Miss Crow with Mr. Lizard Ep. 02

Di sebuah restoran hotel: Chang Ren memutuskan gadis yang ia ajak ke hotel tadi malam. Sementara, Zhao Yan berusaha agar pak Ouyang mau memberi kesempatan bekerja sama. Tapi, pak Ouyang malah memberinya kunci kamar hotel.

Chang Ren beralasan sibuk, tidak punya waktu untuk cinta. Sementara, Zhao Yan mengejar pak Ouyang, dan dengan sekali gerakan membanting pak Ouyang yang berusaha memeluknya. Chang Ren ternganga, ia jatuh kagum pada Zhao Yan. Ia mengejar Zhao Yan masuk lift, berusaha berkenalan. Zhao Yan salah mengerti, dan Chang Ren keluar dengan hidung berlumuran darah.  

Sikap Xiao Ning yang sangat membantu, menyiapkan kantong, memberikan yogurt, bahkan memanggilkan taksi pengganti, membuat Man Lin terkesan. Man Lin tersenyum saat tahu Xiao Ning sedang membutuhkan pekerjaan baru.

Gu Chuan memperhatikan jantung buatan yang ia pakai sejak kecelakaan terjadi. Setelah 10 tahun, kinerja jantung buatan mulai menurun. Selain semua larangan dan ketidak nyamanan, ada satu efek samping lain: detak jantung melebihi 180 bpm (beats per minute) akan membahayakan nyawa Gu Chuan, karena muatan listrik yang dihasilkan.

Xiao Ning pergi ke kantor CDS atas undangan Man Lin. Ia melihat Gu Chuan dan berusaha menyapa. Tapi, saat membuka pintu, pintu gelas itu pecah berantakan. Man Lin menenangkan Xiao Ning, ia tidak akan disalahkan atau dimintai ganti rugi atas kejadian itu.

Gu Chuan mendesah, ia menolak memperkerjakan Xiao Ning karena ia tak butuh asisten dan Xiao Ling bukan arsitek. Ia menyuruh Xiao Ning menyelesaikan kuliah sebelum bisa bekerja di CDS. Cheng Ran mengenali Xiao Ning, dan berusaha membujuk Gu Chuan setelah mendengar cerita Man Lin.

Cheng Ran mengingatkan Gu Chuan untuk berhenti bersikap apatis dan memiliki harapan. Gu Chuan masih memiliki CDS, kedua orang tua dan teman baiknya. Meski Gu Chuan mengusirnya, Cheng Ran tak akan bosan menasehati.

Gu Chuan bertemu lagi dengan Xiao Ning di toko buku. Mereka menginginkan buku arsitektur yang sama. Xiao Ning menolak pemberian buku itu dengan gratis dari Gu Chuan, dan meminta no telp Gu Chuan.

Xiao Ning ingin tahu alasan jujur kenapa ia ditolak. Selain untuk menghidupi keluarga, bekerja di CDS akan membuatnya belajar arsitektur dan bertemu orang-orang dari dunia itu. Dengan dingin, Gu Chuan menukas, mimpi dan keinginan Xiao Ning bukan urusannya. Satu-satunya jalan bagi Xiao Ning adalah belajar dan lulus dari universitas.

Xiao Ning menarik tangan Gu Chuan, ia membawa Gu Chuan berjalan memutar untuk bisa menyeberang. Xiao Ning ingin menunjukkan kalau dalam kehidupan, akan selalu ada pilihan, tidak harus terpatok pada satu kondisi.

Gu Chuan mengaku, jalan pikiran Xiao Ning ada benarnya. Tapi, arah yang Xiao Ning tuju berbeda, kantor Gu Chuan ada di sisi berlawanan. Jadi, kalau Xiao Ning perlu bantuan biaya, ia bisa mengajukan beasiswa atau meminjam. Gu Chuan berjalan meninggalkan Xiao Ning.

Dokter menelpon Gu Chuan, ia memperhatikan detak jantung Gu Chuan yang tidak stabil. Ia menyuruh Gu Chuan berkunjung ke laboratorium. Gu Chuan menolak, ia ingin segera menyelesaikan proyek, dan perbaikan alat jantung tak ada artinya kalau tak lama lagi ia akan meninggal.

Xiao Ning menyuruh Zhao Yan bermain di booth supermarket tempat ia bekerja dan menghadiahi dua tas penuh snack, sekaligus mengingatkan Zhao Yan untuk berakting seolah Xiao Ning diterima di CDS sebagai receptionis di depan bibi Jiang.

Gu Chuan menolak tawaran disupiri Man Lin, ia memilih berjalan pulang. Gu Chuan bertanya-tanya. Kalau hidup sudah mengedipkan lampu merah, haruskan ia berhenti untuk menunggu kematian? Atau menggunakan waktu tersisa melakukan hal yang berarti? Perkataan Xiao Ning tergiang di benaknya. Terkadang dalam hidup, kita perlu berjalan memutar, yang mungkin lebih sulit dan membutuhkan lebih banyak usaha. Dan, tidak menyerah.

Bibi Jiang curiga, kenapa tiba-tiba Xiao Ning membawa makanan mahal? Zhao Yan membela, Xiao Ning mendapat pekerjaan. Bibi Jiang menyelamati, lalu berganti topik, kapan Zhao Yan akan menikah?

Di rumah Gu Chuan, ibunya menelpon, minta izin bertemu sekaligus ingin tinggal dekat Gu Chuan. Gu Chuan menolak. Ayah Gu Chuan memutus telpon, tak ada gunanya memohon pada Gu Chuan. Gu Chuan ingat penderitaan orang tuanya kala kecelakaan terjadi. Ia sengaja menjauhkan diri, agar saat ia meninggal nanti, orang tuanya tidak terlalu patah hati. Ia sendiri tak sanggup mengucapkan selamat tinggal.

Menerima telpon dari orang tuanya, membuat Gu Chuan teringat semua ketidak nyamanan dan kehidupan normal yang terenggut dari dirinya. Ia termenung memandang langit malam.

Tang Su memuji pakaian Xiao Ning yang terlihat retro disco, alias kedodoran. Xiao Ning mengaku itu pakaian lungsuran bibi Jiang untuk merayakan hari pertama ia bekerja. Tang Su mengantarnya ke kantor CDS. Wow, tak disangka Xiao Ning benar-benar diterima di CDS.

Tapi, keberuntungan belum mengalir lancar. Di depan gedung kantor, Xiao Ning menabrak ember pembersih gedung dan pintu putar tiba-tiba tidak befungsi. Kira-kira apa lagi yang akan menanti di depannya?

Bersambung

Komentar aku: tipikal ibu-ibu di Asia untuk urutan kehidupan dan pertanyaan yang membuat ingin menyembunyikan diri setiap kali ada pertemuan keluarga:

Ibu/tante/bibi bahkan tetangga (SS – sekeluarga dan sekampung): [kuliah] – sudah punya pacar?

Me: mau lulus dulu

SS: [lulus kuliah] – kapan menikah?

Me: mau punya kerja dulu

SS: [dapat kerja] – kapan menikah?

Me: mau punya rumah dulu

SS:[punya kerja + punya rumah] – kapan menikah?

Me: kaaakkk..kaaaakk…kaakkk… (burung gagak tiba-tiba melintas)

Itu sebabnya drama ini diberi judul ‘Miss Crow’. Kondisi canggung yang membuat burung gagak melintas. Bwahaha…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: