Sell Your Haunted House Ep. 04.1

Keengganan In Beom melepas kalung, mengingatkan Ji A apa yang terjadi. Dulu, ia pun menolak menusuk roh penasaran yang memasuki tubuh Mi Jin, lalu kehilangan kesadaran. Saat bibi membangunkan di RS, Ji A baru tahu kalau Mi Jin telah meninggal. Ji A menyalahkan dirinya sendiri sejak itu.

Ji A menegaskan ia akan selalu melindungi In Beom. In Beom yang tak mau percaya memaksa Ji A masuk ke dalam lingkaran garam, menarik kalung sekaligus menusuk binyeo ke dada In Beom. Arwah Byung Ho pun menghilang.

Ingatan Byung Ho berputar di pikiran In Beom, Byung Ho menaruh bunga Matahari di meja RS tempat istri Byung Ho, Ji Won dirawat. Arwah Byung Ho terus menangis, meminta untuk bisa pulang. Ji A memeluk In Beom yang terkulai lemah.

In Beom yang sudah sadar penuh, setidaknya 80%, karena masih terkena residu arwah dan terus menangis tersedu-sedu, marah-marah pada Ji A. Ji A dengan santai menjelaskan efek residu dan menyuruh In Beom tinggal di rumah selama seminggu. Lagipula, semuanya sudah tertulis di kontrak.

Efek residu arwah akan menghilang, tapi kenangan si arwah akan tertinggal selamanya. In Beom menganggap Ji A kejam, karena membiarkan In Beom jadi menderita membawa ingatan arwah. Ji A kembali mengingatkan dari awal ia sudah menerangkan semuanya, sebelum In Beom meneken kontrak.

Sebelum memasuki restoran Changhwa, Ji A mendekati In Beom, sangat dekat. Untuk memasang kembali kalung yang ia tarik sebelumnya. Ji A memberi nasehat, makan, tonton dan beli apa pun yang In Beom sukai, untuk mengalihkan pikiran. Juga, memberi pujian, kerja bagus hari ini.

In Beom membalas pujian itu. Bekerja sebagai exorcist selama 10 tahun bukan hal mudah. Begitu juga Hwa Jung. Ia membelikan makanan kesukaan Ji A, dua kotak penuh ayam dan selusin kaleng bir.

In Beom akhirnya mengerti kenapa dulu teman-temannya selalu menangis atau menatapnya ketakutan seperti yang dilakukan Ji Cheol sekarang. Atau, nenek In Beom yang tidak mencoba menolong, malah seperti menyumpahi In Beom. Semua karena ia adalah seorang medium yang dirasuki arwah.

In Beom tidak mau berhenti, sampai tahu kenapa Sung Sik bisa punya kalung penangkal itu.

Ji A yang mabuk, nyaris jatuh. Arwah Mi Jin mencoba menangkapnya. Semua membawa ingatan Ji A kembali, ke saat kematian Mi Jin. Meski mencoba menyadarkan dirinya, Ji A tetap terperangkap dalam lingkaran emosi itu. Ji A tertidur sambil menangis, arwah Mi Jin memandangi dengan sedih.

Episode: Efek Samping

Pagi-pagi In Beom menggedor pintu Daebak. Ia kesal karena efek samping sangat menguasai dirinya. Ji A memberi In Beom sarung tinju untuk melampiaskan rasa frustasi. In Beom bercerita kalau semalam ia bahkan pergi ke RS tempat Ji Won dirawat. In Beom ingin Eun Hye membantu biaya operasi Ji Won.

Ji A mengingatkan, mereka terikat klausul NDA (Non-Disclosure Agreement) dengan Britium, sehingga mereka tak bisa berbuat apa-apa, termasuk memberikan video pelukis bayangan ke media. Anggap saja mereka sedang berada dalam film tragedi yang tak bisa diubah jalan ceritanya.

In Beom berteriak kesal, meski Byung Ho telah tiada, Ji Won masih tetap hidup! Teriakan itu mengingatkan Ji A akan pesan Mi Jin. Pengusiran arwah tidak hanya ditujukan untuk meraih kedamaian bagi yang meninggal, tetapi juga bagi yang ditinggalkan yang harus terus hidup.

Ji A – Hwa Jung berkunjung ke Britium untuk menutup penjualan musium. Ji A memberikan copy terakhir video Byung Ho, terserah mau diapakan oleh Eun Hye. Eun Hye memang pernah berharap arwah itu adalah almarhum suaminya, ia berharap bisa bertemu, sekali lagi saja. Itulah sebab Eun Hye mematikan sistem keamanan dan masuk ke ruang pameran. Ji A menghibur, almarhum suami hidup bahagia dengan Eun Hye, ia tak perlu kembali lagi ke dunia.

Ji A mengungkit tentang Ji Won, berharap Eun Hye bisa berbesar hati dan memberikan lukisan potret diri Byung Ho untuk Ji Won. Eun Hye mengakhiri pembicaraan mereka. Tak ada yang bisa Ji A lakukan kecuali menyalami Eun Hye dan pergi.

Hak Sung datang ke Britium menyampaikan kekecewaannya pada Eun Hye. Ia mampu membayar Britium senilai itu! Eun Hye sangka Hak Sung menunggu sampai harga Britium jatuh lebih rendah dan menyilahkan Hak Sung meminum tehnya. Hak Sung berkomentar, teh yang disajikan Eun Hye terasa pahit.

Ji Cheol bangun dan berteriak. Teriakannya menyadarkan In Beom, dan ikut berteriak juga. Mulut dan tangan In Beom berlumuran ‘darah’. In Beom mengutuk efek samping yang ia alami, lalu berubah menjadi senang. Efek samping membuatnya bisa melukis. Bagaimana kalau lukisan itu dijual untuk membiayai Ji Won?

Ji Cheol protes, kenapa uang hasil penjualan diberikan untuk orang yang tak mereka kenal? In Beom mulai menangis, lalu tertawa. Selama efek samping masih kuat, ia bisa melukis beberapa lukisan. Ji Cheol disuruh mencari calon pembeli.

Ji A menolak diajak pesta ke Britium bersama Hwa Jung. Ia memilih menikmati setumpuk pancake yang dibawakan ibu pemilik Changhwa. Ibu pemilik melapor kalau In Beom hendak menjual lukisan ke musium. Ha? Menjual apa?

Bersambung

Komentar aku: haduh, menonton dan merekap drama ini membuat lapar. Coba aku bisa makan sebanyak Ji A dan punya tubuh yang sedemikian fit & sexy di usia 40an… Ha! Manalagi, dekat sini ada restoran yang menjual ayam goreng a lá Korea, Honey Barbeque & Mozarella. Juga, sedang belajar masak Pajeon, pancake Korea dengan daun kucai segar, tapi sedang mencari doenjang untuk tambahan rasa campuran adonan Pajeon. Belum lagi, ketemu sama café yang piawai memasak Tteokbokki & Gimbap >.<!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: