Doom at Your Service Ep. 02.2

Episode 2: Genggam Tanganku

Pikiran Myeol Mang berputar-putar antara dirinya, Dong Kyung dan SoNyeoShin, nasib dan nasib selalu kejam.

Bel pintu berbunyi, Dong Kyung memeluk erak Sun Kyung yang baru pulang dari Jeju. Ia teringat ucapan Myeol Mang, pengganti takdirnya adalah kematian orang yang paling ia cintai.

Pagi ini di kereta, lampu berkedip-kedip, tapi tak ada Myeol Mang. Penjual gimbab, juga bukan Myeol Mang. Dong Kyung kesal, pikirannya dipenuhi Myeol Mang.

Di kantor, penulis Jijo King menemui Dong Kyung. Dong Kyung mengkritik tulisan dan perkataan Jijo King yang terkesan merendahkan wanita. Jijo King kesal, ia menakut-nakuti orang yang tiba-tiba berubah sikap biasanya akan segera mati. Dong Kyung dengan santai membenarkan, waktunya memang tak banyak.

Saat makan malam bersama Ji Na, Dong Kyu bertanya apa yang akan Ji Na lakukan kalau hanya punya waktu 100 hari sebelum meninggal? Ji Na ingin: 1. Beli kue 5 tingkat lalu dimakan habis, 2. Berpergian. Tapi, ia tak pernah benar-benar memikirkannya. Dong Kyung ingin membuat Ji Na sukses sebelum Dong Kyung meninggal. Karena itu, Dong Kyung minta Ji Na berhenti menulis novel bersambung.

Tim Life Story berkumpul membicarakan keputusan untuk Dong Kyung. Mereka lalu bergosip tentang pemilik café, Lee Hyun Kyu, yang kaya-raya. Mereka kembali ke kantor, melihat Dong Kyung masih sibuk bekerja. Ye Ji memuji Dong Kyung yang mulai berani mengutarakan pendapatnya pada Jijo King.

Joo Ik terang-terangan bertanya kenapa Dong Kyung bisa jatuh cinta pada Dae Han. Saat pertama bertemu, Dong Kyung baru saja selesai meng-edit 80 halaman novel. Seseorang nyaris menumpahkan kopi ke laptop Dong Kyung dan Dae Han menahan dengan badannya. Dong Kyung menawarkan membayar laundry, Dae Han mengajak minum. Selanjutnya adalah sejarah.

Dong Kyung memperhatikan buku jadwalnya. Betapa tipis halaman yang bisa ia isi. Mungkin kalau ia punya waktu 10 tahun lagi, ia akan punya uang untuk dihabiskan, mimpi untuk diraih, atau cinta dan pekerjaan, tapi semua itu tidak bica dicapai dengan hanya 100 hari. Di sisi lain, kalau ia ingkar, ia akan melewati sisa hidupnya dalam kehancuran.

Dong Kyung merebahkan kepalanya di meja, ia lelah. Apa orang lain juga ada yang hidup seperti dirinya? Dipermainkan antara hidup dan mati, hidup segan mati pun tak mau.

Myeol Mang bergegas ke RS, melihat tenaga medis melakukan resusitasi jantung pada SoNyeoShin. SoNyeoShin berhasil diselamatkan. SoNyeoShin lahir ke dunia saat orang-orang berdoa memanggilnya. Ia tak berkeberatan mengorbankan nyawanya demi mereka. Karenanya, ia berharap Myeol Mang tidak lari dari tugasnya, menjadi alat yang untuk mengabulkan doa-doa manusia.

Myeol Mang mendatangi Dong Kyung yang menyiapkan foto untuk pemakaman. Mereka berjalan bersisian, dan meski terus bersitegang, Dong Kyung tetap menggenggam tangan Myeol Mang, seperti janjinya. Dong Kyung melihat ambulan berjalan kencang, lalu melihat papan jumlah kecelakaan – kematian, Dong Kyung tidak bisa membayangkan bagaimana Myeol Mang bisa menjalani hidup seperti itu.

Myeol Mang menerangkan, ia tidak hidup, ia hanya ada. Ia adalah tombol kehancuran yang diciptakan para dewa. Kalau ia tak melakukan tugasnya, bencana besar akan menimpa dunia. Myeol Mang teringat saat itu terjadi, semuan kengerian, kutukan, ketakutan, kebencian para manusia terus berdenging di telinganya.  

Dong Kyung mengerti sekarang, agar kehidupan ada maka harus ada kematian. Lalu, berapa lama mereka musti berpegangan? Myeol Mang menggodanya, bukankah Dong Kyung menggenggam tangannya karena suka?

Myeol Mang mengantar Dong Kyung pulang. Myeol Mung mengingatkan agar Dong Kyung bisa lebih menerima nasibnya. Ia lalu pergi. Tiba-tiba Dae Han yang mabuk berat, keluar dari tempat persembunyiannya, berlutut meminta maaf.

Dong Kyung mendorong Dae Han. Tapi, Dae Han malah memeluk Dong Kyung, menyebabkan kaca foto yang baru dibuatnya pecah. Karena Dong Kyung tidak ingin menggunakan satu permohonan untuk mencelakakan Dae Han, Myeol Mang menggunakan taktik lain: berpura-pura menjadi suami yang memasakkan makanan kesukaan Dong Kyung. Dae Han mengalihkan perhatiannya ke Myeol Mang.

Meski taktik Myeol Mang tak terlalu diperlukan, karena Kyung Sun datang membela kakaknya. Dae Han lari ketakutan.

Dong Kyung berusaha membersihkan pecahan kaca dan terluka. Myeol Mang berlutut, menghapus luka itu. Myeol Mang sempat penasaran, seperti apa orang yang berharap kiamat. Dong Kyung adalah satu-satunya yang berpikiran sama di saat Myeol Mang juga berpikir tentang kiamat. Myeol Mang bersyukur bertemu Dong Kyung. Ia membersihkan foto Dong Kyung dan beranjak pergi.

Dong Kyung berteriak memanggilnya, ia mengajak Myeol Mang tinggal bersama.

Bersambung

Komentar aku: Ha? Tinggal bersama bencana? Serius? Haugh… apa jadi Tale of the Nine-Tailed lagi? Kisah cinta terlarang antara seorang gadis dengan malaikat maut. Ouch… Siapa yang menang? Dewa atau malaikat + manusia. Err… google cerita mitos malaikat yang jatuh cinta pada manusia. Oh, apa ini adaptasi bebas dari Hades & Persephone ya? Hades dewa kegelapan/kematian/dunia akhirat yang jatuh cinta pada Persephone. Tapi, mitos ini berakhir bahagia. Yup, siapa yang berani menghukum Hades? Saudara dari Zeus?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: