Doom at Your Service Ep. 03.1

Kang Soo Ja, adik ibu Dong Kyung, tiba dari pulau Jeju. Ia sangat marah pada keluarga yang berniat menyerahkan Dong Kyung dan Sun Kyung ke panti asuhan. Ia berjanji akan merawat mereka dengan baik, meski keluarga protes mengingat Soo Ja masih lajang. Tangis Sun Kyung menghentikan amarah Soo Ja.

Saat itu, Dong Kyung mengerti, keberuntungan dan kemalangan bisa datang dengan muka yang sama. Membuat Dong Kyung sulit membedakan, seperti saat ini. Myeol Mang: apakah ia adalah keberuntungan atau kemalangan, atau bahkan bukan keduanya?

Dong Kyung mencuci muka dan mulai menyesali keputusannya. Ia yakin Myeol Mang adalah kemalangan, dan berniat membatalkan ajakan tinggal bersama. Tapi, begitu melihat rumah Myeol Mang yang secara ajaib tersambung ke kamar mandinya, ia membatalkan niat itu. Myeong Mang ingin tahu kenapa.

Myeol Mang tahu apa yang ada di pikiran Dong Kyung, tapi ia sempat terkesiap mendengar Dong Kyung menganggap dirinya istimewa. Lebih lanjut Dong Kyung menjelaskan, ia hanya berusaha menerima takdir, dan tak ingin Myeol Mang pergi, karena semua orang yang baik pada Dong Kyung selalu meninggalkannya. Myeol Mang berjanji tak akan meninggalkan Dong Kyung.

Ha! Dong Kyung tahu, Myeol Mang tak akan pergi sampai ia mengatakan apa yang diinginkan. Saat Dong Kyung menyatakan keinginannya, maka Myeol Mang akan bebas. Myeol Mang menukas ia bukan tahanan! Dong Kyung pura-pura tak mendengar dan meneliti setiap kamar. Tapi, semua pintu kamar membawanya kembali ke ruang duduk Myeol Mang.

Dong Kyung mendengar suara Sun Kyung memanggil berulang-ulang. Ia membuka pintu rumah dan melihat Sun Kyung ber-video call bersama Soo Ja. Sun Kyung bercerita kalau dewa seperti berpihak pada mereka. Waktu mengejar Dae Han, tiba-tiba Dae Han tertabrak mobil. Sepertinya, Dae Han musti mendekam 8 minggu di RS.

Sun Kyung tidak menyalahkan Dong Kyung. Ia kenal kakaknya, selalu jatuh cinta pada orang yang baik padanya. Sun Kyung masuk dan menemukan Myeol Mang tiduran di kamar Dong Kyung. Dong Kyung menerangkan mereka pura-pura berpacaran agar Dae Han pergi. Sun Kyung masih tak percaya, lalu mengajak Myeol Mang minum. Pria akan kelihatan belangnya kalau mereka mabuk.

Yang mabuk dan membuka rahasia pikirannya justru Sun Kyung. Myeol Mang mengulang apa yang ia dengar lewat telepati, membuat seolah Myeol Mang mengerti kondisi Sun Kyung. Sun Kyung terharu. Ia setuju Myeol Mang menikahi Dong Kyung, dan pamit pergi.

Myeol Mang menebak Sun Kyung adalah orang yang paling dicintai Dong Kyung sekarang. Dong Kyung menjadi emosi dan mengancam Myeol Mang untuk tidak menyakiti Sun Kyung. Ia memilih mengikuti permainan Myeol Mang.

Sembari mencoba tertidur, Dong Kyung terus berbincang dengan Myeol Mang. Dong Kyung menuduh Myeol Mang berbohong. Kalau benar ia tak punya perasaan apa-apa, kenapa ia bisa memohon hal yang sama seperti yang diteriakkan Dong Kyung saat itu? Myeol Mang menatap tajam dan mematikan lampu.

Dong Kyung bermimpi kembali ke masa lalu. Ia merasa melihat Myeol Mang. Saat terbangun, Myeol Mang membantah ia pernah bertemu Dong Kyung. Ia sibuk menandai kalendar agar Dong Kyung sadar akan pendeknya waktu.

Dong Kyung menuliskan kontrak mereka: 1. Dong Kyung harus minta kiamat sebelum meninggal, 2. 100 hari akan dilalui tanpa rasa sakit, 3. Harus recharge gelang sebelum tengah malam, 4. Myeol Mang harus mewujudkan permintaan Dong Kyung, 5. Kalau Dong Kyung ingkar, orang yang paling ia cintai akan meninggal saat itu juga.

Myeol Mang terus menggoda Dong Kyung, mengucapkan salam sekaligus mengingatkan kalau 100 hari terakhir Dong Kyung dimulai hari ini. Dong Kyung pergi sambil membanting pintu.

Di kantor, Dong Kyung tidak berhenti memikirkan perjanjian dengan maut. Tapi, Dong Kyung tetap mengerjakan tugas-tugasnya dengan baik. Ia sempat panik saat Ye Ji melihat pesan dari Myeol Mang muncul di laptop tanpa diketik. Ia menyumpahi Myeol Mang.

Bayangkan betapa kesalnya Dong Kyung membaca pesan dari Myeol Mang kalau akhirnya Myeol Mang berhasil mematikan pemanas, sementara ia sudah terburu-buru pulang dan mengorbankan makan siang bersama Ye Ji dan Da In.

Bersambung

Komentar aku: Aaaa… kalau saja aku bisa bahasa Korea! Akan lebih mudah menangkap nuansa dari silat lidah antara Dong Kyung dan Myeol Mang. Atau, pakai telepati seperti Myeol Mang? Hah! Aku akan menonton dan merekap drama & film dari banyak negara, tanpa harus membaca terjemahan. Mimpi yang sangat indah.

Aku tidak mengerti, kenapa Myeol Mang sangat membenci manusia dan menginginkan kiamat? Kata-kata Dong Kyung menyiratkan kalau Myeol Mang memiliki perasaan dan juga menginginkan dunia berakhir. Apa yang membuat Myeol Mang menginginkan kiamat? Sebelumnya, aku berpikir itu sekedar tugas seorang malaikat maut/bencana. Tapi, dari perkataan Myeol Mang pada SoNyeoShin, ia berpikir tugasnya sebagai malaikat maut/bencana adalah hukuman yang tak terperi. Hmm…

Beruntung Seo In Guk dan Park Bo Young pintar mengekspresikan detail emosi dalam muka dan tubuh mereka. Pencuri adegan? Lee Ye Seo, Dong Kyung muda. Ia bisa mengekspresikan remaja yang mencoba untuk kuat dan tetap tersenyum pada Sun Kyung dan Soo Ha, meski mengalami kedukaan berat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: