Monthly Magazine Home

Network: JTBC (original network), iQIYI, VIKI

Rating: R-15+

Genre: Komedi, Romansa, Pekerja

Mulai tayang: 16 Juni 2021

Status: sedang tayang untuk 16 episode

Na Young Won, yang baru saja kehilangan kerja karena majalah tempat ia bekerja ditutup, harus juga kehilangan tempat kost, yang pertama karena kena tipu, yang kedua karena nyaris diperkosa anak induk semang. Teman karib sekaligus seniornya, Yeo Ui Joo, mengajaknya bekerja di majalah bulanan Home.

Pemilik majalah, Yoo Ja Sung, adalah pria yang mengusirnya dari tempat kost pertama. Yoo Ja Sung terkenal keras, tidak pernah berkompromi, penuh perhitungan dan dingin.

Satu hal berlanjut dengan yang lainnya, membuat Young Won dekat dengan Ja Sung, sampai mereka berbagi unit apartment mewah milik Ja Sung.

Yuk, kita ikuti perjalanan cinta mereka ditambah sifat ajaib dari nyaris semua staff majalah Home.

Kenapa baru sekarang merekap, setelah berjalan 8 episode? Ha! Serius, setelah Sell Your Haunted House, aku kesulitan mencari drama yang sesuai dengan kepribadian aku. Bisa jadi, ditambah karena aku terlalu pemilih (hehehe…). Kompetitor terbesar The Devil Judge. Setelah melihat 2 episode, aku belum yakin, terutama karena acting Jin Young. Padahal, aku menyukai GOT7 dan acting Jin Young di He is Psychometric yang lumayan meyakinkan. Apa terkena demam panggung harus berhadapan dengan Ji Sung? Semoga aku berubah pikiran setelah 4 episode.

Awalnya, aku tidak menyukai penokohan Young Won yang seperti terlalu takut untuk bersikap tegas di hadapan staff, terutama kalau dipaksa untuk mentraktir mereka minum atau makan. Tapi, melihat ia berani melawan anak induk semang dan terus bekerja meski pernah tangannya terbakar panci panas, plus, teringat ini drama komedi, aku memutuskan terus menonton. Whoa… aku bisa menikmati dengan baik.

Kedua, rumah. Memiliki rumah adalah problem bagi generasi sekarang, setidaknya itu yang aku baca di internet. Kesulitan mencari pekerjaan tetap dengan gaji yang bisa memungkinkan untuk menabung (alias tidak gali lubang tutup lubang memenuhi kebutuhan bulanan), dan mengkredit rumah, itu tidak mudah. Apalagi ekonomi dihantam kondisi pandemic. Pada akhirnya, aku juga bertanya pada diri sendiri: lebih baik punya rumah vs menyewa (kamar/rumah/pavilion/apartment sewa, dll…)? Dulu, aku akan berpikir punya rumah. Sekarang, aku cenderung memilih sewa. Hmmm…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: