Sell Your Haunted House Ep. 08.1

Di bulan Maret tahun Kuda Hitam pekerja di ibukota terpapar epidemic, yang selamat melihat pria tanpa wajah. Di bulan Februari tahun Ayam Hitam saat kebakaran besar di Hanyang, orang melaporkan ada pria tanpa wajah. Di bulan kabisat Februari tahun Naga Putih hujan batu salju seukuran telur menimpa Gyeongsang, petani mengaku melihat wanita tanpa wajah.

Ji A membaca dan membandingkan dokumen penampakan orang tanpa wajah setiap kali ada bencana besar. Banyaknya jiwa yang meninggal melahirkan telur arwah. Ji A berteori anak yang dibawa Sung Sik juga tanpa wajah, bisa jadi titisan telur arwah mereka yang meninggal terbakar. Tapi, arwah tanpa wajah tidak bisa diantar hanya menggunakan binyeo. Itu yang meresahkan Ji A.

Ji A ingin tahu apa kenapa Mi Jin masih menggunakan binyeo? Juga, meski In Beom adalah medium yang cukup kuat, Ji A takkan menggunakan bantuannya. Ji A tidak ingin mengandalkan ingatannya yang tak akurat, dan hanya memiliki titik awal penyelidikan kalau Sung Sik membawa anak titisan telur arwah.

Ji A mencoba mencari dokumen peninggalan leluhur, apa ada yang pernah bisa mengantarkan telur arwah? Ji A malah menemukan kalau dokumen dari tahun 1979 menghilang.

Tim GSC melaporkan ke polisi tentang pencurian 4 laptop + 2 PC dari kamar kost dan van GSC. Polisi merasa akan sulit menemukan pelaku, karena tidak ada CCTV terpasang di area itu. Ji A menghampiri, menuduh In Beom mengambil dokumennya. In Beom bersikeras tak tahu menahu dan mengikuti Ji A ke Daebak.

In Beom terkesima melihat seluruh file exorcism, bahkan ada sejak era Joseon. Pekerjaan turun temurun. Ji A setuju, tapi semua itu akan berakhir di dirinya. Ji A tidak berminat menurunkan pada keturunannya. Pekerjaan yang keji bagi Ji A. Di mana ingatan dan emosi pribadi dan arwah membaur, sampai akhirnya kehilangan jati diri.

Sekretaris Choi melaporkan, anak buahnya telah memeriksa kediaman dan lingkungan sekitar nenek In Beom, tapi tak menemukan apa-apa. Hak Sung tak percaya. Tiba-tiba pintu kaca tempat foto Golden Apartement pecah berantakan.

Seorang pria turun dari mobil yang ia rem mendadak, memastikan tidak menabrak orang. Tidak ada siapa pun di jalan itu, hanya sebuah bola. Pria itu kembali masuk, tapi mobilnya tak bisa di-starter. Ia berbalik dan melihat hantu gadis kecil tertawa, pria itu menjerit sejadi-jadinya (haugh… aku juga mau menjerit, merinding).

Sepasang pasutri datang ke Daebak. Si istri percaya kalau arwah anak kecil itu putri mereka, Byeol. Byeol menghantui karena pembunuhnya masih bebas berkeliaran. Ji A akan memeriksa, tapi kalau itu hanya gosip, Daebak tidak akan membantu menjualkan unit mereka.

Hwa Jung memulai penjelasan tentang kasus apartment Rendevouz Park. Korban kecelakaan adalah Eun Byeol, yang tertabrak oleh tetangga sekitar. Tapi pria penabrak menolak disalahkan. Byeol sudah terbaring di jalan dan saat itu terlalu gelap untuk melihat jalan.

Ada masalah sosial di Rendevouz Park. Penghuni lama dari lokasi itu ditempatkan di apartemen sewa sebagai ganti uang tanah, sementara apartemen mewah dimiliki oleh penghuni kaya.

In Beom tersenyum melihat busana yang Ji A pakai kali ini, menggoda kalau Ji A terlihat lucu mengenakan mantel berlapis hitam tebal. In Beom kagum melihat Ji A melepas mantel dan menaiki pagar pembatas dengan mudah. Ia bingung melihat Ji A berlari kesana-kemari mencoba mengejar hantu si anak.

Sekuriti menegur Ji A yang sedang menggenggam tangan In Beom. Ibu Byeol menjelaskan kalau mereka adalah tamunya. Arwah Byeol mencoba memeluk ibunya dan menatap dengan sedih. Ibu Byeol terduduk sedih mendengar klarifikasi Ji A.

Ji A dengan dingin terpaksa menolak keinginan ibu Byeol untuk hadir saat Ji A mengantarkan Byeol. Suasana hati Ji A memburuk dengan cepat.

In Beom kaget melihat Tae Jin yang kusut berantakan menemuinya. Tae Jin didepak Hak Sung. Tae Jin memohon agar In Beom meminta Ji A mempekerjakan sebagai sekuriti.  In Beom mengingatkan, Ji A lebih kuat dan tangguh dari Tae Jin. Tae Jin setuju, meski sambil menangis. Ibu pemilik Changhwa memberinya makan lengkap, Tae Jin langsung makan dengan lahap.

Ibu-ibu kaya dari Rendevouz Park mendatangi Daebak, menuntut agar Daebak menjual sesuai harga yang mereka mau. Ji A menolak menggoreng harga apartment dan meminta mereka pergi.

Bersambung

Komentar aku: Ha! Ada ya teori telur arwah? Tapi, mungkin benar. Bencana mengambil banyak korban. Aku takut membayangkannya. Meski, setelah membaca banyak cerita/mitos/urban legends tentang hantu atau tempat berhantu, yang diteorikan drama ini, banyak kesamaannya. Coba kalau sekali-kali Ji A berkunjung ke Tower of London atau jalan Durward di Whitechapel London tempat Jack the Ripper membunuh korban-korbannya. Whoa… tapi tak kan bisa mengusir Jack the Ripper, karena sampai sekarang tidak terungkap identitas asli Jack the Ripper.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: