Mr. Queen Ep. 11.2

Cheol Jong menyambut So Yong yang berjalan dengan gembira. Tapi, Bong Hwan langsung melarangnya mendekat dan pergi. Cheol Jong heran, padahal isi suratnya begitu mesra. Pasti karena malu.

Cheol Jong mengungkapkan isi hatinya. Ia berharap mereka bisa memulai awal yang baru dan berjalan berdampingan bersama, meski itu hanya mimpi. Dari dia yang tak bisa dimaafkan.

Berbeda dengan Byeong In, yang mengajak temannya berlatih pedang malam-malam. Ia ingin berlatih dengan lawan yang tidak ia ketahui kekuatannya.

Sementara ketiga selir baru berlomba-lomba menjadi yang tercantik dan termenarik, Hwan Jin terus berlatih ketepatan memanah. Kali ini ia menggunakan anak panah bermata logam karena ada permainan besar yang harus ia menangkan.

Sal Soo membunuh pedagang dan pengawal yang membawa bahan makanan untuk pesta.

Gaebi menolak berdandan, ia ingin melihat ramalan nasibnya dulu. Tapi, ramalan untuk dirinya buruk. Ramalan untuk Cheol Jong dan So Yong bagus semua. Gaebi mendatangi So Yong dan menyuruhnya berpikir, siapa yang akan hidup lebih lama, Sunwon atau Gaebi? Jadi, kenapa tidak mendukung Gaebi, dan menyuruh So Yong memasak untuknya.

Gaebi langsung memeriksa semua sudut ruangan So Yong, mencari tahu apa yang ia sembunyikan.

Sementara, Man Bok panik, karena pesta disabotase. Bahan makanan tidak terkirim, ikan yang diawetkan rusak segudang, batu ditaburkan di beras yang akan dihidangkan. Cheol Jong menyuruh Man Bok berusaha sebisanya, ia akan memastikan bahan makanan pengganti tersedia.

Waktu Bong Hwan hendak membawa popcorn untuk Gaebi, ia melihat seseorang mirip dengan sekretaris Han berada di area dapur. Ia berusaha menangkapnya tapi, sekretaris Han berhasil melarikan diri, setelah menaruh racun di salah satu gentong. Gaebi marah dan menepis tangan So Yong, saat So Yong datang dengan tangan hampa.

Cheol Jong menyuruh Pyeong mencari bahan makanan, sementara ia menyambut para menteri dan memulai upacara. Dan, upacara pun dimulai dengan tarian dan dilanjutkan dengan pertunjukkan bela diri para pengawal raja.

Acara perburuan akan dimulai. Para selir dan ratu berganti pakaian berburu. Hwan Jin memberikan pandangan dingin pada So Yong. Wasit meniupkan peluit tanda perburuan dimulai.

Gaebi memberi tahu Sunwon kalau So Yong berbalik haluan, ia mengkhianati klan nya sendiri. So Yong bahkan memilih selir dari keluarga yang memiliki kekuatan untuk mendukung Cheol Jong menunjukkan jati dirinya yang sejati, seorang raja yang kuat. Sunwon sungguh tertipu oleh So Yong.

Sunwon pindah ke tempat raja melangsungkan perayaan dengan alasan bosan. Ia minta Cheol Jong mengulang pertunjukkan bela diri, tetapi pertarungan asli antar dua petarung. Bagaimana kalau Cheol Jong bertarung melawan Byeong In?

Cheol Jong vs Byeong In. Siapa yang bisa merebut kipas dari tangan lawan, menang. Cheol Jong menjadi serius saat Byeong In mengatakan Sunwon mendukungnya. Cheol Jong akan menunjukkan siapa yang berkuasa di istana.

Supervisor takut terkena panah, sakit dari acara tahun lalu masih terasa. Jadi, saat ia bertemu dengan Bong Hwan yang juga memilih tidur di hutan, ia minta Bong Hwan berpura-pura berhasil memanahnya, sehingga ia bisa kembali ke istana tanpa sakit.

Saat berhadapan dengan kipas menutupi sebagian muka, Byeong In sadar, yang ingin membunuh So Yong adalah Cheol Jong.

Sementara, Hwan Jin mulai menarik anak panah berujung besi siap ditembakkan ke dada So Yong.

Bagi Byeong In, Cheol Jong adalah dia yang tidak bisa dimaafkan. Bagi Hwan Jin, So Yong adalah dia yang tidak bisa dimaafkan.

Bersambung

Komentar aku: Hye Sun, I love her/him… kekeke.. permainannya bagus sekali. By the way, sebegitu dengkinya kah Hwan Jin pada So Yong? Padahal, dia yang meniru So Yong dari kecil? Dan, kebiasaan raja mempunyai selir di masa Joseon sudah berlangsung berabad. Pastinya, Hwan Jin tahu resiko menjadi ratu atau pun selir. Ia akan bersaing dengan sekian belas atau puluh wanita lain.

Ini aku kasihan, Hwan Jin cantik, berpendidikan, logis (sepertinya), dan baik (sayang pada Oh Wol, dan lainnya).

Mr. Queen Ep. 11.1

Gaebi datang atas undangan Hwan Jin dan memberikan anak panah baru. Hwan Jin merasa ia hidup dalam mimpi buruk. Ia memutuskan untuk memberikan buku inventori pada Gaebi. Mata Gaebi berbinar gembira. Hwan Jin minta Gaebi menyeret So Yong ke mimpi buruk yang dialaminya sekarang.

Gaebi berterima kasih pada almarhum raja yang datang ke mimpinya dan memberikan kekuasaan besar. Ia tersenyum sambil memeluk buku inventori.

Mimpi indah Bong Hwan berubah menjadi buruk saat semua selir berganti menjadi Cheol Jong. Ia bangun seperti orang menerima hukuman mati, itu menurut Lady Choi. Sementara, Cheol Jong sangat senang hatinya, dan menyuruh kepala kasim menyiapkan pesta perjamuan.

Episode 11: Dia yang tak Termaafkan

Bong Hwan memulai sesi terapi bagi dirinya sendiri. Ia merasa seperti dibuat dari pecahan lego, yang masing-masing mempunyai keinginannya sendiri. Ia bingung dengan jati dirinya. Tabib istana menyeletuk kenapa dipanggil sebagai dokter?

Tabib menyatakan kalau kondisi seperti itu biasa terjadi pada pasien yang sadar dari koma. Bong Tabib menyuruh Bong Hwan mendengarkan kata hatinya agar bisa melanjutkan hidup. Bong Hwan menjadi lega, ketidak konsistenan adalah ciri khas Bong Hwan. Jadi, tak masalah untuk terus hidup dengan dua jiwa dan tidak konsisten. Mata tabib berkedip-kedip bingung.

Pyeong melapor soal jenazah Oh Wol pada Cheol Jong. Hwan Jin datang dan memberikan gambar Oh Wol pada Pyeong, untuk bisa dicocokkan dengan pemilik toko. Hwan Jin lalu memeluk tangan Cheol Jong memberinya izin untuk Cheol Jong terus menyukai So Yong.

Bong Hwan meyakinkan Mun Geun kalau ia baik-baik saja. Ia memutuskan membiarkan Mun Geun dan Cheol Jong menyelesaikan masalah mereka dan tidak memberi tahu tentang Cheol Jong yang pingsan di dasar sumur di halaman rumah Mun Geun.

Bong Hwan pusing melihat banyaknya silsilah keluarga Han. Ia lalu memutuskan akan mendekati Sunwon saja, dan datang memberikan perawatan kulit dan rambut buatannya.

Pemilik toko meyakinkan kalau bukan gadis yang digambar yang menjual perhiasan itu padanya. Begitu diberi uang, ia langsung lancar membantu pelukis istana dengan gambaran si penjual.

Cheol Jong melihat ide yang ditawarkan oleh chef istana. Ia minta Man Bok merubah susunan menu menjadi sederhana, dan sisanya dimasak untuk dibagikan ke penduduk yang kelaparan. Man Bok terkesan dengan kebijaksanaan Cheol Jong dan berjanji akan bekerja sebaik mungkin.

Man Hong kagum pada ketelitian Mun Geun menuliskan daftar dan sumber korupsi klan Kim di buku inventori. Gaebi ingin menggunakan buku itu untuk menjatuhkan klan Kim sekaligus menurunkan So Yong dari tahta ratu.

Jwa Geun memerintahkan menteri pertahanan Chang Hyuk merahasiakan raibnya buku inventori. Jwa Geun merasa Cheol Jong yang memegang buku itu sekarang. Jwa Geun sudah punya rencana untuk melemahkan dan menyerang posisi Cheol Jong.

Cheol Jong cs juga berkumpul membicarakan masalah yang sama. Pyeong melaporkan tidak ada pria dengan luka di pipi di departemen kehakiman. Cheol Jong meminta mereka memeriksa klan lainnya.

Bong Hwan menyalakan radar 5 detik, hanya perlu 5 detik untuk jatuh cinta, saat melihat barisan calon selir raja. Mimpi Bong Hwan pun kesampaian, ia mandi dengan ketiga calon selir, plus sekian dayang-dayang menunggui mereka.

Hong memberikan masukkan agar Cheol Jong memenangkan dukungan setidaknya dua dari klan lainnya, agar rencana Cheol Jong berjalan lancar. Cheol Jong pun mengundang tetua-tetua dari klan lain untuk minum teh.

Pilihan calon istri Bong Hwan sesuai dengan klan yang ingin didekati Cheol Jong. Raja mengangkat mereka menjadi selir resmi dan mengundang tetua klan yang terpilih ke acara jamuan dan perburuan. Jwa Geun bisa membaca taktik itu, Man Hong juga memperkirakan hal yang sama.

Gaebi dan Hwan Jin mengunjungi So Yong. Bong Hwan mengaku, ia jago menghantui (haunting) tapi tidak jago berburu (hunting), jadi ia akan menikmati kemenangan Hwan Jin dalam berburu. Gaebi mengingatkan tujuan mereka ke Surit-Nal adalah mengusir roh jahat dengan mempersembahkan darah, kali ini darah binatang buruan.

Hong Yeon memberi tahu mungkin itu berhubungan dengan jenazah Oh Wol yang ditemukan di salah satu sumur istana. Tapi, Bong Hwan cepat melupakan semua itu dengan bermain bersama ketiga selir.

Bong Hwan tidak bisa tidur. Ia memutuskan menulis surat untuk ketiga selir baru. Tapi, Hong Yeon tidak memberikan kepada para selir, ia memberikan ke raja. Cheol Jong bingung kenapa So Yong ingin tahu apakah ia tidur atau tidak, sampai tiga kali?

Bong Hwan kagum akan balasan yang ia terima, ia tidak tahu kalau itu ditulis oleh Cheol Jong. Ia langsung menulis balasan. Surat itu diberikan ke Hong Yeon, yang ternyata menggunakan jasa angkutan kurir tandu. Cheol Jong berpikir ratu juga mencintainya. Mereka berbalas surat semalaman.

Bersambung

Komentar aku: Ha! Kenapa dulu tidak terpikir bahwa kita bisa hidup dengan ketidak-konsisten-an? Bwahahahaha… Bayangkan mengisi diari atau lamaran kerja, ‘moto hidup: tidak konsisten’ *jatuh terguling karena ketawa…

Uncanny Counter Ep. 13.2

Han Wool mengucapkan terima kasih pada Mo Tak. Sebelumnya, Mo Tak mengingatkan kalau berpaling dari kejahatan adalah bentuk kejahatan lainnya. Saat itu, Han Wool mengungkapkan ide untuk menangkap Soo Ryong dan pak Pyo. Han Wool memberikan kunci loker Jung Young pada Mo Tak sebelum Mo Tak pulang.

Mo Tak membuka loker Jung Young dan mengelus foto mereka berdua yang ditaruh Jung Young di situ.

So Moon berusaha keras untuk menguasai portal, tapi itu bukan hal yang mudah. Mae Ok mengajaknya beristirahat dan makan mie. Mae Ok memberi nasehat, kalau ia merasa lelah menghadapi roh jahat, ia masak. Ia mencurahkan hatinya pada kuah mie yang ia buat, dan kalau orang yang memakannya senang, ia pun ikut bahagia.

Joo Yeon dan Woong Min datang ke warung Eonnie, mereka protes karena So Moon tidak punya waktu lagi untuk mereka dan ‘menghukum’ So Moon. Saat pulang bareng, mereka lihat Hyuk Woo di-bully. So Moon menghampiri dan melerai mereka, tapi Hyuk Woo menolak ditolong dan pergi tanpa berterima kasih.

Myeong Hwi mendekap tangan Hye Kyung. Hye Kyung adalah harapan terakhir Myeong Hwi untuk mewujudkan cita-citanya menjadi presiden yang berguna bagi negara dan bangsanya. Di luar kantor polisi, Tae Shin dan Chang Gyu sudah menunggu Hye Kyung dan mengajaknya pergi bernobil.

Chung Sin cs masih ada di panti asuhan. Hyang Hee terus mengganggunya. Chung Sin mengancam akan membuat Hyang Hee bisu kalau terus bicara. Ha Na bisa merasakan aura Jang Su dan memberi tahu genk Eonnie.

So Moon melambung tinggi bersama anak yang ia selamatkan dari tabrakan truk. Ia sadar, bukan amarah atau pun dendam yang membangkitkan portal, tapi keinginan untuk menyelamatkan. Genk Eonnie juga bisa melihat portal yang dipanggil So Moon.

Ha Na berhasil mendeteksi lokasi Jang Su dan Chung Sin. Chung Sin membunuh dan menghisap roh Jang Su, yang mencoba memakan salah seorang anak di panti asuhan. Chung Sin berhasil menahan roh dalam dirinya saat hendak membunuh si anak itu. Ia lalu menyuruh Hyang Hee berbenah, mereka pergi.

Tae Shin datang menjenguk Myeong Hwi. Ia menunjukkan video yang didapatnya dari Hye Kyung. Dulu, Yeong Nim menjaga anjing peliharaan Hye Kyung, jadi Hye Kyung memasang CCTV untuk memantau. Peristiwa pembunuhan Yeong Nim terekam dan ada di ponsel Hye Kyung. Jadi, sudah saatnya Tae Shin memutuskan hubungan dengan Myeong Hwi.

Para counters mengerahkan tenaga mereka agar dome terbentuk sempurna. Hyang Hyee dan Chung Sin mulai merasakan tekanan dome dan mengeluarkan darah dari hidung mereka. So Moon mendekati Chung Sin dan mengendalikan portal di sekitar dirinya.

So Moon berhasil mengalahkan Chung Sin dan meletakkan tangannya di dada Chung Sin untuk membawanya ke Yung. Tapi itu tidak mudah, karena roh jahat berusaha sekuat tenaga menolak. Anak panti asuhan yang diselamatkan Chung Sin mendorong So Moon dan memegang kaki So Moon erat-erat, ia minta maaf sambil menangis memohon agar So Moon tidak membunuh Chung Sin.

Kesempatan itu digunakan oleh Chung Sin untuk mengambil senjata dan menembakkan ke kepalanya sendiri.

Bersambung

Komentar aku: huah…bukannya anak kecil bisa merasakan aura, ya*? Seperti seekor anjing? (*atau sebetulnya, biar seru dan drama ini bisa diperpanjang sampai 16 episode, tidak seru kalau roh jahat tidak melawan). Kekeke…

Uncanny Counter Ep. 13.1

Chung Sin, membawa Hyang Hee, Jang Su dan dua mayat di bagasi mobil ke panti asuhan Jahye. Ia menyuruh mereka menunggu di luar. Ia memandang ke salah satu ruangan, teringat saat dulu Sang Pil memilihnya.

Direktur panti asuhan mengenali Chung Sin yang masuk ke kantornya. Ia mengelus kepala Chung Sin dan berhenti saat melihat bekas luka yang dulu disebabkan oleh direktur. Dengan kekuatan telekinesis, Chung Sin membalikkan arah senapan ke mulut direktur dan meledakkannya.

Jiwa direktur yang dihisapnya membawa perubahan besar pada diri Chung Sin. Bahkan Hyang Hee dan Jang Su pun terkesiap melihatnya.

TV menyiarkan berita pembunuhan masal dan potongan CCTV pelaku. Genk Eonnie tahu, itu adalah Chung Sin cs. Mae Ok mengajak mereka pergi ke dunia Yung.

Wi Gen memberi tahu kalau perubahan Chung Sin telah sempurna. Level lima, di mana roh jahat bersatu dengan inang dan hidup selamanya, plus kemampuan menyembuhkan diri, seperti Mae Ok. Tambahan berita buruk? Para partner spiritual tidak punya data akurat, level lima terjadi seabad lalu. Lebih parah lagi, sebulan setelah penyatuan ini, jiwa-jiwa yang dimakan Chung Sin akan menghilang selamanya, termasuk ayah-ibu So Moon.

Tae Shin tertawa mendengar berita tentang penangkapan Myeong Hwi. Tae Shin menanyakan dengan kondisi seperti sekarang ini, kepada siapa Chang Gyu berpihak?

Di ruang interogasi, pengacara mengatakan Myeong Hwi menolak bekerja sama dengan polisi dengan alasan bias politik. Setelahnya, Myeong Hwi memarahi Hye Kyung yang tidak menolak telpon dari wartawan. Seharusnya, Hye Kyung menggunakan kesempatan ini untuk menjatuhkan Yeong Deok dan mengalihkan perhatian masyarakat.

Di basemen warung Eonnie, So Moon berusaha mengendalikan portal. Para partner mencoba sebuah teori ‘barrier’. Di mana mereka membentuk dome yang melemahkan baik roh jahat mau pun counter yang ditarik ke dalamnya. Counter bisa memiliki kekuatan asalkan memanggil portal, di situlah So Moon berperan. Tapi, efek dome seperti pisau dua arah. Berbahaya bagi roh jahat mau pun counter.

Jang Mool tiba-tiba muncul di warung Eonnie, dia lah pemegang tongkat terakhir, agar So Moon bisa memanggil Chung Sin ke dalam dome. Ha Na khawatir karena Jang Mool sudah lama tidak beraksi langsung di lapangan. Jang Mool minta mereka tidak khawatir, karena waktu mereka semakin pendek.

Mo Tak mendatangi lokasi pembunuhan Jung Young setiap malam. Ia menunggu bapak pengantar barang yang selalu parkir di tempat yang sama. Bapak itu memeluknya, ia juga pernah memergoki bekas istrinya berselingkuh di tempat parkir, jadi tahu kenapa Mo Tak ingin melihat dash-cam mobilnya.

Benar saja, di dash cam itu terlihat peristiwa penembakan Jung Young. Mo Tak memberikan rekaman itu pada Han Wool. Han Wool akan coba minta bantuan team IT forensik untuk memperjelas siluet si pembunuh. Mo Tak meraih tangan Han Wool dan bertanya bisakah ia mempercayai Han Wool?

Soo Ryong memarahi pak Pyo. Tapi, baik polisi kota Joong Jin mau pun kota kota Gyeongin tak bisa berbuat banyak, karena sekarang kasus Myeong Hwi diambil alih oleh kepolisian pusat di Seoul. Han Wool merangsek masuk dan berkata menemukan bukti pembunuhan Jung Young dari Mo Tak. Soo Ryong menyuruh pak Pyo membereskan masalah itu.

Di ruang kerja, Han Wool memutar rekaman pembicaraan Soo Ryong dan pak Pyo, membuat polisi lainnya menangkap pak Pyo. Mo Tak masuk dan menghantam pak Pyo. Setelahnya, giliran Soo Ryong yang ditahan.

Mo Tak masuk dan bertanya bagaimana mungkin Soo Ryong, yang pernah ia hormati, melakukan hal itu? Bagaimana Soo Ryong bisa menjadi serendah itu dan kenapa? Ia meninggalkan Soo Ryong yang jatuh terduduk.

Bersambung

Komentar aku: saking intense nya drama ini, terkadang lupa kalau ini komedi + supranatural. Huh! OCN memang pintar memilih drama misteri + komedi + fantasi/supranatural atau cult (kalau yang ini seram benaaarrr…). Dan tak ragu mengeluarkan darah.

Uncanny Counter Ep. 12.2

Jang Mool merasa terhormat dipanggil sebagai kepala kampanye pemilihan presiden di kubu Myeong Hwi. Jang Mool mengingatkan, kalau Myeong Hwi bisa menunjukkan ia punya lima milyar, maka Jang Mool akan mendonasi jumlah yang sama. Apalagi, kalau Myeong Hwi punya sepuluh milyar.

Myeong Hwi menyuruh Tae Shin menyiapkan lima milyar. Genk Eonnie mendengarkan dari ponsel yang mereka curi. Pertarungan dimulai.

Bawahan Tae Shin mulai menarik uang dari bank, dikutit ketat oleh genk Eonnie. So Moon memperhatikan kalau pelacak di mobil Chang Gyu berada di reservoir. Chang Gyu memperhatikan peta dan penyuruh operator mesin penggeruk berkerja lebih cepat. So Moon mendengarkan laporan Chang Gyu ke kakaknya, kalau ia telah menemukan koper berwarna kuning.

Mo Tak berpura-pura menjadi montir yang kakiknya keram saat mengganti ban yang kempes karena ditusuk oleh So Moon. Sementara, Mae Ok menidurkan Jae Cheol yang menjadi supir, selagi Ha Na & So Moon bergegas memindahkan koper-koper uang.

Hang Gyu ingat pembunuhan Yeong Nim, yang ia lakukan dulu. Meski ia setuju menjadikan bukti itu sebagai jaminan seperti yang diperintahkan Tae Shin, tapi kalau terbongkar ia juga yang akan dapat masalah. Hang Gyu memerintahkan Chang Gyu menaruh kopor kuning itu di alamat yang diberikan via text.

Genk Eonnie bingung, kenapa koper kuning dikirim ke sauna Oak?

Mereka melihat Chang Gyu memberi suap pada pekerja sauna yang bertugas mengawasi api pembakaran. Tapi, Mo Tak dan So Moon mencegah Chang Gyu dan anak buahnya sebelum mereka melempar koper itu ke dalam api.

Tae Shin dan Hang Gyu menerima koper-koper uang dan Jae Cheol  yang juga telah menutup rekening seperti yang diperintahkan. Tae Shin tidak ingin membuka koper itu dan menyuruh Hang Gyu langsung mengirimnya kepada Myeong Hwi.

Genk Eonni menemukan jenazah Yeong Nim di dalam koper kuning, persis seperti yang telah diperkirakan. Mereka berdoa semoga arwah Yeong Nim bisa tenang sekarang. Masalahnya, sekarang tidak ada polisi yang bisa mereka percaya dan mintakan bantuan.

Ha Na memberikan idea, bagaimana kalau minta tolong kandidat saingan Myeong Hwi, Oh Yeong Deok? Mae Ok setuju, begitu juga Mo Tak. Ia masih punya kenalan polisi yang bekerja di kota Gyeongin. Mo Tak mengingatkan teman polisinya untuk bertindak sangat berhati-hati, karena tersangka adalah kandidat presiden.

Chung Sin kembali dan menyuruh Jang Su membersihkan rumah dan menyingkirkan mayat yang baru saja Jang Su bunuh. Besok, mereka akan berangkat. Jang Su memberi tahu Chung Sin kalau Hyang Hee melarikan diri dengan membawa rekorder milik Sang Pil. Chung Sin berteriak geram.

Hyang Hee minta tas yang dibawa suami wanita yang baru saja ia bunuh, agar penampilan barunya lengkap. Tapi, ia bergegas lari saat melihat Chung Sin dan Jang Su datang memburunya. Chung Sin berhasil menangkap Hyang Hee dan menyuruh Jang Su melampiaskan rasa laparnya pada dua orang pekerja yang mencoba melerai mereka.

Myeong Hwi makan malam bersama Jang Mool. Saat koper dibuka, Jang Mool heran, kenapa Myeong Hwi menaruh botol-botol air mineral di dalam koper? Tae Shin dan Hang Gyu yang makan di sebelah, panik dan bergegas melihat. Jang Mool menggunakan kesempatan itu untuk mengambil mangkuk minuman Myeong Hwi dan pergi.

Tae Shin tersinggung karena Myeong Hwi menuangkan air mineral ke mukanya. Meski dipukuli tongkat kasti, Jae Cheol mengaku tak bersalah dan tak ingat apa-apa. Begitu juga Chang Gyu yang baru datang, dan berkata ia tak ingat apa pun yang terjadi kemarin. Hang Gyu bertanya-tanya, apa Mo Tak tidak benar-benar meninggal?

Mo Tak menerima khabar kalau forensik menemukan DNA Hang Gyu di baju dan DNA Myeong Hwi di kuku jenazah Yeong Nim.

Polisi kota Gyeongin membawa surat perintah penahanan Myeong Hwi. Ia resmi menjadi tersangka pembunuhan. Sementara, Chang Gyu geram melihat rekaman CCTV yang memperlihatkan genk Eonnie benar mengambil koper-koper uang itu. Tak lama, polisi membawa surat penangkapan yang sama untuk Hang Gyu.

Genk Eonnie sengaja menunjukkan diri di luar gedung walikota, saat Myeong Hwi keluar dikawal polisi. Myeong Hwi membuat pernyataan kalau semua ini tak lebih dari perangkap yang dibuat oleh lawan politiknya. So Moon menerobos masuk dan mengingatkan Myeong Hwi, kalau semua ini belum berakhir.

Bersambung

Komentar aku: Hahaha… Hyang Hee benar-benar karakter yang… sulit dijelaskan tanpa kata-kata yang kalau di social media bisa membuat akun kita kena hukuman. Yang pasti, kalau karakter dia benar ada, maka yang menjadi bukti adalah selfie dengan semua barang ber-merk yang dia kenakan.

Uncanny Counter Ep. 12.1

Mo Tak terburu-buru membawa Jung Young ke RS dan berteriak minta tolong. Mo Tak ingat, dulu ia tidak memberi tahu saat akan mewawancara sahabat Yeong Nim, dan berakhir dengan Jung Young menunggunya di RS. Sekarang keadaan berbalik.

Mo Tak mengambil dompet Jung Young yang terjatuh di depan pintu ruang operasi. Mo Tak melihat foto mereka berdua di dompet itu. Dulu, Mo Tak yang membuat Jung Young menunggu selama tujuh tahun. Sekarang, setelah ingatan Mo Tak kembali, Mo Tak sungguh tak ingin kehilangan Jung Young.

Mo Tak melihat jiwa Jung Young bergerak keluar dari ruang operasi. Ia berteriak, jiwa Jung Young berpendar menghilang.

Jang Mool melarang genk Eonnie melayat, karena bagi Myeong Hwi cs, mereka sudah mati saat gedung meledak. Tapi, Mo Tak bersikeras, dan So Moon ikut pergi menemaninya.

Mo Tak mengurungkan niat masuk ke ruangan, saat ia melihat Soo Ryong berserta sepasukan polisi datang. Ia bersembunyi di balik karangan bunga dan melihat Soo Ryong menepuk bahu ibu Jung Young. Pak Pyo membuat gosip kalau Jung Young bunuh diri karena tidak bisa membaur dengan polisi lainnya. So Moon menahan Mo Tak tidak menghajar mereka.

So Moon keluar dari mobil, memberikan waktu bagi Mo Tak untuk berduka sendiri. Mereka hanya bisa melihat peti mati Jung Young diarak dan dimasukkan ke mobil jenazah.

So Moon datang membawakan soju untuk Mo Tak. Sejak menjadi counter, So Moon merasa batas antara dunia fana dan dunia akhirat tidak terasa terlalu jauh, kalau itu bisa menghibur Mo Tak. Mo Tak berterima kasih.

Mo Tak membaca pikiran Jung Young, dari situ ia tahu, yang membunuh Jung Young adalah seorang polisi. Pembunuh itu mengenakan jam tangan yang hanya diberikan pada polisi yang telah mengabdi selama 20 tahun.

Mo Tak bertemu dengan Han Wool dan bertukar hal yang mereka tahu. Han Wool pun tak percaya kalau Jung Young bunuh diri. Mo Tak meminta Han Wool mencari tahu siapa saja polisi yang masih bekerja setelah 20 tahun mengabdi, dan untuk berhati-hati. Han Wool memberikan daftar rekening bank yang dibekukan oleh Jung Young.

Genk Eonnie melihat kalau ada transfer ke Myeong Hwi sebesar lima milyar. Ha Na mengingatkan kalau mereka tidak bisa menggunakan ingatan sebagai bukti kejahatan, terlebih lagi, masyarakat percaya kalau Chung Sin sudah mati dan tidak ada lagi yang ingat tentang reservoir limbah.

Ha Na mengusulkan mereka melawan Myeong Hwi cs dengan taktik yang dipakai Myeong Hwi: curi dana kampanye tersebut dan buat pertentangan antar mereka sendiri. Semua setuju, kecuali Mae Ok, yang yakin dunia Yung pasti akan menghukum mereka. Mo Tak akan pergi ke dunia Yung, sendiri.

Gi Ran memberi tahu kalau partner spiritual semuanya setuju mendukung counters. Ia mencoba meyakinkan diri kalau Mo Tak tidak melakukan semua ini semata karena dendam. Tapi, Mo Tak hanya berterima kasih dan pergi.

Genk Eonnie harus melakukan taktik mereka dengan diam-diam. Karenanya, mereka memutuskan untuk menutup warung Eonnie untuk sementara waktu.

Mereka mulai bergerak: memasang pelacak pada mobil lawan, meng-copy data dari dan membuat duplikat ponsel burner para anggota Myeong Hwi cs, dan lainnya. Chang Gyu dan Jae Cheol menjemput Hang Gyu. Hang Gyu memberikan ponsel burner dan no telp pada Chang Gyu.

Tae Shin menenangkan Hang Gyu, Mo Tak cs telah terbakar bersama gedung, Chung Sin benar-benar bisa membuat kehebohan. Myeong Hwi masuk hanya untuk mengusir Tae Shin keluar. Semua persiapan kampanye telah dilakukan oleh Hye Kyung. Untuk sementara, bantuan Tae Shin dan Hang Gyu tidak diperlukan lagi.

Tae Shin memberikan ponsel burner. Ia telah menyiapkan segalany, dan di mana pun Myeong Hwi berada, mereka akan siap melancarkan jalan bagi Myeong Hwi. Artinya, Tae Shin dan Hang Gyu akan terus mengikuti dan harus disertakan dalam kegiatan Myeong Hwi.

Hang Gyu masih tidak percaya kalau genk Eonnie sudah tiada, meski Chang Gyu menunjukkan kalau warung benar-benar telah ditutup dan diberi tanda untuk disewa.

Anggota dewan membawa Jang Mool untuk berkenalan dan makan malam dengan Myeong Hwi. Jang Mool sengaja membuat cerita kalau dirinya pernah dipenjara untuk penipuan dan penggelapan uang. Penjara membuatnya nyaris mati, karenanya Jang Mool merubah haluan dan mulai menolong orang. Untungnya, orang cepat lupa kejahatan yang pernah ia lakukan.

Tae Shin berkunjung ke kantor Hang Gyu. Ia mengungkapkan kekhawatirannya tentang Myeong Hwi. Sekarang, setelah semua orang berlomba mendukung Myeong Hwi, kedudukan mereka terlupakan. Hang Gyu tidak percaya, mereka punya semua rahasia Myeong Gwi. Mungkin demikian, tapi Tae Shin percaya mereka musti punya jaminan.

Bersambung

Komentar aku: haaa… kenapa harus ada yang meninggal. Kata-kata Jang Mool membuat aku tertawa, sangat-sangat-sangat tepat sekali untuk kejahatan yang berhubungan dengan uang, ‘orang mudah melupakan kejahatan’ kalau politik berbicara.

Uncanny Counter Ep. 11.2

Chung Sin kembali mengambil kopor dari loker. Ia mengamuk dan membanting Hyang Hyee yang mengacak-acak kopernya. Ia menyuruh Hyang Hee membuat foto passport dan mereka akan pergi. Ia mengancam akan membunuh Hyang Hee kalau tidak menurut.

So Moon memperhatikan titik pintu Yung di jarinya, dan menyadari, ia memanggil portal/dunia Yung tapi, bukan dengan keinginan untuk membunuh. Tiba-tiba Wi Gen menyuruhnya datang, inspektur ingin bicara. Inspektur memutuskan So Moon diangkat kembali menjadi counter secara resmi.

Wi Gen meminta maaf telah meragukan So Moon. So Moon mengerti, dan sadar keingingan menjadi counter bukan melulu karena orang tuanya. Ia pun ingin tahu, kenapa ia bersikeras menjadi counter. So Moon berterima kasih pada Wi Gen. Sayang, khabar buruk datang, sepertinya Mae Ok dan Soo Ho akan menghilang.

Anggota genk Eonnie melihat dokter berusaha menyelamatkan nyawa Mae Ok. Tujuh tahun lalu, Wi Gen datang mencari Mae Ok, bersama Soo Ho, putranya. Mae Ok koma selama sebulan setelah berusaha menyelamatkan Soo Ho yang tenggelam. Hanya, kali ini, Su Hoo berenang menghampiri Mae Ok, dan mereka menautkan tangan.

Mae Ok dan Soo Ho tersadar, air mata mengalir di wajah mereka, dan mereka-mereka yang menyayangi Mae Ok dan Soo Ho.

Jang Mool memasakkan bubur abalon, menyambut kepulangan Mae Ok dari RS. Mo Tak pun membuat pengakuan kalau ingatannya kembali, setidaknya, setengah ingatannya.

Han Wool memberikan list dan foto orang yang berkomunikasi dengan Hang Gyu dari ponsel Chang Gyu. Jung Young meminta Han Wool berpura-pura memberi nama palsu, demi keselamatannya sendiri.

Jung Young kembali ke ruang interogasi Hang Gyu dan mematikan kamera video, sehingga Soo Ryong tidak bisa mendengarnya. Jung Young menyebutkan nama Tae Shin dan Myeong Hwi, lalu menambahkan satu nama: Chung Sin. Apa hubungan pembunuh serial dengan walikota?

Tentu saja, semua itu dilaporkan Soo Ryong pada Tae Shin. Jung Young juga membekukan rekening bank, membuat Tae Shin kekurangan dana untuk kampanye. Tae Shin menyuruh Soo Ryong membereskan Jung Young, atau mengundurkan diri. Tae Shin menendang Soo Ryong keluar dari dalam mobilnya.

Ha Na bersedia membantu menyatukan ingatan Mo Tak yang kocar kacir.

Tujuh tahun yang lalu, So Kwon menghampiri Mo Tak dan memperkenalkan diri sebagai seorang detektif yang menemukan kalau ada kaitan antara walikota dan pembunuhan Yeong Nim. Ha Na membaca no telpon sahabat Yeong Nim yang mengaku tahu siapa pembunuh itu. Mo Tak dibunuh saat ia mencoba bertemu dengan si sahabat.

Mo Tak menelpon dan memberi tahu Jung Young. Jung Young menangis, artinya Mo Tak juga ingat kalau ia pernah melamar Jung Young menjadi istrinya. Mo Tak mengajak Jung Young bertemu. Genk Eonnie membantu Mo Tak berdandan dan terus menggodanya.

Jung Young tersenyum lebar saat seseorang mengetuk jendela mobilnya. Muka Mo Tak berubah saat ia mendapati Jung Young telah meninggal di kursi mobil dengan darah mengalir dari kepalanya.

Bersambung

Komentar aku: Ha! Kenapa Jung Young masih menerima telpon dari Mo Tak di kantor polisi, meski bersembunyi di tangga darurat? Ia tahu kantor polisi tidak aman, dan Chung Sin masih hidup. Huhuhu… Drama ini bagus karena bisa membuat aku kesal yang baik, bukan kesal yang buruk, kekeke… Makin seru!

Uncanny Counter Ep. 11.1

Mae Ok sangat khawatir. Satu Chung Sin saja tidak bisa mereka kalahkan, bagaimana dengan Chung Sin + sekawanan roh jahat? Ha Na baru sadar kalau kedua roh jahat yang ia deteksi berada di lingkungan rumah So Moon. Mereka melihat video yang dikirim dari ponsel So Moon, melihat So Moon terikat dan disiksa oleh Hyang Hee dan Chung Sin.

Mereka melihat kalau Chung Sin bisa membaca ingatan So Moon dan tahu kekuatan dan kelebihan anggota genk Eonnie. Hyang Hee menyuruh anak buahnya membunuh Mae Ok terlebih dahulu, karena ia bisa menyembuhkan. Mo Tak dan Ha Na berlari ke tempat So Moon, dan berkelahi melawan 4 roh jahat.

Kepala Soo Hoo terpental ke belakang dan pingsan, saat satu roh jahat mengangkat dan melemparkan Mae Ok ke tumpukan drum. Para partner baru sadar kalau ada yang tidak beres di dunia fana.

Mo Tak dan Ha Na berhasil mengalahkan lawannya. Chung Sin lalu membunuh si pria selingkuhan dan menghisap nyawanya. Memberi Chung Sin kekuatan ekstra untuk melawan Mo Tak. Dari tubuh si pria, bola cahaya berwarna hijau keluar dan masuk ke tubuh So Moon. Arwah si istri sendiri muncul di Yung. Dan So Moon bisa berhubungan dengan Wi Gen.

Para partner spiritual panik, tapi So Moon juga tak tahu apa yang terjadi. So Moon menangis, memohon agar mereka menghentikan menyiksa genk Eonnie. So Moon berteriak memohon agar Wi Gen bersatu dengannya, atau anggota lainnya akan mati. Wi Gen tertarik ke belakang dan cahaya portal membanjiri dunia Yung.

Nyawa Wi Gen terhisap keluar dan terbang ke dunia fana. Chung Sin melemparkan pemantik. Api menyalar membakar tempat mereka terbaring tak berdaya. Akhirnya, Wi Gen masuk ke diri So Moon. Dan api berpijar, meledakkan gedung, disaksikan oleh Tae Shin dan Myeong Hwi yang berdiri di kejauhan dan tertawa puas.

So Moon memanggil portal yang bahkan membuat inspektur pun terpana melihatnya. Jang Mool yang melihat Mo Tak yang babak belur, masih berusaha mengembalikan nyawa penjahat, memaki para penghuni Yung. Mo Tak yang pergi ke dunia Yung juga menyalahkan Gi Ran, mereka bertengkar. Tiba-tiba kepala Mo Tak sakit, ingatannya muncul kembali.

Kondisi Mae Ok kritis, sementara Ha Na mulai sadar. Jang Mool bertanya, kalau Ha Na ada di posisinya, apakah Ha Na akan menghapus ingatan So Moon?

Jung Young datang dan mengamati hadiah dari Mo Tak. Kedua penjahat yang sudah sadar, terikat, dan mengalungkan papan pengakuan di depan kantor polisi. Ia menyuruh Han Wool menahan mereka.

Jang Mool menjenguk Mae Ok yang masih tak sadar, dan dikelilingi genk Eonnie. Ia memberi semangat, dan harapan bahwa Mae Ok adalah wanita kuat yang akan bisa mengatasi masa kritis ini.

Ha Na bicara empat mata dengan Jang Mool. Ia memberi tahu semua yang ia baca dari ingatan Chung Sin, bahwa Myeong Hwi lah yang dalang di balik semua ini. Jang Mool tak bisa berkata-kata, orang yang menyewa roh jahat itu lebih jahat dari roh jahatnya sendiri.

Tae Shin melaporkan kemajuan kerja mereka. Para anggota dewan telah diatasi dan Tae Shin group mengambil alih kembali proses pengerjaan limbah. Myeong Hwi mengingatkan, tinggal satu lagi kerikil yang harus diatasi, detektif Jung Young.

Hye Kyung mengajukan nama-nama anggota dewan yang ingin bergabung dengan kubu Myeong Hwi. Myeong Hwi tertawa sekaligus khawatir ia benar-benar terpilih menjadi Presiden (hah!).

Bersambung

Komentar aku: yup, apa yang diharapkan kalau penjahat bergabung? Pastinya semua ingin berkuasa. Kekerasan bukan hal aneh bagi mereka.

Uncanny Counter Ep. 10.2

Choi Yeong Il, berdiri di depan mayat istrinya sambil membawa pisau. Ia berteriak menyuruh selingkuhan istrinya keluar. Pria selingkuhan berlari keluar dikejar oleh Yeong Il. Ia mengangkat pisaunya dan tiba-tiba pria selingkuhan sudah tergantung di pohon, berlumuran darah.

Jung Young menunjukkan foto TKP pada genk Eonnie. Mae Ok memperkirakan roh jahat ini mungkin sudah di level tiga atau empat.

Ha Na merasa ada yang tidak beres. Bagaimana mungkin roh jahat yang membunuh istri seperti perbuatan roh jahat level satu dalam kurun waktu 5 – 10 menit berubah jadi level tiga? Ia membandingkan posisi mayat istri dan selingkuhan. Mo Tak setuju, ada dua roh jahat yang terlibat di kasus ini.

Jung Young menerima telpon dari Han Wool, terkejut dan menyalakan TV. Berita menyebutkan polisi menemukan mayat Chung Sin di dalam sebuah mobil curian. So Moon yang baru pulang sekolah melihat berita itu dan menangis. Kakek Seok Goo bingung. Mo Tak geram, artinya arwah orang tua So Moon menghilang selamanya.

Mo Tak mengantar Jung Young ke forensik dan kaget melihat So Moon ada di depan gedung. Ia menarik So Moon yang dihalangi sekuriti. So Moon mengenalinya. So Moon menangis dalam pelukan Mo Tak.

Soo Ryong menyambut Myeong Hwi, mereka siap untuk briefing. Soo Ryeong memastikan kalau polisi telah menutupi semua insiden yang terjadi, dan Myeong Hwi bisa fokus untuk pemilihan kandidat presiden. Myeong Hwi melakukan konferensi press memastikan kalau walikota dan polisi akan bekerja sama untuk mengamankan kota.

Jung Young membawa Mo Tak dan So Moon ke kamar mayat. Kondisinya tidak memungkinkan untuk dikenali, tapi sidik jari di benda milik dan pecahan gelas adalah sidik jari Chung Sin. Mo Tak bersikeras itu bukan mayat Chung Sin. So Moon ingat ia mematahkan tulang rusuk dan tangan Chung Sin. Mo Tak minta dilakukan X-ray. Dugaan Mo Tak benar.

Jung Young juga sedih dan kesal, karena tidak ada yang bisa ia lakukan untuk menuntut Myeong Hwi. Popularitas Myeong Hwi kembali naik karena berhasil menangkap Chung Sin, kasus pencemaran limbah menghilang dengan sendirinya.

So Moon mengaku Jang Mool tidak menghapus ingatannya, agar ia bisa melarikan diri kalau bertemu Chung Sin. So Moon merasa semuanya seperti kebohongan besar. Chung Sin bebas, Tae Shin memimpin perusahaan besar, dan walikota tetap mencalonkan diri jadi presiden. So Moon minta Mo Tak merahasiakan hal ini dari counters lainnya.

Hang Gyu menyuruh anak buahnya membuat berita Chung Sin tetap trending, sekaligus mengalihkan berita tentang limbah. Tapi, waktu ia keluar dari kantor Soo Ryong, Jung Young menahannya dan memperlihatkan surat perintah penahanan. Tuduhannya: dalang dibalik percobaan pembunuhan Mo Tak.

Polisi juga menahan Chang Gyu dan Jae Cheol dengan tuduhan menjadi kaki tangan percobaan pembunuhan Mo Tak dan tiga tuduhan lainnya.

Jung Young memeriksa Hang Gyu di ruang interview. Ia menunjukkan rekaman video. Apa Hang Gyu akan membiarkan adiknya menanggung semua kesalahan? Jung Young juga menunjukkan telpon milik Chang Gyu sebagai barang bukti.

Chung Sin, yang telah berganti penampilan, membuka loker. Di dalam loker ada tas berisi uang, kartu identitas dan passport baru atas nama Lee Jae Hoon. Ia pergi berlalu sambil membawa tas itu.

Roh jahat dalam tubuh Chung Sin menuntunnya ke tempat Jang Su. Ia memberi tahu kalau roh jahat dalam tubuh Jang Su belum terbangkitkan. Chung Sin lalu membunuh atasan Jang Su dan membiarkan Jang Su memakan roh atasannya.

Myeong Hwi menikmati penduduk yang mengelu-elukannya dan berita peringkat teratas sebagai kandidat calon presiden. Tae Shin menolak telpon dari Hang Gyu dan memilih makan malam bersama Soo Ryong. Soo Ryong memberi tahu dengan meninggalnya Chung Sin, semua kasus pembunuhan yang melibatkannya dianggap selesai.

Kali ini wartawan dan masyarakat menyambut pengumuman keikut sertaan Myeong Hwi dalam pemilihan calon presiden dengan hangat. So Moon melihat berita itu dengan berat hati, sementara Hyuk Woo tertawa terbahak-bahak melihatnya. So Moon mengajak teman-temannya mengabaikan Hyuk Woo yang menghina mereka.

Hyuk Woo menunggu So Moon dan menghajarnya habis-habisan. So Moon mengingatkan kalau amarah Hyuk Woo akan melukai orang-orang di dekatnya dan menahan pukulan Hyuk Woo. Tapi So Moon tidak membalas, karena tak ingin turun sampai level Hyuk Woo.  Sebelum pergi, So Moon yakin Hyuk Woo bisa berubah dan mendapat kesempatan kedua, seperti So Moon pun ingin mendapatkan kesempatan itu lagi.

So Moon melihat Myeong Hwi turun dan dielu-elukan oleh masyarakat. Ia menghampiri Myeong Hwi dan berkata akan berusaha menghentikan Myeong Hwi. Myeong Hwi menenangkan masyarakat yang menganggap So Moon anak berandalan yang menjelek-jelekkan Myeong Hwi.

Ha Na tidak mengerti kenapa akhir-akhir ini tidak ada roh jahat masuk dalam radarnya, begitu juga Mae Ok. Hanya Mo Tak yang tidak merasa aneh. Ha Na heran, bagaimana dua roh jahat bisa bekerja sama, bagaimana mereka saling mengenali satu sama lain? Tak lama ia mendengar ada dua roh jahat di dekat mereka, sedang merasakan energi portal.

Ha Na ingat perkataan dan perlakuan Chung Sin. Ia yakin Chung Sin sedang mengumpulkan roh-roh jahat yang ada. Chung Sin tersenyum melihat Hyang Hee yang sedang ditransfer ke penjara. Ia akan membebaskan Hyang Hee.

Jang Su beserta beberapa roh jahat lainnya, menangkap So Moon saat So Moon mencoba menyelamatkan Jang Su dari mobil yang pura-pura hendak menabrak Jang Su.

Bersambung

Komentar aku: Yup, aku benar. Tapi, jangan bilang So Moon koma atau nyaris meninggal saat ditangkap roh jahat. Yang membuat dapat kesempatan kedua. Kan tidak selamanya harus diambang kematian untuk bisa jadi counter? Buktinya, si pemadam kebakaran menolak. Ia lebih memilih meninggal dengan tenang. By the way, it’s 03.26am, kekeke…

Uncanny Counter Ep. 10.1

Wi Gen merasa So Moon tidak memiliki kualifikasi menjadi counter, terutama karena ia kesulitan menjaga emosinya. Wi Gen memperlihatkan klip saat So Moon melawan Chung Sin. Tidak saja So Moon membahayakan jiwanya dan jiwa Wi Gen, ia membuat Chung Sin melarikan diri dan mengetahui rahasia portal.

Saat Mae Ok membelanya, Wi Gen menunjukkan kalau keinginan membalas dendam So Moon adalah masalah besar. Meski So Moon membantah, Wi Gen mengingatkan, ia bisa merasakan apa yang So Moon rasakan. So Moon menjadi emosi didesak seperti itu. Yang membuat inspektor memutuskan mengabulkan permintaan Wi Gen.

So Moon meminta maaf dan minta diberi kesempatan, agar bisa membebaskan jiwa orang tuanya yang dimakan Chung Sin selama tujuh tahun ini. Wi Gen tak bergeming, keinginan terlalu kuat membalas dendam, membuat So Moon tidak beda dari Chung Sin. Wi Gen pun memutuskan hubungan.

 So Moon terjatuh dan didekap oleh Jang Mool. Rambut So Moon kembali menjadi lurus. Saat ia mencoba berdiri, kakinya kembali lumpuh. Jang Mool memarahi yang lainnya, kenapa itu bisa terjadi? Ha Na disuruh menghapus ingatan So Moon. Jang Mool mengajukan diri melakukannya, meski berat bagi semuanya.

Jang Mool mengantar So Moon pulang dan menghapus semua ingatan kakek Seok Goo dan nenek Choon Ok selama So Moon menjadi counter. Jang Mool bisa merasakan kebaikan dan kehangatan hati kakek-nenek So Moon.

Mae Ok merobek papan penyelidikan yang mereka buat. So Moon bisa melanjutkan hidup, tapi kalau para counter melakukan kesalahan lagi, mereka akan mati.

Chung Sin melumpuhkan anggota sekuriti kantor walikota. Ia menawarkan mengurus genk Eonnie dengan imbalan kejahatannya dihapuskan. Myeong Hwi minta diberikan buku ledger milik Sang Pil. Myeong Hwi mengajak Chung Sin membuat keributan besar yang membuat kalau ia tertangkap, rating Myeong Hwi bisa naik lagi. Mereka berdua tertawa terbahak-bahak.

Hyuk Woo cs memperhatikan So Moon yang berjalan pincang dan mulai mem-bully nya. Joo Yeon dan Woong Min mengajak So Moon ke atap, menanyakan apa yang terjadi? So Moon bingung, apa yang sahabat karibnya bicarakan?

Soo Hoo memberi tahu Mae Ok, kalau Wi Gen sudah mulai mewawancara calon pengganti So Moon, membuat Mae Ok menjadi kesal. Mae Ok minta Soo Hoo membantunya mencarikan jalan agar So Moon bisa kembali.

Tapi, pencarian pengganti tidak berjalan mulus. Para kandidat banyak yang mengundurkan diri saat tahu pekerjaan itu akan membahayakan jiwa mereka. Hanya satu tersisa, Lee Seon Ho, seorang pemadam kebakaran. Soo Hoo memberi alternative untuk memberi So Moon kesempatan kedua. Tapi, Wi Gen ingin bertemu dengan Seon Ho.

Gi Ran menjanjikan Seon Ho akan langsung bisa sadar kalau menerima tawaran mereka. Tapi, Seon Ho lebih senang duduk menikmati alam. Ia sudah terlalu capai dan ingin bertemu dengan almarhumah istrinya saja. Selesai berkata demikian, Seon Ho menghembuskan nafas terakhir.

Mo Tak menegur Mae Ok yang memata-matai So Moon. So Moon terlihat baik-baik saja, dan lagi, ia tak kan bisa mengenali Mae Ok dan Mo Tak lagi.

Bersambung

Komentar aku: ha! Aku benar. Meski benci setengah mati sama bulliers, aku rasa mereka akan berperan penting dalam perkembangan pengontrolan emosi So Moon. Huhuhu…