Beyond Evil Ep. 16.1

Di malam hari setelah dengar pendapat lanjutan, Chang Jin berkunjung ke rumah Ki Hwan. Ia bingung KomJen sekelas Ki Hwan tidak punya mobil, dan terus mendesak sampai Ki Hwan mengaku kalau Joo Won memasang penyadap di mobilnya dan merekam semua pembicaraan mereka.

Ki Hwan menenangkan Chang Jin, Joo Won sengaja ditempatkan di unit yang sama dengan Dong Sik agar mereka bisa tahu sejauh mana polisi menyelidiki mereka. Ki Hwan setuju untuk menyingkirkan Hae Won dari persekutuan mereka. Chang Jin tahu caranya, dengan menggunakan Cheol Mun.

Cheol Mun kesal karena Chang Jin mencoba membunuhnya, dan semakin kesal karena Chang Jin tidak membalas text darinya. Ia mencoba menghubungi Chang Jin. Tiba-tiba suara dering ponsel terdengar dekat di telinga Cheol Mun. Chang Jin terkesiap melihat Chang Jin keluar dari balik tirai bathtub.

 Chang Jin menangkap dan menggorok leher Cheol Mun lalu menyeka pisau dengan tangan Cheol Mun dan menempatkan dua ponsel. Chang Jin keluar setelah puas dengan pengaturan yang ia buat dan mematikan lampu dalam rumah.

Joo Won yang membaca pesan dari Cheol Mun di ponsel Dong Sik menyapa Ji Hwa dan Do Su lalu masuk ke dalam rumah Cheol Mun, sendiri. Joo Won curiga melihat pintu belakang terbuka dan membuka pintu kamar mandi. Ia berusaha menghentikan darah dari nadi leher Cheol Mun, tapi sia-sia. Cheol Mun meninggal tanpa sempat berkata.

Joo Won menjadi panik dan frustasi. Ia melihat sekeliling dan tahu kalau ia masuk dalam perangkap.

Di ruang interogasi, Dong Sik memarahi Joo Won. Seharusnya, Joo Won memberi tahu text itu. Dong Sik paling tahu rasanya dituduh tanpa dasar. Dong Sik tidak ingin Joo Won tenggelam dalam rasa bersalah, karena rasa bersalah itulah Joo Won merasa harus menggantikan Dong Sik masuk perangkap tuduhan membunuh Cheol Mun. Joo Won menunduk dan terus mengulang permintaan maafnya.

Ji Hwa menghalangi jalan Dong Sik. Ia sudah muak selama ini seolah disisihkan Dong Sik. Ia menutup mata pada perbuatan ilegal Dong Sik demi bisa menangkap Jin Mook. Tapi, kali ini ia tak mau diam melihat Dong Sik menghancurkan karir atau hidupnya lagi demi Joo Won. Apa yang dirahasiakan Dong Sik?

Dong Sik mengakui kalau Ki Hwan lah yang membunuh Yu Yeon. Joo Won merekam pengakuan Ki Hwan dan memberikannya pada Dong Sik. Joo Won juga tahu Dong Sik melakukan perbuatan ilegal, sama seperti Ji Hwa. Tapi, Ji Hwa dan Joo Won tidak melaporkan, karena sadar tidak selamanya hukum bisa berlaku adil. Dan sekarang, Dong Sik tidak bisa membiarkan Joo Won terjatuh sendirian dalam sebuah perangkap yang dibuat untuk Dong Sik.

Joo Won mencuci tangannya berkali-kali, tapi seolah noda darah tak mau hilang. Ia melihat bayangan wajahnya di kaca dan mengacuhkan telpon dari Ki Hwan. Ponsel dibiarkan tenggelam dalam wastafel.

Joo Won keluar dari kamar mandi dan menyuruh Dong Sik pulang, ia berjanji takkan melakukan hal aneh. Dong Sik berdiri dan mengajak Joo Won latihan menangkap kelinci.

 Kwon Hyeok kembali melapor pada Ki Hwan. Bukti di TKP adalah pisau dengan sidik jari Cheol Mun, ponsel milik Sang Bae, dan ponsel burner yang digunakan untuk menghubungi Sang Bae dan Dong Sik. Ki Hwan menyuruh Kwon Hyeok mengubah alur hasil penyelidikan jaksa menjadi Cheol Mun bunuh diri karena merasa bersalah atas kematian Sang Bae, dan mengeluarkan Joo Won dari kecurigaan.

Ki Hwan menghubungi Chang Jin. Chang Jin kesal, ia sudah mengusahakan panggung yang sempurna untuk menjatuhkan Dong Sik, tapi Joo Won merusak segalanya. Ki Hwan menegaskan kalau ia sudah membereskan masalah itu dan menyuruh Chang Jin menghilang beberapa saat. Tapi, tim polisi Munju sudah datang, siap menangkap Chang Jin. Ki Hwan menyuruh Chang Jin mentutup mulut rapat-rapat.

Chang Jin mengalihkan interogasi dengan bernyanyi lalu pura-pura kesal karena diangap penjahat. Ji Hwa menukas dengan dingin. Dulu ia menikahi Chang Jin yang tampak polos dengan keinginan membangun rumah dan apartment. Tapi, lama-kelamaan mimpi itu menjadi obsesi, Ji Hwa tak ingin termakan obsesi hidup-hidup, dan minta berpisah. Jadi, apa Chang Jin membunuh Cheol Mun?

Chang Jin terus membantah. Ji Hwa kehilangan kesabaran dan menyuruh Do Su menahan Chang Jin sambil menunggu surat penahanan resmi. Bukti adalah text yang dikirim Cheol Mun dan video yang merekam adegan di tempat pemancingan.

Giliran Hae Won yang diperlihatkan video yang sama. Dong Sik mengingatkan, target berikutnya bisa Hae Won atau putranya. Hae Won kembali tidak mengakui Jung Je. Dong Sik tertawa terbahak-bahak saat Hae Won menyuruhnya berhenti mengusik kehidupan orang lain dan fokus pada hidupnya sendiri.

Sungguh ironis, karena kehidupan Dong Sik dihancurkan oleh Hae Won. Bahkan, meski tahu Jung Je menabrak Yu Yeon, Hae Won lah yang melabrak Dong Sik dan keluarganya. Kehidupan Dong Sik berubah 180° sejak kejadian itu. Dong Sik memberi tahu kalau ada orang lain yang menabrak Yu Yeon, sebelum Jung Je. Dan orang yang menabrak kemungkinan besar akan melimpahkan kesalahan itu murni pada Jung Je.

Hae Won buru-buru menyuruh sekretaris Oh Bok memindahkan Jung Je ke RS lain.

Joo Won memperkenalkan diri sebagai sekretaris Hae Won yang akan membawa Jung Je keluar. Joo Won mengajak Jung Je masuk mobil ambulan, yang dikemudikan oleh Jae Yi. Jae Yi meninggalkan Joo Won dan Jung Je di satu tempat.

Joo Won mulai membacakan tuduhan kejahatan Jung Je, tapi juga memberi kesempatan agar Jung Je menyerahkan diri secara suka rela. Jung Je tahu, ia telah telat menyerahkan diri selama 21 tahun ini, jadi Jung Je memilih untuk ditahan oleh Joo Won. Jung Je menjulurkan lengannya.

Joo Won meminta surat perintah resmi pada Kwon Hyeok untuk penangkapan Hae Won dan Jung Je. Ketika Kwon Hyeok ingin memberi tahu Ki Hwan, Joo Won mencoba mengembalikan nurani Kwon Hyeok. Ki Hwan tidak akan pernah menganggap Kwon Hyeok sebagai putranya. Dan, apakah Kwon Hyeok akan terus berpegang pada tali yang sebegitu busuk, yang bahkan Joo Won pun akan memutuskan tali itu, atau pergi selagi sempat? Pilihlah yang terbaik.

Dong Sik masuk ke sel Chang Jin sambil membawa bat baseball. Dong Sik tahu, Chang Jin lah yang membawa akte kematian Mi Hye yang mendorong Jin Mook membunuh diri. Tapi, Dong Sik tak punya bukti. Sama tak berbukti pula saat Chang Jin memukul kepala Sang Bae. Chang Jin menolak tuduhan itu dan terus mengejek Dong Sik. Chang Jin menantang Dong Sik untuk membunuhnya.

Joo Won datang dan menyuruh Dong Sik tidak berbuat gila. Mereka telah mendapatkan surat penahanan resmi Hae Won. Joo Won akan memanggil petugas untuk membebaskan Chang Jin. Chang Jin menyeletuk ayah dan anak sama saja, melimpahkan kesalahan pada adalah Hae Won. Joo Won berbalik, mereka akan tahu sebentar lagi hasil interogasi Hae Won.

Dong Sik mulai menginterogasi Hae Won yang didampingi pengacaranya. Ia menyuruh Hae Won berhenti berpura-pura tidak peduli pada Jung Je. Hae Won mengurung Jung Je di RSJ untuk melindunginya.

Di ruang interogasi lain, Chang Jin diinterogasi oleh Joo Won, didampingi Ji Hwa sebagai pengawas. Chang Jin yakin ia akan terbukti tak bersalah, apalagi polisi tidak berhasil mendapatkan surat penahanan resmi. Joo Won tidak begitu yakin akan hal itu.

Dong Sik mulai membacakan kronologis kejadian 21 tahun lalu. Gil Gu telah mengakui pertukaran file forensik dengan imbalan uang. Sang Bae akhirnya berhasil menemukan bukti tersebut. Yang aneh, kenapa pik gitar ditemukan di dekat tubuh Ju Seon, bukan di tempat kecelakaan Yu Yeon?

Sebelumnya, pertanyaan yang sama diajukan pada Jung Je, apa rahasia yang Hae Won simpan erat-erat? Tapi, Jung Je tidak tahu jawabannya karena ibunya tak pernah mau menjawab.

Dong Sik ingin memastikan pada Hae Won, apakah jawaban pertanyaan itu adalah rahasia yang harus dibawa mati? Seperti ucapan Chang Jin pada Hae Won?

Bersambung

Komentar aku: kekeke… Dong Sik perhatian sama Joo Won, luluh juga akhirnya. Joo Won mirip dirinya saat muda: keras kepala, terus menerjang dan terjun bebas tanpa parasut. Dong Sik benar-benar tak ingin Joo Won hidup dalam tundingan dan rasa bersalah seumur hidup. Dan Dong Sik tahu cara menghadapi Joo Won. Aku senang melihat Dong Sik dengan santai mengantar Joo Won sampai apartment, menunggu dan dengan lembut tapi tegas mengajak Joo Won latihan menangkap kelinci. Menangkap kelinci… hihihi…

Oh, yang menyatukan dan mengingatkan mereka berdua, dalam diam tapi bisa bersikeras bila diperlukan, adalah Ji Hwa. Ji Hwa yang tidak rela sahabat dekatnya menanggung beban sendiri, dan Ji Hwa yang berani menghadapi Chang Jin tanpa bergeming. Satu lagi, Jae Yi. Meski selalu ada di latar belakang, tapi keteguhan dan kebaikan hatinya membuat tim selalu datang dan datang lagi menikmati makan dan berbincang di toko dagingnya.

Huhuhu… kota yang super duper unik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: