Doom at Your Service Ep. 12.1

Myeol Mang menangkap pemantik yang dilempar seorang pria yang hendak membakar apartment. Myeol Mang tak habis mengerti, kenapa SoNyeoShin masih mengasihani pria yang jelas-jelas akan berkembang menjadi pembunuh berseri: mulai dari membunuh binatang, membakar gedung, lalu membunuhi orang. Myeong Mal merasa manusia-manusia memang mahluk tak berguna.

Dong Kyung bertemu Dr. Dang Myun untuk berkonsultasi, dan ia memberi apel yang ia beli dari ibu yang jualannya dijatuhkan pengguna sepeda. Dr. Dang Myun berpesan agar Dong Kyung menjalani hidup sepenuhnya, bukan agar Dong Kyung tidak menyesal, tapi karena sikap Dong Kyung yang selalu baik. Pada akhirnya, kebaikan akan menang.

Myeol Mang menjenguk SoNyeoShin. Myeol Mang merasa berbeda dengan SoNyeoShin yang memperlakukan manusia dengan kasih sayang. Sampai hari ini, Myeol Mang tidak menemukan satu manusia pun yang ia suka. SoNyeoShin meminta maaf, pada Myeol Mang dan pada tanamannya yang menunduk layu di depan jendela.

Myeol Mang bertumbukkan dengan Dong Kyung. Mereka tak saling mengenal, tapi keduanya merasa ada yang aneh. Meski begitu, mereka kembali berjalan ke arah yang berlawanan.

Dong Kyung menjenguk Dalgona. Dalgona bisa melihat kalau Dong Kyung berubah dari yang biasanya bersemangat, menjadi tertekan. Dong Kyung mengaku ia lupa banyak hal, mungkin karena efek samping penyakit yang ia derita. Dalgona berusaha menyemangati Dong Kyung dan memberi seikat tulip kuning.

Bibi Soo Ja dan Sun Kyung membantu membereskan rumah Dong Kyung. Tiba-tiba text dari Daehan masuk, Daehan mengaku ia masih memikirkan Dong Kyung. Sun Kyung heran, kenapa Dong Kyung masih menyimpan nomor telpon bekas pacar brengseknya? Lalu, bagaimana dengan pria satunya? Dong Kyung heran, sejak kapan ia punya dua pacar?

Myeol Mang minum sendirian di rumah, menunggu jam berdetak ke pukul 12 malam. Ia terus mendengarkan permohonan manusia, memilih mana yang akan ia kabulkan di hari ulang tahunnya.

Dong Kyung menatap langit malam, ia hendak memohon, tapi dibatalkan oleh kedatangan bibi. Bibi meyakinkan ia dan paman Kevin akan mengurus rumah Dong Kyung selama Dong Kyung dirawat di RS. Permohonan Dong Kyung pada langit pun terlupakan.

Ji Na melihat naskah novel dan mendesah, ia kehabisan ide. Ji Na memutuskan pergi ke RS membantu Dong Kyung berbenah.  Mereka turun ke lobi dan mendengarkan gosip ibu-ibu tentang hantu gentayangan. Para ibu yakin dokter yang dilihat Dong Kyung adalah hantu, karena tak pernah ada dokter tampan yang bekerja di RS.

Myeol Mang mendatangi pria yang duduk sendiri di ruang duka. Ia mengembalikan apa yang dilakukan pria itu pada almarhum putranya, kaki dan rusuk yang patah. Pria itu membunuh putranya agar bisa hidup bebas, dari putra dan bekas istrinya yang ia anggap sebagai beban semata.

Pria itu berusaha melarikan diri dari Myeol Mang. Dong Kyung menyaksikan saat Myeol Mang hendak mengambil nyawa si pria sebagai ganti nyawa anak yang pria itu renggut. Myeol Mang membatalkan niatnya, keberadaan Dong Kyung akan membuat tugas Myeol Mang menjadi rumit.

Joo Ik melihat kalau Ji Na tidak mengunduh bab web-novel. Ia memutuskan menemui Ji Na. Hyun Kyun yang terus menunggu telpon dari Ji Na membaca novel itu, merasa banyak kemiripan dengan pengalaman cintanya dulu, ia melihat nama si pengarang yang mirip dengan namanya.

Ji Na kesal karena Joo Ik setengah menyalahkannya, untuk selalu bertengger di pikiran Joo Ik. Joo Ik menambahkan, ia juga merasa bertanggung jawab, karena tahu tokoh utama adalah dirinya. Mereka berdua akhirnya kembali di unit Ji Na.

Joo Ik ingin tahu di mana ia berada, apakah ia bisa merebut hati Ji Na atau berada di sisi cinta yang tak terbalaskan? Joo Ik menyuruh Ji Na memikirkannya sekaligus memberi ide untuk lanjutan novel: perasaan Ji Na saat bertemu kembali tokoh utama 9 tahun kemudian.

Bersambung

Komentar aku: Ha! Surprise, aku menyukai episode ini. Meski kembali ke titik awal, penulisan episode ini lebih mirip dengan film kesukaan aku, Sliding Door. Bagaimana kalau seseorang menjalani dunia pararel atas pilihan yang ia putuskan. Selama penulis bisa memberikan pergerakan, dan tidak terfokus pada pengulangan, drama ini bisa kembali menarik. Tolong, tolong…, jangan naik komidi putar lagi… Jelas kok kalau mau keluar dari komidi putar ada petunjuk pintu keluar, hahaha…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: