Doom at Your Service Ep. 09.2

Episode 9: Bibi Soo Ja menemukan Kebenaran

Ternyata, sedetik saat Dong Kyung tidak bergerak dihadapan Myeol Mang, Myeol Mang juga berhenti melakukan apa pun sebagai malaikat maut/bencana di dunia.

Bibi Soo Ja berkunjung ke rumah abu, berdoa di depan lemari abu saudari kembarnya, Soo Ah. Soo Ja berharap Soo Ah memberi waktu lebih banyak bagi Dong Kyung untuk tetap bisa tinggal di dunia. Voice over… Manusia tidak bisa menggunakan kata ‘selamanya’ saat hidup di dunia yang selalu berubah. Mencintai seseorang selamanya, seperti tak mungkin. Sebaliknya, kehilangan seseorang selamanya, itu terjadi. Tapi, manusia hidup untuk hal-hal yang tidak abadi, seperti mimpi, atau kenangan, atau penyesalan… [Dong Kyung]

Terlihat Sun Kyung yang melepas mimpinya, apa pun mimpinya itu, dan menjadi barista yang bangga saat pembeli memuji kenikmatan kopi buatannya. Ji Na pun mulai mengganti nama samaran Lee Hyun Kyu yang biasanya ia gunakan.

Dong Kyung menelpon Myeol Mang, mengajak menemaninya berbelanja. Pertama, beberapa pasang sepatu untuk Sun Kyung. Kedua, pulpen mahal untuk Ji Na, sebagai cermin dari kepribadian Ji Na yang lebih memilih menggenggam erat kenangan lama yang menyakitkan daripada memulai hal baru yang menyenangkan.  Jadi, pasti pulpen itu akan terus disimpan Ji Na. Ketiga, tas mahal untuk bibi Soo Ja.

Tapi, Dong Kyung belum selesai. Ia mengajak Myeol Mang berfoto berdua. Meski Myeol Mang tidak mengerti kegunaan foto itu, ia tidak menolak. Dong Kyung senang melihat hasil foto mereka dan menjadikan foto itu screen ponsel Myeol Mang.

Di depan rumah, Myeol Mang pamit dan mengajak Dong Kyung bertemu lagi, malam ini.

Malam ini, dalam mimpi, Myeol Mang mengajak Dong Kyung makan malam berdua. Tidak berhenti sampai di situ, Myeol Mang membawa masuk bibi Soo Ja, Ji Na dan Sun Kyung ke dalam mimpi mereka. Bibi Soo Ja dan Ji Na datang memakai hadiah yang dibelikan Dong Kyung. Dong Kyung tidak bisa berhenti tersenyum.

Dong Kyung terbangun, kaget melihat semuanya, kecuali Myeol Mang, berkumpul. Seolah mimpi menjadi nyata. Rupanya, bibi Soo Ja mengundang Ji Na dan Sun Kyung untuk sarapan bersama.

Myeol Mang menjenguk SoNyeoShin. Myeol Mang menjelaskan kalau ia menyesal menjadi pemberontak dan tak pernah menuruti perkataan SoNyeoShin, ia akan berubah. Juga, Myeol Mang menyesali apa yang harus dijalani SoNyeoShin, melebihi rasa bencinya. Untuk pertama kali, Myeol Mang berterima kasih dan bersyukur karena SoNyeShin menghadirkannya ke dunia. Myeol Mang tidak tahu sakit SoNyeoShin semakin parah.

Staff Life Story memberi tahu CEO Park kalau beberapa penulis mengancam mengundurkan diri kalau Dong Kyung tidak lagi menjadi editor mereka. Saat CEO Park marah-marah, Joo Ik menyuruhnya bertanggung jawab atas kekacauan itu dan meninggalkan rapat karena pekerjaan staff masih banyak, staff lainnya mengikuti contoh Joo Ik.

Joo Ik turun ke café, mengajak Hyun Kyu bicara. Ayah Joo Ik masuk dan berteriak memanggil Joo Ik. Untuk menghindari kecurigaan CEO Park yang juga ada di café, Hyun Kyu berpura-pura memeluk ayah Joo Ik dan menyuruh Joo Ik pergi. Tindakannya mengingatkan Hyun Kyu akan apa yang ia lihat saat Joo Ik melakukan hal yang sama pada Ji Na, mencegah Ji Na mengenali Hyun Kyu.

Akhirnya, Joo Ik bertemu Hyun Kyu di lift. Joo Ik minta bicara saat mereka sudah sampai di penthouse. Joo Ik mengakui kalau ia mengenal Ji Na. Sesampainya di penthouse, Kyun Hyu menolak keluar dari lift dan memilih turun, ia perlu menemui seseorang.

Kyun Hyu pergi menghampiri Ji Na yang sedang mencuci baju di laundromat. Ia menuntut Ji Na menjadikannya pacar, karena ia yang pertama bertemu dan menyukai Ji Na. Kyun Hyu tidak peduli kalau Ji Na menyukai orang lain.

Dong Kyung berjongkok di pinggir jalan menunggu waktu charge gelang merahnya. Kondisi agak merepotkan karena mereka tidak lagi tinggal bersama. Selesai charge, Dong Kyung menolak melepas genggaman tangannya. Myeol Mang tidak bisa mengizinkan Dong Kyung tetap hidup, karena ia harus terus ada untuk menjalankan tugasnya sebagai malakaikat maut/bencana.

Dong Kyung mengerti. Ia hanya memikirkan orang-orang di sekelilingnya, yang menunjukkan muka gembira, meski hati mereka sama atau bahkan lebih sakit daripada Dong Kyung. Myeol Mang tahu itu. Dong Kyung selalu bertanya-tanya kenapa Myeol Mang selalu berharap Dong Kyung tetap hidup padahal Dong Kyung melihat kematian setiap kali menatap mata Myeol Mang.

Seorang bapak melihat pohon yang tidak lagi berbunga, Myeol Mang berkomentar kalau pohon itu akan mati. Si bapak dengan santai tertawa, kalau begitu sama dengan mereka, mereka juga akan mati. Selama ini si bapak beranggapan bunga akan selalu bersemi lagi selamanya, tapi rupanya bunga pun bisa menghilang dari taman.

Perkataan si bapak menyadarkan Myeol Mang. Bersama dengan Dong Kyung, membuat Myeol Mang bisa merasakan apa yang dulu ia ingin rasakan, menjadi manusia. Menghilang tidak lah menakutkan Myeol mang, tapi tidak lagi bisa melihat Dong Kyung lebih menakutkannya. Juga, waktu kebersamaan mereka semakin pendek, satu hal yang tidak Myeol Mang sadari selama ini.

Myeol Mang berlari ke rumah Dong Kyung, menaiki tangga dan menyatakan perasaan cintanya pada Dong Kyung, di H-50.

Bersambung

Komentar aku: wao, K-drama dan C-drama nyaris selalu meletakkan cinta pertama di atas batu pedestal, seolah memuja bahwa cinta pertama tak kan pernah mati, yang paling murni, dsb… Kontradiksi dengan voice over Dong Kyung, bahwa cinta abadi itu nyaris tidak mungkin, adalah sikap Ji Na yang langsung luluh di hadapan Hyun Kyu atau sikap Hyun Kyu yang memaksakan cinta pada Ji Na.

Beruntung aku menemukan 2 buku tentang profiling serial killers yang ditulis Robert K. Ressler dan 1 buku yang ditulis Roy Hazelwood, ditambah menemukan series bertema kriminal produksi UK dan Hollywood. Mereka menjadi penyeimbang kalau K-drama mulai dirasa berputar-putar dan mengulang, dan berlaku sebaliknya. Karena series non-Korean juga bisa berputar-putar menyelesaikan konflik yang ada.

Satu hal lagi, beruntung aku tak punya teman untuk nobar drama ini sambil bertaruh minum Coca Cola (soju di Indonesia mahal, kekeke) setiap kali Dong Kyung atau Myeol Mang menyatakan suka/cinta lalu berbalik sikap. Bisa kembung… Jadi, cinta yang berputar-putar tidak baik untuk kesehatan. Lho?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: