Sell Your Haunted House Ep. 06.2

Polisi kenalan Hwa Jung memberi tahu ibu Sung Sik membawa keponakan Sung Sik kembali ke desa setelah kematian Sung Sik. Keponakan itu pergi setelah lulus SMA. Ia bernama Oh In Beom. Hwa Jung terkejut mendengarnya. Hwa Jung merobek laporan itu sebelum masuk kantor Daebak.

Hwa Jung mengaku keberadaan keponakan Sung Sik sulit dilacak karena pergi ke desa bersama si nenek. Ji A berterima kasih. Hwa Jung hanya meyarankan untuk membatalkan kontrak GSC, ia khawatir In Beom akan membuat onar lagi. Ji A menolak, ia tak ingin repot menghentikan kontrak yang sebentar lagi akan berakhir.

In Beom yang masih terkena efek residu terbangun ketakutan. Ia merasa dicekik dan terkadang bangun dengan niat membunuh orang. Ji Cheol khawatir dan melapor pada Ji A. Ji A menyuruh Ji Cheol tidak melakukan apa-apa. In Beom akan baik-baik saja.

Ji A pergi ke Red Clay Sauna, menyapa Song Yi, yang merasa tak enak badan. Song Yi mengelak mengenal atau mengetahui di mana Sung Sil. Ji A menduga Song Yi mengubur jasad Sung Sil dekat keran yang selalu rusak. Ji A memberi kesempatan bagi Song Yi untuk mengakui perbuatannya, tapi Song Yi menolak.

In Beom menonton rekaman Sung Sil keluar dari Cheonha Building untuk yang kesekian kalinya, akhirnya ia menemukan petunjuk. Sosok Sung Sil berjalan timpang. Ditambah dengan ingatan Sung Sil, In Beom yakin kalau sosok itu adalah Song Yi yang menyamar untuk memberikan alibi.

Ji A membuka pintu belakang van dan menyuruh mereka membantu mencari jasad Sung Sil. Ji Cheol tersenyum lebar. Mereka mulai meneliti dan mengambil foto di setiap kesempatan.

Mereka memperhatikan foto-foto yang diambil dan berdebat. Ji A dan In Beom yakin Chang Sub tak tahu kalau Song Yi membunuh Sung Sil. Dari foto, Ji A menebak Song Yi menyembunyikan jasad di bawah tangga, karena warna material berbeda, seperti baru diganti.

Pekerja konstruksi menyatakan isi gudang di bawah tangga hanya barang tak berguna, dan Song Yi memintanya menyegel ruangan itu. Memang tak biasa, tapi bukan hal aneh bagi si pekerja. Ji Cheol pun melakukan apa yang dia kuasai dengan baik, membuat audio visual hantu. Chang Sub berlari terbirit-birit keluar dari Cheonha berteriak kalau ada hantu.

Chang Sub bingung, bukankah Daebak sudah mengusir hantu itu? In Beom mengambil foto di depan gudang tersegel. Di kamera terlihat hantu Dong Hee berdiri menunjuk gudang. Rupanya, dulu Dong Hee punya pacar dan di hari kematian ia kehilangan cincin. Ia masih mencoba mencari cincin itu.

Chang Sub setuju mereka membongkar segel gudang itu. Song Yi berteriak melarang pembongkaran. Ji A tak sabar, ia menghantam dinding berulang kali. Mereka tidak melihat ada yang aneh. Sampai Song Yi tiba-tiba tersedak dan terus memohon ampun. Dari balik dinding rahasia, terjatuh karung berbau busuk.

Hwa Jung masuk ke kantor polisi, ia marah dan protes. Kenapa polisi justru mengintimidasi dan menahan In Beom dan Ji A? Mereka berdua bukan tersangka pembunuh Sung Sil. Ji A membantu In Beom, karena ia tahu bagaimana rasanya melalui residu arwah penuh dendam. Malam-malam dengan mimpi-mimpi terbunuh secara menyeramkan.

Ji A mengingatkan kali ini mereka beruntung, entah karena apa Song Yi menjadi histeris ketakutan. Roh Sung Sil sudah tidak lagi menghantui Cheonha dan kejahatan Song Yi terungkap. Lain kali, mereka mungkin tidak seberuntung itu.

Ji Cheol masuk membawa senampan besar roti. Itu buatan In Beom saat masih terkena residu arwah Sung Sil. Hwa Jung menerangkan, di US saat pameran rumah (open house) pemilik rumah akan memanggang roti untuk menarik lebih banyak pembeli. Karena, aroma roti yang baru keluar dari panggangan memberikan efek rasa nyaman. Persis seperti yang diucapkan Mi Jin pada Ji A dulu.

Episode: Dinding Basement

Ketika In Sook datang, In Beom buru-buru mengajaknya keluar kantor. Ji A dan Hwa Jung memandang Ji Cheol dengan penuh curiga. Ji Cheol hanya bisa berpura-pura mengirim text ke kekasihnya. Benar, di depan kantor In Sook mengucapkan terima kasih sekaligus memberi amplop berisi uang. Mereka bisa menguburkan jasad Sung Sil dengan layak.

Ji A memergoki In Beom. In Beom langsung melarikan diri, ia tak mau diberi pelajaran oleh Ji A. Ha!

Di dalam ruang interogasi, Song Yi terus ketakutan dan memohon maaf. Polisi tidak percaya hantu, ia merasa itu hanya bentuk rasa bersalah dari hati nurani seorang pembunuh. Tapi, kenapa tim Daebak bisa menebak di mana jasad disembunyikan? Rumornya adalah karena Daebak bukan sekedar agen properti, tapi juga pengusir hantu!

Polisi itu berdiri di depan kantor Daebak. Ia bergumam, rupanya Hwa Jung sudah menjadi penipu profesional sekarang, mengaku bisa mengusir hantu. Ji A kembali men-cap dan menyimpan file kasus Cheonha Building yang telah selesai.

Mi Jin mematikan toko-TV yang sedang ditonton Ji A. Ji A menganggap In Beom mirip dengan Mi Jin, tidak patah semangat dan selalu terjun tanpa ragu. Semakin lama Ji A bekerja sebagai exorcist, semakin Jia A tidak menyukai keserakahan, kebencian yang keluar dari hati manusia. Tapi, Mi Jin tidak berhenti mempercayai manusia, bagaimana bisa?

In Beom merayakan keberhasilan dengan membeli barang-barang mewah. Di depan Changhwa ia dipukul. Saat sadar, ia terikat tergantung di gudang, dan Ji A, terikat di bangku. Sekretaris Choi menjejalkan perjanjian penjualan kantor Daebak ke tangan Ji A.

Ji A menolak dan anak buah mulai menggebuki In Beom habis-habisan, seperti pinata… Haruskah Hak Sung membunuh In Beom? Ji A membalas, Hak Sung lah yang akan mati. Arwah Sung Sik muncul di samping Hak Sung. Kalung In Beom terjatuh saat anak buah mencoba menusuk perut In Beom. Sung Sik pun merasukinya.

Dengan mudah, In Beom yang kerasukan membebaskan diri dan mengalahkan semua begundal. Sung Sik meminta apartemen yang dijanjikan. Ia telah membakar dan membunuh orang karenanya. Ia minta Hak Sung menepati janjinya.

Bersambung

Komentar aku: Keeereeeeeeeennnnnn… Drama ini tidak kehilangan alurnya yang cepat. Bam, bam, bam! Yas! Dan, sering detail terungkap di episode kedua dalam satu rangkaian cerita. Yang membuat aku musti edit lagi rekap yang pertama, terutama untuk nama. Tapi, itu sepadan! Go, go, go GSC Daebak!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: