Beyond Evil Ep. 13.2

Joo Won menguatkan hati menemui Ki Hwan. Joo Won tidak memberi selamat, karena Ki Hwan baru dinominasi dan ia khawatir dirinya akan menjadi penghalang Ki Hwan benar-benar diangkat menjadi KomJen. Ki Hwan langsung membentak Joo Won. Joo Won mengalihkan dengan memberikan laporan.

File yang hilang adalah file DNA pik gitar yang ditukar oleh Gil Gu atas permintaan Hae Won. Ki Hwan menolak anggapan Joo Won kalau ia kenal baik dengan Hae Won, bahkan ingin menghukum Gil Gu dan Hae Won. Sayangnya, tidak ada bukti yang menguatkan. Joo Won lebih memilih Ki Hwa menghukum Cheol Mun.

Ki Hwan tertarik mendengarkan penjelasan Joo Won. Cheol Mun menggunakan nama Ki Hwan untuk menyakinkan Gil Gu agar menukar file. Cheol Mun juga yang mengatur pertemuan antara Hae Won dan Gil Gu. Bukti bahwa Cheol Mun memeras Hae Won dan gosip kalau Ki Hwan menutupi hal ini, bisa menyulitkan pengangkatan Ki Hwan.

Ki Hwan memanggil Cheol Mun ke kantornya. Ia memasukkan ponsel Cheol Mun ke poci teh dan menyuruhnya berlutut. Cheol Mun berusaha menenangkan amarah Ki Hwan. Ia menukar file karena ada sidik jari Jung Je yang menabrak Yu Yeon saat mabuk. Tapi, petugas forensik yang bertugas sudah meninggal dan mereka bisa melimpahkan kesalahan pada Jin Mook.

Ki Hwan geram, kalau saja Cheol Mun menangkap Jung Je, masalah akan selesai. Tapi, ia malah menerima suap dari Hae Won. Ki Hwan menyuruh Cheol Mun mengundurkan diri dan menghilang.

Cheol Mun balik menyerang. Ia punya bukti CCTV yang diminta Ki Hwan dihentikan saat ingin bertemu Jin Mook. Cheol Mun dulu menawarkan agar Ki Hwan datang ke sel pas sebelum Sang Bae tiba. Kalau bukti CCTV yang dihentikan menjadi masalah, mereka bisa menjadikan Sang Bae sebagai kambing hitam.

Ki Hwan tidak ingat, yang bisa menghentikan kamera CCTV hanya kepala polisi Manyang, Cheol Mun. Jadi, pastinya itu adalah murni kerjasama Cheol Mun dan Sang Bae. Cheol Mun menyadari kemungkinan itu, karenanya, ia tak pernah menghentikan kamera dan merekam Chang Jin yang datang mewakili Ki Hwan.

Cheol Mun tertawa terbahak-bahak dan ponsel Ki Hwan berbunyi, nada panggilan masuk dari Chang Jin.

Tiga hari berlalu… Belum ada kemajuan dari pihak Jung Je mau pun Ki Hwan. Dong Sik – Joo Won berhadapan. Dong Sik tak ingin kehidupan Joo Won menjadi berantakan seperti dirinya. Joo Won bingung kenapa tiba-tiba Dong Sik peduli? Dong Sik ikut bingung, kenapa juga ia peduli?

Partner-duo-saling-peduli-tapi-tak-mau-mengakui dipisahkan oleh reporter Gyu Seok yang ingin mewawancara Joo Won. Dong Sik mengulang perkataan Sang Bae saat ia mengusir Gyu Seok. Gyu Seok membantah kalau kepala polisi sudah tiada. Joo Won menghampiri dan menawarkan gosip internal polisi, tentang penyuapan.

Dong Sik mengingatkan agar Joo Won tidak gegabah. Joo Won menukas, dia polisi handal. Dong Sik tersenyum, tapi menghela nafas saat Joo Won pergi bersama Gyu Seok. Dong Sik menerima telpon, Ki Hwan memintanya datang.

Ki Hwan memanggil Dong Sik, menyuruh Dong Sik bekerja untuknya di unit Penyelidikan Umum Kepolisian Seoul.

Seminggu setelah pertemuan Ki Hwan – Dong Sik… acara dengar pendapat calon Komjen disiarkan langsung di TV. Jung Je datang ke toko daging Manyang, meminta maaf pada Jae Yi. Hati keduanya sangat berat, meski begitu, Jae Yi ingin memastikan kalau Jung Je akan menerima hukuman yang dijatuhkan nantinya. Jung Je mengangguk.

Ki Hwan diambil sumpah sebelum acara tanya jawab dimulai. Majelis Dewan memulai dengan membacakan berita kalau Ki Hwan dituduh menyembunyikan fakta adanya penyuapan teman dekat Ki Hwan, Cheol Mun, yang ditutupi Ki Hwan.

Ki Hwan mengatakan hal itu tidak benar. Para polisi di kantor Manyang heboh dan semua memandang Ji Hwa. Sementara, di toko daging Manyang, Jung Je mengaku kalau Cheol Mun menerima suapan dari ibunya, Hae Won. Jae Yi heran, kenapa Ki Hwan tenang-tenang saja, seperti sudah tahu akan ada tuduhan itu.

Ki Hwan menjelaskan kalau ia memiliki bukti tertulis bahwa tanah itu adalah pembayaran hutang dan diselesaikan dengan obligasi milik bersama yang tidak melanggar hukum, dan tindakan disiplin telah dikenakan pada Cheol Mun dengan didemotasi ke daerah.

Ki Hwan berjanji kalau ia menjadi KomJen, ia akan memastikan hal itu tidak akan terjadi lagi. Ki Hwan melirik tajam pada Joo Won yang duduk di belakangnya. Tiba-tiba, Dong Sik merangsek masuk ruang debat. Dong Sik menolak dipaksa keluar, karena ia menjalankan apa yang diperintahkan Ki Hwan sendiri.

Ki Hwan menyuruh petugas melepas anak buahnya yang sedang berusaha menegakkan keadilan. Dong Sik akan melakukan penahanan tanpa surat perintah resmi. Dong Sik lalu menghampiri Joo Won. Ia menahan Joo Won atas tuduhan penyalah gunaan kekuasaan dan menyebabkan kematian Geum Hwa.

Acara dengar pendapat dihentikan. Joo Won heran ada masalah apa dengan Dong Sik? Dong Sik menjelaskan, setiap kejahatan harus dihukum. Joo Won tersenyum simpul. Keduanya menatap Ki Hwan.

Bersambung

Komentar aku: Hah. Jadi sulit komentar, karena episode ini kuat dan puzzle yang terurai mulai terpasang pada tempatnya dengan baik. Ahahahaha… penulis yang cukup brilyan. Di awal drama, aku berpikir Jin Mook adalah satu-satunya pembunuh serial dan ia berbohong soal pembunuhan Yu Yeon. Tapi, siapa sangka petinggi kepolisian plus pengembang plus anggota dewan kota bersekongkol menyembunyikan tragedi ini dan menyeret banyak orang di dalamnya. Dong Sik selamanya dibenci dan dicap pembunuh. Ayah Dong Sik meninggal menunggu Yu Yeon di tengah salju, ibu Dong Sik kehilangan ingatan dan menjadi vegetatif. Jung Je menjadi penderita depresi berkelanjutan. Sang Bae meninggal, termasuk Jin Mook kalau mau dihitung sebagai korban tidak langsung. Joo Won, saat itu baru berusia 7 tahun dan ingin menegakkan keadilan, itu korban juga, kan? Sementara pelaku dan kaki tangannya: Ki Hwan, Chang Jin, Hae Won, Cheol Mun, Gil Gu / Kang Ja menikmati harta dan/atau kekuasaan tanpa ragu.

Benar ya kata pepatah, sekali berbohong maka perlu seribu kebohongan lagi untuk menutupinya. Sebelum episode ini, aku berpikir Jeong Gyu Su, kurang mendalami perannya sebagai kepala polisi Manyang. Terutama, karena tidak pernah berbuat apa-apa, suka memarahi anak buahnya tetapi ingin nama besar. Tetapi, di episode ini, aku mengaku salah (dan senang). Oh, perubahan raut mukanya saat pertama berusaha menjilat Ki Hwan tapi lalu berbalik menantang Ki Hwan… aaaaaa…. My hat’s off to you, sir! Ingin ikut menjambak kerah baju. Setidaknya, Cheol Mun musti beli ponsel baru… kekekeke…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: