Sell Your Haunted House Ep. 01.1

Ji A mengendari mobil dengan kencang di jalan berliku dan berhenti di parkiran RS Daeguk yang ditinggalkan kosong. Ji A masuk ruang emergensi dan nafasnya mulai mengeluarkan kabut, penanda suhu yang turun drastis karena keberadaan arwah penasaran.

Roh penasaran berusaha melarikan diri dari kejaran dan tembakan pistol mantra yang dibidik Ji A. Mereka sampai di atap RS. Ji A menjebak arwah itu dalam lingkaran garam dan mantra. Medium hari ini, Hyung Sik menarik lepas kalung pelindung setelah diperintahkan Ji A. Roh penasaran pun masuk ke dalam tubuh Hyung Sik.

Memiliki tubuh kasar, roh itu berusaha melawan. Tapi, Ji A dengan tangguh berhasil menjatuhkannya dan menikam binyeo berisikan nama si arwah ke dada Hyung Sik. Bersamaan dengan terbakarnya kertas nama, ingatan si arwah memasuki pikiran Ji A. Arwah itu keluar dari tubuh Hyung Sik dan menghilang.

Itulah pengusiran arwah (exorcism) yang dilakukan Ji A setiap kali klien yang berniat menjual propertinya mengalami kesulitan supranatural.

Ji A menghampiri klien yang sedang mendengarkan penjelasan ringkas dari Hwa Jung. Tanpa basa-basi Ji A menanyakan apakah si klien pernah membunuh? Ji A segera beranjak pergi untuk memastikan keberadaan arwah penasaran, bukan suara kucing yang terdengar bagai hantu bagi mereka yang bersalah.

Hwa Jung berusaha menenangkan si klien.

Pemilik sebuah rumah menegur In Beom yang mengambil foto rumahnya tanpa izin. Pemilik merampas dan  terkejut melihat sosok bayangan terekam di kamera itu. In Beom, memperkenalkan diri sebagai peneliti dari universitas Stanford, menawarkan uang sebagai imbalan menjadi percobaan bagi alat yang ia desain untuk mengusir hantu.

Selesai berbersih, Ji A menonton toko-TV. Ji A mengambil ponsel berniat membeli boots hitam. Belum selesai transaksi, ponsel dan perabot listrik mulai bertingkah. Nafas Ji A pun berembun. Pintu lemari terdorong membuka dan semua sepatu hitam terlempar keluar. Arwah Mi Jin menampakkan diri.

Ji Ah kesal karena Mi Jin melarang membeli sepatu hitam (lagi) dan melampiaskannya dengan berlatih tinju. Ji A lebih kaget pada Hwa Jung yang tiba-tiba ada di sampingnya, daripada kedatangan Mi Jin. Hwa Jung menegur, mengingatkan kenapa tidak juga bersiap kerja.

Hwa Jung kembali menegur saat melihat tumpukan puntung rokok. Ji A beralasan arwah terakhir adalah seorang pecandu rokok. Ji A akan normal kembali setelah seminggu.

Malam ini mereka menguji medium baru. Hwa Jung menjelaskan kewajiban dan alur kerja exorcism. Seorang calon khawatir pekerjaan itu terlalu berbahaya. Ji A menukas, itu sebabnya gaji mereka $1,000/jam. Hwa Jung menyuruh mereka melakukan test pertama, melangkahi garam.

Hanya 2 orang yang berhasil lolos, Hyung Sik dan si medium baru. Test terakhir: menaiki anak tangga ke lantai dua. Si medium baru terjatuh dan pingan setelah menaiki dua anak tangga, begitu juga Hyung Sik. Ji A – Hwa Jung menidurkan mereka di ruang kerja. Malam ini mereka gagal lagi.

Pemilik rumah mengiba saat In Beom dan Ji Cheol datang hendak  membawa pergi peralatannya. Ia merasa sudah nyaman tidak diganggu hantu lagi. Ia gembira saat akhirnya bisa memiliki peralatan produksi GSC.

In Beom dan Ji Cheol juga sama gembiranya menerima uang dari si pemilik rumah. Kalau Ji Cheol langsung memasukkan bagiannya ke tabungan, In Beom menggunakan bagiannya untuk menyewa mobil sport. In Beom mengajak Ji Cheol berkendara.

Mereka bersenang-senang sampai pemilik nightclub, Kim Tae Jin, menelpon dan mengejar mereka bersama anak buahnya. Rupanya, In Beom berhutang $50,000 pada Tae Jin. Mereka berhasil meloloskan diri. Tae Jin berteriak kalau ia takkan melepaskan In Beom.

Mereka pergi ke apartemen mewah yang disewa In Beom. Bagi In Beom, menikmati hari, carpe diem, adalah satu-satunya hal yang logis dalam menjalani hidup, karena besok mereka bisa saja meninggal.

Hwa Jung makan malam barbeque bersama Ji A. Ji A mendesah. Mereka akan kehabisan waktu. Lingkungan mereka akan segera dibangun ulang, dan Ji A tidak bisa meninggalkan arwah Mi Jin gentayangan begitu saja. Tapi, mereka tak jua menemukan medium yang kuat.

Ji A teringat ajaran ibunya. Arwah gentayangan itu seperti manusia yang tertinggal di badai salju hanya mengenakan pakaian dalam. Mereka tertinggal karena kesal atas perlakuan tidak adil. Mi Jin dan Ji A bisa membantu mereka berpulang ke alam baka.

Ji A meminta maaf pada Mi Jin, membiarkan Mi Jin kedinginan seorang diri. Ia berjanji mencarikan medium yang kuat dan memulangkan arwah Mi Jin. Mi Jin hanya terdiam. Ji A akhirnya mencoba tertidur meski hatinya menangis.

Bersambung

Komentar aku: Ha, aku suka Jang Na Ra mengambil peran ini. Meski karakternya tetap sebagai wanita kuat seperti di V.I.P tapi penggambaran kedua tokoh utama ini berbeda. Jang Na Ra seperti tanpa kesulitan melakukan lompatan, tendangan dan memukul lawan atau samsak tinju. Atau ekspresinya, saat tanganya mencuri batang rokok meski mukanya berkata tidak. Huhuhu…

Jung Yong Hwa juga bisa mendalami perannya dengan baik: pria-masa-bodoh-aku-ingin-bersenang-senang dan menipu dengan muka lurus. Aku penasaran dengan latar belakangnya, karena meski mencoba meyakinkan diri dan Ji Cheol kalau ia tak peduli hari esok, mukanya berkata lain saat ia melihat ke luar jendela dan berguman kalau kematian bisa datang tiba-tiba.

Kedua aktor/aktris pendukung, masih memiliki ruang untuk menjadi lebih masuk dalam karakter tokoh mereka. Dan, jujur aku agak khawatir dengan KBS. Di tahun 2020, aku hanya menonton drama spesial ‘Modern Girl’ (sudah siap dimuat rekapan, tapi belum naik) saja. Mudah-mudahan kali ini tidak mengecewakan. Amin!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: