Monthly Magazine Home Ep. 02.2

Shin Gyeom memberikan kimchi bagiannya untuk Young Won, ia juga mencoba membesarkan hati Young Won.

Young Won kesal, apakah benar sebegitu berharganya berhemat membawa kimchi pemberian yang hanya membuat ia dimarahi dan dipermalukan di depan staff lain? Ja Sung imaginary langsung membenarkan, minggu ini Young Won telah berhemat dengan baik!

Young Won langsung berhitung apa saja yang ia TIDAK jadi beli, dan ia berhemat 105,200won, wow!

Mi Ra memberikan hasil penelitian unuk advertorial kursi pada Young Won. Sang Soon gagal mendapatkan undian dan meminta balik ginseng yang ia berikan kemarin. Semua mengembalikan, kecuali Young Won, yang belum tahu kebiasaan Sang Soon ini. Sang Soon minta penggantian uang.

Ja Sung tanpa basa-basi menjelaskan kenapa Sang Soon tidak menang. Nilai kredibilitasnya masih di bawah standar. Ia menyarankan agar Sang Soon berkeluarga, baru mengikuti undian agar nilainya naik. Ja Sung menyuruh Sang Soon membayarnya kalau ingin berkonsultasi lebih lanjut.

Ui Joo mencoba menasehati Sang Soon. Sementara, Ja Sung imaginary menyuruh Young Won tidak membayar Sang Soon, bukan salah Young Won meminum ginseng hadiah. Ui Joo melarang Ja Sung meminta uang dengan menerangkan kondisi Young Won.

Sang Soon mengembalikan paket itu. Karena Ja Sung menegur mereka, staff berbicara lewat chat. Tidak sengaja Sang Soon salah mengirim chat, sehingga akhirnya Kepala Editor pun tahu kondisi Young Won. Young Won merasa malu dan pergi ke studio, dengan alasan pemotretan.

Mereka telah selesai menata set dan memulai pemotretan. Semua berjalan lancar sampai saat membereskan set, Mi Ra terpeleset dari tangga. Young Won menangkapnya dan terdorong ke belakang, menyebabkan lilin yang menyala terjatuh dan membakar kursi mahal itu.

Mi Ra meminta maaf sambil menangis tersedu-sedu. Young Won menghadap Ja Sung dan mengakui itu sebagai kesalahannya. Ja Sung menyuruh Young Won meminta maaf secara resmi, membayar harga kursi 5juta won, dan membawa kursi rusak itu pulang.

Mi Ra mengirim text, meminta maaf dan berjanji akan membayar segera setelah ia menjadi editor. Young won terduduk, tertawa dan menangis menyesali nasibnya.

Shin Gyeom makan malam bersama Ja Sung. Ia akhirnya menceritakan kebenaran di balik terbakarnya kursi itu, meski Young Won meminta Shin Gyeom untuk merahasiakannya. Ja Sung menolak membicarakan hal itu lebih lanjut.

Ja Sung kembali ke kantor dan memeriksa computer Young Won yang terlupa dimatikan dan terhubung dengan laptop rumah. Ia bisa membaca curahan hati Young Won tentang keluarganya yang terkena tipu, dan hal itu menghancurkan hidup mereka.

Ja Sung jadi teringat akan apa yang ia alami, yang mirip dengan kondisi Young Won. Ditinggal orang tua, diusir dari rumah paman, bekerja serabutan demi keluar dari cengkraman kemiskinan.

Sang Soon sampai di rumah dan membaca text yang dikirim pacarnya. Sang Soon sangat mencintai dan memuja pacarnya, yang pernah menolak ditawari kencan buta dengan pengacara berumah di Gangnam. Ia benar-benar ingin bisa menang undian apartemen itu.

Perut Young Won berbunyi keras, Young Won membujuk agar si perut berhenti berbunyi, ia baru saja kehilangan 5juta won. Tak lama, di depan gedung apartment, Shin Gyeom melihat Young Won pergi ke mini market dan mengajak membeli paket mie instan 1+1. Young Won tersenyum lebar.

Rupanya, tadi Young Won menerima telpon dari Ja Sung yang memberi tahu perusahaan akan membayar ganti rugi kursi, ia tak ingin perusahaannya dituntut serikat pekerja. Itu sebabnya Young Won tersenyum lebar saat bertemu Shin Gyeom.

Shin Gyeom mengajak Young Won menjadi partner mini market, jadi mereka bisa selalu beli paket 1+1. Young Won tersenyum senang saat Dragon, seorang anggota café Coarse Salt, memberi semangat via comment. Di unitnya yang kosong, Dragon/Ja Sung tersenyum membaca ucapan terima kasih dari Young Won.

Prologue… setahun yang lalu, Ja Sung bergegas memasuki unit 707 yang diberi pita pengaman polisi. Kondisi unit sangat berantakan dan di kaca tertulis kalau si penghuni membunuh diri karena ulah Ja Sung!

Bersambung

Komentar aku: kelemahan drama ini? Merekap membuat aku menonton dua kali. Dan, yang membuat aku sebal saat melihat saat pertama menonton ternyata tidak menyebalkan saat kedua kali menonton. Aku baru sadar, aku kesal karena para pemain benar-benar masuk ke dalam perannya. Sehingga, yang digambarkan sebagai orang-orang yang mengesalkan, seperti Sang Soon dengan keantikannya minta hadiah dikembalikan utuh kalau gagal dapat undian, atau Kepala Editor Choi yang selalu minta ditraktir, atau, bahkan Young Won yang terlihat seolah hanya menerima nasib (padahal tidak), benar-benar berakting seperti karakternya dengan lebih dari baik.

Padahal, di balik semua itu, masing-masing tokoh punya masalah pribadi yang secara tidak langsung terkait dengan rumah. Baik itu keinginan berumah tangga, keluar dari kesulitan keluarga/membantu keluarga, kehilangan kesempatan, dll… Salute untuk penulis. Rumah di sini, bisa berarti fisik sebuah bangunan atau non-fisik hati tempat kita tinggal. Oy… kok jadi romantis?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: