Sell Your Haunted House Ep. 02.1

Woo Jin berlari ke arah Ji A, tapi, bukan untuk menyerangnya. Ia berusaha menggali pot bunga di belakang Ji A. Ji A menarik dan menusuk dada In Beom, meminta Woo Jin pergi dengan tenang. Ingatan Woo Jin bergerak ke arah Ji A, tapi tiba-tiba berbalik dan masuk ke dalam pikiran In Beom.

Ji A memeriksa pot dan menemukan bungkusan yang dicari Woo Jin, sebuah paket untuk ayahnya. In Beom tersadar, bingung dan bergumam. In Beom hanya termangu saat Ji A bertanya apa yang ia lihat. Hyung Sik mengalihkan perhatian mereka, kakinya patah.

Di RS, mereka bertemu: Ji A, In Beom, Hwa Jung dan pak Woo. Pak Woo mengenali In Beom, dukun yang dipanggil bu Woo, meski In Beom berusaha memperkenalkan dirinya sebagai peneliti dari Stanford.

Ji A bersikeras ingin tahu apa In Beom melihat ingatan Woo Jin. In Beom membantah, meski ia mulai bisa mengingat apa yang masuk ke pikirannya. Ia berbalik menuduh Ji A melakukan sesuatu pada dirinya. Ji A menerangkan In Beom kehilangan kesadaran karena ia seorang medium. Untuk mengusir arwah, Ji A perlu bantuan medium, In Beom lah medium itu.

In Beom tak mau percaya, ia berharap tak pernah bertemu dengan Ji A lagi. In Beom pergi bersama Ji Cheol kembali ke Dream Officetel. kalung pemberian Sung Sik terjatuh sewaktu menolong Hyung Sik. Ji Cheol menemukannya, tapi batu di kalung itu telah pecah berantakan.

Hwa Jung berhasil menjual unit 401 Dream Officetel. Ia dan Ji A mengantar penjual dan pembeli unit yang puas. Di luar kantor Daebak, Tae Jin cs yang menekan pemilik resto Changhwa, buru-buru melarikan diri saat melihat Ji A.

Do Hak Sung, pemilik Dohak Construction, menampar Tae Jin yang dianggap gagal dan mengada-ada dengan alasan hantu. Ia menyuruh Tae Jin menyelesaikan masalah itu segera.

Ji A tak berhenti memikirkan In Beom, bukan karena cinta seperti yang disangka Hwa Jung. Seorang medium kuat seperti In Beom, yang bisa mengambil ingatan sekaligus memancarkan aura hangat saat dirasuki arwah, sangat mungkin bisa membantu Ji A mengantarkan arwah Mi Jin. Seharusnya, Ji A menyeret In Beom ke Daebak.

Ji A memasuki ruang rahasia dan menyimpan file kasus Dream Officetel. Di dalam ruang itu, tersimpan rapi ratusan dokumen exorcism yang dilakukan Mi Jin dan Ji A selama ini.

Episode: Ayah dan Anak

Senja ini, In Beom menghabiskan waktu bersantai minum kopi di depan danau bersama Ji Cheol. In Beom terus memikirkan perkataan Ji A.

Tanpa disadari, ingatan Woo Jin membawa In Beom ke depan rumah ayah Woo Jin. Seolah terbangun dari mimpi, In Beom menepi sebelum mobil menabraknya. Ia bersembunyi saat ayah Woo Jin keluar rumah. Ucapan ayah Woo Jin membawa In Beom kembali ke masa kecil, saat neneknya mengucapkan hal yang sama di pemakaman Sung Sik.

Hwa Jung kembali menegur Ji A. Hwa Jung akan membuat janji dokter. Gara-gara pengusiran arwah, Ji A jadi kecanduan rokok, sekarang jadi kecanduan alkohol. Hwa Jung ingin pastikan tubuh Ji A tidak terganggu. 

Ji A membaca surat di dalam paket Woo Jin. Ia tahu di mana bisa menemukan In Beom. Siapa pun yang menyerap ingatan arwah, untuk beberapa saat akan terbawa kebiasaan sang arwah, efek residu arwah. Ji A tinggal memeriksa tempat-tempat yang biasa didatangi Woo Jin.

Benar saja, In Beom lagi-lagi sudah berada di depan rumah ayah Woo Jin. Ia bingung bagaimana Ji A bisa menemukan tempat itu. Ji A menemui ayah Woo Jin, memberikan paket dan menerangkan kalau Woo Jin tidak membunuh diri.

Ayah Woo Jin membuka paket yang berisi surat dan kacamata baru. Di sela-sela kerja sebagai kuli bangunan, Woo Jin menyempatkan menulis surat. Ia malu dan merasa bersalah bertengkar dengan ayahnya. Ia berjanji akan hidup lebih baik, kacamata ini ia hadiahkan untuk menggantikan kacamata tua ayahnya.

In Beom menyaksikan semua itu dan melarikan diri saat Ji A menemukannya. Ji A tak mau kalah, ia mengejar dan menghadang jalan van GSC. Sayang, In Beom berhasil melarikan diri, membuat Ji A frustasi.

Bersambung

Komentar aku: Wao… hebat sekali stamina Jang Na Ra, meski tidak benar-benar mengejar mobil sejauh itu, tapi meloncat dan berlari dengan hak sepatu sekitar 5 – 6 cm… Kalau aku pasti langsung keseleo. Ha! Juga high-five untuk Jung Yong Hwa, berhasil berperan sebagai pemuda yang (cukup) menyebalkan, hahaha…

Cerita ‘Ayah dan Anak’ kali ini cukup menyedihkan. Anak yang lelah hidup dalam kemiskinan, tapi juga memiliki sifat baik dan tekun. Ayah yang tidak berhenti mencintai putranya dan berduka karena mengira putranya bunuh diri. Hiks.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: