Beyond Evil Ep. 05.1

Joo Won menatap Dong Sik lekat-lekat, dan mulai menyebutkan nama-nama perempuan korban pembunuhan, membuat Dong Sik menebak identitas Lee Geum Hwa. Karena terbakar emosi, Joo Won tidak sengaja menyebutkan 8 nama, sementara, saat melakukan interview mendadak, Joo Won menyebut total korban ada 7 orang.

Dong Sik menyebutkan nama-nama Jung Jae, Jae Yi, Sang Bae, Ji Hwa, Ji Hoon, Gil Gu, Gwang Yeong siapa dari mereka yang adalah pembunuh dan siapa yang dilindungi Dong Sik? Dong Sik mulai bernyanyi dan tertawa, meledek Joo Won.  

TV menayangkan ‘breaking news’, Ki Hwan menegaskan kalau interview yang dilakukan putranya, Joo Won, adalah murni pendapat pribadi, bukan dan tidak mewakili kepolisian Korea Selatan. Dari satu korban yang sedang diselidiki, ada keterlibatan Joo Won di dalamnya. Joo Won akan terus diinvestigasi, terutama tentang caranya menyelidik, dan sementara ini Joo Won didemosi ke kepolisian daerah Manyang.

Episode 5: Penipuan

Ki Hwan kembali bertemu dengan Chang Jin dan Hae Won. Chang Jin terang-terangan menyindir kalau Ki Hwan sengaja mengorbankan putranya. Ki Hwan tersinggung, berjanji kalau ini adalah pertemuan terakhir mereka. Ia telah cukup berkorban meminta maaf untuk putranya, tidak ada lagi yang bisa ia lakukan untuk kota Munju. Ki Hwan mengambil uang, menghitung, meletakkan di meja dan berjalan pergi.

Ki Hwan menolak bicara dan pergi meninggalkan Joo Won yang menunggu di depan restoran. Chang Jin kesal, Ki Hwan menggunakan dirinya untuk memburukkan nama Min Jung, tapi setelah itu membatalkan kerjasama mereka. Chang Jin meledek Hae Won, apa Hae Won sanggup mengorbankan Jung Je?

Jung Je duduk di toko daging Manyang sambil terus menyelesaikan gambar rusa. Dengan lembut Dong Sik membujuk Jung Je pulang. Jung Je tak mau pulang dan tidur, kalau ia tidur, mimpi buruknya akan datang lagi. Mimpi para perempuan memanggil-manggil namanya.

Jae Yi sendiri merasa baik-baik saja. Perlakuan Joo Won yang menggeledah tokonya tidak ia pikirkan lagi. Saat Jae Yi berumur 18 tahun, setiap ada teman atau penduduk bilang kalau ibunya pergi ke hotel, Jae Yi langsung berlari ke hotel tersebut, meski tak pernah bertemu ibunya.  

Setiap kali ada mayat ditemukan, Jae Yi selalu berlari untuk memastikan. Ia sudah kebal akan gosip penduduk yang menista ibunya secara tidak langsung membunuh ayahnya dan lari dengan pria lain. Atau, ibunya korban pembunuh berseri. Mungkin suatu hari mereka akan lupa dan kembali makan di toko daging Manyang. Sampai saat itu Dong Sik cs musti menghabiskan daging yang ia beli, agar Yae Ji punya uang untuk biaya hidup. Dong Sik menahan senyum.

Jae Yi ingin tahu, kenapa Ji Hoon menolak diajak makan malam, apa Dong Sik bertengkar dengan Ji Hoon? Jung Je, dengan mata terus menatap gambar rusanya bertanya apakah Dong Sik benar-benar tidak membunuh Min Jung?

Jin Mook duduk di depan TV melihat interview Joo Won dan setelahnya pernyataan Ki Hwan. Ia lalu menggelusur tidur di depan TV, dan tidak menghiraukan telpon dari Hae Won atau dari reporter.

Joo Won tidak berhasil masuk rumah, Ki Hwan mengganti kunci dan melarang membukakan pintu. Joo Won memutuskan pergi ke kantor. Di depan kantor, Im Gyu Seok, reporter dari JSB, telah menunggu, memaksa untuk minta interview. Dong Sik menengahi dan memanggil semua rekannya keluar menghadapi Gyu Seok.

Mereka semua mengerubung Gyu Seok dan Sang Bae mengusirnya pergi. Joo Won, yang tidak terbiasa dibantu, bahkan dibela, bertanya, balasan apa yang diinginkan polisi Manyang darinya? Sang Bae tersenyum, tingkah Joo Won seperti anak kecil. Dong Sik menerangkan seperti itulah penduduk Manyang. Mereka bisa jahat antar mereka sendiri, tapi pasti akan bersatu kalau ada musuh. Apa yang terjadi di Manyang, diselesaikan di Manyang. Ucapan Dong Sik makin meyakinkan Joo Won, kalau ia benar-benar melindungi si pembunuh.

Tiba-tiba Sang Bae berteriak menyuruh Joo Won mengikuti Dong Sik yang pergi dengan muka marah. Dong Sik mengemudikan mobil patroli sekencang mungkin dan menolak bicara. Sampai di tempat, mereka melihat Jin Mook terbata-bata berusaha berbicara tentang Min Jung dari atas podium. Hae Won dan Chang Jin memperhatikan dengan tidak sabar.

Dong Sik mengemudikan mobil ke dekat tempat duduk, membuat heboh. Ia melarang Joo Won turun, ia akan bertindak seorang diri. Dong Sik berteriak marah, menyuruh dan membawa Jin Mook turun. Dong Sik sangat murka karena mereka menggunakan Jin Mok untuk berpromosi tentang pembangunan daerah.

Semua penduduk yang ada di sana menyumpahi Dong Sik. Menyalahkannya sebagai pembunuh yang menyebabkan usaha pembangunan daerah terhenti dan harga tanah turun. Dong Sik semakin geram saat seorang ibu menyalahkan Min Jung terbunuh karena kelakuannya sendiri. Hae Won berusaha menengahi.

Hae Won mengingatkan mereka telah cukup menderita sejak 20 tahun lalu. Dong Sik mengingatkan 20 tahun lalu, Hae Won masuk rumahnya, memukul dan memaki. Ibu Dong Sik sampai berlutut memohon maaf. Dong Sik berbisik kalau Jung Je lah yang memilih bergantung pada Dong Sik, dulu dan sekarang. Jung Je akan hancur kalau Dong Sik melepaskannya, pasti Hae Won sadar itu.

Chang Jin menyuruh anak buahnya membawa Dong Sik yang mengacaukan acaranya. Dong Sik menolak dan mereka mulai bertengkar. Joo Won tidak bisa tinggal diam. Ia turun dari mobil patroli, menunjukkan name tag dan membacakan klausul tentang pelanggaran hukum yang dilakukan Chang Jin dan anak buahnya. Chang Jin menjulurkan tangannya.

Bersambung

Komentar aku: huah… aku lupa kalau ini drama 16 episode dan setiap kali berharap Dong Sik mengaku kalau ia memprovokasi Joo Won agar bisa terus menggali siapa pembunuh sebenarnya. Atau setidaknya, membuka diri sehingga bisa bersama-sama mencari si pembunuh. Padahal sudah diperlihatkan dari awal kalau Dong Sik yang membawa jemari itu. Ha! Pastinya Dong Sik, apalagi dengan karakter pemberontak dan gila yang ia tunjukkan dari muda, tidak semudah itu terbuka. Ia sudah terbiasa membawa torehan ‘penjahat’ di dahinya.

Adegan awal, di mana Joo Won kelepasan menyebutkan 8 nama saja aku tidak sadar, tapi Dong Sik, yang sepertinya acuh, bisa menangkap itu dan menebak dari raut muka Joo Won. Arrggghhh… tidak bisa jadi profiler sepertinya kekeke… tidak juga akan sanggup, melihat ‘Mindhunter’ aku tidak habis mengerti, bagaimana bisa profiler FBI mendengarkan pengakuan serial killers yang membunuh hanya karena bisa. Ugh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

<span>%d</span> bloggers like this: