Doom at Your Service Ep. 08.2

Episode 8: Aku tahu Engkau akan Datang

Myeol Mang tidak menyangka Dong Kyung mengangkat diri sendiri untuk melawan takdir, dan itu berhasil mempengaruhi Myeol Mang secara positif juga. Ia menggenggam pergelangan tangan Dong Kyung dan menalikan gelang merah kembali. Kali ini, Myeol Mang setuju untuk tinggal dan tidur bersama lagi.

Myeol Mang menemui SoNyeoShin di pekarangan. SoNyeoShin mengaku ia salah, Dong Kyung benar-benar mencintai Myeol Mang. Ia berharap mereka berdua akan baik-baik saja. Myeol Mang dengan sedih mengingatkan kalau SoNyeoShin tidak pernah salah. SoNyeoShin mengembalikan kesegaran tulip yang mengering, harapan palsu tetap adalah sebuah harapan.

Semua staff Life Story mengkhawatirkan Dong Kyung yang bahkan tak mau mengangkat telpon dari CEO Park. Joo Ik beranggapan Dong Kyung pasti perlu waktu untuk mencerna itu semua, begitu juga mereka.

Dong Kyung pergi menemui Dalgona. Dalgona merasa bersalah, dialah yang menyebabkan Dong Kyung berselisih dengan Jijo King. Dalgona memutuskan akan berhenti dari Life Story, lalu akan menjalani kemoterapi dan operasi. Ia akan menulis cerita yang akan dijual sebagai drama, dengan Prince Young sebagai tokoh pria utamanya.

Dalgona berharap Dong Kyung akan terus hidup untuk menjadi orang pertama yang membaca cerita itu. Untuk itu, Dong Kyung harus lebih banyak tersenyum, dan mencintai orang yang bisa membuat Dong Kyung tersenyum.

Kali ini, Myeol Mang menjemput Dong Kyung, ia tak ingin Dong Kyung melarikan diri. Dan, kali ini juga Dong Kyung menggenggam tangan Myeol Mang, bukan untuk recharge, tetapi karena ia menyukainya.

Kalau tahu usianya tinggal sedikit, Dong Kyung menyesal tidak menikmati musim semi dan melihat bunga Sakura. Tiba-tiba semua pohon mengeluarkan bunganya. Myeol Mang membawa Dong Kyung sedikit pergi ke waktu lalu, agar bisa menikmati keindahan bunga di musim semi.

Dong Kyung menyatakan cintanya dan mereka kembali ke masa kini. Dong Kyung lega telah menyatakan isi hatinya. Ia melepas tangan Myeol Mang. Malam ini ia tak pulang ke rumah, ia akan menginap di rumah Ji Na. Dong Kyung melambai sembari tersenyum lebar.

Dong Kyung ingin Ji Na mengabulkan keinginannya, untuk memperlakukan dirinya seperti biasa. Ji Na terdiam lalu mulai memesan Jokbal, ukuran besar, meski ia ingin diet. Dong Kyung tersenyum lebar, minta tambahan mie.

Hyun Kyu berbelanja bersama Joo Ik. Hyun Kyu ingin tahu, siapa gadis yang bersama Joo Ik saat keluar dari kantor? Hyun Kyu tidak percaya kalau wanita itu hanya seorang penulis Life Story. Bahasa tubuh Joo Ik mengatakan wanita itu orang yang Joo Ik suka. Tapi, Hyun Kyu mengerti, dengan otak yang sebegitu pintar, tubuh Joo Ik lebih dulu mengetahui kalau Joo Ik menyukai wanita itu.

Hyun Kyu meninggalkan Joo Ik di supermarket. Sun Kyung menelponnya dalam kondisi mabuk berat. Sun Kyung memeluk erat Hyun Kyu dan mengingatkan untuk tidak menunda hal yang ingin Hyun Kyu lakukan, atau ia akan selamanya menyesali keputusan itu.

Dong Kyung kaget melihat Joo Ik berdiri di depan pintu unit Ji Na. Ia tahu sekarang rahasia mereka. Dong Kyung pamit pulang, ia juga punya seseorang yang akan menunggunya di rumah. Dong Kyung ingin Joo Ik memberi tahu CEO Park untuk memecatnya. Uang pesangon akan cukup berarti baginya. Joo Ik menyuruh Dong Kyung mengatakan hal itu langsung ke CEO Park.  

Joo Ik ingin menjelaskan sesuatu yang ia pendam selama ini. Tapi, bel pintu berbunyi dan Hyun Kyu berdiri di depan unit Ji Na.

Myeol Mang menggenggam tangan Dong Kyung di depan penyebrangan. Ia protes, bagaimana mungkin Dong Kyung mengancamnya akan terjun dari atap rumah? Dong Kyung membalas, bagaimana mungkin Myeol Mang mendengar panggilan tapi mengabaikannya?

Mereka melangkah ke taman bermain, Myeol Mang ingin Dong Kyung mengingat kembali saat ia bahagia menaiki bianglala bersama keluarganya, dulu. Dong Kyung tidak berhenti memperhatikan taman dari atas bianglala, semua terlihat indah. Dong Kyung berharap saat ia meninggal nanti, orang-orang tidak mengingat siapa dirinya. Dengan begitu, mereka tidak akan bersedih.

Dong Kyung ingin tahu, apakah permintaan itu bisa dikabulkan? Tapi, Myeol Mang menciumnya sebelum Dong Kyung menyelesaikan perkataannya.

Myeol Mang mengajak Dong Kyung ke taman bermain, agar Dong Kyung lebih memperhatikan apa yang ia inginkan, bukan untuk orang lain. Dong Kyung berkilah, ia pernah meminta untuk dirinya sendiri. Tapi, keinginannya tidak terpenuhi. Myeol Mang membalas, itu karena Dong Kyung tidak perlu meminta untuk mencintainya.

Dong Kyung bergegas mengejar Myeol Mang dan nyaris bertumbukkan dengan seorang wanita. Dong Kyung terbelanga melihat keluarga dan dirinya sewaktu kecil bergembira di depannya. Saat ia bergerak menghampiri, mereka kembali ke jalan depan rumahnya.

Myeol Mang tidak mengacaukan hari Dong Kyung, karena Myeol Mang membuat Dong Kyung bahagia bisa melihat kenangannya kembali, meski hanya selintas. Myeol Mang terdiam, lalu meminta Dong Kyung mencintainya. Mencintai malakaikat maut, bukan lagi hal yang terlarang. Sebelum Myeol Mang menyelesaikan penjelasannya, bibi Soo memanggil Dong Kyung.

Karenanya, Myeol Mang meminta, pilihlah dunia dan Dong Kyung sendiri. Perkataan Myeol Mang seolah menegaskan kalau Myeol Mang memilih mengorbankan dirinya sendiri demi gadis yang ia cintai.

Bersambung

Komentar aku: ahahaha… aku lupa kalau drama ini memang bertema tragedi dan angst (perasaan yang didasari oleh kegelisahan sangat dan ketidak bahagiaan). Jadi, ya itulah… antara mencintai vs tidak mencintai (bukan berarti membenci). Antara keyakinan vs kenyataan, keyakinan bahwa cinta bisa menjadi jawaban vs kenyataan bahwa apa pun pilihan Dong Kyung, semua berakhir meyakitkan, setidaknya bagi yang ditinggalkan. Dan, ini akan terus menjadi konflik yang selalu berulang di setiap episode, yang mungkin terjawab di akhir seri episode ke-16.

Hahaha… gelap ya? Kalau di drama kriminal/thriller ada yang namanya noir theme, apa kalau romansa bisa disebut noir romance? Bagaimana kalau akhirnya bisa mencintai dengan tulus dan menjalani hidup sebaik-baiknya sehingga pada saat kematian, melepaskan kehidupan dengan tulus dan penuh cinta? No regrets!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: