You Raise Me Up Ep. 06.1

Rating: R-18+, harap bijaksana untuk kandungan tema yang dibahas

Alih-alih memberikan sapu tangan merah muda, Ru Da memeluk Yong Sik sambil menepuk-nepuk punggungnya. Pemilik warung memergoki mereka dan menyuruh Yong Sik melayani tamu. Ru Da menjelaskan kalau ia akan menggantikan tugas Yong Sik selama sebulan ini, sembari terus menenangkan Yong Sik.

Ru Da mendatangi meja ibu Yong Sik, mulai melayani mereka. Ia memperkenalkan diri sebagai teman Yong Sik yang bekerja sebagai dokter. Ia mulai memuji-muji Yong Sik dan ibunya, membuat kedua teman ibu Yong Sik kehilangan selera makan mereka.

Selesai kerja, Ru Da mengantar Yong Sik pulang. Yong Sik berterima kasih, lalu mulai menyalahkan diri. Ru Da menegur, minta agar Yong Sik mulai menyayangi dan menghargai dirinya sendiri. Perut Yong Sik berbunyi dan ia mengajak Ru Da mampir makan ramen bersama.

Ru Da menyuruh Yong Sik mengeluarkan soju. Yong Sik terkenal pandai membuat ramen enak, mereka lalu menghabiskan 3 panci ramen: ramen, ramen dengan susu dan ramen dengan cabe.

Ru Da yakin, semua ramen yang ia makan membuat berat badannya bertambah dan mematahkan hak sepatu. Melihat tetangga yang sebelumnya bertengkar, pulang dengan menggedong temannya, Yong Sik pun menggedong Ru Da.

Sampai di ujung jalan, Ru Da melihat pergelangan kaki Yong Sik lecet. Yong Sik bersikeras kalau ia baik-baik saja dan membopong Ru Da masuk taksi.

Di kamar, Yong Sik menelpon ibu, meminta maaf karena tak bisa bertemu. Ibu Yong Sik tidak marah, ia bahkan senang karena bisa bertemu Ru Da. Yong Sik tersenyum.

Di unit, Ru Ri bingung melihat raut muka Ru Da. Ru Da ingin tahu apa yang tergambar di mukanya? Ru Ri merasa ada kehangatan memancar dari muka Ru Da.

Keesokan hari, Yong Sik kembali dihipnotis Ji Hyuk. Yong Sik bercerita tekanan terberat minggu ini adalah waktu melihat ibunya dihina dan tak tidak bisa berbuat apa-apa. Ia tidak mencari warna merah muda. Karena Ru Da memeluk dan menenangkannya. Anehnya, ia merasa tenang, merasa ingin bersandar dan menyukai rasa itu.

Meski Yong Sik pun tahu, ia tak boleh punya perasaan seperti itu. Orang seperti dirinya, tidak boleh menyukai Ru Da. Selesai terapi, Ji Hyuk mengingatkan untuk terus berusaha mengurangi ketergantungan akan warna merah muda.

Ji Hyuk kembali mengingatkan, meski Ru Da sangat ingin Yong Sik sembuh, Ru Da tidak diperbolehkan melakukan hal yang bisa membuat Yong Sik salah mengerti atau mempermainkan perasaan Yong Sik. Ru Da terdiam.

Bersambung

Komentar aku: Yup. Sepertinya, Ru Da masih kesulitan membedakan antara kerja dan hati. Tapi sulit juga, ya, karena cinta datang tanpa diundang. Yang bisa melihat malah Ru Ri. Ia tahu kakaknya sedang jatuh cinta. Besar kemungkinan Ji Hyuk juga mulai sadar… haugh. Tapi, aku suka saran yang diberikan Ru Da, kalau kita harus bisa menyayangi dan menghargai diri kita sendiri. Kalau bukan, diri kita sendiri, siapa? Terkadang, kita bisa lebih toleran terhadap kesalahan atau kekurangan teman kita dibanding kesalahan atau kekurangan diri kita sendiri. Aku bisa mengerti dan terhubung dengan ini, karena aku ingin bisa semua berjalan sempurna. Kalau ada yang tidak sempurna = kesalahan aku. Hiks.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: