Miss Crow with Mr. Lizard Ep. 08

Bibi Jiang belum bisa melepaskan rasa dendamnya pada Zheng Cheng, yang mengajak ayah Xiao Ning menggelapkan uang perusahaan. Akhirnya, Xiao Ning bercerita kalau rumah mereka nyaris terbakar dan biaya perawatan bibi Jiang dibayar dengan berhutang ke perusahaan. Xiao Ning tak sanggup mengambil hutang lain. Bibi Jiang minta maaf, ia luluh, bersedia tinggal sementara.

Xiao Ning menemui Tang Xu di luar, meminta maaf dan berterima kasih. Ia setuju dengan pandangan Tang Xu, generasi muda yang tidak tahu menahu dan terlibat, harus melanjutkan hidup. Hanya saja, perasaanya pada Tang Xu masih bercampur aduk. Tang Xu mengerti.

Cheng Ran kaget waktu elihat Gu Chuan memberi masukkan di buku harian Xiao Ning. Apa Gu Chuan jatuh hati pada Xiao Ning? Gu Chuan sebagai arsitek ingin Xiao Ning belajar lebih baik lagi. Dengan alasan agar Xiao Ning tidak salah sangka, Cheng Ran yang akan mengembalikan buku itu. Sebagai alat agar Zhao Yan melihat ketulusan Cheng Ran. Gu Chuan merasa jalan Cheng Ran akan masih sangat panjang.

Tang Xu memberi rencana kinerja pada Direktur Xu. Direktur Xu memuji dan menyuruh Tang Xu menarik dana yang diaku miliknya di perusahaan Tang Xu. Ia akan memberi tahu detail setelahnya.

Xiao Ning menjemput Gu Chuan. Xiao Ning dengan berat hati menolak permintaan Cheng Ran membuat janji temu dengan Zhao Yan. Cheng Ran tak memaksa, ia pergi. Xiao Ning ingin mengambil buku harian yang tertinggal, Gu Chuan menjawab Cheng Ran sudah membawanya. Xiao Ning tersenyum lemas.

Direktur Xu menemui Zheng Cheng. Direktur Xu menenangkan, ia akan selalu menepati janjinya menjaga dan merawat Tang Xu seperti putranya sendiri.

Xiao Ning meminta izin diperbolehkan menunggu di unit sampai Gu Chuan siap ke kantor. Gu Chuan setuju, malah mengajari Xiao Ning materi ujian yang tidak ia mengerti. Tiba-tiba mereka sadar kaau muka mereka sudah sangat dekat. Dan, listrik pun mati karena korslet akibat listrik yang dikeluarkan mesin jantung Gu Chuan, Dr. P menelpon dan alarm di ponsel Cheng Ran berbunyi.

Xiao Ning memanggil petugas gedung dan naik ke lantai dua mencari Gu Chuan. Karena listrik mati, ia bisa memasuki kabin tidur Gu Chuan. Ia menemukan rahasia Gu Chuan! Gu Chuan adalah online streamer. Gu Chuan meralat ruang itu adalah tempat virtual reality game. Ah, Xiao Ning mengerti, pasti Gu Chuan sedang bereksperimen membuat virtual desain, ia berjanji membantu merahasiakan hal ini dari siapa pun.

Gu Chuan mengajak Xiao Ning membeli susu, dan ia menyelipkan jepit, karena Xiao Ning mengeluh angin kencang mengacak-acak rambutnya. Kasir yang bekerja, Chen Chen, adalah rekan kulian sekaligus pria tertampan di kampus. Ia memberikan snack gratis dan mengajak makan bersama. Xiao Ning setuju. Gu Chuan cemburu tapi tidak menunjukkannya.

Xiao Ning membelikan Gu Chuan milk fruit tea. Gu Chuan menolak, itu minuman wanita, ia tidak terbiasa minum aneh-aneh. Tapi, menolak mengembalikan pada Xiao Ning setelah meminum seteguk. Gu Chuan menyukainya.

Setelah menunggu lama di café yang ditunjuk Xiao Ning, akhirnya Zhao Yan muncul juga. Cheng Ran berjanji mengikuti apa pun yang dilakukan Zhao Yan, meski itu akan menyiksanya. Benar saja. Zhao Yan pergi ke gym dan berolah raga dengan semangat, membuat Cheng Ran kecapaian.

Cheng Ran terkapar di sofa. Gu Chuan heran kenapa Cheng Ran memaksakan diri ke gym? Cheng Ran ingin menjaga Zhao Yan, karena di gym banyak pria tampan. Bicara soal pria tampan, Gu Chuan menunjukkan foto Chen Chen. Cheng Ran berkomentar, Gu Chuan tampan, tapi dibanding Chen Chen ketampanan Gu Chuan terasa sedikit kadaluarsa. Bukankah mereka berdua memang sudah tua? 🙂

Gu Chuan memberikan jepit rambut pada Xiao Ning, ia dapat gratis saat beli susu. Xiao Ning dengan senang memakainya. Gu Chuan langsung menghilangkan senyumnya saat Xiao Ning berterima kasih.

Seorang klien, seniman dan pemilik galeri, Cheng Yu, memarahi Man Lin. Ia tidak menyukai desain CDS yang menghilangkan dinding luar galerinya. Cheng Yu bersikeras untuk mempertahankan dinding itu. Dinding yang Cheng Yu maksud adalah dinding tua yang dipenuhi gambar-gambar anak-anak dari kapur berwarna.

Man Lin melihat jepit yang berada di buku Gu Chuan terpasang dengan manis di kepala Xiao Ning. Ia teringat perkataan ibu Gu Chuan. Man Lin lalu memberikan tugas agar Xiao Ning memastikan kalau Cheng Yu bersedia menghancurkan dinding luar galeri demi kesuksesan proyek CDS.

Bersambung

Komentar aku: whoa… monster bermata hijau, si cemburu, merubah orang yang baik menjadi jahat. Huhuhu,,, kasihan Xiao Ning. Tang Xu, hati-hati, kamu dipergunakan Direktur Xu untuk menggelapkan uang dan setelahnya menjadikanmu kambing hitam. Sama seperti yang dilakukan Direktur Xu pada Zheng Cheng dan ayah Xiao Ning. Memang ketampanan ada kadaluarsanya, ya? Jejeje..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: