Doom at Your Service Ep. 09.1

Pada satu titik, Myeol Mang pernah mendambakan menjadi manusia. Tapi, manusia selalu pergi atau pulang (permainan kata untuk meninggal). Saat itu Myeol Mang sadar, ia mahluk abadi, yang tak pernah mati dan tak punya rumah untuk pulang. Jadi, ia ingin Dong Kyung memilih dirinya dan dunianya sendiri. Yang bisa Myeol Mang lakukan hanya mengamati.

Dong Kyung tersadar dan lari sekencang mungkin. Bibi Soo Ja langsung mengejarnya. Myeol Mang hanya bisa melongo ditinggal mereka berdua.

Ji Na menyuruh Hyun Kyu menunggu di lobi, ia akan menyusul. Ji Na meminta maaf pada Joo Ik, dan meminta Joo Ik memberi waktu sebentar untuk menemui Hyun Kyu. Joo Ik mengerti.

Hyun Kyu mencoba menerangkan ia rindu pada Ji Na, itu juga alasan kenapa Hyun Kyu pulang ke Korea. Ji Na menuduh Hyun Kyu tak pernah berubah, selalu berbuat semaunya sendiri tanpa memikirkan perasaan Ji Na. Bagi Ji Na, Hyun Kyu terlambat 9 tahun. Tapi, Hyun Kyu masih menyukai segalanya tentang Ji Na.

Bibi Soo Ja berhasil menangkap Dong Kyung dan mereka pulang bersama. Dong Kyung memperkenalkan Myeol Mang pada bibi Soo Ja. Bibi Soo Ja penasaran, Myeol Mang tinggal di mana, karena malam-malam masih berduaan dengan Dong Kyung. Dong Kyung langsung mendorong Myeol Mang keluar sambil memberikan ponselnya. Myeol Mang tersenyum, tindakan Dong Kyung selalu tak terduga.

Bibi Soo Ja tidak marah, malah memberikan banyak hadiah untuk Dong Kyung. Ia mengerti, Dong Kyung tidak ingin membebani bibinya, tapi ia bukan orang asing untuk Dong Kyung. Bagi bibi Soo Ja, ia tak pernah merasa kehilangan kehidupannya, sebaliknya, ia ingin berbagi kehidupan dengan Dong Kyung.

Hyun Kyu membaca pesan dari Ji Na di ponsel Joo Ik. Ia berpura-pura tak melihat saat Joo Ik keluar dari kamar mandi dan mengambil ponselnya.

Myeol Mang duduk sambil minum, menunggu telpon dari Dong Kyung. Mereka berbincang seperti sepasang kekasih. Dong Kyung berterima kasih untuk bisa melihat kembali orang tuanya. Ia ingin tahu, karena Myeol Mang mengaku akan melakukan apa pun untuk Dong Kyung, bisakah Dong Kyung meminta tolong?

Keesokan harinya, Dong Kyung mengajak bibi Soo Ja bertemu ‘dokter’ Myeol Mang. Dokter menjelaskan kalau Dong Kyung bersedia mencoba obat baru yang aman tapi masih dalam uji klinis. Perawatan akan dilakukan setelah hasil uji darah Dong Kyung keluar dua minggu lagi.

Bibi Soo Ja meninggalkan Dong Kyung untuk menjemput suaminya, Kevin dan mengantar ke hotel. Myeol Mang menghampiri Dong Kyung. Dong Kyung mengajak Myeol Mang pergi berdua, untuk dibelikan ponsel. Hal pertama yang dilakukan Myeol Mang setelah mendapat nomor Dong Kyung adalah mengajaknya berkencan, seperti yang biasa dilakukan manusia. Dong Kyung tertawa.

Myeol Mang mengajak Dong Kyung ke pulau terpencil lalu memberinya kamera. Itu adalah untuk pekerjaan Dong Kyung sekarang. Di dalam kelas, seorang murid kesal. Ia ingin merayakan kelulusan bersama gurunya. Nenek murid menghibur, hari ini tidak ada perahu yang bisa berlabuh. Tak disangka, ‘pak guru’ bisa datang.

Dong Kyung masuk, ‘pak guru’ memperkenalkannya sebagai fotografer yang datang dari Seoul. Dong Kyung pun mulai mengabadikan mereka. Dong Kyung sadar, sekolah ini pun akan menghilang. Myeol Mang membenarkan. Sudah tidak ada anak yang akan bersekolah di situ dan tidak ada seorang guru baru yang mau datang ke pulau itu. Pak guru sepertinya sudah tiba di taman (meninggal).  

Dong Kyung ingat, ia pernah melihat SoNyeoShin di RS mengenakan gaun pasien. Myeol Mang menjelaskan tugas SoNyeoShin adalah untuk menanggung dosa-dosa dunia dan meninggal, lalu terlahir kembali dan mengulang semuanya. Dong Kyung merasa SoNyeoShin lebih menderita dibanding dirinya. Ia jadi bertanya-tanya, kalau tidak terjadi apa-apa di dunia, mungkinkah dunia menjadi lebih damai?

Myeol Mang menarik Dong Kyung ke arahnya, menyuruh Dong Kyung diam dan menunggu.

Bersambung

Komentar aku: ha! Setelah rasa/hati/keyakinan apa pun itu namanya, mulai tumbuh di hati Dong Kyung dan Myeol Mang, plus SoNyeoShin juga mulai yakin setelah mereka lulus dari ujiannya, episode ini menjadi lebih menyenangkan dan mudah dinikmati. Termasuk humor yang diselipkan di antara cerita ini. Ekspresi Myeol Mang waktu adegan sedih-romantis berganti jadi keheranan-tak percaya melihat kelakuan Dong Kyung – bibi Soo Ja, atau ekspresi waktu mendapat ponsel… sejak kapan dewa yang bisa telepati perlu ponsel?

Tidak disangka, meski cerita cinta Hyun Kyu – Ji Na – Joo Ik adalah cerita klise cinta bersegi-segi (hahaha…), aku cukup menikmatinya. Karena, dasar cerita Dong Kyung – Myeol Mang cukup berat untuk dicerna.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: