Sell Your Haunted House Ep. 11.1

Ji A merangkak mendekati arwah ibunya, tetapi ia jatuh pingsan. Ji Cheol panik dan berteriak minta tolong melihat Ji A dan In Beom pingsan. Ji Cheol menangis tersedu-sedu saat Ji A menanyakan keberadaan Hwa Jung.

Hwa Jung, yang tertimpa crate, dirawat di ruang ICU. Detektif Jung dan tim Daebak/GSC hanya bisa menjenguk dari balik kaca. Beruntung kondisi Hwa Jung sudah tidak kritis. Detektif Jung tahu Hwa Jung bertemu dengan Hak Sung, dan kejadian yang menimpa mereka berhubungan dengannya. Sayang, polisi tidak menemukan bukti dan memutuskan kejadian sebagai kecelakaan belaka.

Ji A baru sadar kalau kejadian itu membuktikan ibunya tidak terikat pada rumah/kantor Daebak, tetapi pada dirinya. Berbagai pertanyaan langsung timbul dalam benaknya, membuat emosi Ji A bercampur baur.

Tapi, arwah Mi Jin hanya diam membisu.

Hak Sung marah-marah karena rencananya gagal. Ia menyuruh sekretaris Choi mencari Hwa Jung terlebih dulu. Sekretaris Choi langsung menghubungi Tae Jin, menanyakan perkembangan dan untuk tidak melepas pengawasan pada Daebak.

Tae Jin mengirim makanan untuk GSC sekaligus mencoba memenangkan kepercayaan In Beom dengan memberi tahu nama salah seorang begundal suruhan Hak Sung, Scruffy. Setelah kejar mengejar yang cukup melelahkan, tim GSC berhasil menundukkan Scruffy. Tapi Scruffy tak mau membuka mulut, meski dibawa ke kantor polisi.

Episode: Ji A Mengorbankan Kantor Daebak

Di kantor polisi Jungbu, detektif mendengarkan penjelasan In Beom. Kebungkaman Scruffy ditambah tidak adanya bukti nyata kalau Hak Sung berniat menyingkirkan Daebak, membuat polisi sulit bergerak. Mendengar kalau Hwa Jung juga menjadi korban, detektif Kang Han Seok (note: astaga, baru tahu nama pak detektif setelah 11 episode, maaf ya pak?) berjanji akan memberikan perhatian khusus.

In Beom melaporkan semua itu pada Ji A. Ji A ragu polisi akan berhasil, pastinya Hak Sung pun sudah menghilangkan semua jejak bukti keterlibatannya.

Detektif  Jung kesal saat tahu Direktur Polisi memutuskan peristiwa di gudang sebagai kecelakaan. Ia berniat memprotes, tapi batal saat melihat Hak Sung bertandang dan bercakap dengan akrab pada Direktur Polisi.

Tak dinyana Det. Han Seok datang mengunjungi Det. Jung untuk berdiskusi tentang masalah yang terkait dengan Hak Sung, termasuk untuk kasus 20 tahun lalu. Det. Jung menerangkan kecurigaannya didasari karena satu-satunya yang diuntungkan dibalik semua itu adalah Hak Sung.

Ji A mengambil keputusan dan menemui Hak Sung seorang diri. Ia memberikan surat perjanjian penyerahan properti Daebak dengan syarat Ji A boleh melakukan exorcism pada Hak Sung.

Ji A menjelaskan kalau arwah Sung Sik, paman In Beom, melekat pada Hak Sung. Ji A tak peduli apa yang Hak Sung lakukan pada Sung Sik. Ji A hanya ingin Sung Sik pergi dengan damai. Ha Sung tertawa terbahak-bahak dan menyetujui persyaratan Ji A.

Hak Sung penasaran apa yang akan Ji A lakukan dengan exorcism, setelahnya ia akan menyingkirkan Ji A untuk selamanya.

In Beom masih mencurigai Tae Jin. Tiba-tiba Tae Jin berlari sambil berteriak, menunjukkan data tentang Chang Hwa yang ia dapat dari temannya. Mereka berhasil melacak keberadaan Chang Hwa! Ji Cheol menepuk bahu In Beom, keyakinannya benar, Tae Jin bisa berubah. In Beom hanya diam.

Malam hari, Tae Jin mengeluarkan jimat yang ia beli dan berlari setengah ketakutan ke arah Daebak. Ia memasang pelacak di mobil Ji A dan buru-buru pergi.

Ji A memberi tahu In Beom kalau ia sudah bernegosiasi dengan Hak Sung dan tidak bekeberatan kehilangan kantor Daebak karena arwah Mi Jin terikat padanya, bukan pada rukan ini. Selama ini, Ji A beranggapan arwah Mi Jin menghantuinya karena membenci dirinya. In Beom menenangkan, tidak ada ibu yang akan melakukan hal itu pada anaknya.

Ji A tak begitu yakin. Rasa bersalah masih kuat menguasai hatinya, kalau saja malam itu ia menuruti perintah Mi Jin. Ji A ingat, In Beom bersikeras ingin mengetahui kebenaran, seberapa menyakitkannya itu. Begitu pula dirinya, Ji A ingin tahu kenapa arwah Mi Jin masih terus bersamanya.  

Untuk itu, ia perlu ingatan Sung Sik di malam insiden kematian terjadi.

Bersambung

Komentar aku: huhuhu… di satu sisi, sayang ya Ji A kehilangan Daebak. Di sisi lain, bagus kalau itu bisa mengantar arwah ibunya dengan damai. Satu hal yang sangat didambakan dan selalu mengusik nurani Ji A sejak 20 tahun lalu. Tak terbayangkan sakit dan merananya hidup di bawah bayang-bayang rasa bersalah selama 20 tahun. Huh, lagi-lagi kong-kali-kong antara polisi dan pengembang. Tapi senang bahwa akhirnya Det. Han Seok mulai bisa mempercayai Daebak dan bertemu dengan Det. Jung. Det. Han Seok menaruh hati pada Hwa Jung, atau karena dulu pernah menangkapnya?

By the way, aku juga sedang menonton Hand: The Guest. K-drama tentang exorcism / supranatural melawan roh jahat. Lalu, membaca Whoever Fights Monsters yang ditulis oleh Robert K. Ressler, agen FBI yang menjadi dasar tokoh Bill Tench di Mindhunter. Mana yang lebih seram? Monster supranatural atau monster manusia? Aku memilih menjawab kalau bisa tidak pernah bertemu keduanya. Hiiii…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: