Legend of Awakening Ep. 16

Lu Ping menanyakan kenapa selama ini Guru You Dao menyembunyikan identitasnya ke Lu Ping dan siapa Guru You Dao sebenarnya? Guru You Dao menjawab dia akan menjelaskan semua. Sekarang yang terpenting adalah bertahan hidup. You Long melihat kalau Dewa Bandit adalah pemimpin perguruan yang bercita-cita melewati Beidou dan menertawakan mereka. Guru You Dao menyalurkan tenaga dalam ke Lu Ping, menyebabkan Lu Ping melepaskan jurus ‘Dewa yang Menyamar’ dan memukul You Long. You Long menyerang balik dan bisa mengalahkan mereka berdua. Guru You Dao memilih mati daripada membiarkan Lu Ping menjadi tawanan Shanhai. Mereka berdua melompat ke jurang, disaksikan You Long, Xi Fan dan Jendral Qi.

Jendral Qi bertarung melawan You Long. Saat dia mulai terdesak, Yan Qiu Ci, pemimpin Wisma Wuji datang membantu. You Long pun melarikan diri. Yan Qiu Ci datang menjemput putranya, Yan Xi Fan. Xi Fan menyesal karena tidak berhasil menyelamatkan Lu Ping dan Guru You Dao. Qiu Ci minta Xi Fan pulang bersamanya ke Wisma Wuji. Gerombolan Shanhai berhasil dipukul mundur, dan murid-murid Zhaifeng sudah pergi semua. Qiu Ci menjanjikan akan mengirim orang ke dasar jurang untuk mencari Lu Ping dan Guru You Dao.

Guru You Dao menggunakan seluruh tenaga dalamnya untuk menahan jatuh Lu Ping, mereka berdua teringat semua kejadian sejak Guru You Dao menyelamatkan dan membesarkan mereka selama tiga tahun ini. Mereka sampai di dasar jurang.

Lu Ping tidak bisa bergerak, sementara Guru You Dao semakin melemah. Lu Ping menyadari Guru Gao sengaja membuatnya tidak bisa bergerak selain karena tenaganya habis juga agar Lu Ping bisa menghemat tenaganya dan selamat. Guru You Dao memberikan pesan terakhir untuk Lu Ping. Bukan masa lalu yang penting, tetapi masa depan. Di masa depan, teruslah berjalan, jangan melihat ke belakang.

Guru You Dao tersenyum, meminum tetesan terakhir anggurnya dan berpulang. Lu Ping berhasil melepaskan totokan Guru You Dao dan berusaha membangunkan Guru You Dao. Guru You Dao meninggal dalam pelukan Lu Ping.

Wen Rui mengabarkan kalau pasukan yang dikirim ke dasar jurang hanya menemukan sisa darah dan beberapa binatang liar. Besar kemungkinan Lu Ping dan Guru You Dao meninggal tanpa menyisakan jasad. Qin Sang yang telah sampai di perguruan Zhaifeng menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Jendral Qin Qi menjelaskan kalau Lu Ping dan Guru Gao didesak oleh gerombolan Shanhai dan jatuh ke dalam jurang.

Sementara kepada para murid perguruan Zhaifeng, Jendral Qin Qi menyatakan untuk menghindari hukuman, Lu Ping terjun ke jurang. Perguruan Zhaifeng dibubarkan dan ditutup, semua muridnya disuruh pergi. Lu Ping mendengar semua itu di balik batu besar. Setelah semuanya pergi, Lu Ping masuk ke perguruan Zhaifeng.

Lu Ping tahu kalau Guru You Dao minta dia berjalan maju. Tapi, seseorang tanpa masa lalu, tanpa keluarga, bagaimana dia bisa berjalan maju? Lu Ping berjanji membalaskan dendam Guru You Dao dan perguruan Zhaifeng pada gerombolan Shanhai. Setelah memberi hormat pada altar persembahan, Lu Ping berjalan meninggalkan hall Zhaifeng.

Di ibukota, Guru Chu Min melihat Jendral Qi kembali bersama pasukan. Guru Chu Min menyadari arti kepulangan Jendral Qi. Guru Chu Min kembali ke gedung Sutra dan membetulkan selimut Zi Yang yang sempat diselamatkan Guru You Dao. Meski Guru You Dao menggunakan jurus ‘Dewa yang Menyamar’ untuk membalik jalan darah Zi Yang, Zi Yang tetap terluka parah. Guru Chu Min menyampaikan pesan Guru You Dao, kalau Zi Yang tidak berhutang nyawa padanya. Zi Yang memuji kehebatan Guru Gao. Guru Chu Min menjawab dengan mata berkaca-kaca, kalau Guru You Dao hanyalah orang tua yang bodoh yang suka mengambil resiko.

Perdana Menteri Xia menyampaikan kepada Kaisar kalau Ge Cheng dibunuh oleh pemenang kompetisi tenaga dalam. Sudah seharusnya kompetisi itu dibubarkan. Jendral Qi masuk dan memberi hormat. Jendral Qi melaporkan kalau rupanya Lu Ping adalah anggota Shanhai. Kompetisi memang dibuat Jendral Qin Qi untuk menarik perhatian Lu Ping. Meski berhasil memukul mundur dan menangkap beberapa mata-mata, Ge Cheng menjadi korban atasnya (oh, really?). Jendral Qin Qi meminta maaf merahasiakan strategi ini dan minta dihukum.

Kaisar memuji Jendral Qi yang selalu membela dan mendahulukan Negara. Karenanya Perdana Mentri Xia tidak boleh terlalu keras. Kaisar memerintahkan Perdana Mentri pergi, Kaisar perlu bicara empat mata dengan Jendral. Kaisar menanyakan hasil penyelidikan Shanhai. Sejauh yang Jendral Qi tahu, 19 tahun yang lalu gerombolan Shanhai pergi ke perguruan Beidou untuk berkompetisi, setelah itu mereka menghilang tanpa khabar. Tiba-tiba mereka muncul lagi di Utara, pasti ada sesuatu yang mereka incar.

Kaisar minta Jendral Qi focus ke rencana barunya. Marga Liu dari Hedong tidak puas dengan hanya menaklukan Jianghu. Mereka menghubungi Xi Dan. Sejak Negara Shuo didirikan, marga Liu memang mundur ke utara tetapi mereka tidak lupa tanah Shuo.  Mata-mata yang dilaporkan Jendral Qi banyak yang berasal dari Negara Dan. Pastinya, gerombolan Shanhai didukung oleh Negara Liu.

Karenanya, Jendral Qi musti focus, memusnahkan Shanhai sampai ke akarnya dan memperkuat pertahanan garis perbatasan. Kaisar berpikir untuk bekerja sama dengan Negara-negara lainnya. Tugas ini sekarang yang dikuasakan Kaisar ke Jendral Qi.

Xi Fan terbangun dari mimpinya dan meneriakkan nama Lu Ping. Paman Wei menasihati Xi Fan untuk memperhatikan kesehatan dan tidak minum-minum. Telah empat tahun Xi Fan menghilang tanpa memberi khabar. Lencana Jade yang dia gadaikan untuk pembayaran seragam menjadi alat untuk melacak keberadaan Xi Fan.

Di satu arena pertarungan illegal, bandar menerima uang dan menerima taruhan untuk petarung baru. Petarung ini memiliki keenam tenaga dalam, selain tenaga dalam Mental yang belum dikuasai dengan baik, petarung ini bisa menggunakan kelima tenaga dalam lainnya dengan baik. Dia selalu menang melawan satu orang atau pun satu kawanan. Nama petarung baru itu Lu Ping.

Di arena, Lu Ping bersiap memulai petarungan.

Bersambung

Komentar aku: Jendral Qin Qi, ouch, ouch, ouch! Boleh ya menjatuhkan orang yang tidak bersalah dengan alasan membela Negara? You are a General!

Guru You Dao Youdao, kalau saja Guru secara rahasia mengajari Lu Ping, mungkin Lu Ping bisa membantu Guru ya? Tapi konsekwensinya memang terlalu riskan.

Jadi ingat komik/film Spiderman, ‘with great power comes great responsibility’ (Uncle Ben, Spiderman). ‘Memiliki kekuatan/kekuasaan besar berarti memiliki tanggung jawab yang besar pula’ (paman Ben, Spiderman). Jadi, kalau tidak siap bertanggung jawab, lebih baik tidak menggunakan kekuatan/kekuasaan secara sembarangan ya paman?

#LegendofAwakening #ArthurChen #RecapDrama

Legend of Awakening Ep. 15

Lu Ping mengagumi rasa anggur Chrysantheum Beku, dia ingin memberikan untuk Guru You Dao sebagai tanda terima kasih. Saat ditanya Guru You Dao ada di mana, Xi Fan mendesah.

Guru Chu Min mengatakan kalau Guru You Dao sudah pulang ke perguruan Zhaifeng, untuk mengobati dirinya yang terluka. Biaya berobat di kota Kaifeng terlalu mahal. Lu Ping berpikir kalau Guru You Dao bukan anggota Shanhai, lalu kenapa Guru You Dao bisa tahu banyak mengenai Shanhai dan selalu ada melindungi Lu Ping? Seolah bisa membaca pikiran Lu Ping, Guru Chu Min cepat-cepat pamit tidur.

Lu Ping mengejar Guru Chu Min menanyakan hal itu, tapi ditepis oleh Guru Chu Min. Baiklah, toh mereka juga akan pulang ke perguruan dan mereka akan segera bertemu. Lu Ping bisa bertanya langsung pada Guru You Dao.

Qin Sang berlari menemui Jendral Qi dan menanyakan kondisi Lu Ping. Jendral Qin Qi berkata bahwa Lu Ping sudah selamat, dan mereka menemukan jasad Ge Cheng di dalam hutan. Bagi Qin Sang, Lu Ping seperti pria yang tidak tahu tata krama, tetapi yang mengenalnya akan menyayanginya. Maksud Qin Sang orang-orang terdekat seperti Xi Fan, Su Tang dan Mo Lin, semua peduli akan Lu Ping. Qin Sang dengan cepat membetulkan perkataannya setelah melihat tatapan tajam Jendral Qi.

Jendral Qi bertanya siapa saja yang mengetahui rahasia Ge Cheng? Qin Sang meraih tangan kakaknya dan minta agar tidak khawatir. Selain tim Zhaifeng, tidak ada yang tahu. Kaisar juga pemimpin yang bijaksana, kalau kakaknya menerangkan dengan baik, pasti Kaisar akan mengerti. Qin Sang berjanji akan membujuk Lu Ping untuk bergabung dengan pasukan Long Jie. Saat Qin Sang berbalik, Jendral Qi menotok Qin Sang dan menidurkan Qin Sang. Jendral Qi berharap saat Qin Sang bangun nanti, semuanya akan kembali seperti sediakala.

Wen Rui datang membawa surat-surat milik Ge Cheng yang melaporkan semua kegiatan mata-mata gerombolan Shanhai di kerajaan Shuo. Jendral Qi menyuruh Wen Rui membakar semua dokumen milik Ge Cheng yang ditemukan di pondok dan terus meneyelidiki pejabat-pejabat yang terlibat. Kaisar Shuo sedang mengusahakan perjanjian perdamaian yang baru. Tujuan Jendral Qi mengadakan kompetisi adalah untuk memilih pejabat yang bukan berasal dari keluarga bangsawan. Kalau sampai Perdana Menteri Xia mengetahui bahwa Ge Cheng adalah pengkhianat, maka apa yang Jendral Qi sudah bangun untuk mendukung kesuksesan Kaisar akan menjadi sia-sia. Jendral Qi akan membasmi Shanhai sampai ke akarnya, setelah dia berhasil, dia akan laporkan semuanya ke Kaisar dan meminta pengampunan.

Penginapan telah dikosongkan dan dikepung oleh tentara Long Jie, mereka dilarang keluar sampai ada perintah dari Jendral Qi. Lu Ping dan Xi Fan mendiskusikan hal ini. Mereka meyangka Jendral Qin Qi adalah mata-mata Shanhai juga, karena tindak-tanduknya mencurigakan. Tiba-tiba terdengar ketukan dari luar. Zi Yang menyamar menjadi pelayan dapur yang membawakan makanan. Zi Yang minta mereka mengikutinya sebelum terlambat.

Benar saja, tidak berapa lama, Wen Rui datang bersama sejumlah prajurit. Begitu mengetahui grup Zhaifeng telah pergi, Wen Rui memerintahkan menggeledah seluruh kota.

Zi Yang mengatakan kalau dia diutus Guru Chu Min untuk menyelamatkan mereka. Mo Lin masih sempat-sempatnya meledek, yang ingin diselamatkan Zi Yang itu hanya Lu Ping, mereka terkena imbas saja jadi ikut selamat. Karena mereka selalu dikejar banyak pihak, bagaimana kalau mereka berempat buat gang saja, namanya ‘Empat Pendekar Abadi dari Zhaifeng’. Waktu sudah sangat mendesak, mereka pun berlari menuju pintu gerbang.

Sayangnya mereka terlambat, bahkan Zi Yang sampai menjadi korban tertembak anak panah yang dilepaskan pasukan Long Jie. Jendral Qi menyatakan kalau Zi Yang tetap adalah bagian keluarga Qin, nyawanya adalah milik keluarga Qin. Lu Ping bersedia ikut Jendral Qi, asal teman-temannya dilepaskan. Jendral Qi menolak dan menyatakan bahwa Lu Ping adalah bagian dari Gerombolan Shanhai yang membunuh pejabat Negara, dan lain bersekongkol membantu Lu Ping. Untuk itu Jendral Qi menjatuhkan hukuman mati kepada mereka semua.

Panah telah disiapkan dan Wen Rui berteriak untuk melaksanakan hukuman mati. Dari langit, turunlah Dewa Bandit. Dia membalikkan semua anak-anak panah itu dan menyelamatkan grup Zhaifeng.

Lu Ping bertanya siapa kah sebenarnya Dewa Bandit, yang selalu menyelamatkannya sejak dia ada di penjara istana Shanhai? Dewa Bandit tidak mau menjawab dan menghilang. Agar mereka semua bisa bertahan hidup, Lu Ping minta Su Tang pergi bersama Mo Lin. Lu Ping ingin pergi ke perguruan Zhaifeng menyelesaikan beberapa masalah, setelahnya dia akan menjemput Su Tang dan mencari tempat untuk hidup normal. Xi Fan berpikiran sama, akan kembali ke perguruan Zhaifeng. Mo Lin pergi bersama Su Tang, dan Xi Fan berjalan bersama Lu Ping.

Gubernur Wei mengajak Tian Qi bersembunyi dari kejaran Shanhai. Tapi, terlambat juga. You Long telah sampai di gubernuran. You Long menggunakan Tian Qi sebagai sandera dan memaksa Gubernur Wei menggunakan prajuritnya untuk menghancurkan perguruan Zhaifeng.

Di perguruan Zhaifeng, murid-murid sedang menunggu Xi Fan cs. Mereka yakin Xi Fan cs akan datang mengendari kereta mahal dan sudah menjadi orang terkenal di ibukota.

Di perjalanan, Lu Ping kesal saat Xi Fan menyalakan api. Api akan mengundang prajurit Long Jie menemukan mereka. Kalau Xi Fan mengerti kehidupan pelarian yang sebenarnya, Xi Fan tidak akan melakukan hal itu. Meski kesal, tapi Lu Ping tetap memberi Xi Fan bakpau. Saat mereka tertidur, mereka menerima surat dari Wei Ming yang menyuruh mereka kembali ke Zhaifeng segera. Lu Ping dan Xi Fan mengkonfrontasi Wei Ming menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Wei Ming pun menceritakan apa yang terjadi di gubernuran. Mereka membuat rencana.

Jendral Qi dan pasukan Long Jie bergerak ke perguruan Zhaifeng. Pembawa berita menyampaikan kalau Lu Ping dan Xi Fan pergi ke kota Chen Qiao. Wen Rui heran kenapa mereka pergi ke gubernuran Wei. Jendral Qi pun memutuskan untuk menyelidiki hal itu dengan pergi ke kota Chen Qiao.

Lu Ping sampai di perguruan Zhaifeng. Rekan-rekan seperguruan sudah diikat dan disandera Gubernur Wei. Lu Ping sudah mengetahui hubungan Gubernur Wei dengan Shanhai. Gubernur Wei menyalahkan Lu Ping yang menyebabkan putra semata wayangnya ditawan Shanhai. Lu Ping berjanji untuk menyelamatkan Tian Qi.

Xi Fan dan Wei Ming sampai di gubernuran. Xi Fan akan membawa Tian Qi ke perguruan Zhaifeng, sementara Wei Ming akan minta pengampunan untuk keluarga Wei juga perlindungan dari Jendral Qi yang juga sudah tiba dan sedang memerangi gerombolan Shanhai.

Xi Fan dan Tian Qi sampai di perguruan Zhaifeng. Xi Fan menyuruh Gubernur Wei pergi bersembunyi, karena Wei Ming sudah menceritakan segalanya ke Jendral Qi. Gerombolan Shanhai juga tidak akan membiarkan kelluarga Gubernur Wei selamat. Semakin cepat mereka pergi, semakin baik. Lu Ping membubarkan perguruan Zhaifeng untuk sementara, agar rekan-rekannya tidak terbawa-bawa masalah yang dia hadapi dan tetap hidup. Tiba-tiba You Long datang dan membunuh Gubernur Wei. Tian Qi ditarik oleh murid-murid perguruan Zhaifeng dan sama-sama melarikan diri. Xi Fan dan Lu Ping mulai kewalahan menghadapi You Long dan pasukkannya saat Dewa Bandit datang dan membawa Lu Ping lari. Xi Fan memerintahkan mereka mundur dan berlindung di hall utama perguruan.

Jendral Qi dan pasukannya menyelamatkan perguruan Zhaifeng dari serangan You Long. Jendral Qi dan Xi Fan pergi ke belakang bukit untuk mencari Lu Ping.

Di ujung jurang, Lu Ping yang diselamatkan Dewa Bandit, berteriak bahwa meski menggunakan topeng, dia tahu kalau orang di balik topeng itu adalah gurunya, Guru Guo You Dao.

Bersambung…

Komentar aku: Meski banyak pesan moral yang ditampilkan, aku mencoba tidak berpikir terlalu jauh. Karena nanti ujung-ujungnya bukannya terhibur, tapi malah tak bisa tidur memikirkan pesan moral tersebut…  Sulit ya hidup di saat Negara-negara saling berperang. Perbedaan antara benar dan salah menjadi sangat tipis. Ngomong-ngomong, kita kan juga sedang berperang. Melawan SARS-CoV2 tuh… Stay at home ya guys!

#LegendofAwakening #ArthurChen #RecapDrama

Legend of Awakening Ep. 14

Lu Ping menanyakan tokoh mana yang diperankan Guru You Dao? Guru You Dao seolah memperhatikan dan mendukung Zhaifeng. Tapi, kenapa Guru You Dao tidak mencoba menghalangi Lu Ping meninggalkan kompetisi, mengikuti Lu Ping sampai ke restoran Xing Hua sembari menikmati anggur Bunga Aprikot. Kenapa Guru You Dao melakukan semua itu? Guru You Dao minta Lu Ping tidak bertanya lagi dan mengantar Lu Ping ke kamarnya.

Saat itu Lu Ping menyerang pundak Guru You Dao. Saat diserang anggota Shanhai, penasihat Ge Cheng melukai penyerangnya di pundak. Jadi, kenapa Guru You Dao punya luka yang persis sama? Lu Ping melukai Guru You Dao dengan senjata rahasianya.

Tian Qi telah sadar dan bercerita apa yang terjadi di restoran Xing Hua. Ge Cheng menyalahkan Tian Qi yang menggunakan lencana Lu Ping untuk bertemu dengan Ge Cheng dan menyuruh anggota Shanhai membunuh Tian Qi karena merusak rencana Ge Cheng. Wei Ying memberikan seal Gerombolah Shanhai yang terjatuh saat berkelahi kepada Tian Qi untuk disampaikan kepada Gubernur Wei. Seal itu penting, jangan sampai hilang. Ge Cheng berhasil merebut seal tersebut dan hendak membunuh Tian Qi. Saat itu, seorang berbaju hitam datang menyelamatkan Tian Qi dan dia pingsan sampai hari ini.

Qin Sang menyadari kalau selama ini Ge Cheng bekerja untuk Gerombolan Shanhai. Xi Fan menambahkan kalau Ge Cheng sengaja mengadu domba Guru You Dao dan Lu Ping. Karena yang sanggup melindungi Lu Ping hanyalah Guru You Dao.

Di penginapan, Guru You Dao tergeletak dengan dada tertusuk senjata rahasia. Ge Cheng datang bersama gerombolan Shanhai dan melukai Lu Ping dengan jarum Penusuk Tulang. Dia akan membawa Lu Ping kembali ke penjara istana Shanhai. Gubernur Wei yang telah terbongkar kedoknya menyuruh para prajurit untuk menghabisi Qin Sang dan Xi Fan. Guru Chu Min datang membawa Su Tang dan menyelamatkan mereka.

Xi Fan, Qin Sang, Guru Chu Min dan Su Tang tiba di penginapan. Tetapi, mereka datang terlambat. Jasad Guru You Dao dan Lu Ping sudah tidak ada. Yang tersisa hanyalah genangan darah.

You Long telah menunggu Ge Cheng di pondok Ge Cheng. Dia memberikan selamat karena Ge Cheng berhasil menawan Lu Ping. Ge Cheng menjawab kalau dia sengaja melukai diri tiga tahun yang lalu, agar bisa dipercaya Jendral Qi. Pengorbanan itu dia lakukan sebagai bentuk hormat pada pemimpin Shanhai. You Long marah waktu Ge Cheng mengatakan dia akan membawa Lu Ping sendiri menghadap Penguasa Shanhai. Tetapi, tetap memberikan ramuan titipan dari Penguasa Shanhai.

Qin Sang akan pergi ke pondok Ge Cheng dan akan minta bantuan kakaknya untuk mengerahkan prajurit Long Jie. Sementara, Xi Fan memaksa Mo Lin mencium satu kota untuk mencari di mana Lu Ping disekap. Yang ada Mo Lin muntah darah.

Lu Ping dibawa ke kapal dan minta Ge Cheng mengakui apa yang terjadi. Ge Cheng mengaku telah menyiapkan rencana ini dengan sangat cermat. Kalau dia melakukan sedikit kesalahan saja, maka Jendral Qi akan curiga. Semua yang terjadi sampai Lu Ping ikut kompetisi adalah bagian dari strategi Ge Cheng agar Lu Ping secara sukarela bersedia pergi bersama Ge Cheng.

Saat akan naik ke kapal, Guru You Dao yang menyamar menjadi pengemudi, menyelamatkan Lu Ping. Lu Ping tahu satu-satunya cara untuk bisa lepas dari genggaman gerombolan Shanhai adalah dengan berpikir selangkah di depan. Lu Ping dan Guru You Dao menyiapkan muslihat untuk memerangkap Ge Cheng yang mereka curigai adalah salah satu anggota Shanhai juga. Lu Ping memperlihatkan segel Shanhai yang direbut Guru You Dao saat berkelahi di restoran Xing Hua. Rencana itu dibuat saat malam mereka minum anggur bersama. Mereka tahu kalau ada anggota Shanhai yang mematai-matai mereka. Itulah sebabnya Lu Ping berpura-pura membunuh Guru You Dao.

Ge Cheng meminum ramuan yang diberikan You Long yang membuatnya bisa menguasai beberapa tenaga dalam. Guru You Dao, Guru Chu Min dan Xi Fan berhasil dikalahkan oleh Ge Cheng, dan ia pergi membawa Lu Ping.

Mereka berbagi kelompok. Xi Fan, Su Tang dan Mo Lin pergi ke tempat pendaratan kapal. Guru You Dao dan Guru Chu Min pergi ke pondok Ge Cheng. Mereka tidak akan menyerah begitu saja pada Shanhai.

Qin Sang mengobrak-abrik pondok, tetapi tetap saja tidak menemukan bukti. Jendral Qi datang bersama pasukannya. Qin Sang minta kakaknya mempercayainya. Ge Cheng adalah anggota gerombolan Shanhai yang hendak menculik Lu Ping. Lencana gerombolan Shanhai adalah buktinya. Guru You Dao melemparkan seal Shanhai dan pergi. Sekarang, semua terserah Qin Sang.

Dengan memadukan lencana dan seal, Qin Sang berhasil membuka bilik rahasia. Bilik itu menyimpan semua rahasia Ge Cheng, diantaranya buku log yang menuliskan nama-nama pejabat Negara yang kemungkinan besar ada hubungan dengan gerombolan Shanhai. Qin Sang disuruh pulang dan Jendral Qi berjanji akan mengejar Ge Cheng.

Ge Cheng menyeret Lu Ping, yang telah ia lukai dengan parah. Lu Ping disiksa Ge Cheng yang berkata kalau Lu Ping lahir dari keluarga ternama, sayangnya orang tua Lu Ping sudah dibunuh oleh Shanhai. Xi Fan melihat penderitaan Lu Ping, teringat akan kematian temannya, hal itu membuat tenaga  dalam Xi Fan keluar berlipat. Dengan menggunakan bambu yang terbelah dua sebagai pedang, Xi Fan menyerang Ge Cheng. Dengan jurus pedang keluarga Yan, bambu Xi Fan berhasil menyayat leher Ge Cheng. Saat Ge Cheng terluka, Mo Lin datang dan menembakkan busur, panahnya tepat mengenai jantung Ge Cheng. Mereka menyelamatkan Lu Ping dan kembali ke penginapan.

Di atas atap penginapan, Xi Fan membawakan anggur untuk Lu Ping. Lu Ping baru tahu kalau Xi Fan adalah putra keluarga Yan yang terkenal sebagai pemilik Pedang Liar Daerah Barat Laut, Yan Xi Fan. Selama ini Xi Fan menggunakan bermarga Zhao. Lu Ping meminta maaf atas kekasarannya selama ini. Xi Fan bersembunyi karena malu menyandang nama besar keluarga Yan, sementara dia tidak bisa menyelamatkan temannya. Hari ini, Xi Fan tidak malu lagi menggunakan nama keluarga Yan.

Xi Fan mengingatkan Lu Ping kalau sekarang Lu Ping tidak usah bersembunyi lagi, karena dia telah menang dalam kompetisi. Ayah Xi Fan mengajarkan bahwa mereka musti menggunakan keahlian mereka untuk melindungi Negara dan berbuat kebenaran. Lu Ping bertanya, kebenaran bagi siapa? Jendral Qi akan melenyapkan semua anggota Shanhai dengan bantuan pasukan perang Long Jie atas nama kebenaran. Tapi pasukan perang Long Jie juga diperintahkan untuk membunuh Zi Yang, meski Zi Yang bukan anggota gerombolan penjahat. Kesalahannya hanya karena dia secara diam-diam belajar jurus rahasia keluarga Qin. Kalau suatu hari, rantai segel Lu Ping terbuka dan mengabdi Negara lalu keahliannya itu dipergunakan oleh Negara, kebenaran yang mana yang musti dipilih?

Xi Fan menjanjikan bahwa selama masih ada Xi Fan dan kelompok Zhaifeng, mereka akan selalu mendukung Lu Pin dan tidak akan membiarkannya terjatuh.

Bersambung

Komentar aku:  ‘Atap’…entah bagaimana, sesuatu tentang atap memiliki arti penting di dunia persilatan. Juga, drama ini seperti ‘comfort food’ (makanan yang menenangkan) untuk aku. Karena bisa dinikmati dengan enak dan santai. Kalau sudah mulai capai menonton drama yang serius, aku senang melanjutkan menonton drama ini.

#LegendofAwakening #ArthurChen #RecapDrama

Legend of Awakening Ep. 13

Hari final kompetisi tenaga dalam pun tiba. Kelompok Barat melawan Kelompok Timur. Mo Lin menarik Su Tang maju melawan dua anggota tim Qin. Keempatnya gugur, karena keempatnya sama-sama keluar dari arena. Setelah itu Qin Sang langsung turun melawan Lu Ping. Qin Sang menggunakan pedang Kuinyin dan Lu Ping tangan kosong. Kekuatan tenaga dalam Lu Ping mulai melemah, dia jatuh terduduk. Saat Qin Sang mengeluarkan jurus rahasia keluarga Qin, Tarian Bersinar, Zi Yang menyelamatkan Lu Ping. Zi Yang dipersalahkan mempelajari jurus rahasia. Hukuman bagi pembantu/dayang yang mempelajari jurus rahasia secara diam-diam adalah dihukum mati.

Saat Wen Rui hendak menahan Zi Yang, Qi Sang melarang. Wen Rui menjelaskan kalau di medan perang, musuh menangkap pembantu yang mengetahui jurus rahasia keluarga Jendral, maka seluruh pasukan Jendral berada dalam bahaya. Musuh bisa mengetahui letak kelemahan jurus rahasia itu. Zi Yang berlutut dan bersedia dihukum mati. Lu Ping mengeluarkan lencana keluarga Qin yang diberikan oleh kaisar. Qin Sang pun mengeluarkan lencana keluarganya dan karena Lu Ping pernah menyelamatkan jiwa Qin Sang, maka Qin Sang menyetujui taruhan yang ditawarkan Lu Ping siapa pun yang menang di kompetisi ini berhak menentukan nyawa Zi Yang.

Pertarungan dilanjutkan. Saat Lu Ping terdesak di antara gendang dan pedang, Lu Ping berbisik kalau dia tahu Qin Sang tidak pernah ingin membunuh Zi Yang. Qin Sang berbisik minta agar Lu Ping bekerja sama menyelamatkan nyawa Zi Yang. Xi Fan dan Zi Yang bisa melihat kalau Qin Sang mencari kesempatan untuk berpura-pura kalah. Qin Sang memutar pedangnya sehingga Lu Ping bisa merebut pedang Kuinyin dan memenangkan pertarungan. Qin Sang mengusir Zi Yang dari keluarga Qin dan mendoakan keselamatan Zi Yang. Mereka mengelu-elukan kemenangan Lu Ping.

Lu Ping membawa Zi Yang ke gedung Sutra. Lu Ping mengingatkan kalau Zi Yang sekarang bukan dayang lagi, tetapi manusia bebas yang bisa melakukan apa yang dia inginkan. Zi Yang ingin mengikuti Lu Ping dan melayaninya. Lu Ping menolak dan minta agar Zi Yang tinggal di gedung Sutra bersama Guru Chu Min sementara waktu, sambil memikirkan apa yang ingin dia lakukan setelahnya.

Qin Sang menghukum dirinya dengan menulis ulang peraturan keluarga Qin. Jendral Qin menawarkan dayang pengganti, tetapi ditolak Qin Sang. Wen Rui membawa khabar kalau Zi Yang diselamatkan Lu Ping. Jendral Qin Qi minta Wei Rui terus mencari keberadaan Zi Yang, sementara karena Lu Ping menjadi pemenang, saat ini mereka tidak bisa melakukan apa-apa.

Lu Ping menyelinap masuk ke kamar Qin Sang. Qin Sang memberikan kantung uang untuk diberikan ke Zi Yang sebagai bekal. Lu Ping melihat bahwa Qin Sang sedang menulis hukumannya. Lu Ping mengatakan dia akan menggantikan Qin Sang menulis, Qin Sang protes dengan mengatakan tulisan Lu Ping berbeda sekali dengannya, kalau kakaknya lihat, pasti langsung akan ketahuan. Qin Sang pun mengajari Lu Ping menulis.

Tim Zhiafeng menghadap Kaisar. Kaisar Shuo bertanya apa yang mereka inginkan. Xi Fan berkata dia tidak menginginkan jabatan atau hadiah. Su Tang berkata dia hanya ingin mengikuti kakaknya. Mo Lin berkata dia juga akan mengikuti Su Tang. Akhirnya tinggal Lu Ping. Lu Ping berkata dia tidak meminta jabatan, bolehkan dia minta hadiah uang saja? Perdana Menteri Xia tersenyum, sementara Jendral Qi terpana. Mo Lin bertanya kepada Xi Fan, apa Lu Ping tertular sifat mata uang Guru You Dao, ya?

Di depan Guru You Dao, terlihat satu peti penuh mata uang perak. Guru You Dao sangat menyukai hadiah itu. Lu Ping memberikan semuanya sebagai tanda mata perpisahan dan pembayaran hutang Lu Ping dan Su Tang kepada Guru You Dao selama tiga tahun ini. Dia akan pergi dari perguruan Zhaifeng dan mengikuti Ge Cheng dalam usahanya melepaskan rantai segel tenaga dalam. Su Tang memberi tahu kalau Ge Cheng datang. Ge Cheng mengingatkan kalau insiden restoran Xing Hua menyisakan pertanyaan tentang siapa mata-mata Gerombolan Shanhai. Ge Cheng minta agar Lu Ping menyelesaikan masalah itu dulu sebelum pergi bersamanya.

Xi Fan mendengarkan semua ini. Xi Fan tidak percaya kalau Guru You Dao adalah mata-mata Gerombolan Shanhai. Mo Lin mengkonfirmasi kalau Guru You Dao pastinya pernah datang ke restoran Xing Hua, karena Guru You Dao minum anggur yang hanya dijual di restoran itu, meski Guru You Dao menyangkal kalau ia pernah datang ke sana. Info tersebut menguatkan kecurigaan Lu Ping dan Su Tang, bahwa memang Guru You Dao adalah mata-mata Shanhai.

Lu Ping mengintip Guru You Dao yang mengobati luka, dan melihat Jarum Penusuk Tulang yang masih tertanam di pundak Guru You Dao. Lu Ping mengajak Guru You Dao minum bersama.

Qing Sang mengunjungi Tian Qi yang masih tak sadarkan diri. Qin Sang memasukkan Xi Fan ke kamar Tian Qi. Mereka berdua melihat bekas luka di telapak tangan Tian Qi yang berbentuk lencana Gerombolan Shanhai.

Guru You Dao dan Lu Ping minum bersama. Lu Ping bercerita tentang legenda si Pemburu dan sang Rubah. ‘Saat bulan bersinar terang, rumah seorang pemburu terbakar. Rubah pun menggunakan kesempatan ini untuk membebaskan diri. Dalam keadaan terluka, Rubah berlari dan berlari, sampai dia diselamatkan seorang petani. Rubah tidak pernah percaya pada manusia. Kali ini, petani itu menawarkan tempat berlindung untuk mengobati lukanya. Rubah sangat berterima kasih. Tapi, saat Rubah yang telah sembuh akan pamit, dia melihat kalau si petani sedang mengasah pisaunya. Si petani ada bersama sang pemburu. Mereka menunggu sampai si Rubah sembuh sebelum membunuhnya, karena bulu Rubah yang terluka tidak ada harganya’.

Lu Ping bertanya, apakah salah sang Rubah untuk mempercayai manusia yang mengkhianatinya?

Bersambung

Komentar aku: Yay! Episode yang menarik. Saat ada pesan bahwa jiwa setiap orang itu berharga, tidak peduli kasta atau jabatan. Juga, pertanyaan terakhir Lu Ping, apakah kita yang salah kalau kita memberikan kepercayaan kita pada orang yang ternyata satu saat akan mengkhianati kita?

Di satu sisi, apakah kemudian kita akan berhenti mempercayai orang? Karena kita tidak pernah tahu, apa yang akan terjadi di kemudian hari dan kapan hati orang akan berubah.

#LegendofAwakening #ArthurChen #RecapDrama

Legend of Awakening Ep. 12

Legend of Awakening

Episode 12

Lu Ping menghindari senjata rahasia yang dilemparkan oleh Wei Hu, salah satu pengawal Tian Qi. Mengetahui senjata tersebut nyaris mengenai Qin Sang, Tian Qi keluar dari persembunyiannya dan lari saat ditantang Lu Ping. Qin Sang mengambil seragam Zhaifeng dan semakin yakin kalau di dalam hati, Lu Ping sangat memperhatikan teman-temannya. Wei Tian Qi kembali ke tempat dia bertemu Lu Ping dan mengambil lencana yang jatuh dari buntelan Lu Ping. Wei Tian Qi akan menggunakan lencana itu untuk bertemu dengan Wen Ge Cheng dan minta agar tetap dapat mengikuti kompetisi.

Qin Sang membawa Lu Ping mengamati teman-temannya bertempur melawan Luo Ting dan nyaris dikalahkan. Luo Ting bahkan meminta teman-temannya untuk membunuh Su Tang dan Mo Lin.  Qin Sang meminta Lu Ping menggunakan tenaga dalam Suara dan mendengarkan yang terjadi. Zi Yang mengirimkan sinyal yang mensyaratkan kondisi tim Zhaifeng sudah sangat kritis.

Di restoran Xing Hua, Ge Cheng menerima lencana Lu Ping dan meminta pelayan untuk menyilahkan Lu Ping masuk.

Saat Luo Ting hampir menebas leher Xi Fan, Lu Ping datang dan membebaskan Su Tang dan Mo Lin. Luo Ting meminta suar mereka sebagai ganti nyawa Xi Fan dan menyalakan suar tim Zhaifeng. Saat dia tertawa, Xi Fan meminta Luo Ting memeriksa sisa suar yang dinyalakan. Luo Ting baru menyadari kalau yang dinyalakan adalah suar timnya sendiri, yang diganti oleh Xi Fan saat berkelahi tadi. Tim Zhaifeng mewakili kelompok Timur dalam final melawan Kelompok Barat.

Lu Ping pergi ke restoran Xing Hua dan melihat tentara Long Jie berjaga di depannya. Qin Sang melarang Lu Ping masuk, karena telah terjadi keributan yang menyebabkan Ge Cheng terluka parah. Hal ini menjadi urusan Negara, dan akan jadi panjang urusannya kalau Lu Ping dianggap terlibat. Qin Sang akan ke pondok penasihat untuk mencari tahu apa yang terjadi.

Lu Ping menyesalkan kejadian ini. Dia merasa bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Ge Cheng. Xi Fan dan Mo Lin menanyakan kenapa Gerombolah Shanhai selalu mengikuti Lu Ping. Akhirnya Lu Ping pun menceritakan masa lalunya. Xi Fan dan Mo Lin menganggap itu adalah nasib baik karena Lu Ping memutuskan membela kawan-kawannya. Ada atau tidak adanya Lu Ping di Xing Hua restoran, tidak akan membuat perbedaan, karena Ge Cheng juga adalah pelarian dari Gerombolan Shanhai.

Jendral Qi melaporkan ke Kaisar Shuo tentang insiden ini. Perdana Menteri Xia menganjurkan untuk menghentikan kompetisi. Jendral Qi tetap akan melanjutkan untuk menunjukkan siapa pun yang melawan Negara tidak akan dimaafkan. Raja Zhuo menyetujui rencana Jendral Qi dan memerintahkan Jendral Qi menyelidiki insiden di restoran Xing Hua.

Qin Sang tiba di pondok penasihat dan melihat kalau pondok Ge Cheng dikelilingi prajurit Long Jie. Jendral Qi sedang bersama Ge Cheng. Penasihat Wen Ge Cheng bercerita kalau Ge Cheng ada di restoran bersama Tian Qi yang datang bersama pengawalnya. Tiba-tiba anggota Gerombolan Shanhai masuk dan terjadi perkelahian. Penasihat pingsan dan saat terbangun dia sudah berada di pondoknya. Jendral Qin menyuruh Qin Sang yang bersembunyi mencuri dengar di samping rumah untuk masuk. Saat Jendral Qin mengajak Qin Sang pulang, Ge Cheng menahan Qin Sang dengan alasan ada benda yang ingin dia berikan untuk Qin Sang.

Ge Chen tahu kalau Qin Sang datang mewakili Lu Ping. Ge Cheng bercerita kalau siang itu dia sedang menunggu Lu Ping. Tetapi, yang datang adalah Tian Qi yang membawa lencana Lu Ping. Saat dia mau pulang, mereka diserang gerombolan Shanhai. Saat salah seorang bertanya di mana Lu Ping, penasihat Ge Cheng melukainya dengan senjata rahasia, Jarum Penembus Tulang. Lalu prajurit long Jie datang menyelamatkan mereka.

Qin Sang kembali ke tenda peserta kompetisi dan menyampaikan cerita Ge Cheng. Dia menyuruh Lu Ping pergi bersembunyi. Xi Fan dan Su Tang menyetujui usul Qin Sang. Lu Ping sudah capai bersembunyi dan memilih bertempur melawan Gerombolan Shanhai. Dan yang Lu Ping inginkan sekarang adalah minum bersama teman-temannya. Zi Yang datang membawa anggur, mereka pun merayakan kemenangan di semifinal sembari meminum anggur.

Lu Ping dan Su Tang mencurigai Guru You Dao yang menjadi perantara Gerombolan Shanhai. Karena selain Xi Fan dan Mo Lin yang waktu itu masih bertarung bersama Su Tang, keluarga Qin adalah musuh bebuyutan Shanhai, keluarga Wei tidak berurusan dengan Shanhai, jadi, satu-satunya yang mungkin adalah Guru You Dao. Lu Ping akan mengkonfirmasi dan pergi ke hotel tempat guru You Dao menginap.

Saat di hotel, Guru You Dao sedang dikonfrontir oleh Gubernur Wei karena menyebabkan anaknya didiskualifikasi dari kompetisi dan sekarang terluka parah. Lu Ping dan Su Tang berpura-pura membawa prajurit yang hendak menanyakan insiden restoran Xing Hua. Mendengar itu Gubernur Wei dan prajuritnya buru-buru melepaskan Guru You Dao dan pergi.

Lu Ping berpura-pura menepuk pundak Guru You Dao. Su Tang melihat hal itu. Keduanya bertanya-tanya apakah memang Guru You Dao yang terluka Jarum Penembus Tulang dan dia adalah perantara Gerombolah Shanhai? Di kamarnya, Guru You Dao membuka baju, di pundaknya terlihat senjata rahasia Ge Cheng menancap di bahunya. Guru You Dao justru menekan jarum semakin dalam, agar tidak ada darah yang keluar.

Keesokan hari, saat Qin Sang bersiap untuk menghadapi Lu Ping di final nanti, Zi Yang minta agar Qin Sang mengalah. Qin Sang berasal dari keluarga terpandang, sementara murid perguruan Zhaifeng bukan siapa-siapa. Kalau Lu Ping sampai kalah, maka mereka akan dikirim ke perbatasan Negara Shuo. Qin Sang marah karena ini menyangkut harga diri keluarga Qin. Akankah Qin Sang bersedia mengalah?

Bersambung

Komentar aku: beruntung seri ini juga dibintangi oleh beberapa pemain senior yang berbakat. Mereka bermain dengan baik mendukung para pemain junior. Semoga junior-junior ini bisa belajar dan menjadi sebaik, atau lebih baik lagi. Yang cukup aku suka melihat permainannya adalah Gardner Tse (Guru You Dao), ho, dia pemenang Aktor terbaik di penghargaan Golden Horse Award tahun 1977. Juga, Wan Jia Ning (Guru Chu Min). Wow, dia aktris sekaligus ballerina.  Aktingnya sebagai Guru Chu Min yang selalu mabuk tapi ahli bela diri, cukup meyakinkan, dan cantiiiikkkk…

#LegendofAwakening #ArthurChen #RecapDrama

Legend of Awakening Ep. 11

Legend of Awakening

Episode 11

Lu Ping menanyakan apakah Ge Cheng mengetahui cara membuka rantai segelnya? Ge Cheng menyatakan karena dia terluka, dia tidak bisa membantu Lu Ping. Ge Cheng bersedia mengantar Lu Ping menemui gurunya dan kepergian mereka tidak bisa ditunda lagi, karena semakin lama dibiarkan, segel jiwa itu akan semakin kuat. Ge Cheng memberi Lu Ping lencana dan menyuruhnya menemui Ge Cheng tepat besong siang hari.

Qin Sang menunggu kedatangan Lu Ping di tepi hutan. Untuk berterima kasih, Lu Ping mentraktir Qin Sang di restoran terbaik. Lu Ping membawa Qin Sang ke sebuah restoran sederhana yang mempunyai minuman anggur terbaik. Berbekal dua kendi anggur, Lu Ping mengajak Qin Sang menikmati malam dari atas atap restoran. Lu Ping bercerita kalau saat dia ditawan, bisa melihat bulan dari balik jendela penjara adalah cara dia untuk bisa merasakan kedamaian. Saat Qin Sang tertidur karena mabuk, Lu Ping mengucapkan salam perpisahan, karena dia akan pergi bersama Ge Cheng untuk membebaskan segelnya.

Di toko penjahit, Xi Fan akan mengambil seragam yang dia pesan. Xi Fan membayar dengan kalung lencana batu jade. Penjahit menolak karena melihat jade tersebut adalah jade bermutu tinggi yang sudah cukup tua. Mo Lin juga berusaha menghalangi karena tahu itu adalah pusaka keluarga Xi Fan. Tapi, Xi Fan bersikeras, sehingga pak penjahit pun akhirnya menerima pembayaran itu.

Lu Ping membereskan pakaiannya untuk pergi besok. Su Tang, Mo Lin dan Su Tang berusaha menghalangi kepergian Lu Ping. Lu Ping dan Xi Fan bertengkar hebat. Lu Ping pergi dan Xi Fan tetap akan bertahan dalam kompetisi, meski kekurangan anggota. Su Tang menemui Lu Ping yang sedang menenangkan diri. Su Tang memberikan baju seragam yang dibeli Xi Fan dan mengatakan kalau dia memutuskan tidak mengikuti Lu Ping dan tetap berkompetisi bersama Xi Fan. Lu Ping meminta Su Tang bisa mengerti dirinya. Lu Ping menginginkan kehidupan normal dan bisa bertahan apabila suatu hari gerombolan Shanhai menemukan dirinya. Su Tang mengatakan apa pun keputusan Lu Ping, dia akan selalu mensupport kakaknya. Biarlah kali ini Su Tang yang menjaga Xi Fan, dan dia pergi meninggalkan baju seragam di samping Lu Ping.

Guru You Dao datang membawakan makanan dan kaget saat melihat Xi Fan bermeditasi. Guru You Dao membujuk Xi Fan agar keluar saja dari kompetisi, karena kesehatan Xi Fan lebih penting daripada kemenangan kompetisi. Guru You Dao membuat taruhan dengan Xi Fan, kalau Xi Fan menang, dia boleh melanjutkan berkompetisi. Kalau Xi Fan berhasil mengangkat meja batu dengan satu tangan, Xi Fan boleh berkompetisi. Meja berhasil diangkat. Guru You Dao menyatakan mereka curang. Su Tang menjelaskan, mereka mengikuti persyaratan Guru You Dao. Meja diangkat dengan satu tangan, tapi Guru You Dao tidak bilang tangannya siapa. Jadi, tidak salah kalau Su Tang dan Xi Fan masing-masing mengangkat dengan dua jari dan dibantu Mo Lin dengan satu jari secara bersamaan.

Luo Ting bertemu dengan Tian Qi. Luo Ting membujuk Tian Qi untuk membantu mereka dengan janji akan diperkenalkan dengan kalangan atas di ibukota Kaifeng, sehingga memudahkan Tian Qi mendekati Qin Sang. Ternyata itu hanya akal bulus Luo Ting. Setelah bertemu, Luo Ting menyuruh anak buahnya untuk melapor dan minta Tian Qi dikeluarkan dari kompetisi dengan alasan berbuat curang.

Hari Kedua Kompetisi. Peserta kompetisi dibagi dalam dua kelompok, kelompok Timur dan kelompok Barat. Masing-masing kelompok berkompetisi melawan kondisi alam dan tim lawan. Masing-masing tim yang menang dari Kelompok Timur & Barat akan langsung masuk final. Meski kompetisi dianggap sama seperti berada di medan perang, Raja menunjukkan kemurahan hatinya dan memberikan suar. Apabila salah satu tim mengaku kalah dan/atau terluka, mereka boleh menggunakan suar tersebut. Penguji akan datang menolong tim yang terluka.

Di kelompok Timur ada dua tim: tim Zhaifeng dan tim Tian Zhao, di kelompok Barat: tim Qin Sang dan satu tim lainnya. Tim Tian Zhao bergerak mencari tim Zhaifeng. Mereka terjebak di pasir hisap yang dibuat Mo Lin. Tetapi, tim Tian Zhao langsung berhasil keluar dengan menggabungkan dua tenaga dalam mereka. Sementara tim Qin Sang berhasil mengalahkan tim Wei Tian Qi dalam satu gebrakan.

Qin Sang dan Zi Yang menyelinap untuk melihat apa yang terjadi di kelompok Timur. Mereka melihat kalau tim Zhaifeng kewalahan. Qin Sang samar-samar teringat kalau tadi malam Lu Ping mengucapkan selamat tinggal. Qin Sang pun pergi mencari Lu Ping. Tian Qi yang tim nya didiskualifikasi karena hasutan dari Luo Ting melihat Qin Sang pergi berkuda, dia pun mengikuti.

Qin Sang menyebut Lu Ping pengecut karena lari dari kompetisi. Lu Ping meminta pengertian Qin Sang karena dia telah menunggu-nunggu selama ini untuk bisa terbebas dari rantai segel tenaga dalam. Qin Sang berkata kalau dia membenci Lu Ping yang berpura-pura tidak peduli pada tim Zhaifeng, padahal dalam hatinya Lu Ping peduli sekali pada mereka. Saat akan menjawab, sebuah senjata rahasia dilemparkan ke arah mereka.

Bersambung

Komentar aku: kenapa atap itu sering menjadi bagian penting ya?  Bercengkrama sambil minum, bertarung di atas atap, berlarian dari atap satu sambil meloncat ke atap lainnya, sampai tiduran di atas atap…

Meski aku sendiri pun waktu kuliah juga suka melarikan diri ke atap. Hanya saja tidak bersama seorang lain, tetapi bersama kucingku tersayang… Kita berdua menikmati langit yang sama. Oh…

#LegendofAwakening #ArthurChen #RecapDrama

Legend of Awakening Ep. 10

Legend of Awakening

Episode 10

Lu Ping, Xi Fan, Su Tang dan Mo Lin resmi menjadi murid Guru Chu Min. Mereka pun rajin berlatih di bawah arahan Guru Chu Min. Mo Lin menanyakan kenapa yang lainnya bisa punya dua tenaga dalam, tetapi dia tidak bisa melatih tenaga dalam Kekuatannya? Guru Chu Min menjelaskan kalau keluarga Mo memang memiliki jalan darah yang tidak sempurna, sehingga tidak semua tenaga dalam bisa mereka kuasai. Juga, Guru Chu Min menasihati Mo Lin agar tidak berkecil hati, bersilat bukan melulu mengandalkan Kekuatan saja. Pengaturan dan penggunaan dari beberapa tenaga dalam bisa menghasilkan jurus-jurus yang hebat dan kombinasinya tidak terbatas. Itu adalah inti dari kekuatan. Dengan tidak menguasai salah satu tenaga dalam, itu bukanlah sebuah kekurangan, karena dia bisa berkonsentrasi menguasai dengan baik tenaga-tenaga dalam lainnya.

Mo Lin mengerti apa yang dimaksud dan mencoba menggabungkan tenaga dalam yang dia miliki sekarang untuk menyerang Xi Fan. Xi Fan yang dikalahkan Mo Lin pergi belajar sendiri. Guru You Dao mengkhawatirkan keadaanya. Su Tang mengejar Xi Fan. Xi Fan menjelaskan kalau aliran tenaga dalamnya terluka karena digunakan secara paksa. Hanya, dia menolak dibantu oleh siapa pun, dan minta Su Tang untuk tidak memberi tahu siapa pun, terutama Lu Ping. Xi Fan pergi meninggalkan Su Tang, pun menolak saat Su Tang memberinya permen. Selama itu, Mo Lin dan Lu Ping mengikuti Su Tang dan mendengar semuanya, tapi mereka bersembunyi agar Xi Fan tidak makin merasa bersalah.

Lu Ping berjalan ke kota, Mo Lin pun menyusul. Bagi Mo Lin, Lu Ping itu tipe orang yang suka jahil ke orang yang dia sayangi. Mo Lin berkata saat melakukan teknik pemisahan tenaga dalam, dia berhasil karena khawatir kalau dia akan kehilangan ‘keluarga’ yang dia sayangi. Saat itulah dia berhasil. Mo Lin bertanya apakah Lu Ping memikirkan Qin Sang saat segelnya terbuka? Lu Ping menolak menjawab dan melarikan diri. Lu Ping tahu hal itu, dan dia pergi ke toko pakaian.

Asisten jendral Wen Rui sedang membujuk Qin Sang agar mendengarkan kakaknya dan menjauhi Lu Ping. Saat Ast. Jend. Wen Rui pergi, Lu Ping menyelinap masuk. Lu Ping memberikan hadiah untuk Qin Sang sebagai ganti baju yang dia robek. Juga, karena Lu Ping ingin mengetahui info mengenai Ge Cheng. Lu Ping lari saat Qin Sang mengancam memanggil Jendral Qin Qi karena Lu Ping telah mencoba menyuapnya untuk mencari info juri kompetisi. Zi Yang mengejar Lu Ping dan memberikan surat dari Qin Sang memberi info tentang Ge Cheng. Saat Zi Yang menanyakan apa yang bisa dia bantu, Lu Ping meminta agar Zi Yang membantu Xi Fan agar semangatnya kembali lagi. Xi Fan masih berberat hati karena dia tidak juga bisa menggunakan tenaga dalamnya dengan baik. Xi Fan teringat pada saat Si Tu Luo menjarah kotanya dan bagaimana temannya melindungi dia. Xi Fan makin merasa tidak berdaya. Saat itu, Zi Yang datang ke tempat Xi Fan untuk memberikan makanan kecil, seraya membesarkan hati Xi Fan. Xi Fan menyadari kalau Lu Ping yang mengirim Zi Yang untuk menyemangatinya.

Hari kompetisi pun dimulai. Jendral Qi masuk dengan didampingi Ge Cheng dan Wen Rui. Jendral Qi menerangkan kalau mengikuti kompetisi itu sama seperti berada di medan perang. Hal terpenting adalah kemenangan, kematian tidak ada artinya. Kompetisi akan dilakukan dalam 2 babak. Yang berhasil melalui babak pertama boleh mengikuti babak kedua. Hari ini akan dilakukan babak pertama dalam lima tahap.

Tahap pertama kompetisi adalah untuk mengukur tenaga dalam Energi. Setiap wakil tim harus mengambil lencana yang berada tinggi di atas pohon. Saat semua berhasil mengambil lencana peserta, Mo Lin tertinggal di atas pohon. Dengan segenap tenaganya, Mo Lin berhasil mendapatkan lencana. Meski harus jatuh berdebum dari pohon.

Tahap kedua adalah mengukur tenaga dalam Suara. Setiap wakil tim diwajibkan mencari tempat di mana keenam penguji yang disebar di enam sudut tempat kompetisi berada. Para penguji ini memainkan sitar dan memainkan lagu yang sama. Peserta harus menandai posisi para penguji di peta yang diberikan dan setelahnya memainkan lagu yang dimainkan para penguji. Lu Ping menjadi peserta pertama yang berhasil menemukan posisi para penguji dengan tepat. Tapi, dia gagal saat disuruh memainkan lagunya. Lu Ping tidak bisa bermain sitar. Penguji dan Luo Ting merendahkan Lu Ping dan teman-temannya yang berasal dari perguruan miskin dan tidak berpendidikan. Saat Lu Ping merasa bersalah, Xi Fan berusaha menghiburnya. Mereka sekarang bergantung pada Su Tang untuk bisa melewati tahap terakhir, agar bisa masuk ke babak terakhir.

Tahap terakhir adalah mengukur tenaga dalam Kekuatan. Setiap peserta harus mengangkat dua barbell. Saat peserta paling berbadan besar berhasil mengangkat dua barbell, tiba-tiba dia merasa dirinya terangkat. Su Tang mengerahkan seluruh tenaga dalam Kekuatannya, untuk mengangkat barbell sekaligus mengangkat peserta yang masih memegang barbell. Luluslah mereka ke babak kedua… (LOL).

Selesai babak pertama, Qin Sang mengajak Lu Ping menemui Ge Cheng yang dikawal oleh Wen Rui untuk kembali ke pondok untuk beristirahat. Qin Sang akan mengalihkan perhatian Ast. Jendral, sementara Qin Sang menemui penasihat. Setelah mempersilahkan Wen Rui pergi, penasihat mengundang Lu Ping masuk. Ge Cheng merasakan tenaga dalam Lu Ping yang tidak berniat mengancam, karenanya dia tidak khawatir dengan kehadiran Lu Ping dan meminta Wen Rui pergi.

Saat Lu Ping bertanya tentang gerombolah Shanhai, Cheng bercerita kalau tiga tahun yang lalu, dia menyelamatkan seorang pemuda dari penjara. Tetapi, dia dilukai oleh gerombolan Shanhai. Sejak saat itu, dia selalu mencari tahu di mana pemuda itu berada. Lu Ping pun bercerita bahwa tiga belas tahun yang lalu, ada seorang pemuda yang diculik dan disiksa gerombolan Shanhai. Si pemuda berpikir bahwa dia tidak akan hidup, sampai seorang pendekar menyelamatkan dirinya. Ge Cheng membuka lengan baju Lu Ping, rantai segel jiwa bergerak memutari lengannya. Mereka saling menemukan orang yang mereka cari selama ini.

Di penginapan, Guru Chi Min memberi tahu Guru You Dao, kalau keempat muridnya lolos ke babak kedua. Guru You Dao senang karena akhirnya perguruan Zhaifeng akan naik martabatnya. Guru Chu Min mengingatkan kalau Lu Ping mempunyai maksud tersembunyi mengikuti kompetisi. Tetapi, Guru You Dao tidak khawatir.

Lu Ping dan Ge Cheng berbincang tentang hal-hal yang mereka alami selama ini. Tiba-tiba rantai segel tenaga dalam Lu Ping menguat…

Bersambung

Komentar aku: sementara ini, aku juga coba mereview ‘Detective Chinatown’. Aku menyenangi keduanya, karena sama-sama menghadirkan unsur humor dalam kedua seri ini. Hanya saja, untuk me-review seri silat, penjelasan akan lebih panjang. Karena banyak pendidikan moral yang dimasukkan ke dalamnya.

Tidak banyak seri silat yang aku suka, terutama karena episode mereka panjang, 50 – 60 episode dalam satu seri. Dan sering berulang-ulang, baik tema mau pun cerita pengisinya (filler). Legend of Awakening aku cukup suka karena tidak terlalu menekankan pada romantisme antara Lu Ping dan Qin Sang.

Ngomong-ngomong nama Lu Ping itu diambil dari Lupin, bukan ya? Arsene Lupin adalah tokoh fiksional yang merupakan seorang pencuri dan ahli menyamar. Tidak terlalu jauh dari Lu Ping yang juga adalah Dewa Bandit.

#LegendofAwakening #ArthurChen #RecapDrama

Legend of Awakening Ep. 9

Legend of Awakening

Episode 9

Tali lingkaran terurai, para murid, Qin Sang dan Zi Yang terkulai lemas di lantai. Guru Chu Min meninggalkan ruangan, dikejar oleh Guru You Dao. Luo Ting melihat mereka meninggalkan gedung Sutra dan melaporkannya ke Guru Xia. Guru Xia menyuruh Gedung Sutra disegel dan akan memanggil Jendral Qin Qi untuk melihat bagaimana adiknya melanggar peraturan Negara.

Lu Ping dan Su Tang tersadar dan mencoba mendobrak pintu. Tapi tenaga dalam mereka lenyap semua. Mo Lin kehilangan penciumannya, Xi Fan menjadi tuli, Qin Sang menjadi buta. Di restoran Guru Chun Min mendesak Guru You Dao memberi tahu latar belakang Lu Ping. Akhirnya Guru Chu Min bisa menebak kalau Lu Ping adalah anak dari seseorang yang mereka kenal dekat. Guru You Dao hendak menolong muridnya dan dilarang dengan keras oleh Guru Chu Min.

Di tangan mereka terlihat tanda yang akan menjadi permanen apabila mereka tidak berhasil membuka segel tenaga dalam mereka. Dan mereka akan menjadi buronan karenanya. Qin Sang mengajak Zi Yang pergi dan mencari kakaknya, karena dia tidak mau terlibat dan menjatuhkan nama Jendral Qin Qi. Lu Ping melarang, sudah kepalang basah, kenapa Qin Sang tidak sekalian menyelesaikannya saja?

Luo Ting dan para murid berdiri di depan Gedung Sutra dan menerobos masuk. Luo Ting minta Qin Sang menyerahkan diri, karena Qin Sang bertanggung jawab atas semua yang menggunakan teknik Pemisahan Tenaga Dalam. Qin Sang menyadari kalau dia masuk dalam perangkap. Lu Ping menembakkan peluru asap dan melarikan diri bersama timnya. Untuk bisa mengalihkan perhatian, mereka berbagi tugas. Lu Ping dan Qin Sang, Xi Fan dan Zi Yang, Mo Lin dan Su Tang. Mo Lin dan Su Tang mencari Guru You Dao dan Guru Chu Min. Guru Chu Min yang menciptakan teknik ini tidak khawatir dengan mereka. Yang penting mereka musti bisa menyelaraskan emosi dan keahlian untuk bisa membobol segel itu, itulah guna sebenarnya dari teknik ini. Saat di halaman Mo Lin dan Su Tang dikepung oleh murid Tianzhao. Saat Su Tang melihat Mo Lin dipukuli habis-habisan, jiwanya pu memberontak. Tanpa dia sadari dia telah berhasil membuka segel dan mendapat tenaga dalam baru Visi. Mo Lin minta diajari, tapi Su Tang sendiri tidak mengerti bagaimana caranya. Su Tang melawan semua, sementara Mo Lin terkulai pingsan karena terkena pukulan di kepalanya.

Xi Fan dan Zi Yang masih dalam gedung Sutra. Mereka tertangkap oleh Luo Ting. Saat Zi Yang nyaris tertusuk pedang, Xi Fan yang bermaksud melindungi berhasil membuka segel dan mendapat tenaga dalam Mental. Tetapi, Xi Fan terluka, karena terlalu memaksakan dirinya. Luo Ting berhasil mengejar Lu Ping dan Qin Sang. Xi Fan menghalangi, tetapi karena dia terluka dia tidak bisa melawan Luo Ting. Saat itu Zi Yang menyelamatkan Xi Fan dan membuka segelnya sendiri.

Lu Ping dan Qin Sang berada di basement. Lu Ping minta Qin Sang percaya pada dirinya, dan mengikuti arahan gerak dari Lu Ping, karena itu satu-satunya jalan agar bisa melawan Luo Ting cs. Sulit bagi Qin Sang untuk mempercayai Lu Ping. Lu Ping mengumamkan lagu yang dia ingat saat kecil dan yang memberikan ketenangan saat dia disiksa di penjara Shanhai. Saat itu Luo Ting datang bersama dua temannya. Luo Ting dan temannya menyiksa Lu Ping, Qin Sang akhirnya mendengarkan arahan Lu Ping menyelamatkan dan karenanya berhasil melepaskan segel. Saat Qin Sang terdesak, segel Lu ping pun terlepas dan tenaga dalamnya kembali.

Jendral Qi yang menerima laporan dari Kepala Akademi Xia bahwa adiknya menggunakan teknik yang dilarang Negara, bergerak menuju Akademi Tian Zhao. Guru You Dou mencoba menghalangi tetapi gagal. Jendral Qi, Kepala Akademi Xia, kedua guru You Dou & Chu Min, beserta murid dari kedua sisi bergegas ke basement.

Saat mendengar suara kaki di luar, Lu Ping meminta maaf pada Qin Sang dan merobek lengan baju Qin Sang. Saat Jendral Qi masuk dan melihat lengan baju Qin Sang robek, dia menjadi sangat marah. Lu Ping mengatakan kalau Luo Ting mencoba bertindak tidak sopan pada Qin Sang. Qin Sang mendukung cerita Lu Ping. Seorang murid tiba-tiba masuk dan berbisik pada Kepala Akademi Xia.  Kepala Akademi Xia mempersilahkan Jendral Qi pergi ke halaman karena mereka punya bukti bahwa Lu Ping berbohong. Di halaman, Mo Lin yang pingsan terbaring. Saat dituduh di tangan Mo Lin ada tanda teknik terlarang, Lu Ping menyatakan itu hanya kotoran. Mo Lin ditendang dan ditahan oleh Lu Ping. Saat berbalik, Mo Lin tersadar dan segelnya menghilang. Sudah tidak ada bukti lagi bahwa mereka belajar teknik terlarang.

Kepala Akademi Xia menampar Luo Ting dan meminta maaf atas laporan palsu. Jendral Qi memaafkan dengan syarat Kepala Akademi Xia harus mendukung Jendral Qi menyukseskan kompetisi. Jendral Qi pun pulang membawa Qin Sang pulang dan memarahi Qin Sang. Qin Sang mengakui kalau dia memang mempelajari teknik terlarang, meminta maaf dan bersedia dihukum. Jendral Qin menghukum dengan tidak memperbolehkan Qin Sang meninggalkan rumah. Jendral Qin tidak menyetujui hubungan Qin Sang dengan Lu Ping, karena latar belakangnya tidak jelas. Juga, dalam kompetisi ini semua mata akan tertuju pada Qin Sang. Sebaiknya, Qin Sang bertindak dengan jujur dan terhormat.

Di Gedung Sutra, Guru You Dao mempersiapkan Lu Ping, Xi Fan, Su Tang dan Mo Lin melakukan penghormatan Guru – Murid kepada Guru Chu Min. Guru Chu Min mengingatkan untuk tidak berbesar diri, karena dia masih punya banyak cara untuk menyiksa mereka. Para murid pun berlutut melakukan hormat, dan Guru Chu Min berbalik sambil tersenyum simpul.

Bersambung

Komentar aku: sulit ya mempercayai orang yang sebetulnya kita suka? Atau justru lebih mudah? Qin Sang sulit percaya pada Lu Ping, dimengerti karena dia membawa nama besar keluarga Qin. Guru You Dao juga tidak mempercayakan rahasia Lu Ping pada guru Chu Min, sampai terdesak. Tapi, lebih karena tidak mau membahayakan Lu Ping.

Bagaimana dengan kalian? Seberapa banyak rahasia yang kalian simpan sendiri?

#LegendofAwakening #ArthurChen #RecapDrama

Legend of Awakening Ep. 8

Legend of Awakening

Episode 8

Dengan satu jurus cepat, sang tamu wanita yang sedang mabuk melumpuhkan Tian Qi dan pengawalnya. Dia mengambil mangkuk buburnya dan pergi. Lu Ping mengejar wanita tersebut, berterima kasih dan menanyakan nama. Wanita itu bilang kalau siapa pun yang mengganggu akan dihajar, tapi yang menghalangi jalannya, akan dapat hajaran lebih banyak lagi, lalu pergi sambil meneruskan minum. Lu Ping dan Su Tang kagum dengan kecepatan gerak jurus yang dipakai. Guru You Dao memberikan oleh-oleh untuk diberikan ke Guru Chu Min. Guru You Dao yakin kalau Guru Chu Min diberi oleh-oleh, Guru Chu Min pasti akan menerima mereka sebagai murid.

Di gerbang akademi Tian Zhao, Qin Sang mendengar kalau lencananya dipakai oleh segerombolan orang di kota. Qin Sang langsung mengetahui siapa yang memakai. Di dalam akademi, Luo Ting sedang berlatih tenaga dalam dengan beberapa rekannya, sambil mengingatkan bahwa mereka musti menang sekaligus menurunkan derajat keluarga Qin. Mereka berlatih tenaga dalam Suara untuk mencapai tingkat tertinggi.

Tim Zhaifeng sampai di akademi Tian Zhao, tetapi tidak berhasil menemukan Guru Chu Min, malah mereka dianggap sebagai pembantu yang baru datang dari daerah. Salah seorang murid akademi mengambil oleh-oleh dan menanyakan nama penerima untuk disampaikan. Saat akan dibuka, Lu Ping baru menyadari kalau oleh-oleh itu adalah jebakan. Dia menendang paket ke arah gedung dan menyebabkan ledakan bunyi yang mengganggu latihan Luo Ting. Luo Ting bersama rekan-rekannya mengkonfrontasi tim Zhaifeng dan bertanya apa maksud tujuan mereka.

Saat Xi Fan menerangkan kalau mereka mencari Guru Chu Min, Luo Ting menganggap mereka mengada-ada, karena di akademi Tian Zhao tidak ada guru yang bernama Chu Min. Mo Lin mengambil lencana Qin dan menyatakan kalau mereka dari keluarta Qin. Yang membuat Luo Ting semakin marah, karena menganggap keluarga Qin yang mencoba menyabotase mereka.

Lu Ping meminta Mo Lin mencium tempat yang dianggap paling aman, dan mereka melarikan diri ke sana. Qi Sang dan Zi Yang memergoki mereka di halaman belakang. Mo Lin menjelaskan kalau mereka tidak berniat mencari keributan, tetapi mencari Guru Chu Min. Kelompok Luo Ting pun sampai dan hendak menangkap tim Zhaifeng, tetapi dihalangi oleh Qin Sang.

Luo Ting setuju untuk melepaskan Lu Ping cs dengan syarat mereka harus mencoba ilmu bela diri yang dimiliki tim Zhaifeng. Saat itu dengan menggunakan tenaga dalam Mental, Luo Ping berhasil mengalahkan Lu Ping. Saat Luo Ting hendak mencelakai Lu Ping, sebuah cambuk menjerat tangannya dan membantingnya ke belakang. Wanita yang ditemui tim Zhaifeng di restoran yang membantu mereka, Madam Chu Min.

Kepala Akademi Xia melarang Luo Ting bertindak gegabah dan meminta maaf kepada Madam Chu Min atas kekasaran itu. Madam Chu Min adalah pustakawati yang menjaga gedung Sutra yang juga seorang ahli bela diri yang handal.  Madam Chu Min meminta Kepala Akademi Xia membawa murid-muridnya. Sementara, keempat orang Zhaifeng dan dua gadis muda di belakang mereka, mengikuti Madam Chu Min (meski mabuk, pengamatan Madam Chu Min hebat juga…).

Xi Fan meminta maaf atas kesalah pahaman yang terjadi dan berharap Madam Chu Min bersedia menerima mereka menjadi muridnya. Qin Sang menyadari ada orang lain bersama mereka. Madam Chu Min melempar kendi araknya dan tepat mengenai Guru You Dao yang bersembunyi. Guru You Dao membujuk Madam Chu Min dengan berkata kalau dia membawakan murid-murid baru agar Madam Chu Min tidak kesepian. Yang ada, Guru You Dao mendapat pukulan dan mengusir semuanya dari Gedung Sutra. Mereka pun meninggalkan gedung, diikuti Qin Sang dan Zi Yang. Qin Sang tidak merasa melakukan apa pun, tapi kenapa dia merasa ikut bersalah? Qin Sang pun menyuruh Zi Yang untuk memastikan kebutuhan mereka terpenuhi.

Xi Fan membujuk Lu Ping agar tidak patah semangat. Xi Fan telah mencari tahu tentang Madam Chu Min. Madam Chu Min mempunyai kebiasaan membawa pulang bubur kepiting. Karena keributan yang terjadi, pemilik restoran memutuskan tutup dan Xi Fan berpikir kalau mereka bisa memasakkan bubur kepiting untuk Madam Chu Min, mungkin mereka akan dimaafkan dan diterima menjadi murid. Lu Ping memberikan hadiah tongkat bantu jalan yang dibuatkan untuk Xi Fan.

Mo Lin dan Su Tang bertugas mencari kepiting. Sementara Lu Ping menyiapkan kayu bakar di dapur. Tak lama, Qin Sang menyelinap dan meninggalkan kantung uangnya. Alasan Qin Sang adalah agar mereka tidak kelaparan dan tidak menggunakan lencananya untuk bertahan hidup. Lu Ping menggoda Qin Sang, dan membuat Qin Sang menyalakan api, yang membuat mereka hampir membakar tungku. Saat duduk di pintu dapur untuk menghindari asap, Lu Ping meminta maaf atas perlakuan mereka. Mo Lin dan Su Tang datang membawa kepiting, Qin Sang pun menyelinap keluar.

Di depan sebuah makam, Madam Chu Min memberikan penghormatan dan meminta maaf tidak membawakan bubur kepiting tahun ini. Guru You Dao datang dan juga memberikan penghormatan. Guru You Dao menasihati Madam Chu Min agar menghentikan minum-minum dan berhenti hidup di masa lalu. Madam Chu Min menyatakan kalau hatinya telah mati, karenanya tidak bisa menerima murid lagi.

Di dapur tim Zhaifeng mencoba membuat bubur kepiting, tetapi gagal memasak bubur yang setara dengan yang dibuat di restoran. Lu Ping berkata kalau dia tahu Madam Chu Min akan menolak mereka, apa tidak lebih baik mereka meracuni Madam Chu Min Saja? Madam Chu Min masuk memelototi Lu Ping. Madam Chu Min mengamuk dan membuang semua mangkuk. Guru You Dao membentak Madam Chu Min untuk berhenti mengamuk. Madam Chu Min mencoba bubur dan terdiam. Lalu dia menyuruh tim Zhiafeng datang ke gedung Sutra esok pagi.

Guru Xia menasihati Luo Ting dengan menyatakan kalau kemampuan murid-murid Zhaifeng itu di bawah standard. Untuk menaikkan ilmu dengan cepat dalam waktu singkat, pastinya Guru Chu Min akan menggunakan ilmu yang dilarang oleh Negara. Untuk menjatuhkan murid Zhaifeng, Luo Ting musti bisa menangkap mereka saat mereka mempraktekkan ilmu yang dilarang itu, karena mengunakan cara politis bisa lebih berbahaya dari menggunakan pedang.

Guru You Dao menjelaskan kalau untuk meningkatkan kemampuan dalam waktu cepat, mereka harus belajar Teknik Pemisahan Tenaga Dalam. Madam Chu Min mengiyakan, tidak ada ilmu lainnya yang sanggup menaikkan kemampuan secepat itu, tetapi teknik ini juga terlarang.  Xi Fan menjelaskan teknik ini adalah menekan tenaga dalam dasar sekaligus membuka kemampuan tenaga dalam baru. Hanya saja teknik ini sudah dilarang digunakan oleh Negara karena dianggap terlalu berbahaya, bisa menghilangkan nyawa yang mencoba teknik ini.

Lu Ping mau mengambil resiko, Su Tang mengikuti apa saja yang kakaknya lakukan, Xi Fan kali ini pun ikut dengan alasan selama maksudnya baik dan tidak mencelakakan orang lain. Mo Lin yang segan ikut pun kena lemparan kendi Madam Chu Min, dan akhirnya menyerah, ikut juga.

Luo Ting berjalan ke arah Gedung Sutra, Qin Sang mengkhawatirkan dia akan mencari tim Zhaifeng dan membalaskan dendam. Qin Sang mendengar suara dari balik Gedung Sutra. Dia masuk dan melihat kalau tim Zhaifeng melakukan teknik pemisahan tenaga dalam. Saat Qin Sang hendak melaporkan ini ke Jendral Qin Qi, Madam Chu Min menariknya ke dalam lingkaran. Mau tak mau Qin Sang dan Zi Yang bergabung melakukan teknik itu.

Madam Chu Min menjelaskan bahwa sekali mengikuti teknik ini, mereka tidak akan terlepas sampai berhasil menaikkan tenaga dalam asal dan membuka tenaga dalam baru atau tewas mencoba. Saat mereka selesai dengan proses awal dalam lingkaran, mereka akan mendapati tanda di tangan mereka yang tidak akan hilang kalau mereka tidak berhasil membuka tenaga dalam baru. Sekarang tinggal berserah pada nasib.

Bersambung

Komentar aku: No pain no gain! Kasihan guru You Dao, hebat juga dia setia pada temannya, madam Chu Min.

#LegendofAwakening #ArthurChen #RecapDrama

Legend of Awakening Ep. 7

Legend of Awakening

Episode 7

Tian Qi dan bawahannya menunggu di balik bukit. Tian Qi yakin Lu Ping akan datang karena Lu Ping sering berlatih di tempat itu. Bawahan Tian Qi mengatakan kalau tampak ada yang datang, Tian Qi menyuruh semuanya bersembunyi. Saat Gubernur Wei dan pasukan didampingi guru You Dao dan murid Zhaifeng tiba, Tian Qi menembakkan bom asap dan menyerbu ke arah mereka. Pedang Tian Qi terhunus ke arah ayahnya, dan langsung ditarik oleh Guru You Dao. Saat bom asap menghilang, terlihat kalau yang hendak menusuk Gubernur Wei adalah Tian Qi.

Xi Fan menanyakan maksud Tian Qi yang memasang perangkap di menara, berbuat curang saat ujian, mencoba meracuni murid Zhaifeng dan sekarang melukai seorang Gubernur. Gubernur Wei langsung membela anaknya. Kesempatan ini langsung digunakan oleh Guru You Dao untuk bernego dengan Gubernur Wei. Guru You Dao bersedia melupakan semua itu asal Gubernur Wei memberinya uang dan meninggalkan perguruan.

Guru You Dao menghitung uang dari gubernur. Xi Fan bertanya kenapa guru selalu membela Lu Ping, bahkan berpura-pura menjadi orang jahat. Guru You Dao mengajak Xi Fan pergi ke satu tempat. Di restoran Ru Yu, Su Tang bertanya apa mereka tidak bisa kembali ke perguruan Zhaifeng? Lalu mereka mendengar gurunya berteriak. Guru You Dao berlindung di belakang Xi Fan karena diancam Mo Lin dengan busurnya untuk tidak mengganggu Lu Ping dan Su Tang.

Madam Jin yang melihat itu mendesah, begitu juga Xi Fan. Lu Ping minta Madam Jin menyiapkan makanan dan minuman, ia hendak mentraktir guru You Dao. Lu Ping tahu kalau yang menulis surat untuk Jendral Qi adalah guru You Dao. Alasan guru You Dao menolong Lu Ping adalah karena Lu Ping dan Su Tang masih berhutang padanya.

Menara Pelatihan dihancurkan murid Zhaifeng, lalu mereka didiskualifikasi. Sudah tidak ada alasan bagi Mo Lin untuk tinggal di Zhaifeng karena pastinya Su Tang tidak mau jadi muridnya. Su Tang menghibur Mo Lin, mungkin kalau bertemu lagi, Mo Lin sudah jadi pembunuh bayaran no. satu. Guru You Dao mengatakan kalau dia punya koneksi yang bisa membantu mereka tetap ikut kompetisi.

Teman yang setiap tahun Guru You Dao kunjungi di kota Kaifeng adalah Chu Min, seorang instruktur di akademi Tian Zhao. Kalau mereka menjadi murid Chu Min, mereka bisa bertanding di bawah nama Tian Zhao. Lu Ping sudah setuju, Su Tang ikut Lu Ping, Mo Lin ikut Su Tang, tinggal Xi Fan. Xi Fan menolak ikut dan pergi meninggalkan mereka.

Guru You Dao mengingatkan kalau Xi Fan, meski sekarang tidak yakin akan kemampuannya, yang membuat perguruan Zhaifeng dan Lu Ping menjadi seperti sekarang. Guru You Dao menawarkan minum bersama saat Xi Fan tetap menolak. Madam Jin memberikan lencana Zhaifeng pada Lu Ping yang sedang membuat kursi roda dan menyampaikan pesan dari guru You Dao, ‘Siapa yang memasang ikatan, maka dialah yang harus melepaskan ikatan tersebut’. Lu Ping mengerti arti pesan guru You Dao. Lu Ping mendatangi guru dan Xi Fan dan memberikan kembali lencana pada Xi Fan. Lu Ping membujuk Xi Fan untuk ikut kompetisi dan membawakannya kursi roda. Mereka pun bersiap pergi ke Kaifeng.

Dalam kondisi terluka parah Si Tu Luo sampai di istana Gerombolan Shanhai. Ia memohon bertemu dengan penguasa Shanhai. Si Tu Luo melaporkan kalau yang menggagalkan rencana, membunuh Si Tu Chong dan Si Tu Luo adalah Si Pembangkit, Lu Ping, yang diculik dari penjara Shanhai dan sekarang menuju kota Kaifeng untuk mengikuti kompetisi. Penguasa Shanhai memerintahkan Ketua divisi Air untuk menjalankan rencana mereka di kota Kaifeng dengan hati-hati, tanpa menimbulkan kecurigaan. Ketua divisi Air pergi melaksanakannya.

Di Istana, Raja Shou menanyakan kesiapan kompetisi kepada penasihat Ge Cheng. Ge Cheng menyatakan bahwa semua sudah disiapkan dengan baik. Perdana Menteri Xia tidak menyetujui perekruitan melalui kompetisi. Baginya, selama ini lulusan terbaik dari akademi Tian Zhao telah banyak memberikan jendral yang kompeten. Penasihat Wen Ge Cheng berdalih bahwa yang dilakukan Jendral Qi adalah memberi kesempatan bagi mereka-mereka yang memiliki keahlian silat hebat yang tidak tergabung di akademi, agar tidak menyia-yiakan kemampuan mereka untuk berbakti kepada Negara.

Jendral Qi menghadap dan memberikan sanggahan bahwa semua orang yang dia pilih menjadi letnan jendral dari kalangan biasa, banyak yang berprestasi, sementara yang dari kalangan bangsawan justru banyak yang bermalasan dan korup. Terlebih lagi, Jendral Qin Qi percaya di saat rusuh sekarang, dengan membuka kompetisi, maka energy yang digunakan untuk saling berbaku antar daerah di kerajaan Shuo bisa difokuskan dalam bentuk kompetisi. Raja Shuo menyetujui ucapan Jendral Qin Qi dan mendukung mereka melanjutkan kompetisi ini.

Saat Jendral Qi membawa penasihat Ge Cheng ke kediamannya, mereka melihat Qin Sang berlatih dan mengalahkan lima orang prajurit. Qin Sang ingin sehebat kakaknya yang waktu seumurnya sanggup mengalahkan sepuluh orang sekaligus. Qin Sang kelepasan bicara dan membuat Jendral Qin Qi marah karena berlatih jurus Permainan Pedang Pita Matahari. Jurus itu adalah jurus keluarga Qin, dayang Zi Yang tidak berhak belajar jurus itu. Penasihat Wen Ge Cheng menawarkan agar hukuman ke mereka berdua ditangguhkan. Kalau Qin Sang menang kompetisi, hukuman ditiadakan. Sebaliknya, kalau kalah mereka berdua harus menjalankan hukuman dari Jendral. Qin Sang menyetujui taruhan tersebut.

Qin Shang menanyakan apakah Ge Cheng mengetahui mengenai segel yang bisa menahan tenaga dalam seseorang. Ge Cheng mengetahui sedikit mengenai hal itu. Segel darah adalah hal yang sangat jarang dan rumit. Qin Sang merahasiakan darimana dia mengetahui perihal segel tersebut.

Pemimpin Shanhai mengirimkan surat kepada Gubernur Wei untuk mempersiapkan rencana mereka dan bersiap-siap di Negera bagian Chan menunggu instruksi selanjutnya. Tian Qi minta izin untuk pergi ke kota Kaifeng untuk mengikuti kompetisi. Gubernur Wei mengizinkan dan menyuruhnya pergi bersama beberapa prajurit.

Mo Lin menolak berjalan dan mengeluh kecapaian. Lu Ping membujuk Mo Lin dengan memberi pilihan mau tidur di jalan, atau di hotel dengan makanan enak, sambil melambaikan lencana keluarga Qin (yang dicuri dari Qin Sang). Mo Lin dan Guru You Dao pun tertawa sambil membayangkan makanan apa saja yang mereka hendak pesan. Xi Fan mengingatkan kalau itu artinya mencuri, tidak ada seorang pun yang mendengar protes Xi Fan.

Qin Sang sampai di depan akademi Tian Zhao, dan menolak masuk. Dia pernah bersekolah di sana selama tiga tahun, tidak lebih. Karena akademi Tian Zhao hanya menerima murid dari kalangan bangsawan. Bagi Qin Sang ini bukan akademi pendidikan yang benar, kalau muridnya diterima berdasarkan latar belakang. Qin Sang disapa Luo Ting dan diajak bergabung menjadi satu team. Qin Sang menolak, dia akan mencari dua anggota team lainnya, dengan alasan pastinya Luo Ting punya kandidat lebih baik. Luo Ting dengan nyinyir menyindir bahwa seorang budak tidak pantas menjadi anggota team kompetisi. Qin Sang membantah dan menyampaikan prinsip yang keluarga Qin yakini. Qin Sang pun meninggalkan mereka.

Di penginapan Hongfu, Xi Fan menolak untuk masuk. Sementara Mo Lin dan Su Tang mengagumi kemegahan dan kemewahan hotel Hongfu. Akhirnya Xi Fan menyerah dan ikut masuk ke hotel setelah Lu Ping memberi obat untuk kakinya dan mengodanya bahwa untuk bisa mengajar Lu Ping, dia harus sembuh dulu dari lukanya. Mo Lin mengajak mereka makan bubur terkenal di kota Kaifeng, bubur kepiting. Tian Qi datang makan di tempat yang sama dan membuat keributan. Dari awal datang, kerjanya mengeluhkan semua hal. Saat dia hendak mengambil semangkuk bubur untuk dilemparkan ke Lu Ping, tangan seorang wanita menahannya…

Bersambung

Komentar aku: perkataan guru You Dao membuat aku terharu. Cheezy.. but feels so good. Itu ya salah satu peran guru, menaikkan semangat muridnya saat sang murid terpuruk.

#LegendofAwakening #ArthurChen #RecapDrama