Sell Your Haunted House Ep. 09.2

In Beom kembali menghadang mobil Ji A, mereka bertatapan. In Beom menjelaskan apa yang ia rasakan dan ingat kembali, sejak saat pertama menjejakkan kaki di Daebak Realty. Mulai dari insiden 20 tahun lalu, dirinya yang kerasukkan dan hanya Sung Sik yang mengerti. Mungkin itu sebabnya, In Beom sulit menerima kenyataan kalau Sung Sik membakar kota dan mengakibatkan banyak orang meninggal.

In Beom benar-benar meminta maaf secara tulus. Kalau mereka tak datang ke Daebak, mungkin Mi Jin masih hidup. Juga, In Beom minta maaf telah memperdaya Ji A. Suara Ji A bergetar menerima permintaan maaf In Beom, lalu Ji A beranjak pergi.

In Beom mendiskusikan hal itu dengan Ji Cheol. Ia tak kan berhenti menyelidiki kematian Sung Sik, yang menurutnya masih menyisakan banyak pertanyaan. Satu hal yang pasti, mereka tak bisa bekerja sama dengan Daebak lagi. Ji Cheol setuju, tapi menolak satu hal, ia tak mau pindah dari Changhwa karena Soo Jung adalah klien terbaru Daebak kali ini.

Hak Sung berterima kasih pada anggota dewan Han yang membantu di proyek pembangunan Bangso-dong. Anggota dewan Han terlihat kesal, ia mendengar berita kalau masih ada penduduk yang menolak relokasi. Sepertinya keberuntungan Hak Sung sudah mulai habis, anggota dewan Han memberi tenggat waktu sebelum pemilu dilaksanakan.

Ji A menyiapkan peralatan exorcism, dan dua kali memanggil Hyung Sik dengan sebutan In Beom. Hwa Jung – Hyung Sik mengangguk-angguk penuh pengertian.  

Ji A & Hyung Sik tiba di lokasi, begitu juga detektif yang sudah bersembunyi menunggu. Asap dupa menghisap arwah Hyun Ju yang mendatangi Soo Jung, dan berpindah ke parkir basement. Arwah Hyun Ju memasuki raga Hyung Sik. Ia terus mencoba melarikan diri. Tindakan JI A yang hendak menusukkan binyeo mengingatkan apa yang dialami Hyun Ju di saat kematiannya. Ji A mengurungkan diri.

Ia mendekati Hyun Ju dan menaruh tangan di depan matanya. Saat arwah Hyun Ju mulai tenang, Ji A mengangkat binyeo, siap menusuk. Detektif merangsek masuk lingkaran dan mencoba membekuk Ji A, memberikan kesempatan bagi Hyun Ju untuk melarikan diri.

Soo Jung duduk sendirian di unit, menonton video. Si pembunuh berhasil memasuki unit Soo Jung dan mencoba memperkosanya. Soo Jung melawan dan membuka pintu. Hyun Ju yang merasuki Hyung Sik, menghajar si pria habis-habisan. Beruntung Ji A segera datang dan menusukkan binyeo ke dada Hyung Sik.

Detektif yang tak mengetahui itu, menyangka Ji A hendak membunuh Hyung Sik dan melepaskan tembakan. Ingatan Hyun Ju mengalir dalam benak Ji A.

Hyun Ju curiga pada pria yang masuk ke lift bersama Soo Jung. Ia ingin memperingati Soo Jung, tapi pria itu menariknya dan mengancam dengan pisau.

Episode: Polisi Mencampuri

Untung tembakan itu hanya peringatan. Detektif kaget saat Hyung Sik terbangun tanpa luka. Semua dibawa ke kantor polisi. Soo Jung terlalu ketakutan dan membisu. Baru setelah Hwa Jung datang menghampiri, Soo Jung berani angkat bicara, menyatakan si pria adalah pelaku pembunuhan yang dicari selama ini.

Kang Tae mengaku ia pacar Soo Jung, itu sebabnya ia punya pass-code pintu Soo Jung. Ia datang untuk memutuskan hubungan mereka karena ia telah beristri. Ji A dengan geram menyuruh si detektif bekerja dengan benar. Kalau saja ia memperhatikan, rekaman CCTV sudah menunjukkan itu. Ada bukti lain: Hyun Ju tidak menyerah dan melawan balik, dan melukai pundak si pelaku.

Detektif membela diri, tidak semua penguntit adalah pembunuh. Ji A memberi gambar pisau yang digunakan untuk membunuh Hyun Ju.

Semua diperbolehkan pulang, termasuk Kang Tae. Hwa Jung menerangkan kalau Kang Tae hanya dikenai tuduhan masuk rumah tanpa izin dan ini adalah catatan kejahatan pertama. Jadi, hanya kena peringatan. Detektif mengatakan mereka tak bisaberbuat apa-apa, mereka tak punya bukti nyata.

Ji Cheol melaporkan ke In Beom apa yang terjadi. Tapi, In Beom malah sibuk menanyakan kondisi Ji A, membuat Ji Cheol kesal. Mereka berdua keluar Changhwa dan mengkhawatirkan kondisi Soo Jung/Ji A. Tiba-tiba Ji A panik berlari ke luar dan masuk ke dalam mobil. In Beom tahu, Ji A pasti terkena residu arwah.

In Beom pergi mencari Ji A. Ia memasuki sebuah gedung teater, yang memberi pengumuman kalau pentas dibatalkan karena masalah pribadi pemeran utama. Di atas pentas, Ji A berdiri. In Beom mencoba menyadarkannya. Mereka berdiri berhadapan.

Sekuriti menghampiri mereka. In Beom memegang pundak Ji A dan tanpa sadar, Ji A langsung menelikung In Beom. Mereka berdua terjatuh.

Bersambung

Komentar aku: cinta pertama di C-drama dan K-drama adalah pada saat pemeran utama wanita (atau pria dalam kasus ini) nyaris terjatuh dan ditahan oleh pemeran utama pria (atau wanita, ha!). Saat berpelukan, mata mereka berpandangan, dalam dan penuh arti. Dan selanjutnya adalah sejarah. Kwakwakwakwakwak… Aku heran, kenapa si detektif benar-benar menutup diri untuk kemungkinan yang dijabarkan Ji A atau Hwa Jung, atau karena ia pernah punya pengalaman tak menyenangkan berkaitan dengan cenayang, medium atau exorcism?

Aku tepuk tangan untuk Jang Na Ra. Suaranya yang bergetar saat mendengar permintaan maaf In Beom, menjadi penambah detail yang memuaskan untuk ditonton dan didengar. Salute!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: