Beyond Evil Ep. 14.1

15 Oktober 2000… Joo Won yang baru berumur 7 tahun, melihat ayah-ibunya bertengkar. Ibu Joo Won berjanji tidak akan minum-minum dan mencoba bunuh diri. Ki Hwan ingin hidup berjalan sempurna, dan tidak akan membiarkan ibu Joo Won menghalanginya. Ia memanggil petugas RSJ untuk membawa paksa ibu Joo Won. Ki Hwan berjanji pada Joo Won, semua akan berjalan sempurna seperti yang Ki Hwan dambakan.

Episode 14: Jawaban

Semalam, Joo Won meminta Dong Sik menangkapnya di acara dengar pendapat calon KomJen. Kalau Ki Hwan diangkat jadi Komjen, mereka tidak akan bisa melawannya. Joo Won merasa perlu melakukan serangan mendadak, agar Ki Hwan kaget dan lengah, sehingga perlindungan diri Ki Hwan melemah.

Dong Sik enggan melakukannya, dia tahu resiko yang akan Joo Won hadapi, kehancuran hidup seperti dirinya. Setelah saling menunjukkan ketidak pedulian satu sama lain, Dong Sik setuju dengan syarat Joo Won tidak mengakui tuduhan itu. Keesokkan harinya, mereka berdua menatap, memperhatikan reaksi Ki Hwan.

Dong Sik mulai melakukan interogasi pada Joo Won. Tak disangka, Joo Won malah mengakui semua yang dituduhkan. Dong Sik terperangah, dan mematikan rekaman. Joo Won terus melanjutkan narasinya, kalau seseorang membatalkan janjinya pada Joo Won, kenapa Joo Won harus menepati janji pada orang itu?

Atasan Dong Sik marah-marah, menyuruh Joo Won pergi. Ia sudah pernah menyelidiki Joo Won dan kasus itu sudah ditutup. Joo Won terus bersikeras minta dihukum. Akhirnya, Dong Sik mengambil keputusan menskors Joo Won sampai komite disiplin dibentuk. Joo Won menerima hukuman itu dan menyerahkan name-tag.

Ki Hwan menampar Kwon Hyeok, yang disalahkan berpihak dan mengajak Joo Won masuk ruang dengar pendapat. Kali ini Kwon Hyeok tidak terima hinaan Ki Hwan dan bertanya sampai kapan Ki Hwan bisa mempercayai Kwon Hyeok?

Joo Won masuk dan menyela kalau ayahnya tidak percaya siapa pun kecuali dirinya sendiri. Joo Won mengakui semua yang dituduhkan karena ia tidak ingin hidup seperti ayahnya. Joo Won memohon pada Ki Hwan untuk jujur, Joo Won berjanji akan mendengarkan dengan baik. Ki Hwan menyuruh Kwon Hyeok menyeret Joo Won pergi.

Sebelum pergi, Joo Won meminta maaf pada Ki Hwan.

Jung Je menunggu Chang Jin di jembatan. Chang Jin mengejek, dulu Jung Je sangat berantakan, apa sekarang sudah membaik? Chang Jin tidak peduli, Jung Je bukan tanggung jawabnya. Ia memukul pintu mobil dan menyuruh Hae Won keluar.

Jung Je menuduh Chang Jin bekerja sama dengan Ki Hwan membunuh Jin Mook. Bagi Chang Jin, kalau pun itu benar, maka Jung Je akan terkena imbas dan Hae Won akan kehilangan proyek impiannya. Orang yang sudah dibantu membereskan masalahnya, seharusnya tahu berterima kasih.

Jung Je tersenyum sinis. Tanggal 15 Oktober 2000 dini hari, saat Chang Jin menyingkirkan mobil yang dikendarai Jung Je, Jin Mok mengambil mayat Yu Yeon yang ditinggal di mobil Chang Jin. Itulah alasan kenapa Chang Jin menyuruh Jin Mook bunuh diri. Jung Je juga tahu, Chang Jin pasti punya pendukung di kepolisian.

Chang Jin tiba-tiba mendesak Jung Je ke mobil dan mengambil ponsel, memperlihatkan pada Hae Won kalau selama ini Jung Je mengaktifkan ponsel sehingga Dong Sik bisa mendengar semua percakapan mereka. Dong Sik menekan klakson mobil di dekat lokasi mereka dan menjawab panggilan Chang Jin.

Dong Sik ingin tahu apa Chang Jin terlibat dengan pembunuhan Sang Bae? Chang Jin mengaku tak kenal Sang Bae dan menantang Dong Sik, siapa yang bisa menentukan kebenaran atau kejahatan? Pastinya bukan Jung Je si kriminal atau Hae Won. Dong Sik menjawab kalau kali ini Ji Hwa lah yang akan memutuskan.

Jung Je menghalangi Chang Jin yang ingin pergi sebelum Ji Hwa sampai. Chang Jin mengancam Hae Won kalau ia masih punya rahasia Hae Won yang seharusnya dibawa sampai kubur. Hae Won terdiam tidak berkata-kata. Chang Jin akhirnya pergi bersama Ji Hwa.

Hae Won menolak memberi tahu rahasia itu dan masuk ke dalam mobil untuk menghapus jejak data telpon di ponselnya.

Bersambung

Komentar aku: Hah! Terkadang aku dibuat bingung oleh Joo Won. Dia benar-benar tidak bisa terima Dong Sik tidak mengakui kalau memalsukan atau mereka bukti-bukti untuk menangkap Jin Mook, atau semua hanya sandiwara antara mereka berdua? Atau, yang tidak menepati janji, lebih ditujukan ke Ki Hwan daripada Dong Sik? Aaawww… Sementara, di satu sisi, terlihat jelas Dong Sik peduli pada Joo Won.

By the way, kondisi kejiwaan ibu Joo Won parah sekali, ya? Apa pun ia lakukan untuk bisa berpisah dengan Ki Hwan, dari berlari ke alkohol, percobaan bunuh diri sampai mau meninggalkan Joo Won agar bisa bebas. Sementara, Ki Hwan tak kan melepaskannya, karena ibu Joo Won tiket untuk menjadi Komjen. Tragis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: