Beyond Evil Ep. 08.2

Dong Sik tertawa, disambut oleh Joo Won. Tindakan Joo Won tidak melanggar hukum. Mereka hanya perlu mengeluarkan pernyataan Joo Won dan mengulang semuanya dari awal. Dong Sik berpura-pura menegur Joo Won, dan Joo Won berpura-pura minta maaf. Mereka bekerja sama menyerang Jin Mook.

Dong Sik menegur Jin Mook, ledakan emosi membuat orang akan semakin curiga. Dong Sik lalu menyentil gosip yang beredar tentang Mi Hye. Seorang pramuria yang bekerja di bar yang mungkin dihamili pria tak dikenal. Kalau benar begitu, Dong Sik bersyukur Min Jung bukan putri biologis Jin Mook.

Jin Mook teringat, saat melarang Min Jung keluar berpesta dan minum-minum, Min Jung mengungkit hal yang sama. Kalau ia tak ingin lagi tinggal bersama Jin Mook, dan ingin melakukan test untuk memastikan apa benar mereka berdua memiliki hubungan darah.

Itulah yang terbayang saat Dong Sik menundingkan jari seolah mencemooh Jin Mook. Jin Mook kehilangan kendali dan mencekik Dong Sik. Joo Won lalu menelikung Jin Mook sampai harus dipisah oleh petugas polisi.

Chief Sang Bae memuji Joo Won, yang mulai bertingkah selayaknya partner setia Dong Sik dan seperti warga Manyang sejati. Chief Sang Bae juga mengizinkan Joo Won mengambil cuti pribadi.  

Di lorong, Joo Won menenangkan diri.

Chang Jin bertamu ke kantor Hae Won. Ia memberikan siasat agar Jung Je mendapat promosi dengan membesar-besarkan peran Jung Je dalam menangkap Jin Mook dan menyelamatkan Jae Yi. Tidak adil kalau hanya Joo Won yang jadi pahlawan.

Chang Jin terus memanas-manasi, Ki Hwan memutuskan kasus hanya ditangani oleh kepolisian Munju dan jaksa setempat. Bayangkan kalau kasus ini diambil alih oleh Metro Seoul dan menjadi kasus nasional. Keberhasilan mereka menangkap pembunuh serial akan mengangkat kota Munju dan mensukseskan proyek mereka. Hae Won sebaiknya segera bertindak, demi putranya juga.

Jung Je mengusir Hae Won yang menyuruhnya menggambar Min Jung, bukan seekor rusa. Hae Won memohon, ia ingin Jung Jae menjadi polisi senior dan tidak rela kalau Dong Sik yang naik tingkat. Jung Je minta ibunya untuk tidak lagi mengganggu Dong Sik, satu-satunya sahabat setia Jung Je.

Telpon dari Ji Hwa masuk. Ji Hwa memuji dan berterima kasih pada Jung Je, karena telah menyelamatkan Jae Yi. Jung Je bertanya khabar Dong Sik. Ji Hwa mengeluh, Dong Sik dan Joo Won menghilang dari Munju.

Kali ini, Dong Sik yang menguntit Joo Won sampai ke distrik merah Busan. Dong Sik mengajak Joo Won makan sup ikan fugu. Tampilan sup menghilangkan selera makan Joo Won. Chief Sang Bae yang membekali Dong Sik dengan uang untuk makan.

Joo Won protes, ia sangat tidak menyukai kebiasaan seperti itu. Dong Sik berkilah, bukankah Joo Won menyelidiki seorang diri agar bisa punya cukup bukti untuk menangkap dirinya?

Ingatan mereka kembali sebelum penangkapan Jin Mook. Joo Won tahu Dong Sik yang menaruh jemari Min Jung di depan toko, menjadikannya kaki tangan sekaligus menempatkan bukti secara ilegal. Dong Sik bersedia di hukum, tapi minta pengunduran waktu, hanya sampai ia menemukan jasad saudari kembarnya.

Joo Won heran, tidak biasanya Dong Sik tidak lepas kontrol? Dong Sik mengakui, kemarahan tidak membawa hasil. Hal yang juga berlaku untuk Joo Won. Bukankah Joo Won datang ke Manyang karena geram pada divisi HI?

Joo Won mengaku, ia sengaja menaikkan kasus imigran gelap, karena ingin mendapat promosi. Divisi HI tidak menyukainya karena ia lebih pintar dan selangkah di depan mereka. Dong Sik kagum, Joo Won memang angkuh, tapi setidaknya ia jujur.

 Setelah bersilat lidah, mereka mulai berbagi info. Joo Won menunjukkan foto dan text yang ia tunjukkan pada Geum Hwa. Geum Hwa ditangkap bersama beberapa wanita, salah satunya Mi Hye. Mi Hye membalik namanya saat bekerja di bar, Hye Mi (H. Mi). Joo Won akhirnya bisa menebak isi pesan Geum Hwa, kalau pembunuh bukan seorang polisi tapi seseorang yang mencari H. Mi.

Jin Mook tidak berhenti terus mencari keberadaan Mi Hye selama 20 tahun ini. Mereka berkesimpulan Jin Mook mencari Mi Hye untuk membunuhnya, tapi kenapa yang dibunuh Min Jung? Joo Won tahu dari catatan polisi, sehari sebelum malam pembunuhan, Jin Mook pergi ke bar ‘Maria’.

Mereka berdua masuk ke bar ‘Maria’. Mereka memperlihatkan foto Jin Mook, foto Mi Hye selagi muda dan nama aliasnya. Salah seorang pramuria mengenali Jin Mook sebagai pria yang mencari Cherry, wanita yang pernah bekerja sebentar di bar itu. Tapi Cherry sudah meninggal ditabrak mobil tahun lalu.

Dong Sik – Joo Won menemui Jin Mook, tapi tidak untuk interogasi. Mereka hanya ingin tahu kenapa Jin Mook memilih tanggal itu? Dong Sik lalu memperlihatkan foto Mi Hye dan Joo Won menambahkan pramuria di bar ‘Maria’ mengenali Jin Mook yang mencari Cherry a.k.a Mi Hye dari desa Manyang.

Joo Won mengambil alih. Bagaimana kalau yang terjadi adalah Jin Mook yang mengetahui kalau Mi Hye sudah meninggal melampiaskan luapan frustasi selama 20 tahun yang dipendam dengan membunuh Min Jung? Putri yang mirip, baik muka mau pun sikapnya dengan Mi Hye? Bahkan, berani mengancam meninggalkannya?

Jin Mook merasa Joo Won terlalu banyak menonton drama. Dong Sik memberikan hasil check darah. 99.99% Min Jung bukan putri biologis Jin Mook. Joo Won menambahkan dengan memberikan laporan visum. Korban kecelakaan bukanlah Mi Hye. Artinya, Mi Hye menyuruh teman-temannya berbohong agar terbebas dari Jin Mook, Mi Hye masih hidup. Jin Mook membunuh orang yang salah.

Joo Won berdiri keluar ruangan dan memasuki ruang pengamatan. Chief Sang Bae menyuruh chief Cheol Mun yang protes atas dokumen-dokumen palsu itu menutup mulut. Itu adalah satu-satunya cara membuat Jin Mook mengaku dan menunjukkan tempat ia mengubur para korban. Umpan itu berhasil.

Jin Mook bersikeras kalau ia tidak membunuh Yu Yeon. Dong Sik mengambil ponsel, melarang Jin Mook menghubunginya dan beranjak pergi ke luar. Jin Mook menghentikan langkah Dong Sik dengan mengatakan ia telah mengirim Yu Yeon kembali pada Dong Sik dan berjanji memberi tahu kuburan semua korban.

Jin Mook akan bekerja sama kalau Dong Sik membawa Mi Hye ke hadapannya. Jin Mook tahu semuanya, ia tahu Dong Sik yang menaruh jemari itu dan mengirim pesan via ponsel Min Jung. Dong Sik akan melakukan apa pun yang Jin Mook inginkan demi mengetahui di mana kuburan Yu Yeon.

Proses penggalian pun berlangsung di penjuru kota Munju, termasuk di halaman belakang rumah Jae Yi.

Jae Yi tidak mau percaya selama 10 tahun ini jenazah ibunya terbaring dibelakang rumah mereka. Sampai ia melihat pasangan jepit rambut yang ikut terkubur bersama jenazah itu. Ia jatuh terduduk, meratap memanggil dan meminta maaf pada ibunya. Bayangan ibunya seolah muncul, menguatkan hati Jae Yi.

Joo Won sengaja mencari Kwon Hyeok. Kwon Hyeok memastikan tidak ada satu pun mayat yang ditemukan adalah gadis berusia 20 tahunan, termasuk di halaman rumah Dong Sik. Kwon Hyeok heran, sejak kapan Joo Won perhatian pada Dong Sik?

Joo Won pergi ke rumah Dong Sik. Ia terpekur di samping halaman yang hancur berantakan. Joo Won mengajak Dong Sik ke rumah tahanan dan memukuli Jin Mook sampai mengaku. Dong Sik tersenyum sinis, sebegitu inginnya kah Joo Won menangkapnya. Joo Won mendesah.

Tiba-tiba telpon mereka berdering. Dong Sik dari Ji Hwa dan Joo Won dari Kwon Hyeok. Memberikan khabar buruk, Jin Mook ditemukan bunuh diri di tahanan. Di dinding sel, Jin Mook menuliskan dengan darahnya kalau ia tidak membunuh Yu Yeon.

Bersambung

Komentar aku: ayayayaya… Jadi, semuanya berawal dari ibu dan istri tidak resmi yang menterlantarkan Jin Mook, bekerja sebagai pramuria di bar dan berhubungan dengan banyak pria. Juga, tundingan orang membuat Jin Mook membenci jemari dan memotongnya. Atau sepatu pesta yang dibungkus plastik agar tetap bersih, menjadi presentasi dari berdandan + baju bagus + sepatu indah = pesta dan pria lain? Ouch…

Akhirnya, Joo Won bisa mencoba mengerti Dong Sik, satu kemajuan. Meski dua-duanya sama-sama kepala batu sampai harus menggunakan lawan kata untuk meyakinkan masing-masing. Seperti Joo Won tidak percaya Dong Sik ingin membantunya dengan bersama-sama menyelidiki distrik merah Busan, atau Dong Sik tidak percaya Joo Won bersedia memukuli Jin Mook untuk memberi tahu keberadaan Yu Yeon. Ha!

Aku baru tahu kalau ikan fugu/buntal bisa dibuat sup? Aku pikir hanya bisa dibuat sashimi karena hati, lambung dan kulitnya beracun dan fatal. Wao… Tapi, kalau ikannya melotot seperti itu, aku juga tidak ingin makan…

Satu lagi yang hebat dari drama ini. Aku pikir politik dan pembangunan kota Munju hanya sebagai sampingan dari inti cerita, karena keterlibatan mereka tidak langsung. Tapi, melihat bagaimana Ki Hwan – Hae Won – Chang Jin menggunakan pembunuhan untuk kepentingan pribadi mereka, aw, aw, aw… Seram sekali kalau hal ini jadi nyata?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

<span>%d</span> bloggers like this: