Miss Crow with Mr. Lizard Ep. 01

2010… Gu Chuan beranjak pulang setelah mengambil foto. Sebuah mobil berhenti di depan mobil Gu Chuan. Xiao Ning turun untuk membantu seekor kadal melintas. Setelahnya Xiao Ning menangguk pada Gu Chuan dan masuk mobil. Xiao Ning berbincang dengan orang tuanya dalam perjalanan menuju rumah nenek.

Di pinggir jalan sepi, sebuah truk berhenti. Begitu melihat mobil keluarga Xiao Ning, ia dengan sengaja menabraknya. Mobil Xiao Ning berputar dengan kencang. Gu Chuan menghentikan mobil, turun dan berteriak memanggil si supir untuk membantu keluarga yang terjebak. Tanpa ragu, si supir menancap gas, menghantam mobil, membawa Gu Chu dan mobil terjatuh ke jurang.

Gu Chuan tersadar, mendengar Xiao Ning yang terjebak di dalam mobil menangis, memanggil orang tuanya. Gu Chuan mengulurkan tangan, mencoba memberi semangat. Sayang, luka Gu Chuan sendiri parah, badannya  mulai mendingin. Xiao Ning berteriak, berusaha menyadarkan, sembari terus menggenggam tangan Gu Chuan.

2020… Xiao Ning berteriak kegirangan, ia masih digaji, meski ini adalah gaji terakhirnya. Pemilik A&M Bakery memutuskan menutup toko, karena merugi, nyaris tak ada pembeli. Xiao Ning merasa ia membawa sial, ini pekerjaan ke-27. Pemilik tidak menyalahkannya. Ia akan memanggil orang untuk membantu beres-beres.

Xiao Ning mencoba menerangkan kalau semua roti gratis, karena toko akan tutup. Tapi, Gu Chuan tetap membayar $100 untuk roti yang ia ambil dan pergi. Xiao Ning mencoba mengejar, sayang Gu Chuan sudah pergi.

Manager Su Man Lin memperingatkan seluruh staff ‘Chuan Design Studio’ (CDS) mempersiapkan proposal ‘Hao Jing Hua Yuan’ dengan baik, tiga menit lagi Direktur Gu akan sampai. Xu Cheng Ran, investor dan teman dekat Gu Chuan datang. Gu Chuan sendiri pergi mensurvey tempat pemakaman untuk dirinya sendiri nanti.

Cheng Ran menelpon Gu Chuan, memintanya menemani bertemu He Sheng, perwakilan proyek. Gu Chuan berusaha menolak, ia tak suka bertemu orang. Cheng Ran mengingatkan proyek ini penting agar bisa memenangkan ‘Jin An Award’ dan berjanji tak kan meminta Gu Chuan minum miras untuk He Sheng.

Xiao Ning menjelaskan pada Bibi Jiang Ling kalau tempat kerjanya tutup. Bibi Jiang dengan santai berkata kalau keluarga mereka memang unik, sehingga Tuhan menutup pintu, jendela bahkan pipa pembuangan. Bahkan dewa keberuntungan pun segan mampir. Jadi, Xiao Ning tak usah berkecil hati. Kali ini, sudah satu prestasi Xiao Ning bisa bekerja sampai setengah bulan! Mereka tertawa dan makan bersama.

Xiao Ning menulis di buku harian, $268,000 lagi untuk mencapai $300,000 untuk bisa kuliah lagi. Jadi, malam ini pun ia harus semangat bekerja sebagai supir pengganti. Yup, semangat!

Gu Chuan dan Cheng Ran kembali ke kantor CDS mempersiapkan materi proyek. Gu Chuan berusaha menolak rencana Man Lin mencarikannya asisten. Tapi, Cheng Ran bersikeras dan meminta Man Ling segera mendapatkan asisten yang bisa menjaga Gu Chuan 24 jam, meski tak memberi tahu alasannya.

Di club karaoke, He Sheng memaksa Man Lin terus minum miras, sampai Man Lin mual. Ia tak mempedulikan tawaran Cheng Ran untuk mewakili Man Lin. Bahkan, He Sheng memojokkan Man Lin di toilet. Ia berteriak memanggil pelayan saat Xiao Ning berusaha memisahkan mereka. Xiao Ning tak kalah pintar, ia mengaku hendak membantu tamu club yang mabuk agar kembali ke ruang VIP.

Xiao Ning membantu Man Lin kembali ke ruang VIP dan memberi kartu namanya, meminta Man Lin menghubungi kalau perlu bantuan. Ia menabrak Gu Chuan yang baru datang, saat berusaha menghindari amukan He Sheng. Meski kepalanya pusing, Xiao Ning senang, setidaknya malam ini ia akan dapat penumpang.

He Sheng menolak berbicara tentang proyek dan memaksa Gu Chuan minum miras. Man Lin mencoba mengambil alih, dan minum lagi. Hal itu membuat Gu Chuan kesal, ia menegak satu gelas. Detak jantung Gu Chuan naik dengan cepat. Ia mengajak He Sheng berjabat tangan dan menyetrumnya, He Sheng terkulai pingsan.

He Sheng yang dipapah Cheng Ran menolak dibawa Xiao Ning. Cheng Ran menyuruh Xiao Ning membawa Gu Chuan dan Man Lin. Xiao Ning yang girang menyalami Gu Chuan. Alih-alih tersetrum, detak jantung Gu Chuan malah melambat, membuat Gu Chuan heran.

Xiao Ning menepikan mobil kala sebuah truk menghampiri. Ia meminta maaf, meminta waktu sebentar. Xiao Ning menyusul Gu Chuan yang turun dari mobil, menerangkan trauma kecelakaan yang ia pernah alami. Tak disangka, sebuah truk kembali melewati mereka. Xiao Ning panik dan memeluk Gu Chuan, menyebabkan detak jantung Gu Chuan tak beraturan. Mobil yang Gu Chuan sentuh jadi mogok terkena sengatan listriknya.

Gu Chuan tidak menyalahkan Xiao Ning, bahkan menyuruh memanggil derek. Derek menurunkan Gu Chuan di rumahnya, lalu membawa Xiao Ning mengantarkan Man Lin.

Di rumah, Gu Chuan menaiki lantai atas dan memasuki ruang tidur. Sebuah ruang khusus yang dikendalikan secara digital, memungkinkan Gu Chuan beristirahat sementara alat pembantu jantung buatan didadanya di-charge.

Bersambung

Komentar aku:  Wao, memang musti punya sistem pendukung yang mumpuni ya, agar bisa bertahan hidup tanpa menjadi pahit atau sinis diterpa cobaan. Sistem pendukung ini, bibi Jiang Ling. Yang tidak memaki, membenci, merasa terbebani karena sakit pinggang atau ibu yang terkena demensia. Bahkan, mendoakan si pemilik bakery yang masih mau menggaji dan bersyukur karena mereka bisa makan bersama. Aku juga lho… mau makan lobster… atau belanja online, seperti punya uang tanpa seri. Hihihi… Di sisi lain, kebiasaan minum-minum sebagai bagian dari pekerjaan ternyata tidak hanya di Seoul, ya? Atau, tergantung pribadi? Tidak mengerti… Mungkin iya, mungkin tidak. Karena drama bisa diambil dari kondisi masyarakat yang ada, atau bisa hanya fantasi. Kalau ada yang bisa memberi konfirmasi/sanggahan, akan diterima dengan baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: