dilakukan karena tentara sudah mulai resah dan akan memberontak. Jendral Qi minta diberi waktu.

Qin Sang pergi ke Beidou dan meminta bantuan Perguruan Beidou. Pemimpin Yao Tian menolak karena Lu Ping bukan lagi murid perguruan Beidou. Guru Chu Min datang bersama Hou Ying dan akan menyelamatkan Lu Ping. Saat Yao Tian marah-marah, Guru Wu Shu membelanya dan menyuruh Chu Min menyelamatkan Lu Ping.

Qin Sang, Guru Chu Min dan keenam murid Akademi Kelima membebaskan Lu Ping. Anehnya, saat mereka tiba di gerbang penjara, prajurit-prajurit kerajaan Tan telah bergelimpangan. Ternyata, Guru Yao Tian datang menyelamatkan mereka semua. Wei Feng mengamati semuanya dari luar. Guru Yao Tian menyelamatkan muka Lu Ping, saat dia malu masuk ke dalam perguruan. Guru Yao Tian mengatakan kalau tanpa izinnya, tidak seorang pun murid Beidou yang boleh menyatakan dirinya bukan murid lagi. Guru Yao Tian memberikan lencana Beidou untuk Lu Ping, dan memberikan penghargaan kepada setiap murid anggota Akademi Kelima.

Menteri Xu menyalahkan Jendral Qi menyatakan kalau keluarga Qin terlibat dalam pelarian Lu Ping dan akan membatalkan perjanjian perdamaian. Jendral Qi berjanji akan membereskan masalah ini. Di Beidou, Qin Sang menutup mata Lu Ping dan mengurungnya dalam kamar. Qin Sang tahu akan maksud kedatangan kakaknya. Jendral Qi menampar Qin Sang dan menyalahkan Qin Sang yang membuat urusan menjadi rumit. Lu Ping menghalangi dan bersedia kembali ke penjara Tan untuk dieksekusi. Lu Ping tidak ingin Beidou menjadi bermasalah seperti perguruan Zhaifeng. Permintaan terakhir Lu Ping adalah minta Qin Sang menyelamatkan Su Tan dari tangan Wei Feng.

Zi Yan mengajukan diri untuk membantu Qin Sang turun gunung menyelamatkan Su Tang.

Bersambung

Komentar aku: Hua! Guru Yao Tian ternyata masih ada hati juga, ya? Aku pikir semua guru-guru Beidou dingin semua, seperti Chu Min dan Wu Shu. Zi Yan, kamu berani mengangkat dagu dan kembali beraksi. Go girl!

#LegendofAwakening #ArthurChen #RecapDrama