Beyond Evil Ep. 15.2

Chang Jin berlari mendekati Cheol Mun yang sibuk dengan kail pancing. Ia meloncat siap menghantam Cheol Mun dengan tongkatnya. Tiba-tiba terdengar teriakan Dong Sik memuji tangkapan Cheol Mun. Chang Jin beralasan ia datang melihat gudang di daerah ini. Cheol Mun terdiam saat Dong Sik mengaku datang sebagai petugas dan mengajak Chang Jin ke kantor polisi. Chang Jin menolak pergi tanpa surat panggilan resmi.

Dong Sik mengaku ia memeriksa lokasi Cheol Mun dengan ilegal dan mengancam agar berhati-hati, karena belum waktunya bagi Cheol Mun untuk mati, meski baru saja Chang Jin berusaha untuk menghabisi Cheol Mun.

Joo Won turun dari mobilnya dan menahan Chang Jin. Joo Won berbisik kalau ia ingin ayahnya menjadi komjen, karena itu Chang Jin harus menjaga tindakan dan omongannya. Chang Jin terpaksa setuju dibawa ke kantor polisi.

Di ruang interogasi, Chang Jin tahu duo partner ini berpura-pura dekat, menyuruh menghentikan akting mereka, dan menyelesaikan interogasi. Yang terjadi selanjutnya adalah ‘battle of the wits’, silat lidah mengandalkan kartu yang masing-masing miliki.

Dong Sik pura-pura tersipu-sipu saat Chang Jin menyamakan cacatnya dengan kebiasaan Dong Sik mengkomsusi obat-obatan, sakit dan cacat mereka bisa datang dan pergi. Lalu dengan serius, Dong Sik menanyakan alibi Chang Jin. Saat Sang Bae terbunuh, Chang Jin mengaku ada di rumah. Saat Jin Mook bunuh diri, Chang Jin juga mengaku ada di rumah. Tapi, Chang Jin penasaran dengan keberadaan Ki Hwan.

Chang Jin ingin mengungkapkan hal yang menganggu nuraninya selama ini. Joo Won mencoba menghentikan, tapi Dong Sik menyuruh Chang Jin meneruskan. Chang Jin pun bercerita tentang malam 14 Oktober 2000, di mana ia minum-minum dengan Hae Won dan Ki Hwan. Tadinya, ia berpikir Ki Hwan minta disuap dengan memilih perusahaan konstruksi milik ibu Joo Won yang sudah kembang kempis bertahan hidup.

Tapi, ternyata Ki Hwan minta perusahaan itu dikeluarkan dari pilihan. Chang Jin lalu mulai memuji-muji kehebatan Ki Hwan. Chang Jin mengaku hatinya tersentuh mendengar pidato Ki Hwan di dengar pendapat kemarin. Joo Won kembali minta interogasi dihentikan. Chang Jin dan Dong Sik tidak setuju.

Chang Jin lalu bercerita dini hari setelahnya, Chang Jin mengantarkan Ki Hwan pulang. Kalau pun ada yang berkendara di bawah pengaruh alkohol itu adalah Hae Won. Chang Jin tidak ingin berasumsi kalau Hae Won menabrak Yu Yeon. Tapi, adalah aneh kalau Hae Won menjual peternakan rusa pada Chang Jin tanpa memberikan kunci, sementara Jin Mook bisa keluar masuk dan mengubur jenazah para korbannya di situ.

Proyek Chang Jin tidak akan terpengaruh oleh Hae Won, karena ia belum menjadi walikota. Chang Jin hanya ingin Hae Won istirahat, apalagi Jung Je menderita penyakit jiwa dan dibawa ke RSJ. Dong Sik kaget mendengarnya. Joo Won menghentikan interogasi, kali ini Dong Sik setuju. Chang Jin dipersilahkan pergi.

Dong Sik tertawa terbahak-bahak setelah Chang Jin pergi dengan tertatih-tatih. Joo Won mengakui itu adalah sebuah pertunjukan yang hebat. Dong Sik menanggapi kalau sayangnya, bukan mereka berdua pelaku utamanya, tapi duo Chang Jin – Ki Hwan yang telah memutuskan menyingkirkan Hae Won dari persekutuan mereka.

Joo Won menelpon Kwon Hyeok, memintanya mencari Jung Je. Ia tak peduli kalau Kwon Hyeok mau melaporkannya pada Ki Hwan. Dong Sik juga menelpon dan menanyakan apa mereka masih memata-matai Cheol Mun?

Mereka bertemu dengan Ji Hwa dan Do Su di depan kantor Cheol Mun. Cheol Mun keluar membawa barang-barangnya. Ia menerima promosi dari Ki Hwan ke Met Seoul. Do Su memasukkan barang dan membawa mobil pribadi Cheol Mun ke rumahnya. Sebelum pergi, Cheol Mun kembali mengingatkan Joo Won, darah keluarga lebih kental dari air.

Joo Won melarang Dong Sik pergi bersama Ji Hwa. Ia menerima telpon dari Kwon Hyeok kalau Jung Je dibawa ke RSJ di batas daerah Munju. Kwon Hyeok menyuruh Joo Won segera pulang, mereka menunggu keputusan dewan. Tiba-tiba batterai ponsel Joo Won habis, ia meminjam ponsel Dong Sik. Di ponsel terdengar teriakan gembira karena Ki Hwan pasti terpilih, meski pengumuman resmi baru besok.

Joo Won melihat pesan masuk di ponsel Dong Sik dari Cheol Mun, menyuruh bertemu secara diam-diam di rumahnya. Joo Won memasukkan ponsel Dong Sik ke saku bajunya. Ia menolak pergi bersama Dong Sik menjemput Jung Je, karena harus menemui Ki Hwan.

Dong Sik baru sadar kalau ponselnya dibawa Joo Won. Ia buru-buru mengejar mobil Joo Won. Anehnya, Joo Won tidak pergi ke arah Seoul. Dong Sik lihat arah yang dituju adalah daerah kediaman Cheol Mun dan menjadi bertanya-tanya apa yang akan dilakukan Joo Won sekarang?

Do Su yang membawakan barang-barang Cheol Mun mencoba melihat isi rumah Cheol Mun. Tapi, Cheol Mun menyuruhnya pergi. Do Su sengaja meninggalkan pintu gerbang tidak terkunci dan berpura-pura pergi bersama Ji Hwa.

Joo Won sampai di depan rumah Cheol Mun, mengatakan akan masuk ke dalam rumah dan menolak ditemani. Ia masuk, mengunci gerbang, mengeluarkan tongkat pemukul polisi dan mengunci pintu depan rumah. Perasaan Ji Hwa menjadi was-was dan mengajak Do Su meneliti.

Tak lama, Dong Sik tiba. Mereka sadar ada yang tidak beres waktu menemukan gerbang terkunci dan Joo Won datang bukan atas perintah Dong Sik. Mereka bergegas masuk menaiki pagar. Dong Sik langsung terdiam melihat ke arah tangan Joo Won yang keluar dari rumah Cheol Mun.

Dengan suara pelan, Joo Won memberi tahu kalau Cheol Mun sudah meninggal. Ia menatap kedua tangannya yang berlumuran darah, begitu juga Dong Sik.

Seolah baru sadar dari mimpi, Joo Won mengakui mungkin dialah yang membunuh Cheol Mun. Dong Sik menatap mata Joo Won dalam-dalam, tak percaya dan mencoba mencari jawaban.

Bersambung

Komentar aku: Aaaaaa… Semua pujian sudah aku beri. Kenapa jumlah episode 16, tapi sampai episode 15 cerita belum terurai semua? Gigit-gigit kuku! Aku ikut bangga dengan drama ini. Skenario A, sutradara A, pemain A++ (karena banyak yang bermain bagus), editing A. Musik? Musik tempo dulu di penutup episode, kok malah mengingatkan film ‘No Country for Old Men’ ya? Ditambah, drama di dalam drama, ini waktu Chang Jin dengan mahirnya memainkan peran sebagai pesulap yang memegang banyak kartu, bukan sebagai gangster yang membereskan banyak pekerjaan kotor. Aku sendiri heran, tiba-tiba Chang Jin mau buka mulut. Sekali tepuk dua tiga pulau terlampaui: memuji-muji Ki Hwan, melindungi diri sendiri & Ki Hwan, sekaligus melempar Hae Won ke bawah bis dengan menyeret Jung Je. Kali ini Dong Sik pun tak bisa membantah.

Sebelum akhir & spoiler, aku berpikir Cheol Mun sengaja merekam ancaman Dong Sik di tempat pancingan ikan. Lalu, bekerja sama dengan Chang Jin mengundang Dong Sik ke rumah Cheol Mun untuk menyingkirkan Dong Sik. Tapi, Chang Jin lah yang membunuh Cheol Mun dan akan melimpahkan ke Dong Sik yang datang seorang diri. Siapa sangka yang terkait malah Joo Won, karena dia yang pegang ponsel Dong Sik. Ini hebatnya penulis, alasan mudah dan tidak terlihat terlalu dibuat-buat, batterai ponsel habis. Siapa yang tak pernah kehabisan batterai saat bekerja? Tapi, setelahnya aku tidak yakin lagi, teori aku benar atau salah, keke…

Aaaa… aku menikmati sekali episode ini. Terutama, muka Dong Sik saat mengaku tersipu-sipu. Atau saat ia berteriak memergoki Chang Jin hendak menggebuk Cheol Mun. Oh so good atau nice shot! Ha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: