Beyond Evil Ep. 15.1

Suara tawa Chang Jin makin menaikkan amarah Joo Won. Tapi, tiba-tiba ia terdiam mendengar komentar Ki Hwan saat Chang Jin menanyakan tentang dirinya. Ki Hwan berusaha mengelak. Chang Jin menjadi marah dan berteriak, semua kekacauan ini tak kan terjadi kalau saja Ki Hwan tidak menabrak Yu Yeon malam itu!

Bagi Ki Hwan itu hanya kesalahan sepele. Mereka harus belajar dari cerita Aesop: kelinci vs kura-kura. Kekalahan terjadi karena yang kuat membuat kesalahan. Joo Won memang putra Ki Hwan, tetapi ia mirip ibunya, keduanya mahluk lemah. Mereka berdua hanya bisa menunggu salah satu mengulurkan tangannya.

Mereka berdua hanya berpura-pura kuat dan bersikap dingin, padahal hal itu menghancurkan mereka. Manusia-manusia yang menyedihkan. Ki Hwan berjanji takkan membuat kesalahan yang sama, dan kalau Chang Jin tidak percaya, Chang Jin dipersilahkan mengikuti gerak-gerik Joo Won.

Hati Joo Won patah berantakan. Ucapan tentang kecelakaan yang dianggap sepele, tentang ibu dan dirinya. Ia lalu mengingat betapa yakin dirinya, bahwa Dong Sik lah pembunuh Yu Yeon. Sangat ironis. Joo Won mulai tertawa terbahak-bahak.

Ki Hwan tidak takut pada Dong Sik, setelah menjadi KomJen, tidak ada yang bisa melawannya. Chang Jin setuju. Dari Jin Mook, Chang Jin tahu kalau Hae Won mungkin menyimpan rahasia lain, selain menukar dan menghancurkan bukti forensik sidik jadi Jung Je di pik gitar. Hal itu akan jadi masalah. Chang Jin serahkan pada Ki Hwan untuk mengurusnya.

Joo Won menemui Dong Sik di rumahnya. Ia memutar rekaman pembicaraan Chang Jin – Ki Hwan. Joo Won melarang Dong Sik menemui Ki Hwan. Bukti itu tidak bisa digunakan di pengadilan, bahkan jika diekspos ke media, Ki Hwan hanya akan menyalahkan Chang Jin.

Joo Won bersedia menjadi monster untuk menangkap dan melemparkan Ki Hwan ke lembah terdalam. Hanya itu satu-satunya cara untuk mengalahkan Ki Hwan. Kalau Joo Won mangkir, Dong Sik boleh menyiarkan rekaman ini ke media dan Joo Won rela tersiksa jiwanya. Joo Won berlutut di hadapan Dong Sik.

Jung Je tidak percaya Hae Won masih bekerja sebagai anggota dewan kota. Hae Won dengan dingin bertanya apakah Jung Je mendengar suara jeritan rusa? Hae Won selalu mengurung Jung Je kecil di peternakan rusa. Dan selama 21 tahun ini mengkompensasikannya dengan berusaha menjadi ibu yang baik. Kini, ia muak dan ingin hidup untuk dirinya sendiri. Jadi, Hae Won ingin Jung Je terus mendengarkan suara rusa saja.

Jung Je berdiri terpaku mendengar ucapan ibunya. Gelas ditangannya jatuh, pecah berkeping-keping. Sekretaris Oh Bok mengajak Jung Je bersiap pergi.

Jae Yi sarapan bersama Ji Hoon dan Ji Hwa sambil melihat lanjutan dengar pendapat Ki Hwan. Dong Sik pergi menengok ibunya. Jung Je tidak bisa dihubungi, begitu juga Joo Won. Kali ini, bahkan Jae Yi dan Ji Hwa agak mengkhawatirkan kondisi Joo Won. Ji Hoon menenangkan, ia yakin Joo Won baik-baik saja, seperti ucapan Dong Sik.

Dong Sik berharap ibunya tidak menderita lagi. Seolah sejenak tersadar, ibu Dong Sik menyebut namanya dan minta agar Dong Sik tidak melewatkan makan dengan baik. Dong Sik tersenyum.

Dong Sik mengajak Joo Won makan bersama. Kali ini, Joo Won setuju, makanan yang dipesan Dong Sik enak. Dong Sik membahas tentang rekaman. Joo Won berhenti makan dan berkata ia akan menemui ayahnya. Ingat akan nasihat ibunya, Dong Sik menyuruh Joo Won meneruskan makan agar bisa bertahan di ‘lembah terdalam’ yang harus Joo Won lalui.

Joo Won menemui Ki Hwan dan memperdengarkan rekaman itu. Joo Won menyuruh Ki Hwan menyingkirkan tangannya yang berdarah karena menghancurkan ponsel, dari kerah bajunya. Joo Won akan membantu Ki Hwan menjadi KomJen agar rekor kerja Joo Won tidak bernoda. Ki Hwan berterima kasih.

Joo Won minta segera ditempatkan di Unit Investigasi Umum di Met Seoul. Ia ingin segera mendepak Cheol Mun sesuai hukum yang berlaku. Ia tak ingin ayahnya mengulang kesalahan yang sama dengan menyuruh Chang Jin menghabisi Cheol Mun.  

Chang Jin menyaksikan dengar pendapat bersama Hae Won. Hae Won tahu Chang Jin dan Ki Hwan bersekongkol dan ingin menyingkirkannya. Hae Won tidak terlalu peduli, yang paling penting adalah ia terpilih menjadi walikota Munju. Putranya, Jung Je, sudah lagi tidak menjadi masalah.  Hae Won mengancam Chang Jin untuk segera menyelesaikan proyek pembangunan Munju agar Hae Won mendapat lebih banyak suara.

Chang Jin hanya bisa diam. Ponsel tiba-tiba bergetar, Chang Jin menerima pesan dari JCM, Jung Cheol Mun, mengajak bertemu esok hari.

Bersambung

Komentar aku: Ouch… Kali ini orang-orang tua ingin ‘mengorbankan’ anak mereka sendiri. Ki Hwan mengorbankan Joo Won, demi jabatan KomJen. Hae Won mengorbankan Jung Je, demi jabatan Walikota. Aku tidak tahu Hae Won bahkan sering mengurung Jung Je kecil di peternakan rusa. Jadi seperti ‘Silence of the Lambs’. ‘Well, Clarice… Have the lambs stopped screaming?’  Lalu menyuruh sekretarisnya mengurung Jung Je di RSJ. Sama seperti Ki Hwan mengurung ibu Joo Won. Aku pikir Hae Won benar-benar sayang & protektif. Chang Jin yang biasanya keras juga jadi takut melihat Hae Won seperti itu… ‘Anak? Siapa bilang aku punya anak?’ Ha!

Dan, setelah 15 episode, baru kita lihat Joo Won mau makan makanan yang dipesan Dong Sik. Omona! Juga, jujur melihat ‘kejatuhan’ Joo Won, cukup menyakitkan. Selama ini, dia percaya dialah yang benar dan 100% yakin Dong Sik membunuh saudari kembarnya. Lalu, bam! Ayahnya lah yang membunuh Yu Yeon. Ouch, it’s really a hell to pay. Benar, ya… surga dan neraka sudah dimulai dari bumi, bukan alam baka. Seram!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: