Beyond Evil Ep. 07.1

21 November 2017… Dong Sik melakukan pengintaian pada Song Ji Ho, tersangka pembunuh 3 gadis muda, bersama partnernya, Lee Sang Yeob.

Sang Yeob tidak mengerti kenapa mereka hanya mengintai Ji Ho, tidak merangsek masuk kediaman Ji Ho dan menahannya? Sang Yeob akhirnya mengaku kalau korban ketiga, Lee Song Ah, adalah teman adiknya dan orang yang dekat dengannya. Ia tidak memberi tahu Dong Sik karena pasti akan dikeluarkan dari tim.

Sang Yeob bersedia melakukan apa pun, membuat bukti palsu, atau membunuh Ji Ho kalau perlu. Dong Sik tidak setuju, hal itu akan membuat para keluarga korban tidak akan mendapat keadilan. Mereka tahu, tanpa bukti langsung atau menggunakan bukti buatan, hanya akan membuat Ji Ho terbebas karena klausul ‘double jeopardy’. Dan Dong Sik siap membebas tugaskan Sang Yeob, yang terlibat emosional dan pribadi.

Sang Yeob memohon, ia akan menuruti semua perintah Dong Sik asal tidak dikeluarkan dari tim. Dong Sik menyuruhnya terus mengintai tanpa melakukan apa-apa.

Dong Sik berjalan ke mini market dan melaporkan pembicaraan mereka pada Sang Bae. Sang Bae mengerti dan berpesan agar Dong Sik menjaga Sang Yeob. Tiba-tiba Sang Yeob melarikan mobil melewati Dong Sik. Sang Yeob mengejar mobil Ji Ho dan menutup telpon saat Dong Sik mengingatkan untuk tidak gegabah.

Dong Sik mengejar sampai di tempat mobil diparkir. Ia meneliti sekeliling dan melihat baju berlumuran darah dibakar. Ia berlari ke arah perumahan. Tiba-tiba terdengar suara ledakan, kaca pecah dan seseorang terlempar dari gedung. Sang Yeob terjatuh dengan perut berlumuran darah.

Sang Yeob berusaha meminta maaf, memberi tahu kalau Ji Ho mengambil pistolnya. Ia meninggal di hadapan Dong Sik. Menit berikutnya, Ji Ho terlempar dari gedung. Saat akan diborgol, Ji Ho berbisik semua itu murni pembelaan diri semata lalu tertawa gila. Dong Sik membanting kepala Ji Ho berkali-kali ke jalan berlumpur.

Episode 7: Tangkap

23 Oktober 2020… Jin Mook mengintip dari balik pintu, melihat Min Jung diantar Jung Je, ia terlihat gembira. Saat masuk, Min Jung dengan ketus menolak ajakan makan malam, menjatuhkan bungkusan snack dan berlalu meninggalkan Jin Mook. Jin Mook membalas telpon dari Ji Hoon lalu menggembok pintu toserba.

Dong Sik terbangun dari tidur tak lelap, mencoba menghubungi Min Jung. Saat itu, Min Jung berusaha mati-matian melepaskan diri dari cengkeraman Jin Mook. Telponnya yang terus berdering terabaikan. Jin Mook mencekik Min Jung dengan handuk hijaunya, sampai Min Jung terkapar tak sadarkan diri.

Dong Sik berjalan ke arah toserba sambil menerima telpon dari Ji Hwa. Di toko daging, Ji Hoon menawarkan diri mengambil makgeoli dari toserba sekalian menjemput Jin Mook. Di dalam rumah, Jin Mook sibuk mengasah pisaunya, dengan Min Jung terbaring di atas meja berlapiskan plastik.

Melihat toserba gelap dan terkunci, Dong Sik memutuskan lari malam. Jin Mook membereskan barang yang terjatuh saat bergumul dan terburu-buru mengunci basement kala Ji Hoon berteriak memanggilnya. Jin Mook membalas telp dari Sang Bae, Ji Hoon sedang bersamanya mengepak makgeoli. Ia melihat ada sisa darah di bawah kukunya dan mengisap kuku jari itu.

Selesai berlari, Dong Sik kembali ke toserba dan mencoba menggedor pintu. Tak ada jawaban. Ia membuka pintu menggunakan kunci milik Min Jung yang tertinggal. Suasana di dalam rumah sunyi dan rapi. Tak sengaja, ia menemukan kunci basement yang terjatuh dan menggunakannya untuk membuka pintu basement.

Dalam basement, di atas sebuah meja telpon Min Jung berdering diletakkan di samping handuk hijau dan potongan jemari. Mata Dong Sik terbeliak dan berbalik berusaha menemukan Min Jung. Kamar Min Jung kosong. Ponsel Min Jung menyala, menerima text dari Jung Je, bahwa Jin Mook melarang mereka bertemu lagi dan kalau Min Jung sedang tidur, seperti orang mati.

Jin Mook menelpon Dong Sik. Terlihat di depan toko daging, Jin Mook tersenyum sambil terus berbohong kalau Min Jung masih lelap tidur, seperti orang mati. Ucapan Jin Mook terngiang-ngiang di benak Dong Sik. Seolah menantang, Jin Mook tidak berhenti sampai situ, ia berjanji akan mentraktir dan memanggang daging sapi untuk Dong Sik.

Dong Sik membatalkan panggilan ke polisi. Ia ingat diskusi dengan Joo Won, kalau hakim tidak akan menerima kasus pembunuhan tanpa adanya mayat. Dong Sik berlari ke kebun, mencoba mencari tempat disembunyikannya mayat Min Jung. Ia membongkar kendi kimchi dan menemukan box plastik berisi ponsel.

Dong Sik mengingat semua pembicaraannya dengan Sang Yeob, Joo Won, para keluarga korban, dan kematian ayahnya. Penderitaan yang ditanggung Jae Yi tentang semua hinaan dan tuduhan yang dilontarkan untuk ibunya yang menghilang.

Dong Sik mengambil keputusan: apa pun akan ia lakukan untuk menangkap Jin Mook, termasuk memodifikasi bukti. Ia mengambil ponsel Min Jung, handuk hijau, membungkus jemari. Setelahnya, Dong Sik mengendap-endap keluar dari basement. Ia datang ke toko daging, berusaha menahan seluruh emosinya, membuatnya terlihat aneh karena beban rahasia yang ia bawa.

Saat pulang, ia masuk ke basement. Mengambil jemari Min Jung, meletakkannya di meja di depan toserba. Menunggu kedatangan Joo Won untuk bersama-sama menemukannya dan tertunduk menangis.

Bersambung

Komentar aku: HAAAAH! Episode kuat lainnya. Aku suka drama ini. Jujur, aku lebih suka drama yang dibangun berdasarkan karakter, emosi, dan peraturan yang ada, dibanding dengan aksi baku hantam dan kejar mengejar atau tembak-tembakan yang terkadang ratusan peluru melayang tapi tak satu pun kena tujuan. Sisi negatif ada dua: harus fokus mendengarkan dan merangkai puzzle bersama mereka; juga rekap jadi panjang.

Jadi, Dong Sik trauma dengan partner, karena apa yang terjadi dengan Sang Yeob. Ia tak mau itu terjadi lagi pada Joo Won. Begitu juga dengan gosip misteri kematian Sang Yeob, karena Ji Ho merebut pistol itu dari tangan Sang Yeob. Huh! Beruntung aktor di drama ini banyak yang berakting di atas rata-rata: Shin Ha Kyun, Yeo Jin Goo, Choi Sung Eun (tepuk tangan bagaimana dia bisa bercerita tentang ibunya dan kemarahannya saat melempar telur ke Joo Won!), Lee Do Hyun, Choi Dae Hoon, Kim Shin Rok, Cheon Ho Jin, Nam Yoon Soo, sampai ibu pemilik restoran yang melempari Dong Sik dengan garam!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

<span>%d</span> bloggers like this: