Doom at Your Service Ep. 14.2

Dong Kyung menggenggam tangan SoNyeoShin, meminta tolong agar dibantu untuk terakhir kalinya. SoNyeoShin tidak bisa, itu sudah di luar kuasanya, sekarang. Dong Kyung ingin memilih kiamat saja kalau begitu. SoNyeoShin memeluk Dong Kyung, ia tahu rasanya, karena ia selalu dihidupkan untuk mati lagi. Tapi, Dong Kyung harus menerima bencana ini, itulah nasib Myeol Mang.

Dong Kyung protes karena tidak ada yang bahagia untuk akhiran yang SoNyeoShin pilih. SoNyeoShin berdalih, kalau semua mati/kiamat tidak ada yang tahu. Hanya dengan terus hidup Dong Kyung akan bisa mengerti itu adalah keputusan yang terbaik.

Episode 14: Nasib itu Berhati Beku

Dong Kyung membuka pintu rumah, Myeol Mang berdiri di hadapannya, memberikan serangkai mawar merah dan melamarnya. Dong Kyung tertawa dan menyuruh Myeol Mang masuk. Mereka lalu berjalan-jalan berdua. Myeol Mang heran melihat pohon yang disangka mati, menumbuhkan daunnya kembali. Dong Kyung mengajak mereka kembali lagi, saat pohon itu berbunga.

Mereka berbelanja, memasak, menonton acara TV, berkonsultasi ke dokter, tidur berdampingan, menjalani hari-hari mereka bersama, berdua. Dong Kyung melihat Myeol Mang duduk di samping jendela, tersenyum padanya. Ia bertanya-tanya, apa bedanya mengingat semua kenangan itu dengan kiamat di hatinya? Sanggupkah ia melanjutkan hidup sendiri membawa kenangan akan Myeol Mang?

H-1

Ji Na membuka hadiah dari Dong Kyung, sebuah pena. Sun Kyung menaruh buku tabungannya di salah satu dari empat tas berisi sepatu-sepatu yang ia dapat dari Dong Kyung, dan membaca pesan untuknya. Bibi Soo Ja tak sanggup menahan airmata, membaca pesan dari Dong Kyung, berterima kasih untuk semua cinta yang bibi berikan untuknya.

Dong Kyung juga melayat ke rumah abu kedua orang tuanya. Ia mengungkapan ketakutan akan pilihan yang ia ambil dan kepedihan yang akan ia alami. Myeol Mang sudah menunggunya di depan rumah abu dan mengajak Dong Kyung pergi bersamanya, mendampingi Myeol Mang bekerja.

Myeol Mang datang menemui SoNyeoShin, untuk pamit. Myeol Mang mengungkapkan ia memilih untuk mengorbankan diri agar bisa memenuhi janjinya, melindungi Dong Kyung dan dunia. SoNyeoShin tersenyum simpul, ia pun kali ini memilih untuk tidak mati dan tinggal lebih lama di dunia. Ia menyukai kehidupannya kali ini dan ingin melihat bunga bersemi.

Dong Kyung panik melihat Myeol Mang tak tidur disampingnya. Ia menangis dan memohon agar Myeol Mang membuatnya tidak mencintai satu manusia pun, itu permohonannya. Myeol Mang tidak bisa mengabulkan itu. Manusia akan bisa jatuh cinta lagi, tapi malaikat maut hanya bisa mencintai sekali saja.

Dong Kyung tersedu-sedu, ia tak sanggup hidup tanpa Myeol Mang. Setelah tenang, Dong Kyung meminta Myeol Mang membawanya ke dunia Myeol Mang, ia ingin menghabiskan detik-detik terakhirnya di dunia Myeol Mang.

Myeol Mang menutup mata Dong Kyung. Saat Dong Kyung membuka mata, ia berada di dunia Myeol Mang, dunia pararel yang kosong. Tak ada orang menyebrang, bekerja di Life Story, bermain di taman, atau datang ke café Mellifluous. Di dunia ketiadaan, keberadaan Myeol Mang sama seperti debu yang tidak berarti, karena tidak ada yang harus ditiadakan.

Dong Kyung mengajak Myeol Mang ke gereja, ia ingin berdoa. Myeol Mang mengingatkan kalau tidak ada dewa di dunia ketiadaan, karena tidak ada manusia yang berdoa di sana. Dong Kyung mengingatkan, ia masih manusia.

Meski tak ada dewa, Dong Kyung masih memohon agar ia tak jatuh cinta. Sebelum Myeol Mang membantah, Dong Kyung menyatakan cintanya dan meminta maaf karena sangat mencintai Myeol Mang. Mereka berciuman, dan Myeol Mang membawanya kembali ke depan rumah Dong Kyung.

Hari semakin mendekati akhir, Myeol Mang minta Dong Kyung menggenggamnya, sembari menenangkan kalau semuanya akan baik-baik saja. Tangan Dong Kyung bergetar, Myeol Mang menggenggamnya erat. Myeol Mang memberi tahu kalau ia akan membawa rasa sakit dan kepedihan Dong Kyung. Ia diciptakan untuk Dong Kyung, karenanya ia ingin Dong Kyung terus hidup dan berbahagia.

Myeol Mang tadi berdoa demi kebahagiaan Dong Kyung. Ia mengingatkan agar sama seperti waktu hujan dulu, Dong Kyung hanya perlu terus berlari tanpa melihat ke belakang. Myeol Mang mulai menghilang, Dong Kyung tersedak dan duduk terjatuh.

Hujan turun membasahi bumi.

Bersambung

Komentar aku: berdoa… semoga drama yang diambil Seo In Guk & Park Bo Young berikutnya bukan drama yang mengingatkan Romeo & Juliet. Errr… Shakespeare itu bermain dengan perasaan kita, karena sebetulnya Juliet tidak meninggal saat Romeo datang, ia baru benar-benar mati bunuh diri dengan pisau setelah bangun dan menemukan Romeo mati minum racun. Ha!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: