Sell Your Haunted House Ep. 10.1

Mereka kembali berbantahan dan makan, yang sepertinya menjadi aktivitas favorite. Kalau In Beom sedemikian khawatir, kenapa tidak menyadarkan Ji A lebih awal? In Beom, membayangkan betapa mempesonanya Ji A berdiri di atas panggung, tidak bisa menjawab.

In Beom mengembalikan kalung batu pelindung. Sekarang, ia sadar besar kemungkinan Mi Jin yang memberikan kalung itu, bukan Sung Sik. Ia bisa hidup normal selama 20 tahun karenanya. Untuk itu ia berterima kasih.

Ji A pun menyadari dirinya terlarut emosi dan menyalahkan In Beom, untuk itu ia meminta maaf. Ji A sadar, ingatan mereka sama-sama tidak akurat. Ji A memberi kembali kalung itu, berharap membantu In Beom terus menjalani hidup dengan normal.

Ji A protes pada Hwa Jung, kenapa ia harus menjaga Soo Jung? Ji Cheol tidak keberatan, malah akan senang bisa menjaga Soo Jung. Tapi, yang Soo Jung butuhkan adalah teman wanita sebaya, yang tidak membuatnya takut. Bagaimana kalau Ji A menawarkan minum?

Soo Jung terus dihantui rasa takut dan bersalah. Ia yakin arwah Hyun Ju akan terus menerornya sampai mati, karena waktu itu ia terlalu takut untuk menolong Hyun Ju dan mengabaikan isyarat minta tolong. Ia menjadi panik dan kehilangan akal saat lampu mulai berkedip-kedip.

Ji A menjadi kesal. Hyun Ju meninggal saat mencoba melindungi Soo Jung. Padahal, saat itu Hyun Ju, seorang artis panggung selama 12 tahun, baru saja mendapat kesempatan menjadi pemeran utama. Ji A menyuruh Soo Jung memilih: seumur hidup menjadi wanita menyedihkan dimakan rasa bersalah atau hidup sebaik-baiknya sebagai penghargaan atas Hyun Ju?

Ji A merasa pedih, sudah beberapa saat berlalu sejak terakhir ia menerima kenangan arwah yang ditenangkan.

 Hak Sung marah-marah karena tidak ada seorang pun yang berhasil mengusir Ji A. Setiap kali sekretaris Choi menyuruh begundal melakukan kekerasan, mereka kerasukan dan berlari terbirit-birit. Tae Jin merekam peristiwa itu sambil tertawa, kalau saja mereka percaya bahwa ada hantu di Daebak!

Detektif pergi ke resto Lunch Box milik Kang Tae. Dengan santai ia bertanya soal sakit di bahu, lalu masuk ke dapur. Detektif tertarik melihat pisau khusus berukir huruf ‘M’. Kang Tae mengaku ia membeli set khusus saat pembukaan Lunch Box.

Episode: Menarik si Pembunuh

Sekretaris Choi membawa beberapa begundal bertemu Tae Jin. Tae Jin dengan semangat bercerita tentang hantu Mi Jin. Tae Jin memberi tahu prosedur pemeriksaan lokasi berhantu yang hanya akan didatangi oleh Ji A dan In Beom. Menurut cerita, prosedur itu bisa sangat berbahaya. Sekretaris Choi tertarik.

Soo Jung dengan penuh tekad meminta tolong Ji A untuk menjadikan dirinya sebagai umpan bagi Kang Tae. Ia tak mau Kang Tae bebas melukai dan membunuh korban lainnya. Ji Cheol berusaha melarang. Ji A bersedia dan meminta Ji Cheol mulai menyiapkan kamera.

Ji A melakukan semua ini demi Soo Jung, ia tahu rasanya hidup dipenuhi rasa bersalah. Ji A ingin memberi Soo Jung kesempatan. Mereka memulai rencana itu. Soo Jung berjalan pelan melintasi Lunch Box. Benar saja, Kang Tae terlihat memasuki lobi apartemen dan menuju unit Soo Jung.

Kang Tae mengaku membunuh Hyun Ju yang tidak menuruti kemauannya. Ji A pun benci pada pria yang tak mendengar perkataanya, dan membanting Kang Tae. Kang Tae melawan, menghunus pisau dan meyayat lengan Ji A. Kejar mengejar pun terjadi.

Detektif memperhatikan hal yang menarik: Lunch Box ditutup sebelum waktunya, dan sebuah van besar terpakir di depan apartment. Ia menghampiri van itu. Pintu van terbuka, In Beom melayang berlari ke luar. Hwa Jung menelpon polisi memberi tahu kondisi darurat. Detektif pun mengejar In Beom.

Seperti sebuah keadilan yang puitis, Kang Tae berlari kencang dan disambar truk yang melaju dengan kecepatan tinggi. Mulut Ji A berembum. Arwah Kang Tae berdiri di depannya, tersenyum. In Beom memberikan tanda, Ji A mengangguk dan menuliskan nama dengan darah, bersiap dengan binyeo.

Dalam mati pun, Kang Tae masih berusaha membunuh Ji A. Ia mengambil pecahan kaca dan mencoba menusuk Ji A. Ji A menendang, memutar dan membanting Kang Tae. Jiwa Kang Tae pergi seiring terbakarnya binyeo.

Kali ini detektif mendapat bukti yang ia inginkan: rekaman Kang Tae mencoba memperkosa Soo Jung dan pengakuan pembunuhan Hyun Ju. Ia menyuruh mereka semua pulang. Kali ini, Soo Jung tidak menolak diantarkan Ji Cheol menginap di rumah temannya.

Bersambung

Komentar aku: ha! Senyum aku dari ujung bibir ke ujung bibir lainnya, lebaarrrr… Episode yang sangat memuaskan! Drama bisa dibuat dari cerita yang sepertinya (serius, hanya seperti, padahal kenyataannya jauh dari itu. Penuh pemikiran dan detail tentang bagaimana alur bisa berjalan dengan baik dalam kurang dari 30 menit) sederhana, dengan hasil yang memuaskan.

Coba, siapa berpikir Ji A harus terluka? Ternyata luka itu agar bisa menuliskan nama untuk mengantar arwah pembunuh. Lalu, kenapa Kang Tae harus tertabrak? Kenapa tidak? Ini bukan drama tentang serial killer, ini tentang exorcism yang berganti hantu setiap 2 – 3 episode. Bagi aku jadi menarik. Bagaimana penulis mengolah kematian arwah pembunuh yang sampai mati pun terus ingin menyakiti orang. Kita tak pernah tahu, kan?

Plus, terima kasih telah membuat penokohan Ji A begitu mengesankan. Yup, ia menyadari kalau ia termakan emosi dan menyalahkan In Beom, dan berani mengakui serta meminta maaf. Tanpa berlama-lama! Yas! Bisa dibuat season 2 tidak ya? Jejejeje…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: