Doom at Your Service Ep. 12.2

Episode: Dia Yang Terlupakan

Dong Kyung duduk bersama Myeol Mang, yang ia percaya sebagai si hantu tampan. Tanpa basa-basi, Myeol Mang menjelaskan kalau tak lama lagi Dong Kyung akan meninggal, dan jangan susah-susah mencoba menjelaskan Myeol Mang pada  siapa pun, karena orang hanya akan menganggap Dong Kyung berhalusinasi. Dong Kyung hanya bisa kesal pada si hantu tampan yang tak santun ini.

Si pria pembunuh terbangun dalam kondisi terikat di dalam freezer kamar mayat. Myeol Mang ingin ia merasakan apa yang putranya alami, ayah yang tidak mendengarkan suara hati si anak. Para ibu bergosip, seorang pria menjadi gila dan terus meminta maaf sambil mengaku kalau ia membunuh putranya. Dong Kyung bergidik, rasanya ia ingin pindah RS saja.

Sun Kyung datang membawakan kue walnut kesukaan Dong Kyung. Kali ini si ibu setuju, ada pria tampan di RS ini. Tak lama, seorang pria tampan datang lagi menjenguk Dong Kyung, Young Prince.

Young Prince datang: 1. untuk memeriksa seberapa tenar dia; 2. Karena Dong Kyung adalah satu-satunya teman yang bisa membuatnya tertawa; 3. Penasaran dengan kelanjutan novel yang Dong Kyung edit, apa si pelaku utama sudah memilih antara kiamat vs kekasih? Atau, menggunakan efek perjalanan waktu, tapi pada akhirnya si pelaku tetap jatuh cinta dan harus memilih. Begitukah?

Ji Na menulis, menghapus, menulis lalu menghapus lagi jalan cerita novel yang ia buat lalu mengajak Hyun Kyu makan bersama.

Dong Kyung membantu membukakan tutup minuman yang dipegang SoNyeoShin. SoNyeoShin menyarankan Dong Kyung untuk sesekali main di ruang terbuka atap RS, tempat yang menyenangkan. Myeol Mang pun juga datang mengunjungi SoNyeoShin. Myeol Mang heran ada gadis yang bisa mengenalinya, tapi ia tak ambil pusing, karena gadis itu akan meninggal bulan depan.

Ji Na dan Hyun Kyu makan di tempat yang dulu biasa mereka datangi. Ji Na merasa banyak yang berubah, Hyun Kyu tidak yakin. Tapi, pembicaraan mereka menunjukkan kalau kebiasaan mereka memang berubah, dan mereka yang dulu tidak lagi sama.

Hyun Kyu bisa menebak kalau Lee Hyun adalah nama pena Ji Na. Ji Na melarang Hyun Kyu membaca novel-novelnya, Hyun Kyu pun mengerti itu, karena semua adalah tentang dirinya. Tapi, bagaimana dengan novel terbaru? Isinya tidak lagi Hyun Kyun kenali. Hyun Kyu memutus pembicaraan mereka dan mengajak Ji Na minum di kencan berikutnya, Ji Na bisa membuat kesalahan saat mabuk, tapi Hyun Kyu akan tetap menerima Ji Na apa adanya.

Dong Kyung menikmati ruang terbuka atap RS. Myeol Mang merusak ketenangan dengan menyuruh Dong Kyung meninggal di tempat lain saja. Dong Kyung heran, kenapa Myeol Mang seolah menikmati mengutuk dirinya cepat meninggal dan terlepas mengucap kalau ia berharap dunia kiamat saja. Myeol Mang tersenyum makin lebar, seorang gadis yang menyukai kiamat.

Myeol Mang ikut masuk ke dalam lift, memperingatkan Dong Kyung  kalau ia akan merasa kesakitan. Dong Kyung minta tolong. Myeol Mang bersedia, tapi apa yang Dong Kyung berikan sebagai balasan? Myeol Mang menggenggam tangan Dong Kyung, penyakit Dong Kyung menghilang.

Myeol Mang menjelaskan semuanya, tapi Dong Kyung tak percaya, jadi Myeol Mang membawanya kembali ke tepi laut. Mereka benar-benar kembali ke awal, di mana Myeol Mang berusaha mendapatkan kontrak agar Dong Kyung mau membuat dunia kiamat.

Kali ini, Dong Kyung menolak menggenggam tangan Myeol Mang. Dong Kyung mengaku ia nyaris menyetujui kontrak itu, tapi ia tahu, rasa sakit yang hilang akan tergantikan dengan yang lain. Jadi, lebih baik tidak. Myeol Mang menyentuh rambut di dahi Dong Kyung dan ia tersedot kembali ke rumahnya.

Dong Kyung heran kenapa ia menangis? Begitu juga Myeol Mang, yang langsung menghampiri SoNyeoShin meminta penjelasan. SoNyeoShin mengaku ia tak berbuat apa-apa pada Myeol Mang, tapi pada Dong Kyu dan tanaman di pot samping SoNyeoShin mulai hidup kembali.

Dong Kyung mengambil ponsel, mencari nama Saram dan menemukannya. Dong Kyung mencoba menghubungi Saram. Pintu lift terbuka, bunyi dering ponsel terdengar dari jaket Myeol Mang yang berdiri di depannya.

Mereka saling bertanya, siapa mereka masing-masing?

Bersambung

Komentar aku: huaaahh… menonton sambil menahan nafas, aku pikir akan benar-benar kembali naik komidi putar dari pintu awal. Ternyata tidak, haaahhhhh… nafas lega. Benar-benar lega. Karena aku jadi menikmati lagi menonton drama ini. Karena pilihan K-drama yang ada semakin terbatas sekarang.

Setelah Sell Your Haunted House yang gemilang, aku mencoba menonton drama-drama baru, sekalian cari untuk direkap…

Nevertheless

Menit-menit awal suka sekali, jarang-jarang cerita dengan latar mahasiswa seni diangkat, cinematografi bagus, pemain cukup handal, apalagi Han So Hee. Prologue dibuka dengan patung wanita dalam kondisi provokatif, menggambarkan pacar pertama yang playboy & manipulative. Pemeran wanita pun memutuskan dengan sikap yang keren, santai, tanpa main lempar-lemparan atau berteriak. Siapa yang tidak suka?

Tapi, setelah itu ke mana perginya ketegaran, kepintaran dan kepala dingin si pemeran utama wanita ya? Karena tiba-tiba kepala pindah ke kaki begitu bertemu pemeran utama pria yang digambarkan juga playboy atau setidaknya banyak menyebar janji manis? Haugh.

Nope… Aku suka tokoh wanita yang bisa tegar dan berkepala dingin.

  • Voice 4: Judgment Hour

Aku sudah keluar sebelum drama mulai, setidaknya hanya 20 menit pertama. OK, seorang polisi tangguh yang didatangkan dari US, tapi waktu menangkap gembong narkoba malah memilih berkelahi tangan kosong, padahal ada satu tim yang bersiaga di sebelahnya dengan senjata api di tangan, yang siap menundukkan dengan mengucapkan miranda & borgol.

Bye bye… Itu artinya drama ini lebih memilih ‘tangan’ daripada ‘otak’.

  • Hospital Playlist

Nah, ini yang paling OK. Bercerita tentang dokter-dokter muda dan pasien mereka. Tapi, aku agak-agak tidak kuat melihat pasien yang digambarkan di drama ini, karena terlalu mirip dengan kenyataan. Terlalu miris… Kuat tidak ya aku merekap ini?

  • At a Distance Spring is Green & Monthly Magazine Home, keduanya mendapat review yang kurang gempita, terutama karena beberapa tokoh digambarkan tidak bersahabat dan boss yang mirip CEO Park. Wah… ini di Doom at Your Service saja sudah kesal dengan penokohan CEO Park yang tak bisa kerja, membayar murah & suka mengancam / verbal-bullying pegawai, ough…  Kenapa jarang digambarkan CEO yang sukses, mumpuni, dan suka berbagi ilmu? (ps: itu sebabnya aku suka Miss Crow with Mr. Lizard, CEO muda yang meski tak suka bergaul tapi cukup adil dan mau berbagi ilmu).

Entah, semoga setelah minimal 4 episode, ada perubahan dan aku bisa berganti pikiran menjadi memutuskan untuk merekap. Tapi, tidak mau mengulang kesalahan aku seperti Mouse. Karena merekap dengan suasana hati tidak nyaman membuat rekapan jadi tidak enak juga untuk dibaca (menurut aku).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: