Doom at Your Service Ep. 10.2

Episode 10: Jawaban yang Tak Disangka

Kali ini, Dong Kyung menemui Ye Ji. Ye Ji mengubah harapannya dari mendapatkan uang banyak, menjadi doa untuk kesehatan Dong Kyung. Jung Min dan Da In datang bergabung. Jung Min hampir saja memeluk Dong Kyung, untuk ditahan Da In. Da In bercanda, ia menyelamatkan nyawa Jung Min dari terkaman Myeol Mang yang duduk memperhatikan mereka dengan muka serius.

Saat di mobil, Dong Kyung protes. Kalau Myeol Mang mengikutinya hanya untuk menakut-nakuti orang, lebih baik Dong Kyung pergi sendiri. Myeong Mang membantah, ia sekedar menjaga Dong Kyung. Tapi, Myeol Mang kembali menatap dengan tatapan setajam pisau waktu Dong Kyung bertemu Young Prince.

Dong Kyung minta Young Prince memberinya pesan dan tanda tangan untuk menyenangkan hati Dalgona yang terkena kanker. Young Prince tahu Dong Kyung juga sakit. Ia meminta tangan Dong Kyung. Myeol Mang sudah bersiap melempar cup soft drink yang ia pegang. Young Prince hanya ingin memberikan tanda tangan sebagai talisman, agar Dong Kyung cepat sembuh.

Dong Kyung meminta pendapat Young Prince. Kalau tema novel adalah memilih antara orang yang dicintai atau kiamat, bagaimana Young Prince mengubah cerita itu menjadi akhir yang membahagiakan? Young Prince akan membuat tokoh utama tidak mencintai siapa-siapa, itu adalah beban yang harus tokoh utama tanggung. Harga yang dibayar agar orang di dunia bisa melanjutkan hidupnya dengan bahagia. Young Prince ingin tahu, itu novel siapa?

Young Prince ingin tahu, apa Dong Kyung pacaran dengan pemilik warung teokkbokki yang terus memandanginya dengan tajam. Young Prince tidak sadar kalau Dong Kyung memilih pria yang tampan untuk jadi pacarnya.

Dong Kyung melarang Myeol Mang bertengkar dengan anak kecil.

Dalgona sangat menyenangi hadiah yang Dong Kyung berikan. Dalgona mengaku, saat terakhir mereka bertemu, Dalgona sengaja menyemangati Dong Kyung agar berani menjalani hidup sepenuhnya. Dong Kyung mengaku, hidupnya jadi menyenangkan. Dalgona tersenyum dan menggenggam tangan Dong Kyung.

Dong Kyung menarik rokok yang hendak dihisap Myeol Mang dan membuangnya, apa Myeol Mang tidak tahu rokok buruk untuk kesehatan? Kalau begitu, apa Dong Kyung mau menikah? Dong Kyung protes, meski sudah pacaran dan berciuman, mereka tidak bisa langsung menikah. Harus ada tahap-tahap yang musti dilalui. Seperti? Masuk ke dalam mobil.

Dong Kyung membawa Myeol Mang ke rumah abu, ke lemari tempat abu orang tuanya disimpan. Berkenalan dengan orang tua adalah salah satu tahap sebelum menikah. Myeol Mang lalu memperkenalkan diri dan meminta restu untuk menikahi Dong Kyung.

Dong Kyung lalu pergi membeli kue dan menyuruh Myeol Mang meniup lilin ulang tahun. Ia ingin merayakan ulang tahun yang selalu dilewatkan Myeol Mang. Myeol Mang meniup lilin dan berharap kalau Dong Kyung akan terus hidup. Harapan Myeol Mang sudah terkabul, karena sekarang Dong Kyung menjalani hidup sepenuhnya.

Dong Kyung pulang dan mencoret semua hal yang sudah ia lakukan dari bucket list yang ia buat.

Joo Ik kembali berkunjung ke unit Ji Na. Ji Na berjanji akan menggantikan laptop Joo Ik. Joo Ik menolak, ia mengatakah hal itu hanya untuk mengendurkan ketegangan antara Jijo King dan Ji Na. Joo Ik melarang Ji Na menjawab telpon dari Hyun Kyu. Joo Ik mengaku ia tinggal bersama Hyun Kyu, pun saat ia mencium Ji Na.

Sejak awal, Joo Ik tidak ingin Ji Na berpacaran dengan Hyun Kyu. Ia tahu kepribadian Hyun Kyu dan ia ingin Ji Na menjadi pribadi yang mandiri, bebas berkembang tanpa pengaruh Hyun Kyu. Ji Na sebetulnya menyadari Hyun Kyu akan melarikan diri dari hubungan saat tidak ingin menghadapi kenyataan. Meski begitu Ji Na tetap menyayangi Hyun Kyu. Apakah hal itu benar membahagiakan Ji Na?

Sebelumnya, Jook Ik tidak merasa bersalah, sampai detik ini Joo Ik mengungkapkan semua karena ia mulai tidak menyukai perasaan tidak enak yang muncul di hatinya.

Satu hal yang belum Dong Kyung lakukan dari bucket list: putus dari kekasih. Ia membereskan notebook dan mengendap keluar membawa koper. Dong Kyung memandang muka bibi dan adiknya. Ia harus menekan perasannya, agar bisa menyelamatkan mereka.

Myeol Mang sudah menunggu di jalan depan rumah. Ia bisa membaca dari gerak-gerik dan raut muka Dong Kyung yang seolah mengucapkan selamat tinggal pada semua orang. Dong Kyung mengiyakan. Itu juga sebabnya ia akan putus dari Myeol Mang. Mereka akan bertemu lagi kalau Dong Kyung sudah selamat, menikah dan mencintai selamanya.

Dong Kyung akan berusaha melupakan semua yang ia cintai. Dong Kyung juga minta maaf telah mencintai Myeol Mang. Dong Kyung melepas genggaman tangan Myeol Mang, berterima kasih dan pergi. Di telapak tangan Myeol Mang terlihat gelang tali merah yang dilepas dan sisipkan oleh Dong Kyung.

Dong Kyung pergi ke Jeju. Ia seolah mengulang kembali bagian hidupnya dan pergi ke tempat yang biasa ia datangi. Saat malam tiba, ia duduk di tepi pantai dan mencoret list terakhir. Myeol Mang menemukan Dong Kyung dan menawarkan tangan, tapi ditepis oleh Dong Kyung. Myeol Mang tidak bergeming, ia tak kan pergi, ia akan tinggal untuk tahu semua perasaan Dong Kyung.

Dong Kyung menangis tersedu-sedu, ia sangat ingin hidup bersama Myeol Mang dan semuanya. Myeol Mang memeluknya, itu adalah harapan Myeol Mang juga. Myeol Mang ingin terus hidup agar bisa mati bersama Dong Kyung.

Bersambung

Komentar aku: whoa, seriously? Dong Kyung pergi hanya karena Young Prince menyarankan hal itu? Ahahaha… bagaimana dengan komitmen dan keyakinan atas ujian yang sebelumnya diberikan SoNyeoShin? Kenapa penulis memilih melakukan u-turn dan kembali ke titik awal? Sementara, jauh lebih menyenangkan melihat bagaimana Dong Kyung berusaha mengajarkan Myeol Mang untuk merasakan sepercik sisi kehidupan manusia, Young Prince yang tidak kalah iseng dari Myeol Mang, atau usaha Dong Kyung untuk pamit pada setiap orang dengan tetap memberikan semangat dan harapan.

Sebagai penyeimbang dari u-turn si penulis (bagi aku), sebetulnya aku ingin menulis sedikit bagian dari Dark Dreams: Sexual Violence, Homicide And The Criminal Mind (Mimpi-Mimpi Gelap: Kejahatan Seksual, Pembunuhan Dan Pikiran Kriminal) karya Roy Hazelwood, pensiunan profiler FBI. Tapi, berhubung ini drama romansa komedi, bukan thriller, aku urungkan. Tidak adil bagi yang ingin menikmati romansa sepenuhnya (hehehe, ingat nasihat SoNyeoShin: cintai sepenuh hati, hidup sepenuh jiwa).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: