Mouse Ep. 02.1

Polisi melakukan test poligraf pada Jae Hoon dan memperlihatkan foto jenazah ayah-adik-adiknya. Jae Hoon menolak semua tuduhan, dan poligraf tidak menunjukkan kalau ia berbohong. Jae Hoon diperbolehkan pergi.

Voice over… “Tuhan tidak pernah menjawab doaku, jadilah aku seorang pembunuh. Pembunuhan pertama sangat berantakan, tapi kegairahan dan sensasi yang aku rasakan, tidak akan pernah terlupakan. Sejak itu, nafsu untuk membunuh terus merasuk jiwaku.” [Sang predator]

Polisi menemukan jasad kepala pelatih boxing, Song Soo Ho, yang terbakar. Korban adalah salah satu anggota keluarga korban pembunuhan ‘Pemburu Kepala’, 25 tahun lalu.

Sang predator, kembali menelan korban, Byun Soon Young  yang pulang malam hari seorang diri.

Mu Chi memukul, menendang dan menodongkan senjatanya ke kepala si penjahat. Si penjahat melarikan diri ke atap gedung. Mu Chi menakut-nakuti si penjahat tentang kehidupan di penjara, lalu berpura-pura bersiap menembak. Si penjahat benar-benar meloncat.

Mu Chi menjadi frustasi dan mulai minum miras sampai jatuh tertidur di atap. Paginya, ia langsung pergi ke lokasi pembunuhan Soon Young. Det Kang Ki Hyeok yang bertugas, menyuruh det. Shin Sang membawa Mu Chi pergi. Mu Chi malah memberi wawancara pada wartawan TV yang datang.

Si predator menonton interview itu. Mu Chi menuturkan kalau Soon Young dan Soo Ho dibunuh oleh orang yang sama, yang benci pada salah satu agama. Di ruangan tempat predator menonton, terdapat foto-foto dan sepasang sarung tinju merah.

Di penjara, Seo Joon menegur Mu Chi. Dengan sikap seperti itu, Seo Joon akan mati duluan sebelum Mu Chi menepati janjinya, membunuh Seo Joon. Mu Chi tak kan sanggup membunuh. Mata Mu Chi menunjukkan emosi yang tak dimiliki seorang pembunuh.

Mu Chi membantah, di lokasi pembunuhan ia menemukan alkitab, yang menulis tentang ‘mata dibalas mata, gigi dibalas gigi’. Ia berjanji akan membunuh Seo Joon di hadapannya putranya. Mata di balas mata.

Seo Joon mengingatkan kalau ia tak punya anak. Ia ingat saat Ji Eun menengoknya, Ji Eun memastikan kalau putra mereka, yang sangat mirip dengan Seo Joon, telah ia bunuh dengan tangannya sendiri. Perkataan Mu Chi, kalau ia pernah melihat istri dan anak Seo Joon membuat Seo Joon tersenyum.

Dalam perjalanan kembali ke kantor, Mu Chi ingat dulu ia pergi ke toko bunga milik Ji Eun dan meminta uang untuk biaya operasi kakaknya. Ia merenggut kerah baju Ji Eun, berteriak dan berhenti saat mendengar suara seorang anak memanggil Ji Eun dengan sebutan ibu.

Mu Chi menekan rem mobil dengan keras, nyaris saja ia menabrak Jung Ba Reum yang berusaha menyelamatkan seekor burung. Ba Reum menunduk meminta maaf.

Seo Joon meminta benang medis pada petugas penjara, Na Chi Kook. Chi Kook menolak dengan alasan aturan di penjara dan bahwa tidak seperti orang-orang lainnya,  ia tak takut pada Seo Joon.

Dokter penjara menyuruh Chi Kook memberi benang yang diminta Seo Joon. Petugas terakhir yang berani menyinggung Seo Joon menjadi cacat dan harus pensiun. Para narapidana melukai petugas itu demi Seo Joon.

Koo Dong Koo dan Ba Reum mempersiapkan peralatan sulap untuk pentas di penjara. Chi Kook menyapa mereka. Chi Kook marah saat tahu Dong Koo mengaku sebagai fan dari Seo Joon. Seorang pembunuh serial tidak pantas dikagumi. Chi Kook lalu membantu Ba Reum mengangkat box besi ke belakang panggung.

Chi Kook bercerita kalau ia malu saat tadi sempat takut pada Seo Joon. Ia lalu menunjukkan sosok Seo Joon pada Ba Reum. Ba Reum heran, Seo Joon tak tampak bagai monster, lebih mirip manusia biasa. Seorang napi terlihat mendekati Seo Joon, Seo Joon meminta bantuannya mencari seseorang.

Mu Chi berjalan menyelidiki area sekitar lokasi pembunuhan Soon Young. Ia mengambil beberapa sampel dan foto dari tempat itu.

Choi Hong Ju, produser dan pembawa acara ‘Sherlock Hong Ju’, menyambut Mu Chi di depan kantor polisi. Ia minta diberi tahu hasil penyelidikan Mu Chi. Mu Chi berusaha mengusirnya. Chief Ho Nam menyerah, saat usahanya menegur Mu Chi hanya masuk kuping kiri dan keluar kuping kanan.

Pengemudi bis datang ke kantor polisi untuk mengenali tersangka. Mu Chi bersitegang dengan det. Kang. Si tersangka, meski suka menyerang dan memperkosa wanita, tersangka itu bukanlah si pembunuh. Det. Kang memperingatkan Mu Chi untuk tidak mencampuri kasusnya.

Hong Jo mendengar semua itu dan memaksa Mu Chi bersedia menjadi narasumber, atau ia akan menyiarkan foto Mu Chi yang terlibat perjudian gelap, meski menurut Mu Chi itu bagian dari penyamaran.

Hasil penyelidikan menunjukkan kalau pelatih boxing adalah adik Soo Jung, korban ‘Pemburu Kepala’. Mu Chi mengajak Hong Jo ke lokasi pembunuhan Soon Young. Soon Young dibunuh di gang kecil, lalu pembunuh menyeret mayatnya dan menempatkan di got kering.

Mu Chi melakukan reka ulang posisi jenasah Soon Young dengan bantuan Hong Jo. Salah satu jari Soon Young dibuat seolah menghina dan menunjuk ke arah salib gereja.  

Di hall penjara, pertunjukkan sulap Dong Koo – Ba Reum tiba di puncaknya. Mereka memasukkan seorang napi ke dalam box besi. Saat box dibuka, terjadi kegaduhan. Ba Reum terbeliak melihat isi box.

Bersambung

Komentar aku: jujur, episode ini sulit ditonton dan nyaris meredam keinginan aku meneruskan menonton ‘Mouse’. Penggambaran karakter Mu Chi yang temperamental dan pemabuk akibat melihat pembunuhan orang tuanya, tidak ditampilkan dengan baik. Adegan pembicaraan di mana Mu Chi berjanji membunuh Seo Joon setelah menangkap pembunuh, tapi tidak ia lakukan, sehingga dianggap membual, terasa lemah dan gamang. Adegan/editing tidak berhasil menangkap nuansa ini. Apalagi ditambah Mu Chi membacakan ayat dari alkitab. Ke mana kemarahan/kebencian itu? Juga, adegan Chi Kook menunjukkan ia tidak takut pada Seo Joon berlangsung dengan kaku, padahal setelahnya ia mengambil contoh ‘Hannibal’, mau tidak mau jadi membandingkan dengan sikap arogansi penjaga penjara sebelum Hannibal menggigit dan membunuhnya. Haugh…

Salah satu kekuatan drama thriller adalah keberhasilan mengedit dengan mulus, apalagi genre crime/kejahatan banyak menggunakan flashback/alur mundur untuk menerangkan detail pembunuhan. Editing drama ini tidak mulus, mudah-mudahan bisa lebih baik agar bisa lebih dinikmati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: