Sell Your Haunted House Ep. 12.2

Ji A menerima telpon dari In Beom dan pergi ke rumah Geum Ja. Ji A meyakinkan kalau arwah Geum Ja tidak ada di dunia ini, ia telah berpulang dalam damai. In Beom merasa lega. Ji A menepuk pundak In Beom, menguatkan tanpa kata-kata.

Pemilik Changhwa dan Tae Jin datang melayat. Ji Cheol terharu, mereka menganggapnya keluarga. Setelah Ji Cheol tertidur kecapaian, Tae Jin mulai menjalankan rencana aslinya, mencari dokumen Hak Sung.

Ji A pamit. In Beom berterima kasih, exorcism Ji A sepertinya memberi kedamaian akhir pada Geum Ja. Ji A membalas kalau itu karena Geum Ja punya cucu yang hebat. Mereka melihat foto keluarga kebanggaan Geum Ja. Sewaktu diambil, In Beom menemukan dokumen Hak Sung yang tersembunyi rapi di belakang bingkai.

Meski dokumen ini membuktikan keterlibatan Hak Sung atas pembakaran Yongnam, tapi tidak membuktikan kalau ia membunuh Sung Sik. In Beom juga menyadari hal itu. Lagi-lagi Tae Jin mencuri dengar pembicaraan mereka.

Pagi-pagi keluarga Changhwa yang ingin kembali ke Seoul tidak bisa menghubungi Tae Jin. Dan, In Beom baru sadar kalau dokumennya hilang. In Beom menelpon Tae Jin, mengingatkan kalau Hak Sung tidak pernah memaafkan orang yang mengetahui kelemahannya. Tae Jin sebaiknya hati-hati dalam bertindak. Tae Jin mengurungkan memberi dokumen itu pada Hak Sung.

Hwa Jung kegirangan mendengar ia boleh pulang besok tapi langsung terdiam membeku saat Det. Jung memberi tahu kalau Ji A sedang ada di rumahnya untuk mengambil baju ganti.

Ji A datang, membereskan dan membersihkan rumah Hwa Jung yang berantakan. Ia mulai memilih beberapa baju. Sewaktu mencari kaos kaki, Ji A menemukan box berisi dokumen exorcism yang hilang.

Ji A meminta Hwa Jung menerangkan apa maksud semua itu? Hwa Jung menjelaskan ia menerima dokumen itu dari polisi, dan bermaksud memberikan pada Ji A, tapi selalu tertunda. Darah yang ada di dokumen itu adalah darah Mi Jin.

Ji A menjadi marah, saat insiden Mi Jin tidak pernah berdarah. Hwa Jung mencoba menjelaskan kalau ingatan Ji A dibentuk untuk melindungi dirinya. Tapi, Ji A menepis tangan Hwa Jung. Bagaimana mungkin Hwa Jung membohonginya selama ini? Ji A akan mencari tahu dan jangan berani-berani Hwa Jung menghalanginya.

Episode: Telur Arwah

Ji A kembali ke Daebak dan mulai membaca dari dokumen yang baru ia temukan, tentang cara pengusiran telur arwah. Sama seperti yang Mi Jin lakukan, 20 tahun lalu. Pengusiran telur arwah hanya bisa dilakukan dengan menusuk jantung si medium, karena exorcism tanpa nama-nama yang jelas di binyeo tidak akan berhasil. Juga, bukan hanya medium, exorcist pun bisa kerasukan arwah. Mi Jin melakukan exorcism terakhir meski tahu itu akan mengorbankan nyawanya.

Ji A mulai melakukan exorcism. Ia menyalakan dupa dan memerangkap arwah Mi Jin dalam persegi garam. Ji A marah dan sedih, seharusnya Mi Jin menolak melakukan exorcism pada telur arwah, seharusnya Mi Jin mendahulukan putrinya dibanding nyawa anak lain. Arwah Mi Jin menangis.

Ji A memasukkan kertas bertuliskan nama Mi Jin di dalam dupa. Api arwah membakar tangannya, ia memegang dan menarik arwah Mi Jin merasuki dirinya. Ji A kembali ke 20 tahun lalu, meski penuh dengan rasa kesakitan. Kala pertama, Ji A tak tahan mendengar teriakan Mi Jin dan kembali ke masa ini.

Ji A kembali membakar kertas dan merasuki dirinya dengan arwah Mi Jin. Ia memalingkan muka saat Mi Jin menusuk dirinya. Saat tersadar, Ji A berlutut di depan Ji A kecil dengan tangan berlumuran darah. Ji A terjatuh dan kembali ke masa kini. Ia memaksakan diri memasukkan arwah Mi Jin kembali untuk ketiga kalinya.

Kali ketiga, JI A berteriak marah pada ingatan Mi Jin dan Ji A kecil. Ia menyuruh mereka berhenti memalsukan ingatannya. Ia berteriak menyuruh Mi Jin memperlihatkan hal yang ia rahasiakan dari Ji A. Tapi Mi Jin kembali menusuk dirinya dan Ji A kembali ke masa kini.

In Beom yang kesal pada Tae Jin keluar dari resto Changhwa. Ia melihat ada yang tak beres di Daebak Realty. Hwa Jung meraih kunci mobilnya dan bergegas keluar dari kamar RS.

Ji A yang kelelahan batin dan spiritualnya mencoba mengulang lagi. Meski kali ini arwah Mi Jin mencoba melarangnya. Ji A memeluk arwah Mi Jin erat-erat dan listrik pun menggila di Daebak Realty.

JI A kembali ke 20 tahun lalu, melihat Mi Jin membawanya ke kamar dan menyuruhnya tinggal, apa pun yang terjadi, Ji A tak boleh turun. Ia mendengar Mi Jin menelpon Hwa Jung menjelaskan kalau ia akan menusuk jantung anak penitis telur arwah, karena itu satu-satunya jalan mengusir telur arwah. Mi Jin tidak tahu cara lain, ia akan menyerahkan diri pada polisi setelah melakukan exorcism.

Sung Sik berusaha membangunkan In Beom, karena ia mendengar apa yang dikatakan Mi Jin di telpon. Mi Jin berusaha mendekati anak tanpa wajah yang mulai terbangun.

In Beom berlari memasuki dan naik ke kamar Ji A. Ia melihat Ji A terduduk di lantai sambil menangis. Ji A berbisik kalau Mi Jin dibunuh dan pingsan dalam pelukan In Beom. Badan Ji A mulai mendingin dan mukanya membiru. In Beom berteriak, berusaha menyadarkan Ji A. Kali ini JI A tak tersadar, tangannya terjatuh lunglai ke lantai.

Bersambung

Komentar aku: Aaaaaa… ax1000! Aku senang dengan penulisan teori tentang bagaimana otak kita berusaha melindungi diri dari kejadian traumatis dengan membuat ingatan baru. Itu (ingatan baru) atau sekaligus amnesia, lupa sama sekali. Yas! Jadi, In Beom benar titisan telur arwah atau bukan? Menurut kalian?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: