Miss Crow with Mr. Lizard Ep. 07

Xiao Ning sibuk seharian membuat maket proyek. Gu Chuan bisa langsung melihat kalau proporsi maket melenceng 2mm per sengked. Xiao Ning mendengarkan penjelasan dari Gu Chuan dan berjanji memperbaikinya besok.

Lift tiba-tiba malafungsi, menjebak mereka berdua. Xiao Ning meminta maaf, ini pasti karena nasib buruknya. Gu Chuan mengajari Xiao Ning dua hal: tidak meminta maaf untuk hal yang tidak diperbuat; kedua: teori Fastinger: ‘10% dari apa yang kita alami terjadi apa adanya, tapi 90% lagi bergantung dari mental dan reaksi kita terhadap yang 10% itu’. Xiao Ning mulai mengerti.

Mereka berbincang tentang arti kebahagiaan. Bagi Xiao Ning: bisa mendapat gaji untuk kebutuhan hidup, bagi Gu Chuan: bisa meraih penghargaan prestisius Jin An dan pensiun setelahnya. Xiao Ning protes, ia menolak pensiun menjadi aspri Gu Chuan sebelum bisa belajar banyak. Gu Chuan tersenyum.

Lift dibuka paksa oleh petugas. Xiao Ning keluar terlebih dulu. Uluran tangan Xiao Ning mengingatkan Gu Chuan akan kecelakaan dulu. Gu Chuan merasa aneh, setiap kali Xiao Ning menggenggam tangannya, ia merasa nyaman.

Di perjalanan pulang, Xiao Ning bercerita tentang almarhum ayahnya, yang jarang ia bicarakan, karena Xiao Ning tak ingin dikasihani. Ia ingin berhasil atas usahanya sendiri. Gu Chuan meyakinkan Xiao Ning, Xiao Ning telah cukup berhasil.

Sampai di rumah, Xiao Ning pamit dan berterima kasih. Gu Chuan membaca text, tersenyum tapi juga menggeleng-gelengkan kepala, ejaan nama Fastinger masih salah. Gu Chuan mengernyit, dadanya sakit. Dr, P menggoda kalau Gu Chuan jatuh cinta. Tapi, Dr. P serius, ada perbedaan antara menjalani hidup dan bertahan hidup. Jadi jalanilah hidup, sembari mencintai dan menjaga diri.

Akhirnya, perbaikan dapur selesai. Xiao Ning dan Zhao Yan menikmati dengan makan malam dan minum bir. Xiao Ning berpendapat kalau Cheng Ran pria yang baik, tapi Zhao Yan menganggapnya playboy. Zhao Yan berpedapat kalau Gu Chuan akan jadi kekasih baik, tapi Xiao Ning menganggap kodok dan angsa tak mungkin bersatu. Ha!

Pagi-pagi, Cheng Ran bermuka lusuh sudah duduk menunggu Xiao Ning, Zhao Yan sama sekali mengabaikannya. Akhirnya, Xiao Ning bersedia membantu. Ia mengajak Zhao Yan bertemu nanti malam. Wang Kai yang khawatir menyuruh Xiao Ning memeriksa kondisi Gu Chuan sekaligus membelikan bahan makanan.

Tapi, di unit, Gu Chuan menegur Xiao Ning yang sudah diinfo untuk tidak menjemput ke kantor. Bagaimana dengan maket proyek? Burung gagak kembali terbang melintas…

Man Lin mengantar orang tua Gu Chuan ke airport. Ibu Gu Chuan meminta Man Lin menjaga Gu Chuan. Ibu Gu Chuan senang karena akhirnya Gu Chuan bertemu gadis yang ia senangi, meski Gu Chuan belum menyadari itu. Muka Man Lin mengeras.

Cheng Ran duduk di samping Zhao Yan dan mulai makan karena Xiao Ning tidak akan datang. Cheng Ran bersumpah tidak mengusik, tapi memohon bantuan pada Xiao Ning. Zhao Yan mengurungkan niatnya menusuk Cheng Ran dengan sumpit.

Akhirnya, revisi maket proyek selesai, Xiao Ning mengerjakannya di unit Gu Chuan. Gu Chuan masih kurang puas dengan beberapa bagian.

Zhao Yan mengajak Cheng Ran bicara serius. Ia sudah sering menemukan pria yang menghilang setelah berhasil meniduri si wanita. Cheng Ran mengaku, ia punya masa lalu. Kali ini ia akan menunjukkan seberapa serius dirinya. Ia lebih takut tidak bisa bertemu Zhao Yan dibanding dihajar oleh Zhao Yan.

Zhao Yan kesal, Xiao Ning meminta maaf. Ia melihat Cheng Ran benar-benar menyukai Zhao Yan. Mereka berdebat. Zhao Yan mengaku kalau ia malas memulai mengenal dekat seseorang untuk jatuh cinta. Xiao Ning menganggap itu karena Zhao Yan takut patah hati lagi.

Xiao Ning dan nenek menjemput bibi Jiang, dibantu Tang Xu. Sepertinya, Bibi Jiang tidak menyukai Tang Xu. Xiao Ning membawa mereka ke apartemen lama Tang Xu. Melihat foto Zheng Cheng, bibir bibi Jiang memberengut.

Gu Chuan menidurkan Cheng Ran yang pagi-pagi datang dalam kondisi sangat mabuk dan jatuh tertidur di lantai. Ia menemukan buku harian Xiao Ning yang terjatuh, terselip di belakang kursi ketika datang membuat maket kemarin.

Bersambung

Komentar aku: aaaa… teori Fastinger! Kenapa jadi ingat buku The Secret karya Rhonda Byrne yang juga menulis kalau berpikir positive mengundang terjadinya hal-hal positive dalam hidup?  Aku setuju dengan perkataan Gu Chuan, jangan meminta maaf untuk hal yang tidak kita lakukan, bahkan jangan meminta maaf kalau tidak benar-benar dari hati, alias sekedar basa-basi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: