Beyond Evil Ep. 04.1

Forensik mulai memproses basement Dong Sik. Chief Jung Cheol Mun dari kepolisian Munju marah-marah karena kebocoran berita di media, ditambah tidak adanya surat perintah dan Dong Sik masih mengenakan pakaian polisi.

 Det. Do Su melakukan apa yang Dong Sik sarankan, menutupinya dengan selimut dan menyelinap ke kantor. Tapi, di depan pintu masuk, Dong Sik sengaja melepas selimut. Membuat wartawan gaduh melihat tersangka adalah seorang polisi.

Di basement, forensik bingung kenapa hanya ada satu titik noda darah di atas meja?

Episode 4: Menangis

Sr. Det. Kwak mendapat text menyuruh mengizinkan Chief Sang Bae dan  Joo Won mendengarkan interogasi Dong Sik. Sr. Det. Kwak masih kesal karena kejadian tadi, seolah Dong Sik ingin semua orang tahu penangkapannya.

Dong Sik protes, ini pasti kerjaan Joo Won sembarangan menuduh kalau Dong Sik yang menempatkan ponsel burner itu di gunung Simju. Ia sedang berjalan-jalan di gunung membawa ramen di plastik hitam.

Dong Sik sengaja memberi jawaban yang melingkar-lingkar, membuat Do Su naik darah. Dong Sik dengan acuh meneruskan berceloteh tentang ramen. Lalu tertawa terbahak-bahak membahas layar dan foto diri.

Muka Dong Sik berubah menjadi serius. Apa polisi lebih tertarik, berbicara tentang penahanan tanpa surat resmi, membiarkan media menyebarkan foto diri, meski tanpa bukti yang jelas bahwa orang itu bersalah? Ia memandang tajam ke arah cermin dua sisi.

Dong Sik berbalik menekan Ji Hwa, apa kali ini ia akan berani bersaksi? Ji Hwa membalas, ia bersaksi kalau Dong Sik benar suka jalan-jalan ke gunung. Tapi, Ji Hwa tidak bisa bersaksi kenapa ada bukti berkas setes darah Min Jung yang ditemukan di basement Dong Sik.

Ji Hwa terus mendesak. Dong Sik terlihat stress dan balik bertanya, apa itu artinya  Dong Sik yang menculik, menyeret, memotong jemari, akhirnya membunuh Min Jung dan untuk menghilangkan bukti, ia membersihkan basement dengan bleach dan detergen?

Semua siap mendengar pengakuan Dong Sik.

Muka Dong Sik berubah dan ia tertawa. Semua polisi tahu, berkas darah yang dibersihkan dengan bleach dan detergen tetap akan terlihat dengan luminol. Lalu, logiskah kalau ditemukan hanya setitik? Chief Sang Bae melirik tajam pada Sr. Det. Kwak.

Dong Sik berjalan ke cermin dua sisi, membenarkan rambut yang terurai. Chief Sang Bae melampiaskan kekesalan pada Sr. Det. Kwak, pertunjukkan polisi yang gegabah dan tanpa didasari logika! Ia juga menekankan kalau kamera yang merekam kegiatan Dong Sik bersih-bersih justru memperkuat posisi Dong Sik.

Joo Won membantah, ia tahu pasti Dong Sik membunuh Min Jung bukan di basement, tapi di tempat di mana berkas darah adalah lumrah, dan menggunakan pisau atau gergaji tidak akan menimbulkan kecurigaan.

Polisi dan forensik berdatangan memenuhi toko daging Manyang dan mulai mengambil foto dan bukti. Jae Yi membaca surat penggeledahan resmi sambil menggigit bibir, menahan tangis. Penduduk yang lewat bergosip kalau dulu ibu Jae Yi yang menghilang, sekarang teman dekatnya.

Tidak hanya mobil, Jae Yi melempari Joo Won dengan telur. Joo Won dengan dingin mengingatkan kalau Jae Yi ingin marah karena tokonya digeledah, marahlah pada diri sendiri, kenapa akrab dengan seorang pembunuh seperti Dong Sik? Polisi yang lain menghalangi agar Jae Yi berhenti. Ibu-ibu yang melihat bergosip melihat Joo Won.

Jae Yi ganti berkata dengan nada tinggi, apa Joo Won terganggu dengan gosip ibu-ibu itu? Joo Won hanya terkotori telur, bisa mandi untuk membersihkannya. Tapi, Joo Won memberikan cap pembunuh pada Dong Sik, yang akan terbawa seumur hidup.

Jae Yi melempar surat perintah dan menuduh Joo Won hanya ingin pamer pertunjukkan. Joo Won menganggap Jae Yi menghina kredibilitas petugas polisi. Joo Won mengingatkan agar Jae Yi tidak melewati batas, dibalas dengan lemparan telur ke leher belakang Joo Won.

Jae Yi ingin tahu, apa hasil penyelidikan Joo Won nantinya.

Chief Sang Bae menerobos masuk loker, menyuruh Joo Won membersihkan diri dan berganti baju. Ia tidak pernah menyetujui izin cuti Joo Won. Hidup tidak mudah, jadi biasakanlah.

Ji Hoon mencuci mobil Joo Won, ia hanya ingin memberi tahu kalau Jae Yi bukan gadis yang jahat. Joo Won tidak mau mendengar. Baginya, Ji Hoon menganggap semua orang baik, dulu Dong Sik, sekarang Jae Yi. Kali ini, Ji Hoon membantah Joo Won lah yang bersalah, mengobrak-abrik kehidupan mereka yang terpenjara dalam kota yang menyedihkan ini.

Petugas forensik melaporkan hasil penelitian toko daging. Hanya ada bekas darah manusia yang sudah tua dan mungkin sudah terkontaminasi di gagang satu pisau. Ji Hwa langsung menebak kalau darah itu adalah milik Han Jeong Im, ibunda Jae Yi.

Kwon Hyeok memberi tahu hasil itu pada Joo Won, artinya mereka mengacau. Kwon Hyeok menegaskan, berkas darah manusia meski ada, tapi hanya sedikit dan bukan darah Min Jung. Artinya, pembunuhan tidak mungkin dilakukan di toko daging Manyang + mereka harus membebaskan Dong Sik.

Kwon Hyeok mengingatkan, seharusnya yang marah adalah Ki Hwan, yang mendesak penahanan Dong Sik, dan, Kwon Hyeok yang mengeluarkan surat penggeledahan. Mereka berdua telah dibodohi Joo Won.

Kwon Hyeok menyuruh Joo Won berhenti mengacau. Ini bukan sekolah, dan dunia tidak berputar di sekeliling yang mulia Joo Won. Kwon Hyeok berbalik badan, pergi menjauh sambil tersenyum.

Joo Won teringat nama itu dan memeriksa foto flyer orang hilang dari dinding basement Dong Sik. Membandingkan nomor telpon di flyer, ia baru sadar kenapa darah Jeong Im ada di pisau dari toko daging Manyang.

Jae Yi membersihkan toko dan menemukan flyer lama. Ia mengelus flyer itu dan berjanji mengembalikan toko daging ke kondisi semula. Dan setelah ibunya kembali, ia akan menyerahkan toko ini dan pergi tidak akan pernah kembali lagi.

Joo Won memperhatikan semua itu dari pinggir jalan. Ia tahu, ia berhutang maaf pada Jae Yi.

Joo Won mendatangi Dong Sik yang dipenjara. Mereka kembali beradu mulut. Joo Won menuduh Dong Sik membuat orang menyukainya sebagai jebakan sebelum dibunuh, seperti ia membunuh Jeong Im.

Dong Sik membalas kalau wanita berponsel burner, itu adalah jebakan yang dikirim Joo Won. Apa wanita itu tahu kalau Joo Won mendorongnya ke kematian?

Ji Hwa pusing dan melarang anak buahnya terus mencoba mencari tahu sumber kebocoran. Tak lama, Do Su datang mengabarkan kalau Jin Mook  menjenguk Dong Sik di penjara.

Bersambung

Komentar aku: Groooaar… Yeo Jin Goo bermain dengan bagus di sini, bisa mengimbangi kegilaan Shin Ha Kyun. Sedemikian, sehingga karakter Joo Won, yang benar-benar terbutakan oleh emosi dan arogansi, terbawakan dengan baik.  Membuat aku ingin ikutan Jae Yi melemparkan telur… Tapi sayang telurnya, telur itu enak dibuat telur mata sapi setengah matang, dimakan dengan kornet dilumuri tepung tipis lalu digoreng, atau kuning telur mentah di atas spaghetti carbonara. Yummyyyyy…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: