You are My Spring Ep. 02.2

Eun Ha menegur Da Jeong yang turun ke café dan melihat sekeliling. Chae Jun kemarin datang, membayar banyak cup kopi, agar Da Jeong tidak menjadi  teman yang minum gratisan, sekaligus pamit. Eun Ha heran, kenapa Da Jeong mengusir pria baik-baik seperti Chae Jun dan memacari pria brengsek.

Eun Ha merasa bersalah. Ia mengingat pembicaraan terakhir kalau ia merasa terbebani dengan perasaan suka Chae Jun. Masalah Eun Ha adalah, ia selalu merasa sangat bergairah sebelum benar-benar jatuh cinta. Lalu, setelah patah hati, ia kesulitan melepaskan diri dari rasa itu.

Tae Jung menelpon Da Jeong, memberi tahu kalau Chae Jun datang ke cafenya. Da Jeong datang dan mengajak Chae Jun bicara di luar. Chae Jun ingin tahu apa dalam mimpi Chae Jun, saat salju dan makan jeruk, ada kucing di sana? Chae Jun tertawa… akan ada banyak kucing nantinya.

Young Do memberi kuliah tentang sosiopat vs psikopat. Sementara, Da Jeong berkencan dengan Chae Jun. Selesai nonton film yang Da Jeong benci, karena merupakan imitasi dari Rain Man + The Shining + drama penuh air mata, mereka mampir ke café. Sebuah kotak musik tua menarik perhatian Da Jeong.

Young Do makan malam berdua dengan Jin Bok. Young Do terganggu dengan ingatan pandangan dingin tak beremosi dari pria tanpa baju di kamar mandi bar, dulu. Ia merasa melihat pandangan yang sama akhir-akhir ini. Jin Bok menyuruhnya berhati-hati.

Da Jeong kesal karena Chae Jun terang-terangan menunggunya di hotel. Mereka lalu bertemu di café. Da Jeong tidak marah, tapi ia tak ingin Chae Jun menemuinya di hotel lagi. Chae Jun minta izin keluar sejenak untuk mengejar anak buahnya, Kim Jeong Bin, yang memergoki ia berkencan.

Saat kembali, ia melihat Chae Jun mencoba membuka kode ponselnya. Da Jeong berdiri membeku di depan pintu café, lalu pergi ke kamar kecil. Tapi, waktu Da Jeong kembali ke mejanya, Chae Jun sudah tidak ada. Ia meninggalkan mawar kertas di meja mereka. Pelayan menawarkan membersihkan meja.

Da Jeong duduk termenung di depan café Selecto, ia membelikan Young Do minum. Setelah berbicara dengan terbuka, mereka menjadi lebih menerima sifat masing-masing. Terutama, setelah Young Do menjelaskan, ia bersedia mendengarkan curahan hati Da Jeong, kapan pun ia siap.

Da Jeong memperhatikan ponselnya, ingin tahu apa yang Chae Jun coba lakukan. Ia teringat akan mawar kertas yang ditinggalkan dan menemukan pesan tertulis di kertas itu: nama stasiun, nomor dan kode loker penyimpanan.

Young Do keluar dari café Selecto dan melihat Chae Jun memperhatikan unit Da Jeong dengan seksama. Jin Bok menelpon, mengirim foto Chae Jun – Da Jeong. Ia mengaku mendapat tip kalau Chae Jun adalah pembunuh, dan menemukan pisau bukti di apartemen Chae Jun. Young Do terburu-buru pergi mencari Chae Jun.

Da Jeong sampai di stasiun Yongsan. Ia menemukan kotak music kuno yang ia lihat saat berkencan dengan Chae Jun. Bagi Da Jeong, kotak music itu seperti kucing hitam dalam The Black Cat, mencegah agar sebuah kejahatan tidak terkubur selamanya.  

Di dalam kotak music itu tersimpan sebuah foto. Da Jeong terkesiap melihat foto itu.

Young Do pergi ke sebuah gedung yang terbengkelai dan menemukan mobil Chae Jun. Chae Jun berdiri di tingkat paling tinggi, menatap mobil yang ia parkir di bawahnya. Ia menangis terisak dan melemparkan diri.

Saat yang sama, Da Jeong seolah tersentak dan menangis. Seekor kucing hitam melintas di depan mobil yang dijatuhi Chae Jun. Young Do berjalan mendekat. Di tangan Da Jeong, terlihat foto Da Jeong kecil berdiri di samping anak lelaki yang memberinya buku dan sepucuk surat.

Bersambung

Komentar aku: pertama: Saat seseorang bertanya, ‘Apakah kamu baik-baik saja?’, pada seseorang yang tampak sedang bermasalah. Kalau jawabannya, ‘Semua berjalan lancar’, artinya mereka mencoba berpikir positif. Kalau jawabannya singkat, ‘OK’, artinya mereka tak punya energi untuk menjawab dan ingin si penanya berhenti bertanya. Kalau jawabannya, ‘Tidak buruk’, artinya, memang ada yang terjadi, tapi mereka sedang tak ingin menerangkan lebih jauh.

Whoa, untuk aku yang tahu tentang depresi akut, ini sangat menohok. Ada kalanya aku merasa tak berdaya, sekaligus marah, karena tidak bisa meraih atau merangkul. Sementara hati ingin menolong, kepala terus mengingatkan untuk menahan diri.

Kedua: anak lelaki itu Chae Jun? Jadi, Chae Jun bukan sekedar imajinasi Da Jeong? Kekeke… ramai dunia persilatan. Dua episode ini berawal dan berakhir di tempat yang sama. Good! Tak sabar menunggu episode-episode selanjutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: