Beyond Evil Ep. 10.2

Jung Je mengeluarkan kepala dari basin dan melihat bayangannya di kaca. Kembali ke saat ia muda berharap Jung Je muda benar-benar berusaha melarang Yu Yeon pergi ke perternakan rusa Simju. Tapi, saat dulu, Jung Je berbalik pulang, membiarkan Yu Yeon pergi sendiri.

Sekretaris Jang berusaha mengingatkan Hae Won kalau imaji Jung Je akan jelek, kalau Hae Won terus memperlakukannya seperti anak kecil. Hae Won menyuruhnya diam. Hae Won lalu memuji-muji chief Cheol Mun, sebelum sekretaris Jang membisikkan kalau Jung Je mendekati mereka.

Hae Won memaksa masuk ruang kerja Jung Je dan mengambil semua sketsa rusa yang dibuat Jung Je. Dong Sik memberi tahu Jae Yi kalau Joo Won yang mengancam dan mengirim rekaman Jae Yi. Karena Joo Won ingin tahu siapa yang Jae Yi lihat di depan pintu belakang kantor polisi Munju.

Joo Won berkunjung ke sel tahanan. Sr. Det. Kwak datang membukakan pintu sel Sang Bae. Joo Won menawarkan memegang jaket, ponsel, dan dompet Sang Bae, agar ia bisa memasukkan pelacak ke dompet Sang Bae. Sang Bae mengetik nomor Dong Sik di ponsel, tapi berubah pikiran dan menutupnya.

Joo Won memperhatikan pelacak dan mengikuti arah yang ditunjukkan. Sang Bae melihat Dong Sik mencoba menelponnya dan mendapati Dong Sik menunggu di depan rumahnya. Sang Bae menutup telpon dan berbalik menjauhi rumahnya.

Joo Won masuk ke dalam kantor polisi Met Seoul yang ditunjukkan pelacak. Ia tidak berhasil menemukan Sang Bae, malah bertemu dengan Gwang Young, Gil Goo dan ayahnya. Joo Won tidak bisa menghindari ayahnya, yang menyalami rekan kerjanya.

Ki Hwan memohon agar Joo Won melupakan kasus itu dan kembali ke Seoul. Joo Won meminta maaf, sejak kecil Ki Hwan jarang meluangkan waktu untuk dirinya, bahkan mengirim Joo Won bersekolah di Inggris sejak berusia 8 tahun dan tak sekali pun berkunjung. Apa hak Ki Hwan menjadi ayahnya sekarang?

Joo Won tidak seperti wanita yang jatuh pada tipuan ayahnya, hanya untuk meninggal di akhir cerita. Ia berbeda. Lokasi pelacak kembali bergerak, Joo Won langsung pergi ke arah yang ditunjuk.

Chang Jin makan malam bersama Hae Won. Chang Jin langsung bisa menebak kalau Hae Won perlu obat anti-depresan yang lebih kuat, karena Jung Je tidak lagi sekedar mendengar suara wanita memanggilnya. Hae Won khawatir penemuan jenazah Yu Yeon mempengaruhi putranya, dan proyek yang mereka kerjakan. Chang Jin berjanji membantu, bahkan mengurus Dong Sik yang tidak berhenti menyelidik seluruh kota Munju.

Ji Hwa bingung dengan hasil otopsi Yu Yeon. Petugas koroner setuju, karena Dong Sik menjadi berang dan keluar dari kantor mereka dengan marah. Petugas mencoba memberi tahu, kalau kematian Yu Yeon bukan karena cekikan, berbeda dari korban-korban Jin Mook lainnya.

Dong Sik pergi ke tempat penyimpanan jenazah. Ia ingin memastikan apa yang diterangkan petugas koroner benar adanya. Patah tulang di beberapa tempat, membuktikan kalau pembunuh menabrak Yu Yeon lalu melindasnya beberapa kali untuk memastikan Yu Yeon tidak akan selamat.

Dong Sik mencoba menghubungi chief Sang Bae. Kali ini berhasil. Ada yang banyak ingin Dong Sik tanyakan pada chief Sang Bae. Terutama, apa yang chief Sang Bae sembunyikan 21 tahun lalu, atau benar Sang Bae membunuh Jin Mook?

Dong Sik hanya mendengar desahan nafas dan telpon ditutup. Di suatu tempat, chief Sang Bae tergeletak bermandikan darah. Firasat Dong Sik mengatakan ada hal yang tidak beres.

Joo Won sampai di tempat pembuangan mobil, tempat yang ditunjuk alat pelacak, tepat saat mobil  pembunuh membawa jenasah Sang Bae pergi. Joo Won memperhatikan berkas darah dan menemukan pulpen perekam yang terjatuh. Suara chief Sang Bae yang menyanyi dan mengerang saat pembunuh memukul kepalanya dari belakang, terdengar dari rekaman itu.

Joo Won panik dan berlari, ia sempat melihat mobil yang berjalan keluar. Dong Sik meminta bantuan Ji Hwa melacak telpon chief Sang Bae. Joo Won menelpon Dong Sik, memberi tahu kalau besar kemungkinan chief Sang Bae diculik dan dipukuli oleh seseorang yang menggunakan mobil SUV abu-abu berpelat depan ‘H’. Joo Won mengejar mobil itu di jalan besar no 77.

Joo Won mengucapkan hal yang sama dengan yang diucapkan Sang Yeob. Ia akan mengikuti dan menangkap si penjahat apa pun resikonya. Ia akan menyelamatkan chief Sang Bae. Mata Dong Sik berkaca-kaca, dengan berusaha tenang ia meminta Joo Won berhati-hati dan menunggunya sampai ia tiba di lokasi.

Dong Sik menyampaikan info yang diberikan Joo Won ke kantor polisi, meminta bala bantuan dan melacak no keberadaan telpon Joo Won, partnernya dari tim kepolisian Manyang. Mobil pembunuh tiba-tiba membelok keluar jalan tol, membuat Joo Won tertinggal di atas jalan tol dan harus memutar.

Sewaktu tiba di pelabuhan, sinyal pelacak berhenti. Joo Won memutuskan keluar dan akan melacak dengan berjalan. Tiba-tiba Joo Won mendengar bunyi deburan air. Joo Won berlari menuju sumber bunyi itu. Dong Sik panik mendengarnya dan memicu kendaraan dengan cepat.

Sewaktu Dong Sik tiba, lokasi telah dipenuhi dengan polisi dan ambulan. Joo Won yang basah kuyup berlutut di depan jenasah chief Sang Bae. Dong Sik membuka penutup jenasah dan berusaha memberikan CPR pada Sang Bae.

Joo Won dan petugas kesehatan menarik tangan Dong Sik. Dong Sik menangis kencang dalam pelukan Joo Won yang juga tak bisa menahan tangis.

Bersambung

Komentar aku: Noooooo…. Chief Sang Bae, chief yang menyadari kesalahan, berubah menjadi kepala polisi yang bijak dan perhatian pada anak buahnya, menjadi korban. Huhuhu… pengorbanan yang diperlukan untuk menyatukan tim Manyang + Ji Hwa + Jung Je + Jae Yi. Selama ini, bagaimana pun, kecurigaan dan rasa tidak percaya sedikit atau banyak, menggerogoti mereka.

Wao, latar belakang Joo Won cukup pahit. Ibunya meninggal, ayahnya menelantarkannya. Tak heran, sebelum ini ia sangat menginginkan pengakuan dan tertekan setiap kali bertemu Ki Hwan. Beruntung sekarang semuanya berubah, ia tak lagi menginginkan itu, dan mencoba menjalani hidup seperti yang ia inginkan.

Kesamaan waktu Joo Won mengejar penjahat sendiri dan Sang Yeob, membuat gigit-gigit kuku. Oh, bagaimana kalau sejarah berulang lagi? Si penulis senang sekali bermain ‘mencari gambar yang serupa’ di setiap episode, ha! Yang kasihan Ji Hoon, setiap kali, dialah yang menemukan mayat. Drama yang asyik dan mendebarkan untuk ditonton. Kekeke…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: