You are My Spring Ep. 09.2

Mi Ran pergi ke kuil bersama temannya, Kim Yeon A. Yeon A menjelaskan kalau Mi Ran akan segera bertemu orang di dalam mimpinya. Membuat Mi Ran teringat akan suaminya, Kang Yun Chan. Ia menulis doa, meminta agar Yun Chan menepati janjinya, untuk tidak pernah mencari Mi Ran dan kedua anak mereka. Sayang, pita doa terlepas dari lentera dan terbang menutupi keping doa Mi Ran, seolah Yun Chan pergi mencari keluarganya.

Da Jeong menurunkan wajan yang siap menghantam Tae Jung dan tersipu, ketika mendengar Young Do memuji foto dirinya saat di SMA yang ditunjukkan Tae Jung. Hasil penyelidikan Tae Jung dilaporkan ke Mi Ran. Tae Jung terkesan dengan sifat Young Do.

Kali ini, Chase yang menghubungi Da Jeong dan minta bertemu seusai kerja. Mereka pergi makan bersama. Chase makan terburu-buru dan ditegur oleh ibu pemilik warung. Ia ingat, dulu sewaktu di panti asuhan, bisa makan adalah satu kemewahan.

Seusai makan, mereka berbincang. Chase bisa merasa kalau Da Jeong masih menatapnya dengan rasa takut. Da Jeong minta maaf, tapi Chase tidak ingin maaf. Ia ingin tahu, apakah mungkin ia bisa mengajak Da Jeong makan dan mengenal Da Jeong lebih dekat? Akankah Da Jeong mengerti atau malah menjadi takut?

Chase kembali ke unit dan melihat rekaman dari dashboard mobilnya, memperhatikan sosok pria yang menaruh bunga. Ia membakar kertas bunga yang bertuliskan ‘…kau’. Ia menutup computer yang dengan jelas memperlihatkan muka si pria.

A Ri melapor kalau ada pria mencurigakan bolak-balik berjalan di depan café mereka. Eun Ha menemui pria itu, yang ternyata adalah Jun Ho. Eun Ha lalu naik ke kantor Young Do dan melampiaskan perasaannya. Eun Ha sakit hati, kenapa Jun Ho selalu merasa hanya ia yang bisa memberikan cinta sementara Eun Ha hanya bisa menerima cinta?

Bu Oh memberikan bingkisan dari Da Jeong, setelah Eun Ha pergi selesai melampiaskan kesalnya. Satu kemeja baru, surat dan sekuntum bunga kertas. Da Jeong belajar membuat origami bunga. Ia tidak lagi takut akan mawar kertas, karena ia akan mengganti arti kata bunga kertas menjadi mirip arti lollipop bagi Young Do.

Hadiah dan bunga mawar yang dibuat Da Jeong, membuat Young Do menyadari arti Da Jeong untuknya. Seseorang yang berani melipat dunianya agar bisa membuat Young Do semakin dekat dengannya. Ia pun bergegas menemui Da Jeong.

Da Jeong sendiri harus pergi, Cheol Do ingin bertemu. Ia menyilahkan Young Do menunggunya.

Kali ini, giliran Cheol Do yang mencurahkan isi hatinya. Ia takut bertemu ayahnya. Ia merasa hanya bersantai dan tidak melakukan pekerjaan yang berarti, karena khawatir ia akan gagal melakukan pekerjaan sesungguhnya.

Young Do ketiduran saat menunggu Da Jeong. Ia bermimpi Da Jeong mengucapkan kata-kata yang dicurahkan Eun Ho, dan berjalan pergi meninggalkannya. Ia terbangun saat Da Jeong menyentuh lembut rambutnya. Young Do meminta agar Da Jeong tidak pergi, menarik ke dalam pelukan dan mencium Da Jeong.

Bersambung

Komentar aku: whao… ciumannya lama (bagi yang menonton, kkkk…). Sebentar, aku baca di twitter kalau musim panas di Seoul lumayan panas dan musim dinginnya menusuk. Jadi, itu waktu shooting menunggu di rooftop apa Kim Dong Wook tidak kepanasan, ya?

Yang pasti, aku sendiri tidak mau berjemur di rooftop jam 10 – 17.00WITA. Huah, meski langit di Bali lebih biru dari Jakarta, panasnya tidak tahan. Jam 18.00 masih agak terang, tapi langsung gelap begitu pukul 18.30WITA. Eh, ini di luar drama, ya? kekeke… Siapa yang suka berjemur di Indonesia?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: