Sell Your Haunted House Ep. 09.1

Hwa Jung menyuruh mereka berdua berhenti. Ji A mengusir In Beom, ia tak ingin melihat In Beom lagi. In Beom pergi mengendarai mobil, mengacuhkan Ji Cheol yang mencoba bertanya.

Ji A naik ke kamarnya, menghabiskan beberapa kaleng bir. Ji A sadar, In Beom adalah orang pertama yang bisa mengerti perasaannya dan membuatnya merasa nyaman, dan itu membuat perasaan Ji A menjadi semakin tidak enak. Ia terus meminta maaf, dan arwah Mi Jin hanya bisa menatapnya dalam bisu.

In Beom berziarah ke makam Sung Sik. Ia tak tahu lagi mana yang harus ia percaya, apakah Sung Sik benar-benar jahat atau dirinya lah akar dari semua petaka 20 tahun lalu?  Geum Ja memergoki In Beom dan melarangnya pergi.

In Beom makan siang bersama Geum Ja. Geum Ja ingin tahu, keonaran apa lagi yang In Beom buat? Beberapa pria mengacak-acak rumah mereka dan seorang wanita juga datang. In Beom heran, apa yang mereka cari? Melihat buku tahunan SMA yang terbuka, In Beom sadar bagaimana Ji A bisa mengetahui identitasnya. Baik In Beom maupun Ji A, hari ini, keduanya resah.

Bae Soo Jung berjalan seorang diri, ia merasa diikuti seorang pria dan terburu-buru masuk resto fast food. Di gedung apartment, ia kembali menolak masuk ke lift bersama seorang kurir. Ia menyapa pemilik gedung dan menanyakan unit 602. Pemilik kesal karena Soo Jung selalu berkeluh kesah tentang hantu.

Sewaktu kakinya melangkahi pintu lift, angin berhembus menerpanya. Ia terjebak dalam lift mati bersama sesosok hantu wanita. Soo Jung berteriak minta tolong. Pemilik gedung heran, kenapa Soo Jung tidak juga masuk lift, malah berbicara tak jelas, lalu jatuh pingsan.

Tae Jin heran, apa In Beom dan Ji A berpacaran lalu pergi berduaan? Ia tak melihat mereka berdua. Ji Cheol juga kesal, In Beom tak pulang dan tak bisa dihubungi. Ibu pemilik Changhwa menunggu kedatangan Hwa Jung, langsung melapor kalau Ji A tidak keluar rumah dan tidak memesan makanan seperti biasa.

Ji A tenggelam dalam tumpukan dokumen. In Beom ternyata tidak tahu apa-apa mengenai misteri kematian Mi Jin. Jadi, ia mencoba mencari sendiri. Tapi, dokumen exorcism dari leluhur sangat banyak dan sebagian besar ditulis dalam bahasa Cina. Setelah makan, Ji A kembali mengurung diri di ruang dokumen.

Episode: Pembunuhan di Lapangan Parkir

Ji Cheol bertemu dengan pacar onlinenya, ternyata ia adalah Soo Jung. Soo Jung pergi ke Daebak atas usulan Ji Cheol.  Soo Jung tidak mengenal wanita yang dibunuh, tapi ia adalah orang terakhir yang melihatnya hidup.

Soo Jung melapor pada detektif, ia tidak mengenali si pembunuh, karena menggunakan masker dan topi. Ji A menyuruh Soo Jung pulang, ia harus melakukan penyelidikan terlebih dahulu.

Geum Ja marah sewaktu In Beom mengungkit Sung Sik. Ia melempar kotak, bukti bahwa Sung Sik dibunuh. In Beom meneliti isi kotak: surat, pemutar kaset lama, dan surat pengakuan peristiwa pembakaran. In Beom sadar, prasangka Ji A benar.

Ji Cheol memergoki Tae Jin yang marah-marah di telpon. Kali ini, Tae Jin menyuruh anak buahnya mencari tahu Yang Chang Hwa, putra pemilik resto. Ji Cheol tak ingin percaya Tae Jin bisa membalas budi.

Presentasi kali ini hanya dihadiri Ji A – Hwa Jung. Lee Hyun Ju, penyewa apartment, dibunuh di parkir basement. Hyun Ju beberapa kali melapor keberadaan pria yang mencurigakan, tetapi laporannya tidak pernah ditanggapi.

Di CCTV terlihat pria bermasker dan bertopi mengganti target kejahatan saat itu juga. Apakah Soo Jung dihantui karena Hyun Ju menjadi korban menggantikannya? Ji A pun ingin tahu, ia pergi ke lokasi. In Beom berdiri menunggu di depan kantor, tapi Ji A menolak bicara dan pergi meninggalkannya.

Pemilik resto fast food, Ma Kang Tae, mempersilahkan detektif memasang flyer di dinding restonya. Detektif menyatakan kalau mereka belum menemukan kemajuan. Sewaktu ia akan keluar, ia melihat Ji A berjalan melintas.

Ji A membakar dupa, hantu itu menghampirinya. Meski apa yang terjadi terasa tak adil, dan Hyun Ju menyalahkan Soo Jung, waktu akan terus berjalan. Ji A meminta Hyun Ju merelakan dan melepaskan. Arwah Hyun Ju meneteskan air mata, berusaha berbicara lalu menghilang.

Dalam hati, Ji A berharap In Beom menghampiri dan menggenggam, menghangatkan tangannya. Tapi, kali ini ia berdiri sendirian. Ji A menepiskan ingatannya dan menelpon Hwa Jung, menyuruhnya menghubungi Hyung Sik. Detektif keluar dari tempatnya bersembunyi, ia mendengar semuanya.

Bersambung

Komentar aku: kali ini, meski dalam hati Ji A sadar kalau In Beom mungkin tidak bersalah, apalagi dulu In Beom hanya seorang anak kecil, baik titisan telur arwah atau bukan, rasa bersalah dan kepedihan karena (merasa) mengkhianati Mi Jin menghalangi nuraninya. Ia terus menjauhkan diri dari In Beom. Di satu sisi, Ji A terus berusaha sekuat tenaga mencari tahu cara mengusir/menghilangkan roh titisan telur arwah, sampai tidak makan dua hari… Oy! Hati vs logika cenayang bertempur. Heits… Pak detektif, nama bapak siapa sih? Aku merekap sampai episode 9 tidak tahu nama bapak… huhuhu… Padahal nama memberi personifikasi lebih pada sebuah karakter (kata orang yang lupa nama kenalan baru setelah 5 menit yang lalu bersalaman… jejeje)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: