Beyond Evil 07.2

Hari ini, 4 November 2020… Joo Won membuka pintu kamar RS dan memergoki Dong Sik sedang memeriksa nafas ibunya. Joo Won mencari Dong Sik yang menghilang saat semua sibuk mencari lokasi ponsel. Jin Mook yang memberi tahu keberadaan Dong Sik.

Joo Won akan pergi, tapi Ia akan kembali 3 jam lagi, karena Jin Mook mengaku ingat sesuatu.

Jin Mook memberikan catatan yang ia buat agar polisi cepat menemukan Min Jung. Jin Mook menuliskan kalau Jae Yi sempat menghilang dari tokonya malam itu.

Joo Won kembali ke teorinya bahwa nama-nama yang Dong Sik sebutkan adalah orang-orang yang ingin Dong Sik lindungi. Sekarang giliran Jae Yi. Jae Yi menukas teori itu hanya omong kosong belaka, karena Jae Yi lah yang melindungi Dong Sik selama ini.

Jae Yi mengundang mereka masuk dan sengaja tidak membuatkan minuman untuk Joo Won yang maniak kebersihan. Jae Yi ingat ia sempat menghilang untuk tidur di loteng lantai atas toko. Jae Yi juga tahu kalau Jin Mook yang mengadukan hal itu.

Tiba-tiba Ji Hoon masuk. Dong Sik memandangnya dengan penuh pengertian, mengucapkan selamat datang. Ji Hoon memberi tahu kalau Jung Je menyerahkan diri.

Hae Won berteriak-teriak menyuruh Jung Je keluar dari dalam sel. Saat tak berhasil memarahi dan mengancam Sr. Det. Kwak, Hae Won menangis mengiba, Jung Je tidak pernah akan bisa membunuh. Jung Je membantah, ia pernah membunuh rusa.

Jung Je tidak terima Ji Hoon ditahan karena Jung Je lah orang yang terakhir diketahui bersama Min Jung. Dong Sik menyela kalau ada orang yang sengaja mengupload video Ji Hoon ke media. Akhirnya, Jung Je berteriak menyuruh Nyonya Do Hae Won berhenti membuat keributan di sel dan segera pulang!

Dong Sik mengaku pada Jung Je kalau ia yang mengirim text dari ponsel Min Jung. Tiba-tiba ponsel Dong Sik berdering, menerima pesan dari Min Jung. Dong Sik terbeliak, siapa yang menggunakan ponsel Min Jung?

Tim telah menunggu di rumah Jin Mook. Dong Sik mengaku tadi ia pergi menjenguk Jung Je. Lokasi ponsel Min Jung terlacak, ada di hulu sungai Munju, ladang buluh tak berpenghuni dan tak ada CCTV. Ji Hwa memerintahkan anggota polisi memeriksa seluruh daerah Munju.

Dong Sik diam-diam memperhatikan raut dan bahasa tubuh Jin Mook, saat yang lainnya berusaha menghibur Jin Mook. Tapi, tidak memberikan reaksi yang Dong Sik harapkan. Dong Sik lalu berlari ke tempat ia menyimpan ponsel Min Jung. Ponsel hilang dan ada peta bertanda sebagai gantinya.

Jae Yi lah yang Dong Sik temui di tempat itu. Jae Yi menduga, yang mendorong Dong Sik bagai gila selama ini, adalah si pembunuh, Jin Mook? Dong Sik menghela nafas dan membenarkan.

Jae Yi bisa melihat bagaimana kacaunya mental Dong Sik selama ini. Karenanya, ia tak peduli, ia bersedia menanggung resiko dan bahaya, ia ingin berkorban demi menemukan ibunya. Apalagi, ia yakin Dong Sik akan melindunginya. Tak ada jalan balik, Jae Yi lah yang mengirim pesan menggunakan ponsel Min Jung sebelum pergi ke tempat ini.

Jin Mook membaca semua pesan dari ponsel Min Jung, ia yakin Min Jung tak kan pergi ke mana-mana. Bahasa tubuh dan raut muka Jin Mook langsung berubah saat Ji Hwa mengabarkan posisi ponsel ada di kuil Simju.

Joo Won membaca laporan penyelidikan Jae Yi yang diberikan oleh Kwon Hyeok. Tidak ada yang mencurigakan dari Jae Yi, bahkan jaksa dan polisi kagum atas usahanya selama 10 tahun ini terus menerus berusaha menemukan ibunya tanpa kenal lelah.

Lokasi ponsel Min Jung membuat Kwon Hyeok kaget, bisa jadi Jae Yi adalah pembunuh ibunya dan Min Jung. Ia menunjukkan lokasi ponsel Min Jung sama dengan lokasi hilangnya ibu Jae Yi.

Penggeledahan pun kembali dilakukan di toko daging Manyang. Jae Yi berjanji tidak akan melempari Joo Won dengan telur. Ia tahu lokasi pengiriman text dari ponsel Min Jung adalah dari tokonya dan dari tempat ibunya menghilang. Itu cukup sebagai alasan untuk menggeledah tokonya.

Joo Won nyaris berkelahi dengan Ji Hoon, karena Joo Won bersikeras mencurigai Jae Yi. Gil Goo menyela sebaiknya Joo Won mencurigai Dong Sik yang datang malam-malam. Membuat Joo Won berpikir dan berbalik pergi.

Joo Won menemui Sr. Det. Kwak dengan menggunakan nama ayahnya. Ki Hwan menyuruh Sr. Det. Kwak mengurus permintaan Joo Won selama tidak menimbulkan masalah.

Chang Jin bertamu ke kantor Ki Hwan. Chang Jin kesal menganggap Ki Hwan tidak bisa mengontrol polisi dan menekan berita tentang pembunuhan berseri yang akan mengganggu keberhasilan proyek mereka. Ki Hwan memberi saran, yang bisa mereka lalukan untuk menenangkan warga adalah menangkap si pembunuh.

Joo Won memastikan kalau chief Sang Bae tidak akan kena masalah, baru petugas di bagian sekuriti mau membantu. Tiba-tiba petugas menemukan keanehan, file CCTV di daerah yang tidak perlu dipantau polisi juga dilihat oleh chief Sang Bae, dan file itu hilang. Joo Won minta keterangan posisi kamera diletakkan.

Joo Won berhenti di lokasi yang disebutkan dan menaiki kap mobilnya. Kamera CCTV mengarah tepat ke depan toserba Manyang. Ia membayangkan, malam itu kamera menangkap gambar Dong Sik yang diam-diam meletakkan jemari di depan meja toserba.

Jin Mook mengambil kampak dan mengeluarkan daging beku. Ia mengeluarkan hiasan rambut dari dalam gumpalan daging beku itu.

Jae Yi membersihkan toko setelah digeledah polisi dan menemukan album foto. Jin Mook datang ingin membantu dan mulai mendekati jejeran pisau tajam. Jae Yi ketakutan, ia menolak dengan alasan Dong Sik akan datang membantu. Jin Mook pun pamit pergi.

Jae Yi menutup dan mengunci pintu toko. Ia melihat jepit seperti yang dipakai ibunya diatas surat yang diletakkan Jin Mook, berisi alamat detail tempat ibunya dikubur. Jae Yi tersedak  menutup mulutnya.

Joo Won pergi ke rumah Dong Sik, menemuinya sedang membakar klipping yang dikumpulkan ibu Dong Sik. Dong Sik tertawa dan meledek, pasti Joo Won ingin mendengar kalau Dong Sik suka mengingat akan pembunuhan-pembunuhan yang ia pernah lakukan. Joo Won tidak begitu yakin lagi sekarang.

Joo Won menemukan apa yang chief Sang Bae lakukan, menyingkirkan rekaman dari depan toserba Manyang. Itulah alasan sebenarnya, bukan sekedar menghapus rekaman dari depan kantor Jung Je, melindungi orang yang berharga bagi Sang Bae.

Joo Won akan menangkap Sang Bae dan memelintir fakta, sehingga orang percaya. Sekarang, apa yang akan Dong Sik lakukan?

Jae Yi menelpon Dong Sik, ia pergi ke lokasi yang Jin Mook tunjukkan bersama jepitan rambut kesayangan ibunya.  Kalau ini adalah perangkap Jin Mook untuk membunuh Jae Yi, maka Dong Sik harus memastikan kalau Jin Mook ditangkap. Jae Yi lalu memutus telpon.

Dong Sik panik dan menyuruh Joo Won pergi. Jae Yi menemukan lokasi yang diberi tahukan Jin Mook dan mulai menggali dengan pisaunya. Ia mendengar suara mobil bergerak mendekat.

Jin Mook pergi ke kebun belakang, mulai menyingkirkan tegel. Ia membuka plastik dan menyapa Min Jung. Ia akan mengabulkan keinginan Min Jung, mengeluarkannya dari rumah. Sesosok bayangan medekatinya, Joo Won datang dan mulai membacakan hak-hak seorang tersangka pembunuhan.

Joo Won memastikan, ia tidak datang seorang diri, Dong Sik ada bersamanya.

Jae Yi ketakutan memegang pisaunya erat. Jung Je menenangkan, Dong Sik yang menyuruh menjemput Jae Yi. Tak lama lampu mobil patroli polisi terlihat mendekat, menguatkan perkataan Jung Je. Jae Yi menangis lega.

Jin Mook mengumpat perlahan. Joo Won membenarkan, hidup Jin Mook mulai dari sekarang akan berakhir!

Bersambung

Komentar aku: Episode yang panjaaannnggg… Isinya detail dan flash back untuk menyatukan puzzle menjadi potongan alur yang bisa dimengerti. Ha! Ternyata, itu maksud chief Sang Bae di episode 6 tentang pengalihan fakta. Tadinya, aku pikir aku salah mengerti/salah terjemahan. Ternyata, menghapus rekaman di depan kantor Jung Je adalah untuk mengalihkan perhatian dari menghapus rekaman di depan toserba Manyang! Grr… penulis yang pintar.

Berasa jadi seperti Joo Won, yang harus meraba-raba dalam gelap dan curiga ke semua orang! Graowl… Syukurlah Jae Yi selamat! Hebatnya lagi, Jin Mook bisa menebak apa yang penduduk lakukan, ya? Tak heran, karena ia pergi ke sana ke sini bertopeng kebodohan dan ketakutannya, mendengarkan semua cerita dan gosip dari orang-orang yang ia temui, bahkan info dari rekan-rekan polisinya. Wao… penulis pasti melakukan riset dengan baik, ya. Salah satu karakteristik pembunuh psikopat adalah berusaha membantu polisi mengungkap kasus yang ia lakukan. Untuk tahu, seberapa jauh polisi telah menyelidiki dan bangga kalau bisa selangkah di depan polisi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: