Sell Your Haunted House Ep. 12.1

Ternyata, sebelum pergi ke lokasi exorcism, Ji A menemui Det. Han Seok. Det. Han Seok setuju membantu, meski ia menegaskan bukan karena ia percaya mambo jumbo exorcism, melainkan sudah tugas seorang polisi untuk melindungi warga. Ia mengajak salah satu anak buahnya berjaga.

Det. Han Seok mendengar suara berdebum dan berlari, tapi ia hanya menemukan bercak tangan berdarah. Ia menyuruh anak buahnya memanggil bantuan, sementara ia naik ke lantai atas. Kedatangan Det. Han Seok menyelamatkan Ji A dari pukulan mematikan.  Ji A segera mengambil binyeo dan berlari mencari In Beom.

Hak Sung menyuruh anak buahnya melindas Sung Sik yang ditarik menjauh oleh Ji A. Bunyi sirene mobil polisi membuat mereka bergegas melarikan diri. Sung Sik mencoba berdiri dan tersadar kalau di dadanya tertusuk binyeo bertuliskan namanya. Kenangan  Sung Sik merasuki In Beom.

In Beom melihat Sung Sik dihajar habis-habisan, berusaha melindungi nenek dan dirinya. Hak Sung memprovokasi, menyuruh Sung Sik membakar rumah-rumah yang tak berpenghuni itu, dengan imbalan apartemen agar ia dan keluarganya bisa hidup layak. Sung Sik minta Hak Sung memberi memorandum hitam atas putih.

Di RS, setelah memberi cap jari pada surat pernyataan pertanggung jawaban pembakaran, Sung Sik meminum minuman berenergi yang diberikan Hak Sung. Ia jatuh tertidur.

Seolah tersedak, arwah Sung Sik meloncat keluar dari tubuh In Beom. Ia menangis melihat keponakannya jatuh pingsan berlumuran darah di pelukan Ji A dan menghilang. Arwah Sung Sik telah pergi dengan tenang. Det. Jung menghampiri mereka dan memanggil ambulan.

In Beom membisikkan kalau Sung Sik tidak pernah bunuh diri, tetapi dibunuh saat hendak mengakui kesalahannya pada polisi. Ji A berjaga di samping tempat tidur In Beom, sampai In Beom tersadar. Saat sadar, yang pertama ingin ia ketahui apakah Ji A baik-baik saja? Ia ketakutan kalau sampai melukai Ji A sewaktu kerasukan.

Ji A menemui Hwa Jung. Ji A mengakui kalau apa yang dikatakan Hwa Jung benar, Daebak Realty atau pun Mi Jin tidak ada dalam kenangan Sung Sik. Itu yang dipastikan oleh In Beom setelah exorcism. Hwa Jung menyuruh Ji A melupakan insiden itu. Ji A menolak, ia tetap ingin tahu kenapa Mi Jin terus menghantuinya.

Ji A pergi ke tempat sepi dan menangis tersedu-sedu.

Episode: Kenangan Oh Sung Sik

Semua begundal menolak disalahkan, bahkan bersikeras merekalah yang dihajar habis-habisan. Det. Han Seok menyuruh anak buahnya membiarkan para begundal pergi. Mereka tak kan pernah mau buka mulut.

Hak Sung menolak semua tuduhan Det. Han Seok atas keterlibatannya menyuruh begundal menyiksa Ji A atau pun kehadirannya di TKP semalam. Det. Han Seok mengerti, kalau begitu ia juga tak kan ragu membuka kembali kasus pembakaran desa Yongnam 20 tahun lalu.

Tae Jin mencuri dengar rencana In Beom mencari memorandum Hak Sung yang diterima Sung Sik. In Beom pamit ke Ji Cheol untuk pulang ke rumah neneknya. Sesampainya di rumah nenek, In Beom menemukan Geum Ja pingsan tak sadarkan diri. Sewaktu sadar, Geum Ja mengajak pulang, ia tak ingin meninggal di RS.

Geum Ja tahu kalau Sung Sik tidak bunuh diri. In Beom tidak mengerti, kenapa Geum Ja menyalahkan dirinya atas kematian Sung Sik? Apa Geum Ja tahu apa yang harus In Beom pikul selama ini? Geum Ja menunduk terdiam.

Mereka makan siang bersama. Kali ini, Geum Ja memberikan lauk di mangkuk In Beom, In Beom makan dengan gembira. Seolah tahu kalau hidupnya tak lama lagi, Geum Ja berharap kalau ia meninggal, In Beom akan memaafkan perbuatannya. Malam itu, Sung Sik datang dalam mimpi Geum Ja.

Ji A menepati janjinya, ia menyegel surat sertifikat Daebak Realty dan memberikan pada Hak Sung. Dengan pongah Hak Sung berkata kalau seharusnya Ji A menjual Daebak Realty dari awal. Ji A menjelaskan tentang telur arwah. Ia sadar sekarang kalau Hak Sung adalah perwujudan dari telur arwah. Siapa yang berada di dekatnya berjatuhan seperti lalat.

Tapi, berbeda dari telur arwah yang terkumpul dari arwah-arwah penasaran sehingga rasa marah dan kebencian terus membesar, kedalaman sifat rakus dan egois Hak Sung lah yang membunuh orang-orang yang tak bersalah dan tak berdaya, semua demi segenggam uang.

Hak Sung tak setuju. Ia tak membunuh mereka, tapi kemiskinan. Uang bisa menolong atau membunuh orang. Ji A memperingatkan, uang yang samalah yang satu hari akan membunuh Hak Sung. Hak Sung tak takut, ia akan menanti kedatangan hari itu.

Bersambung

Komentar aku: Huhuhu… Det. Han Seok lucuuuuu… tidak percaya mambo jambo ya, pak? Itu In Beom sehari saja dirawat di RS langsung pulang, atau kita meloncati waktu? Kalau tidak, nanti dramanya berisi tinggal di RS sampai sembuh. Atau keajaiban kena arwah? Er, residu arwah Sung Sik itu ditenangkan dengan pergi ke rumah Geum Ja kan ya? Sepertinya begitu, karena waktu Geum Ja tidur dan bermimpi Sung Sik, bisa berarti Geum Ja merasa kehadiran In Beom seperti kembalinya Sung Sik atau dijemput Sung Sik untuk pergi ke alam baka. Atau, keduanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: