Miss Crow with Mr. Lizard Ep. 09

Xiao Ning berkunjung ke rumah Cheng Yu. Cheng Yu menjadi marah luar biasa dan menuduh CDS bertindak di luar batas dengan meminta izin pada suaminya untuk menghancurkan dinding itu. Ia memilih membatalkan kerja sama dengan CDS dan mengusir Xiao Ning.

Man Lin memarahi Xiao Ning, sekarang mereka kehilangan klien yang berharga. Lalu, Xiao Ning sekarang mencoba menyalahkan Man Lin? Kalau memang Xiao Ning ingin bretanggung jawab, bagaimana kalau mengundurkan diri dari CDS?

Man Lin membawa kasus ke rapat kantor, Man Lin meminta Xiao Ning dikeluarkan sesuai aturan perusahaan. Xiao Ning mengakui kalau ia membuat Cheng Yu marah. Gu Chuan setuju Xiao Ning dikeluarkan. Ia lalu memarahi Cheng Ran yang jatuh tertidur, Cheng Ran balik marah, kedudukannya setara dengan Gu Chuan. Cheng Ran mengambil alih rapat dan memutuskan memberi waktu seminggu untuk Xiao Ning.

Xiao Ning menangis di depan Zhao Yan, menceritakan semua yang baru saja terjadi. Ia tak ingin kehilangan pekerjaan, ia tak ingin pergi dari sisi Gu Chuan, dan ia ingin membalas kebesaran hati Cheng Ran yang memberinya kesempatan. Selesai menangis, Xiao Ning tertidur, kecapaian memperbaiki dapur + mengalami krisis di kantor.

Cheng Ran beranggapan Xiao Ning unik. Ia seperti sebuah meteorit yang meluncur masuk ke dalam hati Gu Chuan yang bak danau dalam, tenang, tanpa riak air sedikit pun. Cheng Ran tahu kekhawatiran Gu Chuan akan kelangsungan hidupnya. Tapi, sebagai sahabat terbaik, Cheng Ran berharap Gu Chuan tidak menyesali apa pun keputusan yang ia ambil (tentang Xiao Ning). Malam ini Cheng Ran meninggalkan Gu Chuan, memberi waktu untuk berpikir dalam.

Gu Chuan bertemu Xiao Ning yang ditolak oleh Cheng Yu. Gu Chuan mengingatkan, seorang arsitek harus bisa memberikan solusi pada sebuah masalah dengan desain, bukan sekedar meminta maaf dan memberikan bunga / buah tangan. Tissue yang diberikan Gu Chuan membuat Xiao Ning sadar, Gu Chuan lah yang memberikan tissue berbentuk bintang seusai rapat di kantor. Semangat Xiao Ning menaik kembali.

Staff CDS bergosip. Mereka berpikir Gu Chuan menyukai Xiao Ning. Tapi, kenapa selera Cheng Ran pada wanita berubah? Xiao Ning masuk dengan gembira mentraktir mereka milk fruit tea, bahkan ia memberikan pada Man Lin dan sama sekali tidak menyalahkan Man Lin.

Cheng Ran bersiap menunggu Zhao Yan dengan sepeti mawar merah. Ia ingin bertemu Zhao Yan untuk mengembalikan buku harian Xiao Ning. Zhao Ning mengambil buku harian dan satu tangkai mawar, cukup untuk hari ini.

Gu Chuan memperhatikan Xiao Ning yang datang ke lokasi galeri dan tekun mengambil foto dan catatan. Xiao Ning berniat bertemu dengan suami Cheng Yu untuk mencari tahu latar belakang lukisan itu. Dari semua data, catatan dan gambar, Xiao Ning akan berusaha menyatukannya untuk mendapat solusi proyek ini.

Taksi tidak bisa dipanggil karena tidak ada sinyal di lokasi itu. Xiao Ning membonceng Gu Chuan di sepeda listrik. Tak sengaja ia menjatuhkan Gu Chuan saat melewati polisi tidur. Xiao Ning bersumpah ia tidak membenci Gu Chuan karena dimarahi dan tidak juga memutuskan balas dendam dengan menjatuhkan Gu Chuan. Akhirnya, mereka berdua berjalan kaki.

Mr. Mu, suami Cheng Yu, menerangkan kalau Cheng Yu bersikeras mempertahankan dinding itu untuk menghormati almarhum putra Mr. Mu yang tenggelam saat berusia 5 tahun.

Gu Chuan mengakui kalau ia dan Cheng Ran hanya bersandiwara, Man Lin merasa tersisihkan. Ia tak pernah melihat Gu Chuan memperlakukan staff seperti itu. Gu Chuan membalas, ia juga tak pernah melihat Man Lin memberikan proyek sulit pada pegawai baru. Gu Chuan mengingatkan Man Lin untuk tidak mencampuri urusan pribadinya.

Xiao Ning akhirnya mengerti. Melanjutkan hidup bukan berarti tidak melihat, tidak mendengar atau tidak memikirkan apa yang terjadi. Sebuah proses berdamai dengan diri sendiri. Saat kecelakaan yang menewaskan orang tuanya terjadi, Xiao Ning ada bersama mereka. Mimpi buruk selalu menghantuinya.

Akhirnya, bibi Jiang dan nenek mengambil alih. Bibi Jiang mengeluarkan peranti makan keluarga saat festival musim semi. Nenek menceritakan hal-hal yang ia ingat tentang orang tua Xiao Ning. Membuat seolah orang tua Xiao Ning berada di sekitar mereka.

Setelah galeri di renovasi, tepat itu akan menjadi lokasi yang paling sering Cheng Yu datangi. Gambar-gambar anak-anak yang ada dinding akan menjadi kenangan terindah yang mengobati luka hati Cheng Yu. Orang tua Xiao Ning atau putra Mr. Mu pernah hidup, dan akan selalu dikenang. Tidak berani melihat atau menyentuh peninggalan mereka, akan menjadi hal yang sangat disesalkan.

Cheng Yu mendengar itu semua. Xiao Ning meminta maaf setulusnya pada Mr. Mu dan Cheng Yu telah bersikap kelewatan. Ia akan memastikan bahwa kenangan berharga mereka tidak akan dihancurkan.

Bersambung

Komentar aku: hhuhuhuhuhu… drama ini memang indah. Banyak kalimat yang bisa dikutip. Coba aku tonton ini saat muda, mungkin bisa mengubah hidup ya? Atau justru mengingatkan hidup tidak sekedar bertahan tetapi untuk dijalani. Atau… bisa bertahan dalam kehidupan yang keras ini, juga sebuah keberhasilan… Untung banyak komedi yang mengimbangi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: