Sell Your Haunted House Ep. 07.2

Young Soo bertengkar dengan kakaknya, Young Sik, yang bersikeras menjual rumah setelah ayah mereka, Yoo Chul Gu, terkena stroke lalu menderita demensia. Setelah pertengkaran itu, Chul Gu menghilang. Young Soo percaya Young Sik membunuh Chul Gu. Ibu-ibu manula mengatakan hal serupa pada Hwa Jung.

Young Soo memperlihatkan foto ia bersama ayah. Chul Gu penyuka makanan manis. Setelah mengetahui nama si arwah, Ji A mulai mempersiapkan exorcism.

Ji A menuang sekarung gula kelapa. Arwah Chul Gu datang dan exorcism pun dilakukan. In Beom melihat kehidupan Chul Gu, sepertinya ia sempat sadar dari demensia. Gu Chul melihat pertengkaran anak-anaknya. Malam itu, Young Sik mengurungkan niat membunuh Chul Gu, malah meminta maaf.

Chul Gu memilih pergi meninggalkan rumah, untuk menerjunkan diri ke dalam sumur di tepi hutan. In Beom tersadar dan menangis tersedu-sedu.

In Beom berjalan menuju sumur tempat Chul Gu meninggal. In Beom bersikeras memberi tahu hal itu pada Young Soon, meski Ji A tak setuju. Ia tahu rasanya tidak mengetahui penyebab kematian pamannya. Ia akan memilih mengetahui penyebab kematian, seberapa pun menyakitkan kebenaran itu.

Ji A bercerita, saat pertama ia bekerja sebagai exorcism, ia seperti In Beom. Sampai satu hari seorang bapak membunuh putranya, lalu bunuh diri, setelah Ji A memberi tahu putranya lah yang membunuh istrinya. Niat baik tidak selalu berbuah manis, lebih sering membawa keburukan. In Beom memohon diperbolehkan memberi tahu lokasi saja, agar Young Soo berdamai dengan dirinya dan memberi pemakaman yang layak.

Ji A merasa nasibnya sama seperti Young Soon, menghabiskan 20 tahun tanpa tahu penyebab kematian orang tuanya. Apa ia berhak merahasiakan kebenaran pada Young Soon? In Beom menghadiri pengangkatan tulang Chul Gu, Young Soon meratap, Chul Gu pasti kedinginan selama ini.

In Beom yang terkena residu arwah, memotong pagar pepohonan di samping rumah. Young Soon mengingat semua yang terjadi sebelum ia meninggalkan rumah ini 50 tahun yang lalu. Calon pembeli tertarik dan berjanji akan menghubungi.

Ji A memasuki rumah dan mengatakan kalau Young Sik tidak membunuh Chul Gu. In Beom menerangkan, Young Sik tidak pernah mengincar harta warisan. Chul Gu yang menyadari itu, merasa bunuh diri adalah satu-satunya cara untuk mengurangi beban putra-putrinya.

Sampai saat terakhir, ia sangat mencintai putra-putrinya. Kalau ia tahu apa yang terjadi, Chul Gu tidak akan melakukan itu. Young Soon sangat berterima kasih. Sayang, ia pingsan lalu koma menerima kenyataan itu. Young Sik datang menjenguk Young Soon di RS.

Young Soon terbangun, berterima kasih dan meminta maaf pada Young Sik. Young Sik merasakan hal yang sama. Young Soon berkunjung ke Daebak, untuk berterima kasih secara langsung. Setelah menjadi ibu, Young Soon bisa mengerti keputusan yang Chul Gu ambil.

Ji A mengakui, mungkin sifat ingin mencampuri In Beom menularinya. Ji A mengakui semua akhir yang baik kali ini adalah berkat In Beom. Mereka minum bir berdua, kali ini Ji A tersenyum saat In Beom mendentingkan kaleng bir padanya.

In Beom senang,  kali ini, tidak saja membersihkan rumah, memberi pemakaman pada Chul Gu, bahkan membuat kakak-adik saling memaafkan dan bersatu kembali. Ji A lalu mengutip perkataan Mi Jin. Exorcism adalah penutupan bagi mereka yang telah meninggal dan melanjutkan hidup bagi yang ditinggalkan.

Young Soon memutuskan tinggal di rumah Chul Gu dan meminta Young Sik untuk sering datang berkunjung. Sebuah cap selesai atas sebuah kasus lagi. Hwa Jung mendesah, tapi mereka tak dapat komisi.

Seseorang mengambil file tahun 1979 dari penyimpanan Daebak, mengobrak-abrik ruang sewa Changhwa tempat tinggal GSC dan juga rumah Hwa Jung. Beruntung file 1979 yang Hwa Jung sembunyikan di kotak berkode selamat.

Voice over… ‘Terkadang kebenaran lebih menyakitkan…’ (Hwa Jung)

Bersambung

Komentar aku: Yas! Benar-benar, drama ini tidak berhenti dengan alur yang cepat, jadi terasa seperti menaiki rollercoaster. Perasaan takut – marah – kesal – sedih – haru – senang – gemas – lucu datang bergantian dengan cepat. Hwa Jung pasti mengerahkan segala cara untuk menjaga Ji A, meski mungkin akhirnya malah akan kehilangan kepercayaan Ji A. In Beom mengalami kemajuan karakter, dari seorang penipu-carpediem menjadi pria lembut hati, meski tetap suka uang… kekeke…

Tak salah juga kalau polisi dan banyak orang tak mempercayai mereka. Di era digital, hantu seperti hal yang ada di masa lampau. Polisi dan orang banyak lebih memilih logika atau faktor psikologis daripada bukti nyata. Aku percaya ada hal-hal supranatural. Tapi, berusaha sekuat tenaga agar tidak pernah mengalaminya. Oh, NO! Cukup menonton drama atau film horor saja, terima kasih.  

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: