Beyond Evil Ep. 16.2

Ingatan Hae Won kembali pada Desember 2000, saat Jin Mook muda menemuinya dan meminta kunci ke peternakan rusa. Jin Mook melepaskan kedok sebagai pria lemah, penakut dan cacat mental, dan mengancam Hae Won dengan pik gitar yang ia ambil dari tempat tabrakan Jung Je.

Jin Mook ingin tuduhan pembunuhan Ju Seon dikenakan pada Jung Je, herannya, Dong Sik malah yang ditangkap. Pasti Hae Won yang mengatur itu semua. Jin Mook minta kunci itu  dan Hae Won tidak perlu tahu apa yang akan Jin Mook lakukan di peternakan rusa.

Setahun yang lalu, Jin Mook mendatangi Hae Won lagi. Jin Mook mengaku ia membunuh Min Jung yang dianggap menipu, tidak mau mendengarkan dan berkata aneh-aneh tentang Jin Mook. Jin Mook ingin tampil sebagai ayah korban yang berduka saat peresmian peletakan batu pertama proyek kota Munju.

Tapi, saat diinterogasi, Hae Won menganggap tundingan Dong Sik tentang hubungan Hae Won dan Jin Mook hanyalah imajinasi liar. Dong Sik tak setuju, karena Jung Je beranggapan lain.

Jung Je sangat terpukul mengetahui Hae Won menutupi pembunuhan yang dilakukan oleh Jin Mook selama 20 tahun ini, sebagai barter menutupi kesalahannya melindas Yu Yeon. Jung Je mulai menghantamkan kepalanya ke meja, meski sempat ditahan oleh Ji Hwa dan Do Su.

Dong Sik memperhatikan itu semua sembari menggeretakkan gigi. Ia takkan masuk untuk menghibur Jung Je. Kali ini, Jung Je harus menghadapi setannya sendiri.

Jung Je lalu berdiri, menghampiri kaca dan meratap meminta maaf pada Dong Sik. Ia meminta tolong agar Dong Sik menyampaikan pesan pada ibunya. Apakah benar Hae Won membunuh Sang Bae dan Jin Mook? Karena kalau itu benar…

Dong Sik menyampaikan pesan itu pada Hae Won. Kalau benar Hae Won membunuh mereka berdua, Jung Je akan memotong lehernya sendiri sebagai hukuman yang ia pilih. Hae Won menangis, menepis tangan pengacaranya dan mengaku, ia tidak membunuh mereka. Ia hanya menunjukkan teks Sang Bae pada Chang Jin.

Dong Sik minta Hae Won menyebutkan nama. Hae Won menatap lekat Dong Sik, Chang Jin dan Ki Hwan lah pembunuhnya.

Joo Won di ruang interogasi Chang Jin, menerima khabar itu dari Dong Sik dan memanggil Do Su. Memerintahkan untuk segera meminta surat penahanan resmi pada Kwon Hyeok. Chang Jin masih tidak percaya jaksa mau mengeluarkan surat itu.

Ki Hwan menerima info permintaan surat itu dan menyuruh Kwon Hyeok menghadap, segera. Kwon Hyeok menelpon, memberi tahu kalau ia sibuk dan tidak dapat datang. Ia baru saja mengeluarkan dua surat penahanan resmi, salah satunya untuk Hae Won, kenalan dekat Ki Hwan. Akan memberikan pretensi buruk kalau ia bertemu Ki Hwan sekarang.

Tidak sampai di situ, Kwon Hyeok juga memberi tahu kalau ia akan memproses dan menyelidiki kasus penahanan Chang Jin dengan baik, karena ia bertanggung jawab sebagai jaksa yang dipilih dan dibayar oleh uang negara. Ki Hwan memutuskan hubungan mereka.

Chang Jin menyuruh Joo Won menerima telpon dari atasannya, tapi Joo Won malah memutus telpon itu. Chang Jin tahu Joo Won menyadap pembicaraannya dengan Ki Hwan. Joo Won mengaku, dan berterus terang bahwa polisi tidak akan bisa menggunakannya di persidangan. Chang Jin bingung, Joo Won berpihak pada siapa?

Joo Won memberi isyarat potong leher dengan tangannya, ia mengingatkan Chang Jin kalau Chang Jin harus ekstra hati-hati dalam berhubungan dan kepercayaannya pada Ki Hwan. Joo Won menertawakan Chang Jin sebagai orang yang naïve. Menghadapapi seorang ayah yang siap mengorbankan anak, apa Chang Jin bisa percaya kalau Ki Hwan sengaja mengangkat Dong Sik untuk menyingkirkan Chang Jin lalu dikorbankan juga sebagai kambing hitam?

Joo Won meneruskan dengan mengingatkan, selama ini Ki Hwan selalu menanggap Chang Jin sebagai gangster rendahan, bahkan menolak bertemu selama beberapa tahun setelah peristiwa penabrakan terjadi. Ia lalu memperdengarkan rekaman di mana Ki Hwan berkata kalau semua yang menyulitkannya harus mati!

Ji Hwa masuk memberi tahu kalau Do Su dalam perjalanan membawa surat penahanan resmi. Selama 10 hari ini, Chang Jin harus mendekam di sel bekas Jin Mook. Ji Hwa juga dapat telpon dari jaksa Kwon Hyeok, kalau Chang Jin tidak dilepaskan dengan mudah dan harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Sepertinya, ayah Joo Won hebat dalam hal memutuskan ekor yang sudah tak berguna.

Joo Won tersenyum, perlakuan Ki Hwan yang seperti itu, tidak lagi membuatnya heran.

Chang Jin tidur dengan terus memikirkan ucapan Joo Won – Ji Hwa. Tiba-tiba sambungan listrik di sel padam, petugas menyuruhnya tenang, sementara mencari teknisi untuk memperbaiki. Chang Jin ingat perkataan Jin Mook kalau umur Chang Jin juga takkan bertahan lama. Kalau semua terungkap, Dong Sik akan datang membunuhnya. Saat listrik tersambung, Dong Sik berdiri di hadapannya, lalu berlutut mencekik Chang Jin.

Chang Jin tersedak dan menyebut nama Ki Hwan. Dong Sik melepaskan leher Chang Jin dan pergi.

Anak buah Ki Hwan menjelaskan, ia sudah berusaha menahan laju penyelidikan Chang Jin, tapi Chang Jin sudah mengaku. Tiba-tiba, anak buah itu memutuskan sambungan dengan nada kaget. Ki Hwan lalu menyalakan TV, dan melihat berita tentang dirinya yang menyalah gunakan kekuasaan untuk menutupi kasus tabrak lari yang ia lakukan.

Juga rekaman pembicaranya dengan Chang Jin. Pemberi rekaman minta namanya disebut dengan jelas, inspektur polisi Han Joo Won, putra Han Ki Hwan.

Ki Hwan masuk ruang kerjanya dan mengisi pistol dengan peluru. Joo Won merangsek masuk, melarangnya melakukan bunuh diri. Joo Won lalu menunjuk ayahnya dan berteriak, ia melakukan semuanya agar mereka berdua bisa sama-sama jatuh dalam neraka!

Ki Hwan menyuruh Joo Won menjauh. Tapi, Joo Won malah mendekat dan menempelkan ujung pistol di dahinya. Dong Sik masuk dan menodongkan pistolnya. Joo Won menghalangi Dong Sik, meminta Dong Sik memberikan pistol dan menembakkan pistol itu ke atas.

Joo Won tidak ingin membunuh ayahnya, karenanya ia mengarah ke kaki atau lengan, bukan hati atau kepala. Joo Won tidak ragu menembak kalau ayahnya menolak ditahan. Kali ini Dong Sik yang menaruh dahinya di ujung pistol Ki Hwan. Dong Sik menyingkirkan pistol dan mulai membacakan tuduhan.

Ki Hwan tetap berkilah, Jin Mook bunuh diri dan ia tak terlibat sama sekali pada pembunuhan Sang Bae. Semua adalah perbuatan Hae Won semata. Joo Won menjadi marah dan menembak kaca di samping Ki Hwan. Ki Hwan – Dong Sik terperanjat.

Ji Hwan – Do Su menggiring Ki Hwan masuk mobil polisi. Kerumunan wartawan sibuk mengabadikan peristiwa itu. Dong Sik – Joo Won memperhatikannya dari dalam rumah Ki Hwan.

Joo Won mengungkapkan niatnya untuk mengundurkan diri dan menerima hukuman. Ia membungkuk meminta maaf setulusnya pada Dong Sik. Dong Sik tak terima. Satu-satunya cara untuk meminta maaf adalah menjadi polisi yang baik. Perasaan bersalah hanya layak bagi mereka yang melakukannya.

Karenanya, Dong Sik minta Joo Won menahannya karena semua perbuatan ilegal yang Dong Sik lakukan. Joo Won merasa tak layak. Dong Sik mengingatkan, kalau bukan pada Joo Won, ia takkan menyerahkan diri. Dong Sik mengulurkan tangannya. Joo Won meneteskan air mata dan mulai membacakan tuduhan pada Dong Sik.

Tapi, tangan Joo Won menolak bergerak. Dong Sik meraihnya dengan lembut, dan tersenyum. Akhinya, Joo Won mengeluarkan borgol dan me-mirandized Dong Sik. Joo Won menunduk, menangis tersedu-sedu di atas tangan Dong Sik yang menggenggamnya dalam tautan borgol.

TV menyiarkan berita kalau Ki Hwan dinyatakan bersalah dan dikenai hukuman 20 tahun penjara. Chang Jin dikenai hukuman seumur hidup. Hae Won dikenai 9 tahun penjara, dan Jung Je, putranya dikenai 3 tahun penjara. Dong Sik, terkena 1 tahun penjara dan 2 tahun percobaan. Joo Won dibebaskan dari semua tuduhan diperingan karena tindakkannya membuat pembunuh serial bisa ditangkap.

5 Februari 2022… Joo Won meletakkan bunga di makam sembari berjanji akan berziarah kembali. Ia lalu pergi ke toko daging Manyang atas undangan Ji Hwa.

Jae Yi menyambutnya, ia tahu Joo Won bertugas di divisi Urusan Perempuan dan Remaja kepolisian Gangwon. Kebetulan Jae Yi membawa sekotak telur, apa Joo Won siap dilempari lagi? Tak berapa lama, Dong Sik juga tiba. Mereka tak pernah bertemu sejak hari itu.

Mereka menyambut Dong Sik dan Joo Won dengan hangat. Mereka kaget tapi senang saat Joo Won mau ikut makan bersama tanpa perlu mangkuk & peralatan makan baru.

Selesai makan, mereka berjalan pulang. Dong Sik berjalan bersama Joo Won. Dong Sik tahu, kali ini Joo Won sibuk naik turun gunung, bukit, sawah, peternakan dan lainnya, berusaha memulangkan mereka-mereka yang menderita demensia dan penderita cacat yang lari dari rumah. Joo Won hanya senang ada yang dapat ia bantu, Dong Sik lega mendengarnya.

Tak lama, Joo Won menerima panggilan bantuan. Ia pamit. Dong Sik mengingatkannya untuk makan, tidur dan ke toilet dengan baik. Joo Won menegur agar Dong Sik tidak bersikap sok akrab padanya. Senyum Dong Sik terlihat begitu lebar saat ia menyemangati dan memuji kerja keras Joo Won.

TAMAT

Komentar aku: 6/5 *. Kekeke… baru kali ini aku memberi 6 bintang dari total 5 bintang yang ada. Skenario yang pintar, pengarahan dari sutradara yang tepat dan baik, akting yang menyentuh dan pendalaman karakter yang cukup kuat, editing yang mulus dan pas, tidak membuat bingung menontonnya dan menutupi dengan tepat bagian yang ingin disembunyikan. Tak lupa humor yang diselipkan di sana sini, meski terkadang kering atau jadi sedih karena terlalu ironis.

Drama ini sebetulnya bisa masuk tema thriller-tragedy ya? Bagaimana kehidupan banyak orang bisa hancur berantakan dan domino effects dari sebuah kejahatan yang ditutupi dengan lebih banyak kejahatan. Aku senang, drama ini menyorot efek traumatis terhadap keluarga korban dan/atau korban tidak langsung dari suatu pembunuhan. Kalau Dong Sik jelas-jelas adalah korban, aku tidak begitu yakin dengan Jung Je. Dia dicekoki obat-obatan sampai kehilangan ingatan tetang kejadian dulu. Lalu, berusaha hidup normal meski dalam tekanan ibunya. Dan berantakan saat ingatannya kembali, sampai benar-benar hancur saat tahu untuk menutupi kesalahannya, ibunya berkompromi dengan pembunuh serial.

Salute aku berikan pada pemilihan pemain yang brilyan. Aku tahu Shin Ha Kyun sering memainkan peran-peran ekstrim dan ‘gila’. Cheon Ho Jin yang nyaris selalu berperan sebagai seorang ayah. Tapi, aku terkaget-kaget dengan permainan Choi Dae Hon. Ohmycat! Kemana saja Anda selama ini? Aku ikutan jatuh cinta dengan Jae Yi… diam-diam menghanyutkan. Bahkan pemilihan Son Sang Gyu (Gil Gu) dan Jung Gyoo Soo (Cheol Mun) yang membuat ingin mencekik mereka saat itu juga. Sepertinya, para bintang ini makin bersinar saat mendapat naskah/sutradara/rekan kerja yang kuat. Bravo!

Sekarang lagi mengobati kehilangan ‘Beyond Evil’ dengan menonton behind the scenes… tapi tidak ada terjemahan, huhuhuhu…. I will really miss this superb drama!

2 thoughts on “Beyond Evil Ep. 16.2

  1. Daebak ini mah. the best drama 2021 kuartal pertama. 6 nominasi baeksang 2021. moga menang ya best drama , best actor, best writer. btw , thx ya sinopsis nya.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: