Sell Your Haunted House Ep. 06.1

In Beom memasang kalungnya kembali dan menyusul Ji A ke Red Clay Sauna. Ia menemukan Ji A tergeletak di dasar kolam sauna, tak bergerak. Baru setelah ia meneriakkan nama lengkap, Ji A tersadar dan memeluknya erat.

In Beom menyelimuti Ji A dengan beberapa handuk tebal lalu menggenggam tangan Ji A, meyakinkan kalau tak berapa lama, tangan Ji A akan hangat lagi. Ji A mengangguk.

Mereka duduk di belakang mobil Ji A. Ji A mengaku teledor, terlalu yakin dan tidak memeriksa lokasi. Sehingga tertangkap roh penasaran lain. Apabila roh penasaran menyentuh Ji A, ia akan setengah tak sadar meski itu diluar kemauannya. In Beom mengerti sekarang betapa berbahaya kondisi itu.

Ji A pulang dan bercerita pada Mi Jin apa yang ia alami. Ia tak ingin Mi Jin menjadi khawatir.

Esoknya, Ji A berdiskusi dengan Hwa Jung. Gara-gara peristiwa tadi malam, Ji A jadi sadar, ingatannya tidak akurat. Seperti: Sung Sik membawa anak, yang mungkin adalah keponakannya, tapi kenapa tanpa muka? Kenapa Mi Jin melakukan exorcism tanpa kehadiran medium? Kenapa Mi Jin bisa kerasukan?

Ji A ingin mengupas sampai tuntas, meski sudah terlambat. Hwa Jung berjanji membantu dan minta Ji A berkonsentrasi pada hantu kedua di Cheonha.

Tim GSC Daebak bertemu membahas hantu kedua. Hwa Jung menyuruh In Beom dan Ji A yang terus bertengkar untuk mendinginkan kepala mereka dan meminta Ji Cheol melanjutkan data yang ia temukan.

Dua pemilik bakery di atap: Lee Sung Sil dan Park In Sook kesal. Begitu bakery mereka mendatangkan banyak pembeli, Chang Sub mengusir mereka dengan alasan mau rekonstruksi. Ji A percaya, salah satu dari mereka adalah hantu tadi malam.

In Beom bertemu dengan Chang Sub dan istrinya, Kim Song Yi. Chang Sub serta merta menuduh dan menyudutkan Sung Sil – In Sook. Sementara, Hwa Jung bertemu dengan In Sook, yang membuka truk kopi, Tramp Coffee, dan menyiapkan segepok flyer orang hilang: Sung Sil.

Pertama, In Sook menentang ide bakery atap. Seperti yang Sung Sil yakini, bakery itu sukses mengundang banyak pembeli, bahkan tempat-tempat serupa mulai dibuka di sekitar lokasi mereka. Tapi, Chang Sub  dan vendor sekitar tidak menyukai sikap Sung Sil yang dirasa terlalu berlebihan: mengusahakan pinjaman, memastikan tidak ada sampah/puntung rokok dan lainnya. Padahal, itu karena Sung Sil ingin membangun area yang akan terus ramai sampai puluhan tahun ke depan. Tidak hanya bisnis sesaat.

Sung Sil mengancam akan menuntut Chang Sub yang ternyata menipu untuk mengambil alih bakery atap mereka. Chang Sub tidak bergeming. Sung Sil terus datang setiap hari untuk protes, karena ia tidak ingin ada orang lain dikhianati untuk kerja keras mereka. Setelahnya, Sung Sil menghilang.

Hwa Jung pergi ke kantor polisi. Polisi yang bertugas menerima dengan setengah hati. Ia berkesimpulan Sung Sil tidak menghilang, tapi melarikan diri. Sung Sil memang terlihat memasuki Cheonha, tapi keluar lagi setelah setengah jam. Hwa Jung menjadi kesal dan pergi tanpa mempedulikan panggilan si polisi.

Ji A mengajak In Beom melakukan exorcism setelah mengetahui nama si arwah. Dan… umpan untuk memanggil si arwah adalah In Beom, masuk ke dalam kolam sauna. Meski sambil menggerutu, In Beom membuka jas – sepatu dan masuk ke dalam kolam.

Episode: Anak Pria Tanpa Muka

Benar saja, tak lama si arwah datang dan pengusiran arwah pun dilakukan. Ingatan Sung Sil mengalir masuk dalam benak In Beom.

Sung Sil mendatangi Song Yi di Red Clay Sauna. Sung Sil mengancam tak kan membiarkan putri mereka bekerja di bakery yang mereka rebut darinya. Song Yi menjadi marah. Mereka berkelahi dan Sung Sil terdorong, kepalanya mengenai patung kodok. Dalam kondisi terluka, Sung Sil tidak mampu melawan Song Yi, yang terus mencekik dan menenggelamkannya.

In Beom memberi tahu kejadian itu pada Ji A. Ji A menyuruh In Beom melupakan semua itu.

Hwa Jung masih menunggu di kantor. Ji A menyuruh In Beom melupakan semuanya, karena ia sudah bisa menduga apa yang terjadi. Aura kebencian Sung Sil sedemikian kuat pun sampai saat terakhir ia harus pergi.  Ji A khawatir pada In Beom, karena In Beom mendahulukan emosi dan baru menyesal sesudahnya. Hwa Jung tersenyum, sifat Ji A banyak memiliki kesamaan dengan In Beom.

Hak Sung mendatangi gudang, dan menyuruh anak buah mengeluarkan Tae Jin yang disekap dalam tong berisi air. Tae Jin memohon ampun. Hak Sung menenggelamkan kepala Tae Jin diiringi suara permintan ampun dari anak buah Tae Jin.

Ji A melarang In Beom melakukan apa pun, termasuk melapor ke polisi. Mereka tak punya bukti bahkan tak ada jasad. In Beom protes, menganggap Ji A berhati dingin, hanya menginginkan uang komisi. Ji A tak bergeming, kalau In Beom tidak suka, ia boleh mengundurkan diri kapan saja.

Ji A naik ke kamar dan mengeluh, ia dulu bukan orang yang berhati dingin. Perjalanan hiduplah yang mengubahnya. Dulu, polisi selalu memarahi dan menganggapnya  pengganggu warga baik-baik yang   ia laporkan melakukan kejahatan. Semua karena ia tak bisa memberikan bukti nyata.

Ji A selalu menginginkan keadilan bagi para arwah. Tapi, siapa yang mempercayai perkataan cenayang dan kesaksian hantu? Ji A berbalik dengan kesal, memunggungi arwah Mi Jin.

Bersambung

Komentar aku: Hueee…. Episode yang mengesalkan! Tapi benar, siapa yang percaya pada cenanyang dan hantu? Lalu… anak tanpa muka yang dibawa Sung Sik itu In Beom? Kekeke… jadi bukan anak yang terbakar ya? Huhuhu… aku salah mengira (dengan senang hati)!

Aku setuju 100% ingatan itu jarang akurat dan biasanya hanya separuh sisi. Seperti, kalau aku bertengkar dengan teman aku, dan yakin sekali aku yang benar, untuk kejadian 10 tahun lalu. Apa aku bisa seyakin itu bahwa aku dulu 100% benar tanpa mengetahui cerita/alasan/pandangan dari sisi teman aku? Sebentar… aku bahkan tidak ingat dulu aku bertengkar dengan siapa dan untuk apa… hahaha… parah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: