Beyond Evil Ep. 14.2

Joo Won datang ke toko daging Manyang. Jae Yi tahu kalau Joo Won juga punya kisah sedihnya sendiri, tapi kali ini ia tidak ingin mendengarkan. Joo Won ingin tahu kenapa Jae Yi bisa ingat semua perkataannya. Jae Yi mengajarkan bahwa seperti itulah teman. Karena sering bertemu, makan bersama, berbincang, lama-lama apa yang diucapkan dan bagaimana kondisi orang itu menjadi perhatian.

Jo Woon lalu minta Jae Yi membantunya, bisa mengendarai mobil dengan baik?

Seon Nyeo meneliti setiap sudut bagasi mobil Chang Jin yang dibawa Do Su, sementara Dong Sik melihat ke kamera dashboard dan tempat duduk. Seon Nyeo tahu itu ilegal, jadi bukti apa pun yang ditemukan tidak akan diajukan ke pengadilan. Dong Sik menenangkan, Chang Jin telah membersihkan mobilnya dengan seksama.

Joo Won kembali menegur tindakan ilegal Dong Sik dan ingin tahu apa Dong Sik menyesal dulu tidak langsung menangkap Jin Mook? Bagi Dong Sik, penyesalan itu bukan pilihan, ia akan mengulang apa yang harus dilakukan. Tiba-tiba Joo Won beralih ke perumpamaan cara serigala memburu kelinci. Dong Sik bingung siapa kelinci yang akan Joo Won sudutkan?

Dong Sik menyaksikan Chang Jin diinterogasi oleh Do Su dan disaksikan oleh Ji Hwa. Perlakuan Do Su membuat Chang Jin kebingunan. Ucapan Chang Jin tentang Jin Mook, dianggap pengandaian. Pertemuan Chang Jin dengan Ki Hwan, dianggap wajar.

Sr. Det. Kwak masuk dan protes, interogasi Chang Jin tidak mengikuti prosedur yang berlaku, dan ia akan melaporkan pada Cheol Mun. Tapi, saat tahu bahwa Chang Jin mungkin terlibat dengan pembunuhan Sang Bae, Sr. Det. Kwak mengurungkan niatnya, bahkan membantu Dong Sik cs.

Chang Jin akhirnya sadar kalau mereka mencari hubungan antara Ki Hwan dengan dirinya, melalui perusahaan konstruksi mertua Ki Hwan. Do Su memperlihatkan artikel lama menyebutkan hubungan Gwanghyo Foundation – JL Construction dan Oh Il Construction. Dong Sik menerangkan pada Sr. Det. Kwak, masalah bukan pada persekutuan mereka selama 21 tahun ini, tapi apa yang saling dipertukarkan antar mereka?

Chang Jin membantah tuduhan kalau ia mengerjakan pekerjaan kotor untuk para pejabat, dengan alasan proyek pembangunan tertunda karena orang hilang dan terbunuh. Jadi, tidak ada pekerjaan yang ia lakukan. Chang Jin mengucapkan hal itu dengan tegas sembari melihat ke kaca pembatas.

Cheol Mun merangsek masuk dan mulai marah-marah pada bawahannya. Tapi, dengan manisnya ia meminta maaf pada Chang Jin, bahkan mengantarnya keluar. Chang Jin sengaja menyempatkan diri mengejek Dong Sik dari balik kaca.

Joo Won menyilahkan Chang Jin dan Cheol Mun yang berjalan keluar. Cheol Mun menyebut darah lebih kental dari air, pasti Ki Hwan menyuruh Joo Won datang. Joo Won menunduk dan tersenyum. Hal yang tak luput dari pengamatan Chang Jin.

Ji Hwa cs keluar dan kaget saat tahu Joo Won yang memanggil Cheol Mun. Joo Won menegur bahwa tindakan ilegal meski maksudnya baik tetap ilegal, dan bahwa ia bukan bagian dari tim mereka. Dong Sik membenarkan. Ji Hwa cs pergi dengan kesal.

Cheol Mun mengantar Chang Jin karena ia punya alasan sendiri, dia lah yang mengirim video saat Chang Jin berkunjung ke sel Jin Mook. Cheol Mun akan menelpon Chang Jin dan pastikan Chang Jin menjawabnya. Chang Jin tahu kalau Do Su mengutak-atik mobilnya, dan menyuruh anak buah bertukar mobil.

Ki Hwan menghubungi Chang Jin. Dari situ Chang Jin tahu kalau Joo Won datang bukan untuk membebaskan, tapi untuk mengutitnya. Mereka berjanji bertemu di satu tempat 48 menit lagi. Ji Hwa – Dong Sik mengutit Chang Jin, Jae Yi mengutit Ki Hwan, menggunakan mobil Dong Sik.

Chang Jin berhasil mengecoh Ji Hwa – Dong Sik, membuat mobil Ji Hwa mogok. Ki Hwan beruntung ada pemeriksaan kadar alkohol, dan ia menyuruh petugas menahan Jae Yi dengan alasan menggunakan mobil dinas. Petugas lalu menelpon Dong Sik. Ji Hwa menjadi kesal, sekarang apa yang bisa mereka lakukan?

Di kantor polisi Manyang, Joo Won mengungkapkan rencana pada Dong Sik. Ia yakin Ki Hwan akan bertemu dengan Chang Jin. Ia akan menghubungi Dong Sik, kalau sudah sampai di lokasi pertemuan mereka.

Dong Sik menatap langit dan menunggu…

Ki Hwan menyuruh Chang Jin meninggalkan ponsel di mobilnya dan pindah ke mobil Ki Hwan. 21 tahun lalu, setelah menabrak, Ki Hwan menghubungi Chang Jin. Tak berapa lama Hae Won juga menghubungi Chang Jin, untuk hal yang sama.

Chang Jin kesal, ia melakukan semua pekerjaan kotor itu, tapi malah menerima ancaman rekaman CCTV. Yang menyuruh mendatangi dan membunuh Jin Mook adalah Ki Hwan.

Joo Won yang juga telah sampai di lokasi dan menyadap pembicaraan mereka, terpana. Sebelumnya, ia memasang alat penyadap di mobil Ki Hwan.

Chang Jin dan Ki Hwan terus berbincang. Kali ini tentang Cheol Mun, yang memeras mereka berdua dengan rekaman itu. Mereka harus menyingkirkan Cheol Mun. Cheol Mun punya banyak tikus, tidak mudah menyingkirkannya seperti mereka menyingkirkan Sang Bae. Ki Hwan tetap ingin Cheol Mun dilenyapkan.

Chang Jin minta Ki Hwan menyiapkan uang, ia ingin proyeknya terus berjalan. Chang Jin tidak mau pergi sebelum Ki Hwan memberi kepastian. Akhirnya, Ki Hwan menyetujui dan menyuruh Chang Jin pergi.

Chang Jin mengingatkan agar Ki Hwan tidak menghubungi Hae Won yang curiga kalau mereka membunuh Jin Mook. Di penjara, Jin Mook mengenali Chang Jin dan mengaku menyaksikan Ki Hwan menubruk Yu Yeon. Ki Hwan ingin memastikan apa benar Jin Mook melihat dirinya menabrak Lee Yu Yeon, 21 tahun yang lalu? Dada Joo Won berdebar dan bergemuruh, segemuruh suara kereta api yang melintas di dekatnya.

Dong Sik menunggu dan terus menunggu. Sampai lewat tengah malam, telpon dari Joo Won tidak juga terdengar. Hujan mulai turun.

Joo Won keluar dari mobil dan mengambil tongkat golf. Ia mulai berjalan ke arah mobil Ki Hwan. Raut mukanya terlihat sangat berduka. Sementara, di dalam mobil, Chang Jin tertawa terbahak-bahak. Raut muka Joo Won berubah menjadi penuh kemarahan.

Bersambung

Komentar aku: Ahhhh…cliff hanging! Meski sudah tahu dari episode sebelumnya, kalau Ki Hwan adalah penabrak pertama dan ada beberapa pengulangan adegan, tapi, melihat raut muka, emosi yang ditunjukkan, termasuk frustasi (dari para polisi), tetap membuat episode ini kuat. Joo Won terlalu baik menganggap mereka kelinci yang harus ditangkap. Kalau aku, akan aku sebut *bleep*…(tidak disebut karena akan kena sensor).  Itu, Joo Won mau berbuat apa dengan tongkat golf? Kekeke…

Aku hanya berharap, meski penokohan Joo Won sebagai pria yang sangat memegang teguh prinsipnya tetap konsisten sampai episode 14 ini, sekali ini saja, Joo Won mau menghubungi Dong Sik, seperti yang dijanjikan. Aku tidak sanggup patah hati lagi melihat Dong Sik kehilangan kepercayaan atau hal lainnya untuk yang kesekian kali. Dong Sik sudah kehilangan keluarga, karir, partner, mentor, ‘keponakan’ dan Jung Je yang meski teman dekat tapi terkait langsung dan rasa percaya yang selama ini ada, mungkin berubah kalau tidak menghilang. Apa Dong Sik harus kehilangan lagi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: