Miss Crow with Mr. Lizard Ep. 14

Gu Chuan mengajak Wen Wen masuk ke ruang kantornya. Mereka sama-sama tak mengira akan bertemu lagi. Gu Chuan meyakinkan jantungnya baik-baik saja.

Saat Wen Wen mengunjungi Gu Chuan, ia dalam kondisi kritis di meja operasi. Setelahnya, Gu Chuan bahkan tak mau menemui Wen Wen. Hanya ibu Gu Chuan yang keluar untuk memberi tahu agar Wen Wen berhenti berharap dan melanjutkan hidupnya.

Sampai akhirnya, Wen Wen memutuskan dialah yang akan mengatakan selamat tinggal pada Gu Chuan. Ia berharap mereka berdua akan menemukan cinta sejati mereka. Wen Wen pernah mencoba untuk bertahan, tapi Gu Chuan menolak membuka hatinya untuk Wen Wen.

Gu Chuan tidak membenci Wen Wen. Ia menganggap Wen Wen mengambil keputusan tepat, apalagi usianya baru 20 saat itu. Gu Chuan tidak akan terlibat langsung dengan proyek Wen Wen, tapi Wen Wen bisa menghubungi Man Lin atau Xiao Ning. Mereka berjabat tangan. Man Lin mencuri dengar percakapan mereka.

Wen Wen mendekati Xiao Ning dan berbisik agar Xiao Ning terus berani mencintai Gu Chuan. Pilihan Xiao Ning tidak salah.

Man Lin mengajak Wen Wen makan malam bersama. Tanpa malu, Man Lin langsung memberikan pendapatnya. Ia tak khawatir percikan cinta lama bersemi kembali. Ia merasa Gu Chuan terlalu trauma untuk bisa jatuh cinta. Juga, ia merasa mereka seperti teman lama, bukan bekas pasangan.

Kalau begitu, Wen Wen juga takkan berbasa-basi. Ia tahu Man Lin jatuh hati pada Gu Chuan, tapi Gu Chuan takkan pernah memilihnya. Wen Wen mengenal dengan baik sifat Gu Chuan. Dibanding Man Lin, Gu Chuan akan memilih Xiao Ning. Wen Wen meninggalkan Man Lin sambil berpesan agar tidak kebanyakan makan.

Kalau Man Lin tidak bisa memiliki Gu Chuan, maka tidak seorang pun boleh memiliki Gu Chuan. Man Lin menelpon Xiao Ning yang sedang memberanikan diri menyatakan isi hatinya pada Gu Chuan. Man Lin memberi tahu kalau Wen Wen adalah bekas pacar Gu Chuan dan memanipulasi Xiao Ning agar bisa kembali bersatu lagi.

Xiao Ning menangis terisak-isak di pelukan Zhao Ning, ia tak ingin bercerita, hanya ingin diperbolehkan tinggal sedikit lebih lama dan menangis.

Cheng Ran mengirim gambar botol anggur dan obat tidur pada Zhao Yan. Zhao Yan terburu-buru pergi menuju hotel yang disebut Xiao Ning. Pelayan yang bertugas menyangka anggur adalah darah Cheng Ran dan berteriak lari panik mencari pertolongan. Cheng Ran mencoba menahan hanya menggunakan handuk yang terjatuh saat melihat Zhao Yan duduk di kamar hotelnya.

Setelah menenangkan para petugas hotel, Cheng Ran bersiap menerima amukan Zhao Yan. Cheng Ran tidak akan berhenti berlutut sampai Zhao Yan memaafkannya. Zhao Yan mengunci Cheng Ran di luar kamar hotel dan melarikan diri saat Cheng Ran tertidur kecapaian di pintu kamar.

Xiao Ning akhirnya pulang, ia mengaku pada bibi Jiang kalau ia mabuk kepayang. Ha! Bibi Jiang langsung menerka, pasti pada idol yang selalu ada di pikiran Xiao Niang. Xiao Niang mengaku, Andy Lau. Bibi Jiang tertawa, menyuruh Xiao Ning hidup dalam kenyataan dan melupakan fantasinya.

Xiao Ning melihat wajahnya di cermin dan membuat mantra: jangan jatuh cinta & jangan kehilangan kerja, semangat!

Gu Chuan bisa merasa kalau Xiao Ning kehilangan antusias yang biasa menyertainya. Xiao Ning berusaha menutupi semua itu. Tapi, kerja Xiao Ning semakin berantakan. Sampai malam itu mereka merayakan ulang tahun Wang Kai dan semua meminta Gu Chuan membolehkan Xiao Ning minum sampanye.

Mereka bermain ‘truth or dare’ tapi, botol selalu berputar ke arah Xiao Ning. Saat ‘truth’ Xiao Ning mengakui ia mengalami cinta pertama saat ini, tapi pupus sebelum berkembang. Mereka bingung, Xiao Ning jujur atau mabuk?

Nyanyian selamat ulang tahun mengingatkan Xiao Ning akan kecelakaan yang dialaminya. Ia berlari keluar. Man Lin mencegah Gu Chuan mengejar Xiao Ning. Man Lin terus mencecar Xiao Ning dengan menggunakan Wen Wen, posisi dan status Xiao Ning, dan lainnya. Sampai Xiao Ning tak tahan.

Dengan tegar ia menjawab kalau ia tahu mana yang baik dan buruk. Gu Chuan baginya seperti bintang yang bersinar sedemikian terang. Berada di dekat Gu Chuan, cukup membahagiakan Xiao Ning. Siapa yang tahu, kejaiban bisa terjadi. Juga, Xiao Ning tahu, bukan saja dirinya yang jatuh hati pada Gu Chuan, tapi juga Man Lin. Xiao Ning tidak ingin menyinggung Man Lin, ia meminta maaf dan berjanji mendengarkan nasihat Man Lin.

Man Lin tidak bisa berkata apa-apa. Xiao Ling memutuskan pergi menghirup udara segar.

Bibi Jiang mencoba menidurkan Xiao Ling yang mabuk dan terus mengoceh tentang bos-nya. Ia sedih kalau bos tak menyukainya, artinya, tak ada kenaikan jabatan dan tak ada kenaikan gaji. Bibi Jiang bingung apa yang diocehkan keponakannya itu.

Bersambung

Komentar aku: wkwkwk… yas, Xiao Ning, aku suka Xiao Ning berani menghadapi Man Lin yang mencoba merendahkan dan menjatuhkannya. Itu, adegan terakhir pasti komedi… Bos suka = naik gaji.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: